Browsing by Author "HELLY OCKTILIA"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
Item Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIRATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung. Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA DAN MILLY MILDAWATI. Rehabilitasiۡ Bersumberdayaۡ Masyarakatۡ (RBM)ۡ Kotaۡ Bandungۡ telahۡ menjadiۡ salahۡ satuۡ upayaۡ pentingۡ dalamۡ mendukungۡ keluargaۡ yangۡ memilikiۡ anggotaۡdenganۡpenyandangۡdisabilitas.ۡPenelitianۡiniۡbertujuanۡuntukۡmenganalisisۡ secaraۡ mendalamۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ Home Programۡyangۡdiberikanۡkepadaۡkeluargaۡtersebut,ۡdenganۡpenekananۡpadaۡaspekۡ perencanaanۡdanۡpelaksanaan.ۡMetodeۡpenelitianۡyangۡdigunakanۡdalamۡpenelitianۡ iniۡyaituۡdeskriptifۡdenganۡpendekatanۡkualitatif.ۡTeknikۡpengumpulanۡdataۡmelaluiۡ wawancaraۡmendalamۡdanۡstudiۡdokumentasi.ۡInformanۡpenelitianۡterdiriۡdariۡstafۡ RBMۡ kota,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Cibeunyingۡ Kidul,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Batununggalۡ danۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Sumurۡ Bandung.ۡ Hasilۡ penelitianۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ home programۡ terhadapۡ keluargaۡyangۡmemilikiۡpenyandangۡdisabilitasۡ meliputiۡempatۡtahapanۡprosesۡ perencanaanۡuntukۡhomeۡprogramۡyaituۡmenetapkanۡtujuan,ۡmerumuskanۡkeadaanۡ saatۡ ini,ۡ mengidentifikasiۡ kemudahanۡ danۡ hambatan,ۡ mengembangkanۡ rencanaۡ kegiatan.ۡDiۡdalamۡperencanaanۡditemukanۡbahwaۡseluruhۡprosesۡtahapanۡyangۡ dilaksanakanۡtidakۡtertulis/tercetakۡsehinggaۡdalamۡpelaksanaannyaۡmenimbulkanۡ kendalaۡdiۡlapanganۡyangۡbervariasi.ۡKemudianۡpelaksanaanۡhome programۡditelitiۡ dariۡketercapaianۡperencanaan,ۡketercukupanۡkebutuhan,ۡdanۡpemanfaatanۡpotensiۡ danۡ sumberۡ daya.ۡ Diۡ dalamۡ pelaksanaanۡ home program,ۡ ditemukanۡ bahwaۡ pelaksanaannyaۡ masihۡ mengalamiۡ beberapaۡ kendalaۡ yangۡ dimanaۡ diۡ setiapۡ kecamatanۡ berbedaۡ kendalaۡ yangۡ disebabkanۡ olehۡ perencanaanۡ yangۡ kurangۡ matang.ۡBerdasarkanۡanalisisۡhasilۡpenelitian,ۡpenelitiۡmengusulkanۡprogramۡuntukۡ mengatasiۡ permasalahanۡ yangۡ munculۡ denganۡ namaۡ programۡ “Optimalisasiۡ ManajemenۡLayananۡHomeۡProgramۡdiۡRehabilitasiۡBersumberdayaۡMasyarakatۡ (RBM)ۡKotaۡBandung.” Kata Kunci : Implementasi, Layanan Bimbingan, Penyandang Disabilitas, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) ABSTRACT RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Implementation of Community Guidance Services Through Home Programs for Families with Persons with Disabilities at Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City. Supervisors: HELLY OCKTILIA AND MILLY MILDAWATI. The Bandung City Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) has become one of the important efforts in supporting families who have members with disabilities. This study aims to analyze in depth the implementation of community guidance services through home programs provided to these families, with an emphasis on aspects of planning and implementation. The research method used in this study is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews and documentation studies. The research informants consisted of city RBM staff, Cibeunying Kidul Sub-district RBM staff, Batununggal Sub-district RBM staff and Sumur Bandung Sub-district RBM staff. The results of research on the implementation of community guidance services through home programs for families who have people with disabilities include four stages of the planning process for home programs, namely setting goals, formulating the current situation, identifying facilities and obstacles, developing activity plans. In planning, it was found that the entire process of the stages carried out was not written / printed so that in its implementation it caused obstacles in the field that varied. Then the implementation of the home program was examined from the achievement of planning, adequacy of needs, and utilization of potential and resources. In the implementation of the home program, it was found that the implementation still experienced several obstacles, which in each sub-district were different obstacles caused by less careful planning. Based on the analysis of the research results, the researcher proposes a program to overcome the problems that arise with the program name "Optimizing Home Program Service Management in Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City”. Keywords: Implementation, Guidance Services, Persons with Disabilities, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)Item Implementasi Penanggulangan Bencana berbasis Masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Politeknik Kesejahteraan Sosial, Skripsi Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024,(Perpustakaan, 2024-10-10) ELIYA PERMATASARI, 20.03.060.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIELIYA PERMATASARI, 20.03.060. Implementasi Penanggulangan Bencana berbasis Masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Politeknik Kesejahteraan Sosial, Skripsi Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024, Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Desa Sukakerti merupakan salah satu desa yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Hal ini mendasari terbentuknya kampung siaga bencana di desa Sukakerti. Kampung siaga bencana di desa Sukakerti telah terbentuk sejak September 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai aspek penerapan penanggulangan bencana berbasis masyarakat di kampung siaga bencana: 1) Komunikasi; 2) Sumber daya; 3) Disposisi; 4) Struktur birokrasi. