Browsing by Author "HARTONO LARAS"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
Item Coping Strategy Pegawai dalam Menghadapi Stres di PT Anyaman Karya Indonesia Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-08-19) AFIFAH KHAIRUL MUTI’AH, 10.04.350.; DENTI KARDET; HARTONO LARASAFIFAH KHAIRUL MUTI’AH, 10.04.350. Coping Strategy Pegawai dalam Menghadapi Stres di PT Anyaman Karya Indonesia Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani Kota Bandung. Pembimbing DENTI KARDET dan HARTONO LARAS. Coping strategy merupakan kemampuan seseorang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang menyebabkan stres. Stres dapat muncul jika tuntutan yang dihadapi melebihi batas optimal seseorang, hal ini sering terjadi di dunia kerja. Fenomena stres kerja ini juga terjadi di lingkungan kerja PT Anyaman Karya Indonesia yang disebabkan beberapa faktor seperti jam kerja yang kurang memenuhi standar, pekerjaan yang bertumpuk, pekerjaan tambahan diluar bidangnya serta gaji yang menunggak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran empiris mengenai tingkat kemampuan coping strategy dalam menghadapi stres oleh Pegawai PT Anyaman Karya Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Populasi penelitian ini adalah 26 orang pegawai PT Anyaman Karya Indonesia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket atau kuisioner, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan Rating Scale. Uji validitas alat ukur yang menggunakan Face Validity dan Uji Reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil penelitian pada aspek coping yang berfokus pada masalah masuk pada kategori kurang mampu dengan persentase sebesar 68,37% dan skor total 711. Hasil penelitian pada aspek coping yang berfokus pada emosi masuk pada kategori mampu dengan persentase 75,15% dan skor total 938. Hasil secara keseluruhan dilihat dari garis kontinum masuk dalam kategori kurang mampu. Berdasarkan masalah dan kebutuhan, peneliti mengusulkan program “Coping Strategy Recreation (CSRe) di PT Anyaman Karya Indonesia Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani Kota Bandung” kepada seluruh pegawai dengan metode Social Group Work melalui Recreation Group. Kata Kunci: Coping Strategy, Stres Kerja, Pegawai PerusahaanItem Efektivitas Layanan Terpadu Dalam Menangani Korban Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-10-16) RUTH BUNGARIA LUMBAN GAOL, 20.04175.; DENTI KARDETI; HARTONO LARASABSTRAK RUTH BUNGARIA LUMBAN GAOL, 20.04175. Efektivitas Layanan Terpadu Dalam Menangani Korban Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung, Dibimbing oleh DENTI KARDETI dan HARTONO LARAS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang efektivitas layanan terpadu dalam menangani korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung yang aspek-aspeknya meliputi: 1) pencapaian tujuan; 2) integrasi; 3) adaptasi. Jenis pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi dan diskusi dengan pakar. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan terpadu terhadap korban kekerasan yang diberikan UPTD PPA Kota Bandung masih belum efektif, dari tiga aspek yang diteliti, terdapat dua aspek yang belum efektif yakni pada aspek integrasi dan adaptasi dari layanan terpadu dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berdasarkan analisis dan kebutuhan ditemukan, peneliti merekomendasikan sebuah program berupa “Peningkatan Kapasitas Pegawai UPTD PPA Kota Bandung Tentang Kecepatan Pemberian Layanan dan Sosialisasi di UPTD PPA Kota Bandung”. Kata kunci: Layanan Terpadu, Efektivitas, Korban Kekerasan, Perempuan dan Anak ABSTRACT RUTH BUNGARIA LUMBAN GAOL, 20.04175. The Effectiveness of Integrated Services in Handling Victims of Violence Against Women and Children at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children in Bandung City, Supervised by DENTI KARDETI dan HARTONO LARAS. This study aims to describe the effectiveness of integrated services in dealing with victims of violence against women and children in the Bandung City Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA), whose aspects include: 1) goal achievement; 2) integration; 3) adaptation. The type of approach and method used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. The data collection techniques used were observation, indepth interviews, and documentation studies. Data validity checks using triangulation and discussion with experts. The results of this study were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that integrated services for victims of violence provided by UPTD PPA Bandung City were still not effective, from the three aspects studied, there were two aspects that were not effective, namely in the aspects of integration and adaptation of integrated services in dealing with violence against women and children. Based on the analysis and needs found, the researcher recommends a program in the form of "Increasing the Capacity of UPTD PPA Bandung City Employees Regarding the Speed of Service Delivery and Socialization at UPTD PPA Bandung City". Keywords: Integrated Services, Effectiveness, Victims of Violence, Women and ChildrenItem Kepatuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa Dalam Menjalankan Activity Daily Living di Yayasan Al Fajar Berseri Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.