Browsing by Author "Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.Sp"
Now showing 1 - 11 of 11
Results Per Page
Sort Options
Item IMPLEMENTASI REUNIFIKASI KELUARGA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK BAYI SEHAT MUHAMMADIYAH KOTA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-21) PUTRI SALMA FAUZIYYAH. NRP. 21.04.156; Dr. Bambang Rustanto M.Hum; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpPUTRI SALMA FAUZIYYAH. NRP. 21.04.156. Implementasi Reunifikasi Keluargadi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Bandung. Dibimbing Oleh BAMBANG RUSTANTO dan RAHMATSYARIF HIDAYAT. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi reunifikasi anak pada keluarga di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Bandung, yang merupakan lembaga pengasuhan alternatif berbasis residensial. Fokus penelitian ini dibagi ke dalam beberapa aspek, yaitu pra-pelaksanaan reunifikasi, proses penyerahan anak, dan pasca reunifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari keluarga kadnung anak yang telah melakukan proses reunifikasi, pekerja sosial, dan pegawai reunifikasi LKSA Bayi Sehat MuhammadiyahKotaBandung.Teknikpengumpulandatadilakukanmelalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi reunifikasi anak dilakukan melalui serangkaian tahapan terstruktur, dimulai dari penelusuran keluarga, asesmen kesiapan, hingga pendampingan pasca reunifikasi. Kendala dalam proses reunifikasi antara lain adalah keterbatasan pengetahuan keluarga dalam pengasuhan dan tantangan ekonomi. Berdasarkan analisis masalah, kebutuhan, dan sistem sumber, maka program yang direkomendasikan adalah “GENAS” (Generasi Asuh Smart) yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan keluarga dalam pengasuhan anak setelah proses reunifikasi. Program ini dianalisis menggunakan pendekatan SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, serta menggunakan pendekatan intervensi pekerjaan sosial. Kata Kunci: Anak, Reunifikasi Anak, Pengasuhan, LKSItem KEBERFUNGSIAN SOSIAL ANAK DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL ANAK “PAMARDI SIWI” DI SRAGEN(Perpustakaan, 2025-11-23) LATIFAH DANARJATI, NRP. 21.04.220; Drs. Suhendar, MP; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpLATIFAH DANARJATI, NRP. 21.04.220. Keberfungsian Sosial Anak di Rumah Pelayanan Sosial Anak “Pamardi Siwi” di Sragen. Pembimbing: Suhendar, Rahmat Syarif Hidayat. Penelitian ini mengangkat isu keberfungsian sosial anak-anak di Rumah Pelayanan Sosial Anak (RPSA) “Pamardi Siwi” Sragen, dengan fokus pada kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial, menjalankan peran dan tanggung jawab, serta menyelesaikan masalah secara mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 3 (tiga) anak asuh, pengasuh, dan pekerja sosial. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, serta konfirmasi dari informan (member check). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menghadapi tantangan dalam penyesuaian sosial, seperti perasaan malu, mudah tersinggung, dan kecenderungan untuk menutup diri. Meski demikian, sebagian dari mereka mampu menjalin hubungan positif dengan teman sebaya dan pengasuh, serta menunjukkan tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari. Mereka juga belajar dari kesalahan dan merasa bangga atas kontribusi yang diberikan. Ketika menghadapi konflik atau masalah, beberapa anak cenderung ragu dan memendam emosi, namun seiring waktu mulai menunjukkan kemampuan untuk bersikap terbuka, bekerja sama, dan memetik pelajaran dari pengalaman negatif. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti merancang program “Penguatan Peran Pengasuh dan Anak dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di RPSA Pamardi Siwi” yang bertujuan meningkatkan keberfungsian sosial anak melalui penguatan keterampilan sosial dan dukungan emosional dari pengasuh. Berdasarkan analisis SWOT, program ini dinilai layak dilaksanakan meskipun tetap harus memperhitungkan hambatan seperti keterbatasan sumber daya. Temuan ini memberikan alternatif solusi yang aplikatif untuk meningkatkan keberfungsian sosial dan kesejahteraan anak di panti. Kata Kunci : Keberfungsian Sosial, Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial AnakItem KETERAMPILAN DAILY LIVING SKILL ANAK ASUH DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK RUMAH PENGHARAPAN BARU LEMBANG(Perpustakaan, 2025-10-26) Anisa Nursaidah, NRP. 21.04.089; Dr. Nurjanah. M.Pd; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpAnisa Nursaidah, NRP. 21.04.089. Keterampilan Daily Living Skill Anak Asuh Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru Lembang. Dibimbing oleh Nurjanah dan Rahmat Syarif Hidayat Penelitian ini mengangkat isu mengenai keterampilan kehidupan sehari-hari anak asuh di sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Keterampilan kehidupan sehari-hari merupakan semua perilaku yang dilakukan untuk mencapai kemandirian dan kesuksesan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara spesifik tentang tingkatan kemampuan keterampilan kehidupan sehari-hari anak asuh di LKSA Rumah Pengharapan Baru Lembang pada aspek komunikasi, fungsi eksekutif, kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, kebutuhan lanjutan, dan kebutuhan lanjutan+. