Browsing by Author "YOVITA PELIWATI, NRP. 21.04.191."
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
Item Grieving pada Lanjut Usia yang Kehilangan Dukungan Keluarga di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung.(Perpustakaan, 2025-08-19) YOVITA PELIWATI, NRP. 21.04.191.; THERESIA MARTINA MARWANTI; DIANAABSTRAK YOVITA PELIWATI, NRP. 21.04.191. Grieving pada Lanjut Usia yang Kehilangan Dukungan Keluarga di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung. Dibimbing oleh THERESIA MARTINA MARWANTI dan DIANA. Banyak lanjut usia menghadapi proses grieving karena keterpisahan dari keluarga, yang dapat memengaruhi kesehatan psikologis lanjut usia secara signifikan. Ada lanjut usia yang masih memiliki keluarga yang lengkap namun, tidak dipedulikan dan diperhatikan sehingga menyebabkan lanjut usia merasa kesepian dan merasa hidup tidak bermakna. Ada pula lanjut usia yang memang sudah tidak memiliki keluarga dan terbiasa mandiri namun, karena faktor usia mengharuskan lanjut usia kesepian dan membutuhkan perhatian. Lanjut usia yang sedang mengalami grieving cenderung enggan untuk mengekspresikannya, ketika ekspresi kesedihannya terhambat, orang yang kehilangan sering kali mendapati kesedihannya malah terwujud secara fisik, penyakit, atau tidak disadari secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses tahapan grieving mulai dari; 1) denial, 2) anger, 3) bargaining, 4) depression, dan 5) acceptance yang dialami oleh lanjut usia di Werdha Budi Pertiwi Kota bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian berjumlah delapan orang, yaitu lanjut usia yang tidak memiliki keluarga, lanjut usia yang memiliki keluarga, dan pengasuh lanjut usia. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses denial lanjut usia masih mengalami penyangkalan dan penolakan atas perasaan kesepian yang dirasakannya, Pada proses anger lanjut usia mulai merasakan kekecewaan atas sikap anak yang tidak memperhatikannya, sehingga timbul rasa sedih, marah, dan kecewa serta menyalahkan diri sendiri. Pada tahap bargaining terdapat lanjut usia yang masih menyesali keputusan masa lalu dan berandai-andai dengan masa sekarang misalnya seperti memiliki hubungan yang baik dengan anaknya di masalalu. Pada tahap depression, lanjut usia masih larut dalam kekecewaan terhadap anaknya sehingga berdampak pada tidak memiliki nafsu makan dan sulit tidur. Terakhir yaitu acceptance, dimana lanjut usia mulai menerima kondisi untuk hidup dan tinggal di panti. Tahapan terendah grieving pada lanjut usia adalah acceptance karena ekspektasi yang terlalu tinggi kepada anak untuk memberikan perhatian lebih, menemani, dan merawatnyanya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengusulkan program Dukungan Psikososial untuk Lanjut Usia yang Mengalami Kehilangan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung. Kata Kunci: Grieving, Lanjut Usia, Kehilangan Dukungan Keluarga