(Perpustakaan, 2024-09-10) NABILA ELMAILA WINATA. NRP. 20.04.064.; DENTI KARDETI; HARTONO LARASNABILA ELMAILA WINATA. NRP. 20.04.064. Kepatuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa Dalam Menjalankan Activity Daily Living di Yayasan Al Fajar Berseri Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Pembimbing DENTI KARDETI dan HARTONO LARAS. Activity Daily Living (ADL) merupan aktivitas dasar yang dilakukan oleh individu setiap hari, yang meliputi kegiatan makan, minum, mandi, keramas, dan lain-lain. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) merupakan individu yang memiliki gangguan dalam melakukan ADL karena menurunnya fungsi kognitif, gangguan afeksi, dan persepsi dan membutuhkan orang lain untuk membantu mereka dalam mengembalikan kemampuan melakukan ADL. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai tingkat kepatuhan ODGJ dalam menjalankan ADL di Yayasan Al Fajar Berseri Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi pada aspek merawat diri, menolong diri, mengurus diri, dan kegiatan instrumental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Penarikan sampel di dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus kepada 20 responden yang merupakan pendamping ODGJ di Yayasan Al Fajar Berseri yang mengetahui keseharian ODGJ, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner, wawancara, observasi, dan studi dokumen. Adapun validitas alat ukur menggunakan teknik face falidity dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan skor rata-rata 0,8. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari empat aspek ADL, dua aspek diantaranya aspek merawat diri dan aspek mengurus diri berada pada kategori sangat patuh dengan persentase 80,375% dan 83,75%. Dua aspek lainnya yakni aspek menolong diri dan instrumental berada pada kategori patuh dengan persentase sejumlah 64,13% dan 78,75%. Meskipun kepatuhan ODGJ dalam melakukan perintah ADL cukup tinggi, namun berdasarkan hasil observasi, cara ODGJ melakukan perintah masih belum maksimal dan perlu ditingkatkan. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa faktor masalah lainnya yang perlu dilakukan intervensi adalah mengenai kompetensi pendamping yang berkorelasi pada tingkat pendidikan. Maka dari itu, diajukan program “Peningkatan Kapasitas Pendamping ODGJ dalam Memberikan Pendampingan Activity Daily Living di Yayasan Al Fajar Berseri” kepada pendamping ODGJ di Yayasan Al Fajar Berseri. Kata kunci: Kepatuhan, Activity Daily Living (ADL), Orang dengan gangguan jiwa (OGDJ). ABSTRAC NABILA ELMAILA WINATA. NRP. 20.04.064. Compliance of People With Mental Disorders in Carrying Out Activity Daily Living at Al Fajar Berseri Foundation, Sumberjaya Village, South Tambun District, Bekasi Regency. Supervisors DENTI KARDETI and HARTONO LARAS. Activity Daily Living (ADL) is a basic activity performed by individuals every day, which includes eating, drinking, bathing, shampooing, and other activities. People with mental disorders (ODGJ) are individuals who have impairments in performing ADLs due to decreased cognitive function, impaired affection, and perception and need other people to assist them in restoring their ability to perform ADLs. This study aims to obtain an empirical description of the level of compliance of ODGJ in carrying out ADLs at the Al Fajar Berseri Foundation, Sumberjaya Village, South Tambun Subdistrict, Bekasi Regency in the aspects of self-care, self-help, self-care, and instrumental activities. This study used a quantitative approach with descriptive research methods. The sample withdrawal in this study used the census technique to 20 respondents who were ODGJ assistants at the Al Fajar Berseri Foundation who knew the daily lives of ODGJ, while the data collection technique used questionnaires, interviews, observations, and document studies. The validity of the measuring instrument uses the face validity technique and the reliability test uses the Cronbach Alpha formula with an average score of 0.8. The results stated that of the four aspects of ADL, two aspects including aspects of self-care and self- care aspects were in the very compliant category with a percentage of 80.375% and 83.75%. The other two aspects, namely self-help and instrumental aspects, were in the compliant category with percentages of 64.13% and 78.75%. Although ODGJ's compliance in carrying out ADL orders is quite high, based on the observation results, the way ODGJ carry out orders is still not optimal and needs to be improved. From the results of the study, it was found that another problem factor that needs intervention is the competence of the companion which correlates with the level of education. Therefore, the program “Capacity Building for ODGJ Companions in Providing Activity Daily Living Assistance at Al Fajar Berseri Foundation” was proposed to ODGJ companions at Al Fajar Berseri Foundation. Keywords: Compliance, Activity Daily Living (ADLs), and People with mental health disorders.Item Persepsi Siswa Terhadap Perundungan di SMP Negeri 2 Kertek Kabupaten Wonosobo.