TINGKAT PENERIMAAN DIRI (SELF-ACCEPTANCE) ANAK YANG TINGGAL DI GRIYA RAMAH ANAK KABUPATEN GARUT
Loading...
Date
2025-09-22
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Perpustakaan
Abstract
Ihza Pria Arditya, NRP. 21.04.261. Tingkat Penerimaan Diri (Self-Acceptance) Anak yang Tinggal di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak (SATPEL GRA) Kabupaten Garut. DosenPembimbing oleh PRIBOWO dan UJANG MUHYIDIN.
Penerimaan diri merupakan sikap pengakuan dan pemahaman tentang diri sendiri atas keterbatasan yang dimiliki serta kemampuan dalam pengakuan kekuatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang tingkat penerimaan diri (self-acceptance) anak: 1) persepsi diri dan penampilan 2) sikap terhadap kelemahan dan kekuatan diri sendiri 3) perasaan inferioritas sebagai gejolak penerimaan diri 4) respon atas penolakan dan kritikan 5) keseimbangan antara“real self”dan”ideal self” 6) penerimaan diri dan penerimaan orang lain 7) penerimaan diri, menuruti kehendak, dan menonjolkan diri 8) penerimaan diri, spontanitas, dan menikmati hidup 9) aspek moral penerimaan diri 10) sikap terhadap penerimaan diri. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sensus dengan jumlah 85 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek moral penerimaan diri termasuk dalam kategori rendah. Aspek keseimbangan antara“real self”dan”ideal self” termasuk dalam kategori rendah. Aspek persepsi diri dan penampilan termasuk dalam kategori rendah. Aspek perasaan inferioritas sebagai gejolak penerimaan diri termasuk dalam kategori rendah. Aspek penerimaan diri, menuruti kehendak, dan menonjolkan diri termasuk dalam kategori rendah. Aspek penerimaan diri dan penerimaan orang lain termasuk dalam kategori rendah. Aspek sikap terhadap kelemahan dan kekuatan diri sendiri dengan orang lain termasuk dalam kategori rendah,sedangkan aspek penerimaan diri, spontanitas dan menikmati hidup termasuk dalam kategori tinggi. Hasil akhir dari tingkat penerimaan diri (selfacceptance) anak yang tinggal di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Kabupaten Garut dalam kategori rendah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program “MIE KARI (Meningkatkan Keterampilan Penerimaan Diri), menggunakan metode Community Organization and Community Development (COCD). Teknik Community Meeting, Focus Group Discussion (FGD), dan Tecnology of Participation (TOP).
Kata Kunci: Tingkat Penerimaan Diri, Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
Description
Keywords
Tingkat Penerimaan Diri, Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak