Browsing by Author "Fachry Arsyad, M.Kesos"
Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
Item FAKTOR KEBERHASILAN PRORAM VOKASIONAL MASSAGE DAN SHIATSU BAGI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI SENTRA WYATA GUNA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-21) SUNDARI FARIHA, NRM. 21.03.087; Lina Favourita Sutiaputri, Ph.D.; Fachry Arsyad, M.KesosSUNDARI FARIHA, NRM. 21.03.087: Faktor Keberhasilan Proram Vokasional Massage dan Shiatsu bagi Penyandang Disabilitas Netra di Sentra Wyata Guna Bandung, Dosen Pembimbing: LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI, Ph.D dan FACHRY ARSYAD, M.Kesos. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pelatihan massage dan shiatsu bagi penyandang disabilitas netra di Sentra Wyata Guna Bandung. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap peserta pelatihan, instruktur, dan fasilitator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan ini telah berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial peserta. Sejak didirikan pada tahun 1970 untuk program massage dan tahun 1994 untuk shiatsu, program ini telah meluluskan ribuan alumni, di mana lebih dari 80 panti pijat berhasil didirikan oleh lulusan, dan banyak lainnya bekerja sebagai terapis pijat profesional. Keberhasilan ini ditunjang oleh faktor internal seperti intelegensi, kemampuan motorik, bakat dan minat, serta potensi yang terfasilitasi, serta faktor eksternal berupa jumlah dan kualifikasi tenaga pengajar, porsi jam pelajaran yang cukup, sarana praktik dan magang, serta sistem evaluasi yang berkelanjutan. Capaian program ini juga diakui secara nasional melalui sertifikasi ISO yang diperoleh setiap tahun, menandakan kualitas pelatihan yang tinggi dan konsisten. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan instruktur awas dan evaluasi berbasis dunia kerja masih perlu dibenahi. Sebagai bentuk rekomendasi penguatan, peneliti merancang program “SAPA INSTRUKTUR”. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan inklusif dan peran pekerja sosial dalam mendukung pelatihan yang memberdayakan dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas netra. Kata kunci: disabilitas netra, pelatihan, pemberdayaan sosial, kemandirianItem IMPLEMENTASI PROGRAM PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) MASYARAKAT MISKIN DI DESA RANCAMULYA KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-26) PUTRI WITANTRI, NRM. 21.03.018; Lina Favourita Sutiaputri, Ph.D.; Fachry Arsyad, M.KesosPUTRI WITANTRI, NRM. 21.03.018. Implementasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Miskin di Desa Rancamulya Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI dan FACHRY ARSYAD. Pada tahun 2024 terdapat 30 unit rumah yang mengajukan bantuan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari jumlah tersebut, Desa Rancamulya berhasil melaksanakan perbaikan sebanyak 18 unit rumah dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan. Program ini didukung oleh tiga sumber pendanaan utama, yaitu Program Bunga Desa (Bupati ngantor di Desa) yang dimana dana tersebut merupakan bantuan keuangan khusus yang diberikan bupati untuk menjalankan suatu desa. Selanjutya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung, serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Program RTLH di Desa Rancamulya melalui empat aspek implementasi menurut teori George C. Edward III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling yang meliputi aparatur desa, pelaksana program, dan keluarga penerima manfaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program RTLH di Desa Rancamulya belum sepenuhnya optimal. Aspek komunikasi mengalami kendala dalam penyebaran informasi teknis di tingkat RT/RW. Dari sisi sumber daya, masih ditemukan keterbatasan dalam hal anggaran, tenaga pendamping, serta sarana prasarana pelaksanaan. Disposisi pelaksana cukup positif namun terkendala oleh beban administrasi dan kurangnya pelatihan. Struktur birokrasi cenderung belum fleksibel, terutama dalam hal SOP pencairan dan pelaporan progres pembangunan. Kendala ini berdampak pada keterlambatan pelaksanaan dan rendahnya capaian output program. Sebagai solusi, peneliti merancang program alternatif ―PROGRES RANCAMULYA (Program Realisasi Pembangunan RTLH Berbasis Progres Individu)‖ yang bertujuan meningkatkan efektivitas implementasi melalui edukasi teknis, dukungan sosial, dan skema pelaksanaan bertahap (partial release). Program ini diharapkan menjadi model intervensi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendorong perbaikan hunian secara partisipatif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Implementasi, RTLH, Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, Struktur Birokrasi, Desa RancamulyaItem KEMANDIRIAN ANAK DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK KUNCUP HARAPAN MUHAMMADIYAH KOTA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-19) ENNY MUTIARA SANDANY. NRM. 21.03.003; Lina Favourita Sutiaputri Ph.D; Fachry Arsyad, M.KesosJENNY MUTIARA SANDANY. NRM. 21.03.003. Kemandirian Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Kota Bandung. Dosen Pembimbing: LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI dan FACHRY ARSYAD. Kemandirian merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan saat beranjak dewasa. Anak yang mandiri mampu mengelola emosi, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas dirinya. Menurut Robert Havighurst, kemandirian mencakup aspek emosional, ekonomi, intelektual, dan sosial, yang berkembang secara bertahap dan perlu dilatih sejak dini. Kemandirian ini juga berkaitan erat dengan hak anak untuk berkembang secara optimal, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pada penelitian ini anak yang menjadi sasaran penelitian di LKSA Kuncup Harapan Muhammadiyah merupakan anak terlantar. