Welcome to

Poltekesos Bandung Repository

 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 5

Recent Submissions

Item
Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur.
(Perpustakaan, 2024-02-20) FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168.; Tuti Kartika, Ph.D; Arini Dwi Deswanti, M.Kesos
ABSTRACT FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168. Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Dibimbing oleh Tuti Kartika, Ph.D dan Arini Dwi Deswanti, M.Kesos. There are 35% of children in the Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur who have low learning motivation, one of which is CH. This study aims to test the task centered technique on learning motivation in CH subjects. This study uses a quantitative approach with the Single Subject Design (SSD) method A-B-A pattern. The subject in this study was a 13-year-old male child who was in an alternative caregiver, namely at Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Data collection techniques used are: 1) Observation and 2) Documentation Study. Test the validity and reliability of measuring instruments using the total percent agreement which is then analyzed visually in the conditions. The results of research on research subjects show that the application of task centered can increase learning motivation marked by the behavior of doing the exercise questions, the behavior of collecting assignments on time and the behavior of asking questions. The program design proposed by the researchers based on the SWOT analysis is "Capacity Building dalam Pengembangan Keterampilan Guru dan Pengasuh di PSAA PU 1 Klender". The method used in this program is community development. The strategy used by researchers in community development is collaboration. The tactics used in strategic collaboration are implementation and capacity building Keywords: Task Centered, Learning Motivation, Panti Sosial Asuhan Anak ABSTRAK FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168. Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Dibimbing oleh Tuti Kartika, Ph.D dan Arini Dwi Deswanti, M.Kesos. Terdapat 35% anak di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur memiliki motivasi belajar yang rendah salah satunya subjek CH. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknik task centered terhadap motivasi belajar pada subjek CH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Design (SSD) pola A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak berusia 13 tahun berjenis kelamin laki-laki yang berada pada pengasuhan alternatif yaitu di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) Observasi dan 2) Studi Dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas alat ukur menggunakan total percent agreement yang kemudian dianalisis secara visual dalam kondisi. Hasil penelitian terhadap subjek penelitian menunjukkan bahwa penerapan task centered dapat meningkatkan motivasi belajar ditandai dengan perilaku mengerjakan latihan soal, perilaku mengumpulkan tugas tepat waktu dan perilaku bertanya. Rancangan upaya program yang diajukan oleh peneliti berdasarkan analisis SWOT adalah “Capacity Building dalam Pengembangan Keterampilan Guru dan Pengasuh di PSAA PU 1 Klender”. Metode yang digunakan dalam program ini adalah community development. Strategi yang digunakan peneliti dalam pengembangan masyarakat yaitu kolaborasi. Taktik yang digunakan dalam strategi kolaborasi adalah implementasi dan capacity building. Kata Kunci: Task Centered, Motivasi Belajar, Panti Sosial Asuhan Anak
Item
Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak
(Perpustakaan, 2024-02-20) MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos.
ABSTRAK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak Peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA merupakan suatu hal yang sangat penting karena semakin maraknya kasus penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak meliputi 1) mengetahui karakteristik responden 2) peran dalam memberikan pengaruh 3) peran dalam memberikan larangan 4) peran dalam memberikan dukungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan total responden sebanyak 65 tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan face validity dan uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha dengan aplikasi SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket atau kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat termasuk dalam kategori tinggi. Dapat dilihat dari perolehan skor tertinggi terdapat pada peran dalam memberikan pengaruh dengan perolehan skor sebesar 2217 dan termasuk dalam kategori tinggi. Tertinggi kedua terdapat pada peran dalam memberikan larangan dengan perolehan skor sebesar 2041 termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan skor terendah terdapat pada peran dalam memberikan dukungan dengan perolehan skor sebesar 1696 termasuk dalam kategori sedang. Dengan adanya salah satu aspek yang termasuk dalam kategori sedang sehingga diperlukan adanya peningkatan peran tokoh masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat yaitu pada aspek peran tokoh masyarakat dalam memberikan dukungan. Tokoh masyarakat diharapkan dapat memahami apa itu NAPZA, bahaya NAPZA, jenis-jenis NAPZA, cara pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan alur rehabilitasi NAPZA jika terdapat masyarakatnya yang melakukan penyalahgunaan. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengusulkan program BMD Bebas NAPZA dengan peningkatan kapasitas dari tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak. Kata kunci: peran, tokoh masyarakat, pencegahan penyalahgunaan NAPZA - ABSTRACK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Role of Community Leaders in Preventing Drug Abuse In Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City The role of community leaders in preventing drug abuse is very important because of the increasing number of drug abuse cases in the community. This study aims to determine how the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City includes 1) knowing the characteristics of respondents 2) role in influencing 3) role in providing prohibition 4) role in providing support. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. The sample determination in this study used simple random sampling, with a total of 65 respondents in Kelurahan Benua Melayu Darat. The validity test in this study used face validity and reliability test using cronbach alpha with the SPSS application. Data collection techniques are carried out by questionnaires and documentation studies. The results showed that the overall role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat was included in the high category. It can be seen from the highest score that there is a role in influencing with a score of 2217 and is included in the high category. The second highest is in the role in granting bans with a score of 2041 included in the high category. While the lowest score was found in the role in providing support with a score of 1696 included in the medium category. With one aspect that is included in the medium category, it is necessary to increase the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat, namely in the aspect of the role of community leaders in providing support. Community leaders are expected to understand what drugs are, the dangers of drugs, types of drugs, how to prevent drug abuse and the flow of drug rehabilitation if there are people who commit abuse. Based on this, researchers proposed a drug-free BMD program with capacity building from community leaders in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City. Keywords: role, community leader, drug abuse prevention
Item
Sikap Warga Masyarakat terhadap Praktik Rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
(Perpustakaan, 2024-02-20) SITI AINUN KHOIRUNNISA:; Ramli; Nurrohmi
ABSTRACT SITI AINUN KHOIRUNNISA: Attitudes of Community Citizens towards Moneylender Practices “Bank Emok" in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency. Supervisors: Ramli and Nurrohmi Attitude is an evaluative response, namely a response that will only arise if the individual is faced with a stimulus that requires an individual reaction. This study aims to obtain an empirical description of the attitudes of community citizens towards the practice of "Bank Emok" moneylenders in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency, including respondent characteristics, cognitive aspects, affective aspects, and conative aspects. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The population that was targeted in this study was the people in Cililin Village who were heads of families with a total of 3589 people. Sampling used a simple random sampling technique to produce a sample of 97 respondents. The data collection technique used was a questionnaire and a documentation study using a Likert scale measuring instrument. This research used a face validity test and reliability test with Alpha Cronbach. The results showed that people's attitudes towards the practice of "Bank Emok" moneylenders were in the moderate category with a total score of 6,523. Cognitive aspects have a total score of 2,098, affective aspects have a total score of 2,256, and conative aspects have a total score of 2,169. The problem analysis shows that in each aspect there is an indicator with the lowest total score. The indicator that has the lowest total score in each aspect has problems related to the cognitive aspects of the community regarding the practice of "Bank Emok" moneylenders. Based on the results of this study, the researchers proposed a program "Building Community Capacity about the Dangers of "Bank Emok" Moneylender Practices through Counseling and Formation of Savings and Loans Cooperatives in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency". The program proposed by the researchers has gone through due diligence using a SWOT analysis which aims to increase public knowledge, understanding, and awareness about the dangers of “Bank Emok” moneylenders. Keywords : Attitudes, Community, Moneylender ABSTRAK SITI AINUN KHOIRUNNISA: Sikap Warga Masyarakat terhadap Praktik Rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing: Ramli dan Nurrohmi Sikap merupakan suatu respon evaluatif, yaitu respon yang hanya akan timbul apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya reaksi individual. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai sikap warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat yang meliputi karakteristik responden, aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dijadikan sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Cililin yang merupakan kepala keluarga dengan jumlah 3589 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga menghasilkan sampel sebanyak 97 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan studi dokumentasi dengan alat ukur skala likert. Penelitian ini menggunakan uji validitas muka dan uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok” berada pada kategori sedang dengan skor total sebesar 6.523. Aspek kognitif memiliki skor total 2.098, aspek afektif memiliki skor total 2.256 dan aspek konatif memiliki skor total 2.169. Analisis masalah menunjukkan bahwa pada setiap aspek terdapat indikator dengan skor total paling rendah. Indikator yang memiliki skor total paling rendah pada setiap aspek memiliki permasalahan yang berkaitan dengan aspek kognitif warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan program “Peningkatan Kapasitas Masyarakat tentang Bahaya Praktik Rentenir “Bank Emok” melalui Penyuluhan dan Pembentukan Koperasi Simpan Pinjam di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat”. Program yang diusulkan peneliti telah melalui uji kelayakan dengan menggunakan analisis SWOT yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya praktik rentenir “Bank Emok”. Kata Kunci : Sikap, Masyarakat, Rentenir
Item
Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.