(Perpustakaan, 2024-08-06) NISA WIDI PRASASYA, 20.04.267.; DENTI KARDETI.; HARTONO LARASNISA WIDI PRASASYA, 20.04.267. Students' Perception of Bullying at SMP Negeri 2 Kertek Wonosobo Regency. Supervised by DENTI KARDETI and HARTONO LARAS. Perception is the process of receiving a stimulus with a person's sensory organs which then the stimulus is passed on and continued with the perception process. This study aims to obtain an overview of: 1) characteristics of respondents, 2) students' cognition of bullying, 3) students' affection towards bullying, 4) students' conation towards bullying. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study were 58 respondents who were taken using proportionate stratified random sampling. The data collection techniques used were: 1) questionnaire, 2) documentation study, 3) interview, 4) observation. The validity test of the measuring instrument uses face validity and the reliability test uses Cronbach's alpha. The results of this study indicate that students' perceptions of bullying at SMP Negeri 2 Kertek Wonosobo Regency are in the good category towards the very good category. The results of this study are based on each existing aspect such as cognition, affection and conation. In the cognition aspect, it is included in the good category with a score of 2,194, in the affection aspect it is included in the very good category with a score of 2,428 and in the conation aspect it is included in the good category with a score of 2,192. Based on the results of the study, the researcher proposed a program called "PEPSI" (Increasing Student Knowledge, Understanding and Empathy). The purpose of implementing this program is to increase the knowledge, understanding and empathy of students at SMP Negeri 2 Kertek Wonosobo Regency regarding bullying. Keywords: Perception, Bullying, School ABSTRAK NISA WIDI PRASASYA, 20.04.267. Persepsi Siswa Terhadap Perundungan di SMP Negeri 2 Kertek Kabupaten Wonosobo. Dibimbing oleh DENTI KARDETI dan HARTONO LARAS. Persepsi adalah proses penerimaan stimulus dengan alat indera seseorang yang kemudian stimulus diteruskan dan dilanjutkan dengan proses persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang : 1) karakteristik responden, 2) kognisi siswa terhadap perundungan, 3) afeksi siswa terhadap perundungan, 4) konasi siswa terhadap perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 58 responden yang diambil menggunakan proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1) kuesioner, 2) studi dokumentasi, 3) wawancara, 4) observasi. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap perundungan di SMP Negeri 2 Kertek Kabupaten Wonosobo berada pada kategori baik menuju kategori sangat baik. Hasil penelitian ini didasarkan pada tiap aspek yang ada seperti kognisi, afeksi dan konasi. Pada aspek kognisi termasuk dalam kategori baik dengan skor 2.194, pada aspek afeksi termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor 2.428 dan pada aspek konasi termasuk dalam kategori baik dengan skor 2.192. Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti mengusulkan program dengan nama “PEPSI” (Peningkatan Pengetahuan, Pemahaman dan Empati Siswa). Tujuan dari pelaksanaan program ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan empati siswa di SMP Negeri 2 Kertek Kabupaten Wonosobo mengenai perundungan. Kata Kunci: Persepsi, Perundungan, SekolahItem Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak di Kelurahan Babakan Ciparay Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-08-19) Warda V Romaito, 20.04.338.; DENTI KARDETI; HARTONO LARASWarda V Romaito, 20.04.338. Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak di Kelurahan Babakan Ciparay Kota Bandung. Pembimbing DENTI KARDETI dan HARTONO LARAS Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan perempuan rawan sosial ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk untuk mengetahui sumber dukungan eksternal yang dapat meningkatkan resilien perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, untuk mengetahui perasaan, perilaku, dan keyakinan yang dimiliki perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, dan untuk memahami kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar anak di Kelurahan Babakan Ciparay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan dan menggambarkan peristiwa atau fenomena yang ada dalam penelitian terkait resiliensi perempuan rawan sosial ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak di Kelurahan Babakan Ciparay Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 permasalahan utama perempuan rawan sosial ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak di Kelurahan Babakan Ciparay yaitu, pendapatan yang tidak stabil menjadi penghambat utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak. Kondisi ini terjadi karena pendapatan informan tidak konsisten yang disebabkan oleh pekerjaan yang tidak menetap. Penghasilan yang dihasilkan per bulan tidak sesuai dengan kebutuhan per bulannya, minimnya pemahaman administrasi dalam memecahkan permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar anak, seperti pemecahan masalah akses pendidikan dan kesehatan, dan tidak terdapat penghubung antara perempuan rawan sosial ekonomi dengan sistem sumber yang tersedia, terutama dalam hal pengembangan keterampilan dan pemahaman dasar administrasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti mengusulkan program demi memecahkan masalah tersebut, yaitu Program “Aksi untuk Perempuan Berdaya (AKRAB)”. Kata kunci : Resiliensi, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Kebutuhan Dasar Ana