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penentuan subjek penelitian ini menggunkaan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan focus group discussion. Pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian daya dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui kampung siaga bencana di desa Sukakerti kecamatan Cisalak kabupaten Subang masih memiliki beberapa masalah. Sumber daya, yang terdiri dari sumber daya manusia, anggaran, peralatan, dan kewenangan, adalah satu dari keempat aspek yang diteliti yang masih belum mencapai tingkat optimal. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan sebuah program yaitu “Revitalisasi kampung siaga bencana desa Sukakerti”. Kata kunci: Implementasi, Penanggulangan Bencana, Kampung Siaga Bencana ABSTRACT ELIYA PERMATASARI, 20.03.060. Implementation of Community-based Disaster Management through Disaster Preparedness Village in Sukakerti Village, Cisalak District, Subang Regency, Social Welfare Polytechnic, Bachelor of Applied Social Sciences Program, June 2024, Lecturers: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. Sukakerti Village is one of the villages that has a high level of disaster vulnerability. This underlies the formation of a disaster preparedness village in Sukakerti village. The disaster preparedness village in Sukakerti village has been established since September 2023. The purpose of this research is to explain various aspects of the implementation of community-based disaster management in the disaster preparedness village: 1) Communication; 2) Resources; 3) Disposition; 4) Bureaucratic structure. The type of approach used is a descriptive qualitative approach. Determination of the subject of this research using purposive and snowball sampling techniques. The data collection techniques used were indepth interviews, observation, documentation studies and focus group discussions. Data validity checks using triangulation. The results were analyzed using data reduction, power presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of community-based disaster management through disaster preparedness villages in Sukakerti village, Cisalak sub-district, Subang district still has several problems. Resources, which consist of human resources, budget, equipment and authority, are one of the four aspects studied that still have not reached the optimal level. Based on the analysis and needs found, the researcher recommends a program, namely "Revitalization of the Sukakerti village disaster preparedness village". Keywords: Implementation, Disaster Management, Disaster Preparedness VillageItem Implementasi Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Di Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.(Perpustakaan, 2024-10-10) FIOLA FITRIAL, 20.03.111,; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIFIOLA FITRIAL, 20.03.111, Implementasi Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Di Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan. HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Implementasi mnerujuk pada pelaksanaan suatu program berdasarkan dengan rancangan dan tujuan yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai 1) karakteristik responden, 2) kesesuaian tujuan program dengan kebutuhan responden, 3) kesesuaian pelaksana program dalam menjalankan tugas dan kewajibannnya melayani responden, 4) kesesuaian sasaran program dengan responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Jumlah responden adalah 30 orang penyandang disabilitas penerima manfaat Program Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) di Kelurahan Pesanggrahan . Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas muka (face validity) dan uji validitas melalui IBM SPSS Statistic 25, serta uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PKD melalui KPDJ pada aspek kesesuaian program dengan persentase 85,14%, aspek kesesuaian pelaksana mendapatkan nilai paling rendah dengan persentase 65,44%, dan aspek kesesuaian sasaran mendapatkan nilai paling tinggi dengan persentase 91,60%. Pendamping sosial yang kurang informatif selama menjadi pendamping merupakan faktor utama kesesuaian pelaksana tidak terimplementasi dengan baik. Oleh karena itu, diusulkan program “Pendamping Cerdas untuk Akses Berkualitas” (PENTAS), melalui kegiatan peningkatan kapasitan dan penyuluhan sosial. Kata Kunci: Impelementasi Program, Penyandang Disabilitas, Kartu Penyandang Disabiltias Jakarta (KPDJ) ABSTRACT FIOLA FITRIAL, 20.03.111, Implementation of the Basic Needs Fulfillment Social Assistance Program (PKD) through the Jakarta Disability Card (KPDJ) in Pesanggrahan Village, Pesanggrahan District, South Jakarta. HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. The implementation of a program is based on the design and objectives that have been agreed. This study aims to obtain an overview of 1) the characteristics of the respondents, 2) the suitability of the program objectives with the needs of the respondents, 3) the suitability of the program implementers in carrying out their duties and obligations to serve the respondents, 4) the suitability of the program goals with the respondents.The method used in this study is descriptive quantitative research. The data sources in this study are primary and secondary data sources. The number of respondents is 30 people with