Browsing by Author "Hartono Laras"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
Item Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending.(Perpustakaan, 2024-11-10) SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008.; Tuti Kartika; Hartono LarasABSTRACT SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008. Design for Organizing Poor Families Through Cooperatives Based on Integrated Peer To Peer Lending. Supervisor: Tuti Kartika and Hartono Laras. Koperasi are a form of organizing poor families that can be carried out in empowerment efforts. However, the current phenomenon is that koperasi have various obstacles and challenges, such as not being popular because the loan system is not accessible and familiar with low repayment rates. The aim of this research is to find out and perfect the Design for Organizing Poor Families through Integrated Peer To Peer Lending-Based Koperasi in responding to obstacles and challenges in Koperasi. This research uses a qualitative approach with the PAR (Participatory Action Research) method through FGD (Focus Group Discussion) techniques, in-depth interviews, observation and documentation studies. The primary data sources in this research are partisipants consisting of village government, community leaders, koperasi administrators, and poor families. The results of the research show that the Integrated Peer to Peer Lending-based Cooperative design can be implemented and is effective for cooperatives to organize poor families and as an ideal formal resource system by involving active participation of member groups by utilizing sub-sub systems in the cooperative effectively. integrated, including involving lenders as fund providers, organizing peer borrowers, and routine assistance in cooperative activities. Keywords: Organizing, Poor Family, Koperasi, Integrated, Peer to Peer Lending ABSTRAK SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008. Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending. Dibimbing: Tuti Kartika dan Hartono Laras. Koperasi menjadi salah satu bentuk pengorganisasian keluaga miskin yang dapat dilakukan dalam upaya pemberdayaan. Namun, fenomena saat ini, koperasi memiliki berbagai hambatan dan tantangan, seperti tidak diminati karena sistem pinjaman yang tidak aksesibel dan familiar dengan tingkat pengembalian yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyempurnakan Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending dalam menjawab hambatan dan tantangan pada koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode PAR (Participatory Action Research) melalui teknik FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah partisipan yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, pendamping koperasi, dan keluarga miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Koperasi berbasis Integrated Peer to Peer Lending dapat diimplementasikan dan efektif bagi koperasi untuk mengorganisasikan keluarga miskin dan sebagai sebuah sistem sumber formal yang ideal dengan melibatkan partisipasi aktif kelompok anggota dengan memanfaatkan sub-sub sistem pada koperasi secara terintegrasi, diantaranya pelibatan lender sebagai penyedia dana, pengorganisasian peer borrower, dan pendampingan rutin pada kegiatan koperasi. Kata Kunci: Pengorganisasian, Keluarga Miskin, Koperasi, Integrated, Peer to Peer LendingItem Efikasi Diri Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut.(Perpustakaan, 2024-09-10) FARIS NAUFAL F.D, NRP. 20.04.281.; Denti Kardeti; Hartono LarasFARIS NAUFAL F.D, NRP. 20.04.281. Efikasi Diri Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut. Dibimbing oleh Denti Kardeti dan Hartono Laras. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap diri sendiri dan kejadian dilingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) karakteristik responden, 2) keyakinan responden dalam menghadapi berbagai tingkat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, 3) keyakinan responden akan kekuatannya dalam melaksanakan tugas dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, 4) keyakinan responden akan kemampuannya dalam melaksanakan tugas diberbagai aktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penarikan sampel jenuh yaitu dengan jumlah responden sebanyak 20 Orang dengan rentang umur 25-54 Tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuesioner, 2) wawancara, 3) observasi, dan 4) studi dokumentasi. Adapun Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity) sedangkan dalam uji reliabilitas menggunakan rumus SPSS 23 dengan alpha cronbach. