Browsing by Author "Prof. Ellya Susilowati, Ph.D"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
Item KINERJA KADER POSYANDU DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN IBU DAN ANAK KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN (KPM PKH) DI KELURAHAN SUKAHAJI KECAMATAN BABAKAN CIPARAY KOTA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-21) ALYA SHINTA DEWI IRAWAN, NRM. 21.03.092; Prof. Ellya Susilowati, Ph.D; Dr. Harapan Lumban Gaol.ALYA SHINTA DEWI IRAWAN, NRM.21.03.092. Kinerja Kader Posyandu Dalam Pemeliharaan Kesehatan Ibu dan Anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Di Kelurahan Sukahaji Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Dosen Pembimbing: ELLYA SUSILOWATI dan HARAPAN LUMBAN GAOL Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok ibu dan anak dari keluarga miskin yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kader Posyandu dalam pemeliharaan kesehatan ibu dan anak miskin khususnya keluarga penerima manfaat program keluarga harapan di Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari ibu-ibu penerima layanan Posyandu dan para kader yang aktif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori kinerja T.R. Mitchell yang meliputi lima aspek: kualitas kerja, ketepatan bekerja, kemampuan kerja, hubungan komunikasi, dan inisiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kader Posyandu sudah cukup baik dalam aspek ketepatan dan kemampuan kerja, namun masih terdapat kendala dalam aspek komunikasi dan inisiatif, terutama dalam menjangkau ibu dan anak miskin secara aktif serta memberikan edukasi kesehatan yang efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pelatihan dan fasilitasi dari pihak terkait untuk meningkatkan kualitas layanan. Sebagai tindak lanjut, peneliti mengusulkan program penguatan kapasitas kader Posyandu agar pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin dapat lebih optimal dan merata. Kata kunci: Kinerja Kader Posyandu, Kesehatan Ibu dan Anak, KemiskinanItem MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN PADA KOMUNITAS RUMAH PELANGI KOTA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-26) DAFFA MUHAMMAD ZANDRA ANARGYA, NRM. 21.03.031; Prof. Ellya Susilowati, Ph.D; Rosilawati, S.Sos., MPS.Sp; Wendy Pradytia, S.E., M.AkDAFFA MUHAMMAD ZANDRA ANARGYA, NRM. 21.03.031. Modal Sosial dalam Pemberdayaan Anak Jalanan pada Komunitas Rumah Pelangi Kota Bandung. Pembimbing. ELLYA SUSILOWATI, ROSILAWATI, WENDY PRADYTIA Fenomena anak jalanan di perkotaan tidak hanya mencerminkan kegagalan sistemik dalam pemenuhan hak anak, tetapi juga menunjukkan keterbatasan pendekatan konvensional dalam menjangkau kelompok marginal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran modal sosial dalam pemberdayaan anak jalanan yang dilakukan oleh Komunitas Rumah Pelangi Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teori modal sosial Michael Woolcock (1998), yang meliputi bonding, bridging, dan linking social capital, menjadi kerangka utama dalam menganalisis dinamika sosial yang berkembang di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bentuk modal sosial memainkan peran strategis dalam membangun rasa aman, kepercayaan, dan partisipasi aktif anak-anak jalanan dalam proses pemberdayaan. Bonding social capital memperkuat solidaritas internal melalui relasi emosional yang intens; brigding social capital membuka akses terhadap komunitas eksternal dan informasi baru; sedangkan linking social capital menjadi jembatan penting ke lembaga formal seperti dinas sosial dan dunia pendidikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak terlepas dari sensitivitas kultural relawan dan fleksibilitas pendekatan komunitas. Namun demikian, tantangan tetap muncul dalam bentuk ketergantungan relasional, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta belum optimalnya sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kekuatan modal sosial dan intervensi kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan serta keadilan sosial bagi anak jalanan. Kata kunci: modal sosial, pemberdayaan, anak jalananItem PERAN KELUARGA DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN SOSIAL PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI DESA SUKOREJO KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN(Perpustakaan, 2025-10-26) WIDIYA NINGRUM, NRM. 21.03.086; Prof. Ellya Susilowati, Ph.D; Versanudin Hekmatyar, S.KPm. M.KesosWIDIYA NINGRUM, NRM. 21.03.086. Peran Keluarga dalam Memberikan Dukungan Sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Dibimbing oleh ELLYA SUSILOWATI, dan VERSANUDIN HEKMATYAR Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kasus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di masyarakat, termasuk di Desa Sukorejo, serta masih terbatasnya dukungan sosial yang diberikan keluarga dan masyarakat dalam proses pemulihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran keluarga dalam memberikan dukungan sosial terhadap ODGJ, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi selama proses perawatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari lima keluarga pengasuh ODGJ. Analisis data dilakukan melalui proses open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga telah memberikan dukungan sosial dalam empat bentuk: emosional, instrumental, informasi, dan penilaian. Namun, dukungan sosial ini mengalami penurunan akibat beban pengasuhan jangka panjang, keletihan psikologis (caregiver fatigue), ketegangan relasi antar anggota keluarga, serta kecemburuan dari anggota keluarga lain. Di sisi lain, keluarga juga menghadapi hambatan eksternal berupa stigma sosial dan terbatasnya dukungan dari lingkungan maupun institusi formal. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merancang program intervensi “SAPA JIWA” (Sarana Pendampingan Keluarga untuk Pemulihan Jiwa) sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas emosional keluarga dan mengembangkan sistem dukungan sosial berbasis komunitas melalui pelibatan masyarakat, kader kesehatan, serta fasilitasi oleh pekerja sosial. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan keluarga ODGJ berbasis lokal yang berkelanjutan dan inklusif. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Keluarga Pengasuh, ODGJ, Caregiver Fatigue, Pekerja Sosial, Desa Sukorejo