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer yang sudah ditentukan melalui teknik purposive sampling yaitu delapan informan, dua pengasuh anak, dan enam anak, dan juga menggunakan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam atau in-depth interview, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa anak asuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Kuncup Harapan Muhamamdiyah Kota Bandung sudah mampu memenuhi aspek kemandirian emosi dan kemandirian intelektual. Namun, ditemukan Permasalahan pada aspek kemandirian ekonomi dan kemandirian sosial, yaitu (a) belum adanya pelatihan Keterampilan yang sistematis dan berkelanjutan untuk anak asuh dan (b) kurangnya rasa percaya diri anak dalam berbicara di depan umum. Maka dari itu, peneliti mengusulkan program "Peningkatan Kapasitas LKSA dan Optimalisasi kegiatan Muhadharah." Kata Kunci: Kemandirian Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Kota BandungItem KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA TAMANREJO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL(Perpustakaan, 2025-10-26) DIVA SULISTYA DEWI, NRM. 21.03.051; Lina Favourita Sutiaputri, Ph.D; Fachry Arsyad, M.KesosDIVA SULISTYA DEWI, NRM. 21.03.051. Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal. Dosen Pembimbing LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI dan FACHRY ARSYAD Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal merupakan salah satu upaya penting dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dengan mengacu pada lima parameter kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh LIPI UNESCO/ISDR (2006), yaitu: pengetahuan terhadap ancaman, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 93 responden. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tamanrejo tergolong dalam kategori “Siap” pada aspek pengetahuan (76,8%), kebijakan dan panduan (68,3%), rencana tanggap darurat (70,5%), serta sistem peringatan dini (69,6%). Namun, pada aspek mobilisasi sumber daya masyarakat masih berada pada kategori “Hampir Siap” (63,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah memiliki pemahaman dasar dan respons yang cukup terhadap ancaman bencana tanah longsor, masih terdapat keterbatasan dalam aspek dukungan sistem dan pengelolaan sumber daya secara menyeluruh. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengusulkan program intervensi “Siaga Bencana Tanah Longsor Masyarakat Tamanrejo (SIGANA TAMA)” sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, dan simulasi bencana yang terstruktur dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan masyarakat dan Bencana tanah longsor.Item LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS - PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI DESA BUNISARI, KECAMATAN MALANGBONG, KABUPATEN GARUT(Perpustakaan, 2024-03-19) Isnata Shafira Azzhahro 2003042; Fachry Arsyad, M.KesosItem LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS PROGRAM STUDI LINDAYASOS - PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DENGAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK CAHAYA GUMATI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF SILASE DI DESA BUNISARI KECAMATAN MALANGBONG KABUPATEN GARUT(Perpustakaan, 2024-04-26) Firda Fawnia Indrasari 2003109; Fachry Arsyad, M.KesosItem LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS PROGRAM STUDI LINDAYASOS - SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK MELALUI PROGRAM BUNISARI PEDULI PELESTARIAN LINGKUNGAN(Perpustakaan, 2024-04-26) Ratu Ayu Fadin Aimer Affan 20.03.094; Fachry Arsyad, M.KesosItem Modal Sosial Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar Prapatan Dawuhan Desa Dawuhan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.(Perpustakaan, 2025-03-18) BINA ALFI AMALIA, 18.03.042.; Lina Favourita Sutiaputri, Ph.D; Fachry Arsyad, M.KesosBINA ALFI AMALIA, 18.03.042. Modal Sosial Para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar Prapatan Dawuhan Desa Dawuhan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Modal sosial adalah salah satu komponen penting yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dalam kehidupan salah satunya dalam hal mempertahankan usaha. Di tengah-tengah perkembangan zaman yang ada, ditambah lagi dengan berbagai kebijakan yang diberlakukan setelah hadirnya pandemi Covid-19, usaha di sektor informal kecil di masyarakat dihadapkan berbagai macam tantangan. Salah satunya juga dirasakan oleh pelaku UMKM di Pasar Prapatan Dawuhan Desa Dawuhan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Melalui modal sosial yang terdiri atas jaringan, kepercayaan, dan norma, pelaku UMKM di Pasar Prapatan Dawuhan menghadapi situasi yang ada. Penelitian ini dilakukan metode kualitatif yang memberikan gambaran secara deskriptif terkait modal sosial