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut memiliki rasa kurang yakin dalam menjalankan tugas untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Rasa kurang yakin tersebut mencerminkan bahwa efikasi diri pada mantan Warga Binaan Pemasyarakatan tergolong rendah dari setiap aspek efikasi diri, yaitu berdasarkan aspek tingkat (level) yaitu keyakinan responden dalam menghadapi berbagai tingkat kesulitan, kemudian aspek kekuatan (strength) yaitu keyakinan responden mengenai kekuatannya dalam melaksanakan tugas, serta aspek generalisasi (generality) yaitu keyakinan responden akan kemampuannya dalam melaksanakan tugas diberbagai aktifitas, dari ketiga aspek tersebut, skor menunjukan bahwa efikasi diri yang dimiliki mantan Warga Binaan Pemasyarakatan tersebut rendah. Program yang diusulkan yaitu “Pelatihan Keterampilan dan Keahlian Menjahit Bagi Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan Dalam Meningkatkan Efikasi Diri Di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut.” Kata Kunci: Efikasi Diri, Kebutuhan Dasar Keluarga, Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan ABSTRACT FARIS NAUFAL F.D, NRP. 20.04.281. Self-Efficacy of Ex-Convict in Socio-Economic Principles of the Basic Needs of Families in Sindangsari Sub-District, Cigedug District, Garut Regency. Supervised by Denti Kardeti and Hartono Laras. Self-efficacy is a person's belief in his ability to exercise some form of control over oneself and events in their environment. This study aims to find out: 1) the characteristics of respondents, 2) respondents' confidence in facing various levels of difficulty in meeting the basic needs of the family, 3) respondents' confidence in their strengths in carrying out tasks in meeting the basic needs of the family, 4) respondents' confidence in their ability to carry out tasks in various activities in meeting the basic needs of the family. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. Sampling in this study uses a sample of the area or area of the probability sample. The saturated sampling technique consisted of 20 man age 20-35 years as respondents. The data collection techniques used were: 1) questionnaire, 2) interviews, 3) observation, and 4) documentation study, The data analysis technique uses SPSS 23 with Cronbach alpha. The results showed that all Ex-Convict’s in Sindangsari Sub-District, Cigedug District, Garut Regency had a sense of uncertainty in carrying out tasks for the basic needs of the family. This feeling of uncertainty reflects that Ex-Convict’s selfefficacy is relatively low. From each aspect of self-efficacy, based on the level aspect, namely the respondent's confidence in facing various levels of difficulty, then the strength aspect, namely the respondent's beliefs about his strength in carrying out the task, as well as the generality aspect, namely the respondent's confidence in his ability to carry out assignments in various activities, from all three aspects, the score shows that the self-efficacy of the Ex-Convict is low. The proposed program is "Training of Ex-Convict -Handed Social Economic Prone Tailoring Skills in Improving Self-Efficacy in Sindangsasri Sub-District, Cigedug District, Garut Regency". Keywords: Self-efficacy, basic family needs, Ex-Convict vulnerable to social economy.Item Kepedulian Sosial Guru Terhadap Kenakalan Remaja di MTs Al-Musaddadiyah Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.(Perpustakaan, 2024-10-16) THARISA PUTRI HADIANI, 20.04.112.; Denti Kardeti; Hartono LarasABSTRAK THARISA PUTRI HADIANI, 20.04.112. Kepedulian Sosial Guru Terhadap Kenakalan Remaja di MTs Al-Musaddadiyah Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing : Denti Kardeti dan Hartono Laras. Kepedulian sosial adalah keinginan dan tindakan secara sadar untuk membantu seseorang keluar dari situasi tertentu agar dapat mengatasinya. Penelitian kepedulian sosial guru terhadap kenakalan remaja di MTs Al-Musaddadiyah Garut bertujuan untuk memperoleh gambaran lebih dalam tentang 1) karakteristik informan 2) kepedulian sosial guru terhadap aspek pemahaman 3) kepedulian sosial guru terhadap aspek empati 4) kepedulian sosial guru terhadap aspek kesadaran 5) kepedulian sosial guru terhadap aspek kemampuan. Penelitian ini dilakukan kepada responden yang berjumlah 24 orang dengan teknik sampling jenuh (sensus) serta karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menyebar angket, studi dokumen, dan wawancara. Uji validitas yang digunakan adalah validitas muka dan pengujian reliabilitas menggunakan metode alpha cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian sosial guru di MTs Al-Musaddadiyah Garut berada pada kategori tinggi. Hal ini diperoleh melalui perolehan skor pada 5 aspek kepedulian sosial. Akan tetapi kepedulian sosial guru terhadap kenakalan remaja pada aspek empati masih belum optimal sehingga peneliti mengusulkan program untuk meningkatkan kepedulian sosial guru pada aspek empati menggunakan metode pekerjaan sosial dengan kelompok (social groupwork) melalui tipe kelompok edukasi (educational group). Analisis kelayakan program yang diusulkan menggunakan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Kata Kunci: Kepedulian sosial, guru, kenakalan remaja. ABSTRACT THARISA PUTRI HADIANI, 20.04.112. Teachers' Social Concern for Juvenile Delinquency at