(Perpustakaan, 2024-02-20) RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195.; Catur Hery Wibawa; Theresia Martina Marwanti
ABSTRAK RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195. Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing: Catur Hery Wibawa dan Theresia Martina Marwanti Resiliensi merupakan mind-set yang mampu meningkatkan seseorang untuk mencari pengalaman baru dan memandang kehidupan sebagai proses yang meningkat dalam permasalahan yang dialaminya yaitu dalam proses memecahkan masalah kebutuhan keluarga, serta perihal ekonomi yang disebabkan oleh berbagai faktor yang membuat (PRSE) sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, disisi lain (PRSE) dituntut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari dan dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait kemampuan dalam resiliensi perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang mencakup aspek resiliensi terkait kemampuan sosial, kemampuan memecahkan masalah, dan kemandirian kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan perempuan rawan sosial ekonomi ditentukan dengan cara purposive. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan keluarga terdapat permasalahan dalam kemampuan memecahkan masalah. Maka dari permasalahan tersebut peneliti mengusulkan program dengan nama Program Peningkatan Kapasitas PRSE Melalui “Program Perempuan Mandiri, Terampil dan Inspratif (PEMANIS)”. Kata Kunci: Resiliensi, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Kebutuhan Keluarga ABSTRACT RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195. Resilience of Socio-Economically Underprivileged Women (PRSE) in Meeting Family Needs in Kayuambon Village, Lembang District, West Bandung Regency. Supervisors: Catur Hery Wibawa and Theresia Martina Marwanti Resilience is a mind-set that is able to increase a person to seek new experiences and view life as an increasing process in the problems he experiences, namely in the process of solving problems of family needs, as well as economic matters caused by various factors that make it difficult for (PRSE) to get a decent job, on the other hand (PRSE) is required to work to meet the daily needs of his family and with various problems faced by socio-economically vulnerable women in meeting family needs. This study aims to obtain an overview of the ability in the resilience of socio-economically vulnerable women (PRSE) in meeting family needs in Kayuambon Village, Lembang Subdistrict, West Bandung Regency which includes aspects of resilience related to social skills, problem-solving skills, and independence which includes health. This research used descriptive qualitative method. The number of informants in this study was 5 people consisting of the Head of the Social Welfare Section and socio-economically vulnerable women determined by purposive method. Data collection techniques are in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results showed that the resilience of socio-economically vulnerable women in meeting family needs has problems in problem solving ability. So from these problems, researchers proposed a program with the name "PRSE Capacity Building Program through the Independent, Skilled and Inspiring Women Program (PEMANIS)". Keywords: Resilience, Socioeconomically Vulnerable Women, Family Needs
Item
Dukungan Sosial Masyarkat Terhadap Lanjut Usia Terlantar Di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk,
(Perpustakaan, 2024-02-20) J.MASITOH DENANDA, 19.04.243.; Ami Maryami; Sri Ratna Ningrum
ABSTRAK J.MASITOH DENANDA, 19.04.243. Dukungan Sosial Masyarkat Terhadap Lanjut Usia Terlantar Di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Dosen Pembimbing : Ami Maryami dan Sri Ratna Ningrum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan sosial yang diberikan masyarakat kepada lanjut usia terlantar dan mendapatkan gambaran secara empiris tentang (1) karakteristik informan, (2) dukungan emosional, (3) dukungan penghargaan, (4) dukungan instrumental, (5) dukungan informasional dalam dukungan sosial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar di Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan purposive, dan mendapatkan hasil berjumlah lima informan, terdiri dari lima lanjut usia terlantar yang berusia 70 tahun ke atas. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan kredibilitas melalui ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, triangulasi teknik, kecukupan referensi, dan kepastian data. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial masyarakat Desa Karangtengah terhadap lanjut usia terlantar mencangkup : (1) Dukungan emosional yang diberikan dalam bentuk perhatian, empati, dan kepedulian yang dilakukan apabila lanjut usia sedang sakit, sedang sedih, dan sedang menyendiri. (2) Dukungan penghargaan diberikan oleh masyarakat kepada lanjut usia terantar berupa persetujuan akan pendapat dan keinginan lanju usia. (3) Dukungan instrumental yang diberikan yaitu berupa uang, makanan, dan membenahi atap yang bocor. (4) Dukungan informasional diberikan masyarakat kepada lanjut usia terlantar dalam bentuk saran dan nasihat yang dilakukan pada lanjut usia. Program yang diusulkan yaitu “Penguatan Masyarakat Dalam Memberikan Dukungan Sosial Terhadap Lanjut Usia Terlantar di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk”. Program ini bertujuan agar masyarakat memberikan empati dan membantu kebutuhan lanjut usia terkait dukungan sosial kepada lanjut usia terlantar sehingga dapat menguatkan dukungan sosial masyarakat kepada lanjut usia terlantar. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Masyarakat, Lanjut Usia Terlantar