Browsing by Author "Dr. Epi Supiadi, M. Si"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
Item KONTROL DIRI SISWA PADA PERILAKU MEMBOLOS DI MADRASAH ALIYAH BAITUL ARQOM CIPARAY KABUPATEN BANDUNG(Perpustakaan, 2025-11-23) NISA HILMI NAPISAH, NRP. 21.04.214; Dr. Epi Supiadi, M. Si; Sri Ratna Ningrum, S. Sos, MpS.SpNISA HILMI NAPISAH, NRP. 21.04.214. Kontrol Diri Siswa Pada Perilaku Membolos di Madrasah Aliyah Baitul Arqom Ciparay Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: Epi Supiadi dan Sri Ratna Ningrum. Kontrol diri merupakan kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi dan kemampuan untuk mengendalikan perilaku agar sesuai untuk orang lain. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata dan data empiris tentang: (1) karakteristik responden; (2) kontrol perilaku; (3) kontrol kognitif; (4) kontrol keputusan membolos di Madrasah Aliyah Baitul Arqom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Alat utama yang digunakan adalah kuesioner dan dilengkapi dengan studi dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh atau sensus, validitas intrumen diuji menggunakan face validity dengan mengkonsultasikan kepada para dosen pembimbing. Intrumen dalam penelitian menggunakan rating scale, dan uji reabilitas alat ukur menggunakan Alpha Cornbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri siswa dalam perilaku membolos berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukan masih kurangnya kemampuan siswa dalam mengontrol diri terutama terhadap perilaku membolos, maka peneliti merekomendasikan suatu alternative program pemecahan masalah yaitu “Penyuluhan Sosial Tentang Kenakalan Remaja di Madrasa Aliyah Baitul Arqom Ciparay Kabupaten Bandung”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kontrol diri siswa dalam perilaku membolos sekolah. Kata kunci : Kontrol Diri, Siswa, Bolos SekolahItem LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS PENGURANGAN PERILAKU MEROKOK DI RUANG PUBLIK MELALUI PROGRAM DUSUN SUKARESMI SEHAT TANPA ASAP ROKOK (DUSS-TAR) DI DESA SUKARASA KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT(Perpustakaan, 2025-12-31) Sukma Sri Lestari. NRP. 22.04.104; Dr. Epi Supiadi, M. Si; Nike Vonika, M. KesosItem PERAN PENGAWASAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN TERHADAP KLIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA MASA REINTEGRASI DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-26) MUHAMMAD NAUFAL RIZKANI, NRP. 21.04.047; Dr. Epi Supiadi, M. Si; Dra. Eni Rahayuningsih, MPMUHAMMAD NAUFAL RIZKANI, NRP. 21.04.047. Peran Pengawasan Pembimbing Kemasyarakatan terhadap Klien Penyalahgunaan NAPZA pada Masa Reintegrasi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung. Dibimbing oleh EPI SUPIADI dan ENI RAHAYUNINGSIH Pengawasan merupakan fungsi inti dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) untuk memastikan terjadinya perubahan perilaku dan keberhasilan reintegrasi sosial, terutama bagi klien penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peran pengawasan PK terhadap klien penyalahgunaan NAPZA pada masa reintegrasi sosial, dengan fokus pada empat aspek utama: kewajiban wajib lapor, kunjungan rumah, koordinasi dengan pihak terkait, dan studi berkas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tujuh informan, yaitu dua PK, dua klien, satu penjamin, dan dua pejabat struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan menghadapi berbagai hambatan, seperti ketidakpatuhan klien dalam wajib lapor, minimnya dukungan keluarga, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan Teori Supervisi Alfred Kadushin, yang menekankan fungsi administratif, edukatif, dan suportif dalam pelaksanaan pembimbingan sosial oleh PK. Penerapan teori ini menjelaskan bagaimana PK menjalankan pengawasan secara terpadu dan efektif untuk mendukung perubahan perilaku klien selama proses reintegrasi sosial. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti merancang program REINCARE (Reintegration Care Program) yang terdiri dari konseling individu dan sesi kelompok dengan pendekatan kelompok pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Program ini menjadi media bagi PK untuk melakukan pengawasan yang aktif, dengan tujuan menurunkan risiko residivisme klien penyalahgunaan NAPZA. Kata kunci: Pengawasan, Pembimbing Kemasyarakatan, Klien Penyalahgunaan NAPZA, Reintegrasi Sosial, Supervisi