yang dimiliki para pelaku UMKM di Pasar Prapatan Dawuhan yang meliputi jaringan, kepercayaan, dan norma. Informan yang menjadi salah satu sumber penelitian berjumlah lima orang pelaku UMKM yang tediri atas pedagang ikan, pedagang ayam potong, pembuat kue tradisional, dan pedagang sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan yang dimiliki oleh pelaku UMKM terdiri atas jaringan dengan pembeli, jaringan dengan pedagang di pasar besar, jaringan dengan rumah makan, jaringan dengan pihak pemilik pasar dan jaringan dengan pemerintah desa. Kepercayaan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh yang dimiliki membantu mereka dalam mempertahankan usaha yang ada. Norma yang dilaksanakan mendorong adanya kerjasama baik di antara pelaku UMKM mau pun dengan pembeli dan pemilik pasar. Temuan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki kelemahan pada unsur jaringan terutama jaringan yang menghubungkan mereka dengan konsumen dan pemerintah desa. Sehingga dirumuskan rekomendasi program berupa penguatan jaringan pelaku UMKM melalui digitalisasi. Kata kunci : Modal sosial, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah.Item PENYELENGGARAAN LAYANAN SOSIAL INTEGRATIF PADA PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL (PUSKESOS) DI KELURAHAN MELONG KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI(Perpustakaan, 2025-10-21) SYAFA HASANAH FADILAH, NRM. 21.03.091; Suharma, S.Sos,MP,Ph.D; Fachry Arsyad, M.KesosSYAFA HASANAH FADILAH, NRM. 21.03.091: Penyelenggaraan layanan Sosial Integratif Pada Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Dosen pembimbing : Suharma, S.Sos.,M.P,.Ph.D & Fachry Arsyad,M.Kesos Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai pengintegrasian pelayanan sosial dalam program bantuan sosial yang dilakukan Puskesos Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, dengan menggunakan pendekatan pelayanan sosial integratif yang meliputi koordinasi layanan, kerja sama (cooperation), kolaborasi (collaboration), daninterprofessional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan pengambilan informan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studidokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, uji kebergantungan data, serta uji kepastian data. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesos Kelurahan Melong telah mengintegrasikan layanan sosial dalam program bantuan sosial dengan Dinas Sosial Kota Cimahi, Baznas Kota Cimahi, dan lembaga terkait lainnya. Meskipun integrasi layanan sosial dalam programbantuan sosial sudah berjalan dengan baik, terdapat hambatan yang dihadapi, seperti ketidakakuratan data penerima manfaat saat komunikasi antar pihak terkait,kurangnya pemahaman penyedia layananan tentang kolaborasi sehingga tidak adanya forum brainstorming dalam kolaborasi penyelenggaraan layanan sosial integratif. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mengusulkan program "Penguatan kapasitas puskesos tentang kolaborasi integratif dalam penyelenggaraan layanan sosial". Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Puskesos dalam meningkatkan koordinasi, kerja sama, serta evaluasi yang lebih baik dalam penyaluran bantuan sosial di Kelurahan Melong. Kata Kunci : Integratif, Pelayanan Sosial, PuskesosItem PERAN PENDAMPING SOSIAL DALAM PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK PADA PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA RANCAMANYAR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG(Perpustakaan, 2025-11-23) NUR FAJRIAH AWALIAH. NRM. 21.03.029; Suharma, S.Sos, MP, Ph.D; Fachry Arsyad, M.KesosNUR FAJRIAH AWALIAH. NRM. 21.03.029. Peran Pendamping Sosial dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Program Keluarga Harapan di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: Suharma dan Fachry Arsyad. Penelitian ini membahas Peran Pendamping Sosial dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Program Keluarga Harapan di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran empiris mengenai (a) karakteristik informan, (b) peran fasilitator, (c) peran edukator, (d) peran motivator, (e) peran mediator, dan (f) peran advokat yang dilakukan pendamping sosial dalam modul pendidikan dan pengasuhan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh melalui teknik purposive sampling terhadap empat informan utama (dua pendamping sosial dan dua KPM) serta data sekunder dari dokumentasi dan observasi partisipatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data dilakukan dengan pendekatan open coding, axial coding, dan selective coding. Ditemukan berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, kurangnya dokumentasi, ketidakterlibatan stakeholder eksternal, serta rendahnya partisipasi aktif KPM dalam memahami materi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengusulkan program “ Sinergi Pendidikan dan Pengasuhan Anak untuk KPM PKH” sebagai upaya Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan P2K2 melalui penguatan kolaborasi antara pendamping sosial PKH dan stakeholder eksternal dalam menyampaikan materi pendidikan dan pengasuhan anak, serta mendorong keterlibatan aktif keluarga penerima manfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Kata Kunci: Pendamping Sosial, P2K2, Pendidikan dan Pengasuhan Anak, PKH, Peran Pekerja Sosial