disabilities who are beneficiaries of the Basic Needs Fulfillment Program (PKD) through the Jakarta Disability Card (KPDJ) in Pesanggrahan Village. The data collection technique is by questionnaire and documentation study. This research instrument uses a Likert scale. The validity tests used are face validity tests and validity tests through IBM SPSS Statistic 25, as well as reliability tests with Cronbach's Alpha. The results of the study show that the implementation of the PKD Program through KPDJ in the aspect of program suitability with a percentage of 85.14%, the aspect of the suitability of the implementer gets the lowest score with a percentage of 65.44%, and the aspect of target suitability gets the highest score with a percentage of 91.60%. Social companions who are not informative while being companions are the main factor in the suitability of the implementers is not implemented properly. Therefore, the "Smart Companion for Quality Access" (PENTAS) program is proposed, through capacity building activities and social counseling. Keywords: Program Implementation, Persons with Disabilities, Jakarta Disability Card (KPDJ)Item Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus.(Perpustakaan, 2024-01-29) MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049.; SUHARMA; HELLY OCKTILIAABSTRAK MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus. SUHARMA dan HELLY OCKTILIA. Impelementasi merujuk pada proses pelaksanaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) khususnya mengenai Jaminan Kecelakaan Kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berasal dari 7 informan dan sumber data sekunder berupa dokumentasi atau informasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program jaminan kecelakaan kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus dalam aspek sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan SOP, sedangkan dalam aspek komunikasi masih kurang terlaksana dengan baik karena pegawai belum mengetahui terkait jaminan sosial yang mereka dapat. Berdasarkan Analisa hasil penelitian, program yang diusulkan peneliti yaitu “Sosialisasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja” program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman pegawai terkait Program Jaminan Kecelakaan Kerja sebagai jaminan sosial yang mereka dapat. Kata Kunci: Implementasi, Program BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kecelakaan Kerja ABSTRACT MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementation of The Work Accident Insurance Program at PT Sukun Druck Kudus Regency. Supervised by SUHARMA and HELLY OCKTILIA. Implementation refers to the Implementation process in achieving the goals that have been set. This study aims to find out how the implementation of the Social Security Agency for Employment Social Security (BPJS Ketenagakerjaan) specifically regarding Work Accident Insurance at PT Sukun Druck, Kudus Regency. This research uses descriptive qualitative methods, using interview, observation, and documentation techniques. The data sources in this study are primary data sources from 7 informants and secondary data sources in the form of documentation or other information. The research results show that the implementation of the work accident insurance program at PT. The Sukun Druck Kudus Regency in terms of resources, bureaucratic structure and disposition has been implemented well in accordance with the SOP, while in the communication aspect it has not been implemented well because employees do not yet know about the social security they receive. Based on the analysis of research results, the program proposed by researchers is "Socialization of the Work Accident Insurance Program". This program is expected to help increase employee understanding regarding the Work Accident Insurance Program as the social security they receive.. Keywords: Implementation, BPJS Employment Program, Work Accident Insurance.Item Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) AHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.30.004.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIAHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.03.004. Implementing The Kampung Bersih Rentenir Program in Social Protection Efforts in Pasanggrahan Village Ujung Berung Subdistrict Bandung City. Supervisor by: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI Implementation is a process or step that is planned to produce actions to achieve the goals to be achieved or expected, resulting in short, medium and long term changes. The Kampung Bersih Rentenir (KBR) program is an environmental unit of empowered community groups with collective awareness in reducing or eliminating the negative impact of loan shark practices. This research aims to find out comprehensively about the Implementation of the Rentier Clean Village Program in Social Protection Efforts using four aspects of implementation, namely: (1) environmental conditions; (2) inter-organizational relationships; (3) resources owned; (4) the character of the implementing agency. The method used in this research is qualitative with a descriptive design. The data sources used were primary data sources and secondary data sources. This study used purposive sampling technique to determine informants consisting of two representatives of the KBR board of Ujung Berung Subdistrict, one representative of the Bandung City Cooperative and SME Office, one representative of TLE Comprov, and one representative