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik sensus dengan responden berjumlah 22 anak berusia 5-12 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan face validity dan uji realiabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek penelitian menunjukan kategori baik, namun aspek komunikasi mendapatkan skor terendah dari 5 aspek lainnya. Berdasarkan urgensi tersebut, peneliti menjadikan aspek komunikasi sebagai dasar untuk pengajuan program “Peningkatan Keterampilan Komunikasi Anak Asuh dan Pengasuh di LKSA Rumah Pengharapan Baru Lembang”. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anak asuh di LKSA Rumah Pengharapan Baru Lembang khususnya dalam berbicara di depan banyak orang, menyampaikan pendapat, menyampaikan kebutuhan, menyampaikan keinginan, mengekspresikan perasaan dan meningkatkan kedekatan antara anak dan anak asuh. Sasaran program ini adalah 22 orang anak dan 9 orang pengasuh. Program ini dilaksanakan secara partisipatif dengan menggunakan metode group work dengan tipe kelompok recreational skill group. Kata Kunci : Dailly Living Skill, Anak Asuh, Lembaga Kesejahteraan Sosial AnakItem LAPORAN PRAKTIKUM INSTITUSI PENGEMBANGAN POTENSI KLIEN “DP” DI UPTD PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA KARSA CILEUNGSI BOGOR(Perpustakaan, 2025-12-19) M. Fahrizal Asyakur, NRP. 22.04.018; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.Sp; Muhammad Ananta Firdaus, S.ST, M.KesosItem LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM (MAGANG) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA KARSA DI CILEUNGSI BOGOR(Perpustakaan, 2025-08-16) Putri Amanda Firjatullah NRP. 2204149; Ade Subarkah, MPS.Sp; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpItem LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM (MAGANG) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA KARSA DI CILEUNGSI BOGOR(Perpustakaan, 2025-08-16) Naufal Athala Yanuar NRP. 22.04.042; Ade Subarkah, MPS.Sp; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpItem LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM (MAGANG) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA KARSA DI CILEUNGSI BOGOR(Perpustakaan, 2025-08-16) Shelly Furba Wanti NRP. 2204086; Ade Subarkah, MPS.Sp; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpItem LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM (MAGANG) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA BINA KARSA DI CILEUNGSI BOGOR(Perpustakaan, 2025-08-20) Alifia Noershiddiq Pembimbing NRP. 2204039; Ade Subakkah, MPS.Sp.; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpItem PELAYANAN SOSIAL ANAK JALANAN DI YAYASAN BINA ANAK PERTIWI JAKARTA SELATAN(Perpustakaan, 2025-10-26) Rakha Atha Rabbani, NRP. 21.04.014; Diana, SE, MP; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpRakha Atha Rabbani, NRP. 21.04.014. Pelayanan Sosial Anak Jalanan di Yayasan Bina Anak Pertiwi Jakarta Selatan. Dosen Pembimbing: Diana dan Rahmay Syarif Hidayat. Anak jalanan adalah anak yang banyak menghabiskan waktunya di jalan untuk mencari nafkah atau sekadar bertahan hidup. Di Jakarta Selatan, salah satu lembaga yang memberikan perhatian kepada anak-anak jalanan adalah Yayasan Bina Anak Pertiwi, yang telah beroperasi sejak 1998. Yayasan ini berfokus pada pemberian perlindungan sosial dan psikologis, serta memberdayakan anak jalanan agar menjadi mandiri dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan pelaksanaan pelayanan sosial yang diberikan oleh Yayasan Bina Anak Pertiwi, yang mencakup pendidikan, jaminan sosial, kesehatan, pelatihan kerja, pelayanan personal atau umum, dan kebutuhan dasar anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus yayasan dan anak-anak binaan yang menerima pelayanan sosial, dengan 1 orang anak jalanan, 1 orang ketua Yayasan, 1 orang pengurus Yayasan, serta 1 orang tua anak jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial yang diberikan oleh yayasan meliputi pendidikan formal dan nonformal, program kesehatan, jaminan sosial, pelatihan kerja, pelayanan personal atau umum, dan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Meskipun terdapat tantangan terutama dalam hal akses layanan kesehatan, secara umum program-program yang dilaksanakan telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan anak jalanan yang dibina oleh yayasan. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengusulkan Program Reaktivasi Pelayanan Kesehatan di Yayasan Bina Anak Pertiwi Jakarta Selatan menggunakan metode pekerjaan sosial dengan kelompok (social group work) melalui tipe kelompok edukasi, dengan menggunakan teknik ceramah, simulasi atau role-play, dan diskusi logis. Kata kunci: Pelayanan Sosial, Anak Jalanan, AnakItem PERKAWINAN ANAK DI KELURAHAN KELAYAN TIMUR KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN(Perpustakaan, 2025-11-23) PUTRI RAHAYU, NRP. 21.04.002; Drs. Suhendar, MP.; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpPUTRI RAHAYU, NRP. 21.04.002. Perkawinan Anak Di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Dibimbing oleh Drs. Suhendar, MP. dan Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS. Sp. Perkawinan anak menjadi salah satu masalah krusial di Indonesia yang sampai sekarang masih dilakukan upaya pencegahannya dengan mempertimbangkan penyebab terjadinya Perkawinan anak dimasing-masing daerah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dasar teori tindakan sosial Max Weber untuk menjawab fokus penelitian yaitu mengenai Perkawinan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perkawinan anak di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin yaitu: 1) Tindakan Tradisional Terkait Perkawinan Anak, 2) Tindakan Afektif Terkait Perkawinan Anak, 3) Tindakan Rasionalitas Instrumental Terkait Perkawinan Anak, 4) Tindakan Rasionalitas Nilai Terkait Perkawinan Anak. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan sebanyak enam informan dan observasi langsung di lapangan serta studi dokuemntasi melalui data perkawinan anak yang ada di KUA Kecamatan Banjarmasin Selatan dan laporan bulanan Kelurahan Kelayan Timur. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian terhadap enam informan sebagai pelaku perkawinan anak didukung observasi dan studi dokumentasi peneliti menemukan bahwa permasalahan perkawinan anak yang terjadi di Kelurahan Kelayan Timur memiliki keterkaitan dengan tindakan sosial yang di kemukakan oleh Max Weber. Beberapa bagian teori dari tindakan yang ditemukan oleh peneliti salah satunya seperti tindakan tradisional yang dimana perkawinan anak yang terjadi di Kelurahan Kelayan Timur cenderung disebabkan lebih kuat terjadi karena adanya dorongan dari lingkungan sekitar yaitu masyarakat dan orang tua ataupun keluarga dimana tindakan tradisional yang menjadi kebiasaan ataupun budaya mendukung terjadinya perkawinan anak di Kelurahan Kelayan Timur. Peneliti mengusulkan program sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap dalam mencegah perkawinan anak dengan metode Social Community Work. Kata Kunci: Perkawinan Anak, Tindakan Sosial, Kelurahan Kelayan TimurItem STIGMA SOSIAL TERKAIT PENYALAHGUNAAN NAPZA YANG DIRASAKAN ANGGOTA KOMUNITAS MUSIK ROCK DAN METAL DI KABUPATEN SUMEDANG(Perpustakaan, 2025-10-19) Adzan Bagus Gemilang, NRP. 21.04.100; Dr. Epi Supiadi, M.Si; Dr. Rahmat Syarif Hidayat, MPS.SpAdzan Bagus Gemilang, NRP. 21.04.100. Stigma Sosial Terkait Penyalahgunaan Napza yang Dirasakan Anggota Komunitas Musik Rock & Metal di Kabupaten Sumedang. Dibimbing oleh Epi Supiadi, dan Rahmat Syarif Hidayat Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk stigma sosial yang dirasakan oleh anggota komunitas musik rock dan metal di Kabupaten Sumedang terkait penyalahgunaan NAPZA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang aktif dalam komunitas musik, serta observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabelan negatif seperti “anak nakal”, “pemakai”, atau “tidak religius” masih melekat kuat terhadap komunitas ini. Stereotip yang berkembang tidak hanya berdasar pada fakta, tetapi lebih pada asumsi sosial karena gaya hidup, penampilan fisik, dan pola pergaulan yang berbeda. Stigma ini berdampak pada keterasingan sosial, hilangnya kepercayaan, dan bahkan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat umum. Meskipun demikian, komunitas ini memiliki nilai-nilai positif seperti solidaritas, kesetiakawanan, dan budaya saling mendukung. Berdasarkan temuan ini, dibutuhkan intervensi berbasis komunitas berupa program konseling, terapi psikososial, serta penyuluhan kepada masyarakat untuk mengurangi prasangka dan stigma yang tidak berdasar. Program ini sejalan dengan mandat pekerjaan sosial dalam memberdayakan kelompok rentan dan menciptakan keadilan sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan praktik sosial serta penyusunan kebijakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Kata kunci: stigma sosial, komunitas musik, penyalahgunaan NAPZA