of the Bandung City Anti Loan Shark Task Force. The data collection techniques were observation, in-depth interviews, documentation studies, and focus group discussions. The results showed that the implementation of the KBR program has not run optimally, namely in the aspect of resources owned regarding the limited facilities in the management of KBR due to budget constraints and not optimal knowledge in marketing processed products of KBR administrators and not optimal knowledge of KBR administrators in networking cooperation for the management and sustainability of KBR Ujung Berung Subdistrict. The proposed program designed as an alternative to this research problem is the Networking Development Program for Increasing KBR Program Resources through Network Development. Keywords: Implementation, Kampung Bersih Rentenir, Social Protection ABSTRAK AHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.30.004. Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung. Dosen Pembimbing : HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Implementasi merupakan sebuah proses atau langkah yang direncanakan untuk menghasilkan tindakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atau diharapkan, menghasilkan sebuah perubahan baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Program Kampung Bersih Rentenir (KBR) merupakan suatu kesatuan lingkungan hidup kelompok masyarakat yang berdaya dan memiliki kesadaran kolektif dalam mereduksi atau menghilangkan dampak negatif praktek rentenir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara komprehensif tentang Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial menggunakan empat aspek implementasi yaitu: (1) kondisi lingkungan; (2) hubungan antar organisasi; (3) sumber daya yang dimiliki; (4) karakter lembaga pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang terdiri dari dua perwakilan pengurus KBR Kecamatan Ujung Berung, satu perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, satu perwakilan TLE Comprov, dan satu perwakilan Satgas Anti Rentenir Kota Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mandalam, studi dokumentasi, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program KBR belum berjalan optimal, yaitu pada aspek sumber daya yang dimiliki mengenai terbatasnya fasilitas dalam pengelolaan KBR karena keterbatasan anggaran dan belum optimalnya pengetahuan dalam pemasaran hasil produk olahan pengurus KBR serta belum optimalnya pengetahuan pengurus KBR dalam jejaring kerjasama untuk pengelolaan dan keberlanjutan KBR Kecamatan Ujung Berung. Usulan program yang dirancang sebagai alternatif permasalahan penelitian ini adalah program Peningkatan Sumber Daya Program Kampung Bersih Rentenir melalui Pengembangan Jaringan Kerja. Kata Kunci: Implementasi, Kampung Bersih Rentenir, Perlindungan SosialItem Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung,(Perpustakaan, 2024-10-10) JAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIJAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066. Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung, SKRIPSI Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024, Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Penelitian ini berjudul Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kemiskinan di kota metropolitan seperti Bandung menjadi masalah yang kompleks untuk dipecahkan. Upaya pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Kecamatan Rancasari Kota Bandung melalui Urban Farming. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran program Urban Farming dalam menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan, meningkatkan kemampuan keluarga miskin dalam membangun kemdanirian, dan menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait strategi pemberdayaan yang telah di laksanakan. Pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling merupakan pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan di teliti. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer hasil wawancara secara mendalam (in- depth interview) dan data sekunder, reduksi data, sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya masih memiliki beberapa permasalahan yang ditemukan khususnya pada pendampingan dan peserta yang mengikuti program urban farming ini. Adapun usulan program yang dibuat oleh peneliti untuk mengatasi permasalah tersebut yaitu dengan program Peningkatan Kapasitas Bagi Peserta Urban Farming Dalam Bercocok Tanam di Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kata Kunci: Urban Farming, Masyarakat Miskin, Pemberdayaan ABSTRACT JAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066. Empowerment Of Poor Families Through The Urban Farming Program In Rancasari District, Bandung City, Thesis Social Applied Undergraduate Program, June 2024, Lecture: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. This research is entitled Empowerment Poor Families Through the Urban Farming Program in Rancasari District, Bandung City. Poverty in a metropolitan city like Bandung is a complex problem to solve. The government's efforts to reduce poverty rates in Rancasari District, Bandung City through Urban Farming. This research aims to obtain an overview of the Urban Farming program in creating an enabling atmosphere or climate, increasing the ability of poor families to build independence, dan creating mutually beneficial partnerships. This research uses a qualitative method with a descriptive design. Through a qualitative approach, researchers can gain a deeper understdaning of the empowerment strategies that have been implemented. Selection of informants using the Purposive Sampling technique is sampling using certain considerations according to the desired criteria to be able to determine the number of samples to be studied. The data analysis technique is carried out by collecting primary data from in-depth interviews dan secondary data, data reduction, data presentation dan then drawing conclusions. The results of the research show that in its implementation there are still several problems found, especially in the assistance dan participants who take part in this urban farming program. The proposed program made by researchers to overcome this problem is the Capacity Building program for Urban Farming Participants in Cultivation in Rancasari District, Bandung City. Keyword: Urban Farming, Poor People, EmpowermentItem Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Bimbingan Keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja Lembang Kabupaten Bandung Barat.(Perpustakaan, 2024-09-17) PUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIPUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087 Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Bimbingan Keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dosen pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan dan menganalisis proses dan hasil pemberdayaan remaja putus sekolah melalui bimbingan keterampilan di UPTD PPSGBR Lembang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari remaja putus sekolah, alumni yang sudah selesai mengikuti program pemberdayaan, pekerja sosial, pendamping klien dan instruktur keterampilan. Hasil penelitian proses pemberdayaan remaja putus sekolah di UPTD PPSGBR Lembang meliputi beberapa tahapan, yaitu: identifikasi dan rekrutmen, seleksi, bimbingan keterampilan, pendampingan dan menyalurkan alat bantu keterampilan (toolkit). Hasil pemberdayaan menunjukan bahwa remaja putus sekolah mengalami peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, motivasi bekerja dan keterampilan. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi instruktur keterampilan yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai walaupun beberapa harus mengalami perbaikan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan remaja putus sekolah melalui bimbingan keterampilan meliputi: sumber daya manusia yang kurang memadai, keterbatasan biaya dan kurangnya waktu resosialisasi kepada remaja yang dilakukan oleh UPTD PPSGBR Lembang. Kata kunci : Pemberdayaan, Remaja Putus Sekolah, UPTD PPSGBR Lembang ABSTRACT PUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087 Empowerment of Dropout Youth through Skills Guidance at the Regional Technical Implementation Unit of the Griya Bina Remaja Social Service Center Lembang, West Bandung Regency. Supervisors: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI This study aims to answer questions and analyze the process and results of empowering adolescent dropouts through skills guidance at UPTD PPSGBR Lembang, as well as identifying supporting and inhibiting factors in the empowerment process. The research method used is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation studies. The research informants consisted of adolescent dropouts, alumni who had completed the empowerment program, social workers, client assistants and skills instructors. The results of the research on the process of empowering adolescent dropouts at UPTD PPSGBR Lembang include several stages, namely: identification and recruitment, selection, skills guidance, mentoring and distributing skill aids (toolkits). The results of empowerment show that teenage dropouts have increased knowledge, self-confidence, motivation to work and skills. Supporting factors for the success of this program include competent skills instructors, adequate facilities and infrastructure, although some must undergo repairs. The inhibiting factors in the implementation of empowering adolescent dropouts through skills guidance include: inadequate human resources, limited costs and lack of resocialization time for adolescents conducted by UPTD PPSGBR Lembang. Keywords: Empowerment, Out of School Youth, UPTD PPSGBR LembangItem Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.(Perpustakaan, 2024-09-17) NOORLAILI AZZADA. NRM. 20.03.039.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATINOORLAILI AZZADA NRM. 20.03.039. The Companion Role of People's Business Credit (KUR) in Empowering Micro Enterprises in Banjar Regency, South Kalimantan. Supervisors: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. This research aims to find out comprehensively about the role of supporting people's business credit (KUR) in empowering micro businesses in Banjar Regency, South Kalimantan using four aspects, namely: (1) the role of facilitator; (2) the role of educators; (3) the role of micro business representatives; (4) technical role. The method used in this research is a qualitative approach with a descriptive design. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. This research used a purposive sampling technique to determine informants consisting of one head of micro business sector the Banjar Regency Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Trade Department, one KUR Facilitator in the Tabuk River area, and six micro business actors located in three locations, namely Kertak Hanyar, Tabuk River, and Peat. Data collection techniques were carried out using observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of the research show that the role of the People's Business Credit (KUR) assistant in empowering micro businesses in Banjar Regency, South Kalimantan has gone well in three aspects, namely the role of facilitator, educator and micro business representative, while the KUR companion in the technical role aspect has not been carried out well. This is caused by technical obstacles, namely manual data collection using paper, lack of knowledge of computers accompanying KUR, and inadequate education regarding management and financial control. The proposed program designed as an alternative to this research problem is the program for Increasing the Technical Role of KUR through Credit Information System Training Program (SIKP) and Financial Management." Keywords: Companion Role, Micro Business Credit, Micro Business Empowerment. ABSTRAK NOORLAILI AZZADA. NRM. 20.03.039. Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Dosen Pembimbing : HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara komprehensif tentang Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan menggunakan empat aspek yaitu: (1) peran fasilitator; (2) peran pendidik; (3) peran perwakilan usaha mikro; (4) peranan teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang terdiri dari Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Pendamping KUR wilayah Sungai Tabuk, dan enam pelaku usaha mikro yang berada di tiga lokasi yaitu Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, dan Gambut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mandalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan telah berjalan dengan baik dalam tiga aspek, yakni peran fasilitator, pendidik dan perwakilan usaha mikro, sementara pendamping KUR dalam aspek peranan teknis belum terlaksana baik. Hal ini disebabkan oleh kendala teknik, yakni pengumpulan data masih manual menggunakan kertas, kurangnya pengetahuan komputer pendamping KUR, dan edukasi terkait manajemen serta pengendalian keuangan yang belum memadai. Usulan program yang dirancang sebagai alternatif permasalahan penelitian ini adalah program Peningkatan Peranan Teknis KUR Melalui Pelatihan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan Manajemen Finansial”. Kata Kunci: Peran Pendamping, Kredit Usaha Mikro, Pemberdayaan Usaha MikroItem Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Mengatasi Stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur.(Perpustakaan, 2024-10-10) ADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068. Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Mengatasi Stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Pembimbing HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengatasi stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur yang mencakup tentang: 1) Karakteristik informan, 2) Pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Motivator, 3) Pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Fasilitator, 4) Peran pendamping PKH sebagai Edukator dalam mengatasi stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jumlah informan sebanyak delapan orang yang terdiri atas (3) pendamping PKH (3) keluarga penerima manfaat, koordinator kota Jakarta Timur, Seksi Jaminan, perlindungan dan rehabilitas sosial. Sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh dengan pengumpulan data dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknis analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pendamping PKH dalam mengatasi stunting belum maksimal. Permasalahan yang ditemukan: 1) Latar belakang pendidikan yang berbeda antar anggota pendamping PKH, 2) Namun dalam pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Edukator dan Motivator belum maksimal, 3) KPM masih banyak yang belum mengikuti kegiatan P2K2. Kata kunci: Peran, Pendamping, PKH, Stunting ABSTRACT ADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068. The Role of the Family Hope Program (PKH) Companion in overcoming Stunting in Cakung District, East Jakarta City. Supervisors HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. This study aims to determine the role of Family Hope Program (PKH) facilitators in overcoming stunting in Cakung District, East Jakarta City, which includes: 1) Characteristics of informants, 2) Implementation of the role of PKH facilitators as Motivators, 3) Implementation of the role of PKH facilitators as Facilitators, 4) The role of PKH facilitators as Educators in overcoming stunting in Cakung District, East Jakarta City. This study uses a qualitative method. The number of informants is eight people consisting of (3) PKH facilitators (3) beneficiary families, East Jakarta City coordinator, Social Security, Protection and Rehabilitation Section. Primary data sources and secondary data sources obtained by data collection using purposive sampling. Data collection techniques used are interviews, observations, and documentation studies. Data validity checks using triangulation techniques. Data analysis techniques are carried out by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the role of PKH facilitators in overcoming stunting is not optimal. Problems found: 1) Different educational backgrounds among PKH companion members, 2) However, the implementation of the role of PKH companions as educators and motivators has not been maximized, 3) Many KPMs have not participated in P2K2 activities. Keywords: Role, Companion, PKH, Stunting