MTs Al-Musaddadiyah Jayaraga Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency. Supervisors: Denti Kardeti and Hartono Laras. Social concern is a conscious desire and action to help a person get out of a certain situation in order to overcome it. The research on teachers' social concern for juvenile delinquency at MTs Al-Musaddadiyah Garut aims to obtain a deeper picture of 1) the characteristics of informants, 2) the teacher's social concern for the understanding aspect, 3) the teacher's social concern for the empathy aspect, 4) the teacher's social concern for the awareness aspect, 5) the teacher's social concern for the ability aspect. This study was conducted on 24 respondents with a saturated sampling technique (census) and respondent characteristics based on gender and age group. This study uses descriptive research methods and quantitative approaches. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The data collection techniques carried out are distributing questionnaires, document studies, and interviews. The validity test used is advance validity and reliability testing using the alpha cronbach method. The results of the study show that the level of social concern of teachers at MTs Al-Musaddadiyah Garut is in the high category. This was obtained through the acquisition of scores on 5 aspects of social concern. However, teachers' social concern for juvenile delinquency in the empathy aspect is still not optimal, so the researcher proposes a program to increase teachers' social concern in the empathy aspect using the social groupwork method through the type of educational group. The feasibility analysis of the proposed program uses SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) analysis techniques. Keywords: Social concern, teachers, juvenile delinquencyItem Ketahanan Sosial Keluarga Korban Bencana Alam Gempa Bumi di Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat.(Perpustakaan, 2024-09-26) GAZA YUDHIRA SATRIA,; Denti Kardeti; Hartono LarasGAZA YUDHIRA SATRIA, Social Resilience of Families of Earthquake Natural Disaster Victims in Margalaksana Village, South Sumedang District, Sumedang Regency, West Java. Supervisors: Denti Kardeti and Hartono Laras Earthquake natural disasters are natural phenomena caused by vibrations from within the earth that originate in the earth, then propagate to the earth's surface due to the earth's cracks breaking and shifting violently. Earthquakes cannot be prevented, at any time they can occur suddenly and shockingly. Family social resilience is an aspect that includes the ability of the family to improve itself, and to respond by using wit and tenacity when facing extreme challenges. Families of victims of natural disasters of earthquakes, it is very important to have family social resilience. So that the families of earthquake victims have the ability to face and manage problems in difficult situations, when an earthquake occurs. In maintaining the biological, psychological, and social conditions they experienced at the time of the earthquake. This research was carried out to provide an overview of: 1. Social resilience of families of earthquake victims of natural disasters, 2. Biological, psychological, and social aspects of families of earthquake victims of natural disasters. 3. As well as knowing the right program to overcome the problems of families of earthquake victims in Margalaksana Village. This study uses a descriptive qualitative research method, using data collection techniques such as: 1) in-depth interviews, 2) observations, and 3) documentation studies. The data sources used in this study are primary data sources obtained directly from informants, and secondary data sources obtained from documentation results and additional information in the field. The results of the research that has been carried out show that the families of earthquake victims still have good family social resilience. Keywords: Earthquake natural disasters, Family social resilience, Earthquake victims ABSTRAK GAZA YUDHIRA SATRIA, Ketahanan Sosial Keluarga Korban Bencana Alam Gempa Bumi di Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Dosen Pembimbing: Denti Kardeti dan Hartono Laras Fenomena bencana alam gempa bumi merupakan fenomena alam yang diakibatkan oleh adanya getaran dari dalam bumi yang bersumber di dalam bumi, kemudian merambat ke permukaan bumi akibat rekahan bumi pecah dan bergeser dengan keras. Bencana alam gempa bumi tidak dapat di cegah, sewaktu-waktu dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan. Ketahanan sosial keluarga merupakan aspek yang mencangkup kemampuan keluarga untuk memperbaiki diri sendiri dan mampu memberikan tanggapan dengan menggunakan akal daya dan keuletan ketika menghadapi tantangan yang ekstrim. Keluarga korban bencana alam gempa bumi sangat penting untuk memiliki ketahanan sosial keluarga. Agar keluarga korban bencana alam gempa bumi memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengelola masalah dalam situasi sulit ketika terjadi gempa bumi. Dalam mempertahankan kondisi biologis, psikologis dan sosial yang mereka alami pada saat terjadi gempa bumi. Penelitian ini dilaksanakan guna memberikan gambaran mengenai: 1. Ketahanan sosial keluarga korban bencana alam gempa bumi, 2. Aspek biologis, psikologis dan sosial keluarga korban bencana alam gempa bumi. 3. Serta mengetahui program yang tepat untuk mengatasi masalah keluarga korban bencana alam gempa bumi di Desa Margalaksana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumupulan data seperti: 1) wawancara mendalam, 2) observasi dan 3) studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang didapatkan langsung dari informan dan sumber data sekunder yang didapatkan dari hasil dokumentasi dan informasi tambahan ketika di lapangan. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa keluarga korban bencana alam gempa bumi masih memiliki ketahanan sosial keluarga cukup baik. Kata kunci: Bencana alam gempa bumi, Ketahanan sosial keluarga, Korban bencana alam gempa bumItem Kualitas Kelekatan (Attachment) Anak dengan Pengasuh di Sentra Handayani Jakarta.(Perpustakaan, 2024-08-01) SUCI DWI MEGASARI, 2004235.; Denti Kardeti; Hartono LarasSUCI DWI MEGASARI, 2004235. Kualitas Kelekatan (Attachment) Anak dengan Pengasuh di Sentra Handayani Jakarta. Dibimbing oleh Denti Kardeti dan Hartono Laras. Kualitas kelekatan (attachment) merujuk pada ikatan emosional yang bertahan dalam waktu yang lama, terjalin antara individu dengan figur lekatnya yang ditandai adanya keinginan untuk mencari dan memelihara kedekatan dengan figur lekat tersebut terutama pada saat-saat yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empiris tentang aspek kepercayaan (trust), komunikas (communication), dan keterasingan (alienation) anak dengan pengasuh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penarikan sampel jenuh yaitu dengan jumlah responden sebanyak 23 anak yang berusia 12-17 Tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuesioner, 2) wawancara, 3) observasi, dan 4) studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity) sedangkan dalam uji reliabilitas menggunakan rumus cronchbach alpha. Alat ukur yang digunakan adalah skala Likert yang menyediakan empat alternatif jawaban yaitu “Sering Sekali”, “Sering”, “Pernah”, “Tidak Pernah” pada setiap pernyataan positif dan negatif. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kelekatan (attachment) anak dengan pengasuh di Sentra Handayani Jakarta termasuk dalam kategori sedang yang diketahui aspek kepercayaan (trust) berada dalam kategori sedang dengan skor aktual 634. aspek komunikasi (communication) berada dalam kategori sedang dengan skor aktual 493 dan aspek keterasingan (alienation) berada dalam kategori tinggi dengan skor aktual 478. Hasil tersebut menunjukkan masalah sehingga dibutuhkan sebuah program yang dapat meningkatkan aspek kepercayaan maupun komunikasi. Maka dari itu diperlukan upaya peningkatan melalui program yang diusulkan yaitu “Care Kids (Peduli Anak)” dalam meningkatkan kualitas kelekatan (attachment) anak dengan pengasuh di Sentra Handayani Jakarta. Kata kunci: Kelekatan, Anak, PengasuhItem Pelayanan Sosial Terhadap Lanjut Usia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah.(Perpustakaan, 2024-08-05) AL BAHRUR ROZAQUL YAQIN. 2004106.; Denti Kardeti; Hartono LarasAL BAHRUR ROZAQUL YAQIN. 2004106. Pelayanan Sosial Terhadap Lanjut Usia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Pembimbing Denti Kardeti dan Hartono Laras Pelayanan sosial terhadap lanjut usia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah meliputi pelayanan sosial aspek fisiologis, aspek psikologis, aspek sosial, dan aspek spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai 1) karakteristik responden, 2) pelayanan sosial lanjut usia aspek fisiologis, 3) pelayanan sosial lanjut usia aspek psikologis, 4) pelayanan sosial lanjut usia aspek sosial, dan 5) pelayanan sosial lanjut usia aspek spiritual. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner atau angket, wawancara, dan observasi. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 15 orang lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pelayanan sosial kepada lanjut usia terhadap seluruh aspek sudah cukup baik, akan tetapi perlu adanya peningkatan kapasitas terhadap pengasuh lanjut usia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis mengusulkan program peningkatan kapasitas kepada pengasuh terhadap pemberian pelayanan sosial lanjut usia dengan menggunakan metode social group work dengan teknik educational group. Kata Kunci: Pelayanan Sosial, Lanjut Usia, Peningkatan KapasitasItem Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Kasus Di PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang).(Perpustakaan, 2024-02-13) WISNU ADHY PRASETYO, 19.04.211.; Denti Kardeti; Hartono LarasABSTRAK WISNU ADHY PRASETYO, 19.04.211. Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Kasus Di PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang). Dosen Pembimbing : Denti Kardeti dan Hartono Laras. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai elemen kunci pemberdayaan dalam program pemberdayaan masyarakat sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan oleh PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten subang. Elemen kunci pemberdayaan yang dimaksud merujuk pada implementasi strategi pemberdayaan masyarakat yaitu: 1) akses terhadap informasi, 2) inklusi dan partisipasi masyarakat, 3) akuntabilitas, dan 4) kapasitas organisasi lokal dalam pelaksanaan program pemberdayaan oleh Corporate Social Responsibility PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang kepada petani lokal di Desa Pasanggrahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini terdapat lima informan yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat, pendamping program dan koordinator CSR Aqua Subang dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen kunci pemberdayaan telah terimplementasi dengan cukup baik dalam program Pertanian Sehat oleh Corporate Social Responsibility PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang, dengan tersedianya akses penyampaian informasi bagi petani meliputi pertemuan langsung, melalui Whatsapp, dan surat undangan dengan didukung keberadaan pendamping yang menetap di wilayah program, adanya partisipasi dan peran dari berbagai pihak pelaksana program yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing pihak, terdapat tanggungjawab yang baik dari para petani terhadap bantuan yang telah diberikan langsung oleh pihak CSR, dan adanya komitmen serta kerjasama yang baik oleh para petani. Dari penelitian tersebut ditemukan hambatan mengenai belum adanya sertifikasi dari produk yang dihasilkan para petani sehingga mengakibatkan belum terciptanya peningkatan ekonomi bagi para petani. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengusulkan program yaitu “Peningkatan Kapasitas Pertanian Sehat Desa Pasanggrahan”. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, CSR, PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang ABSTRACT WISNU ADHY PRASETYO, 19.04.211. Community Empowerment As A Form Of Corporate Social Responsibility Programs (Case Study at PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang). Supervisors : Denti Kardeti dan Hartono Laras. This research was conducted to provide an overview of the key elements of empowerment in community empowerment programs as a form of Corporate Social Responsibility implemented by PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang in Pasanggrahan Village, Kasomalang District, Subang Regency. The key elements of empowerment referred to refer to the implementation of community empowerment strategies including: 1) access to information, 2) community inclusion and participation, 3) accountability, and 4) local organizational capacity in implementing empowerment programs by Corporate Social Responsibility PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang to local farmers in Pasanggrahan Village. The method used in this study is qualitative with a case study. The data collection techniques are participatory observation, interviews, and documentation studies. In this study, there were five informants consisting of farmers, community leaders, program assistants and CSR coordinator Aqua Subang using a purposive sampling technique to determine these informants. The results of the research show that the key elements of empowerment have been implemented quite well in the Healthy Agriculture program by the Corporate Social Responsibility of PT. Tirta Investama (Aqua) Plant Subang, with the availability of access to information delivery for farmers including direct meetings, via Whatsapp, and invitation letters supported by the presence of a companion who lives in the program area, the participation and role of various program implementing parties according to their respective capacities each party, there is a good responsibility from the farmers for the assistance that has been given directly by the CSR, and there is commitment and good cooperation by the farmers. The research found obstacles regarding the absence of certification of the products produced by farmers, which resulted in no economic improvement for farmers. Based on these results, the researchers proposed a program namely "Increasing the Capacity of Healthy Agriculture in Pasanggrahan Village". Keywords: Community Empowerment, CSR, PT. Tirta Investama (Aqua) Plant SubangItem Pengungkapan Diri Pada Anak Korban Kekerasan di Sentra Handayani Jakarta,(Perpustakaan, 2024-09-06) RAIHAN NURTRIANSYAH PUTRA DINATA, 20.04.231; Denti Kardeti; Hartono LarasRAIHAN NURTRIANSYAH PUTRA DINATA, 20.04.231. Pengungkapan Diri Pada Anak Korban Kekerasan di Sentra Handayani Jakarta, Dibimbing oleh Denti Kardeti dan Hartono Laras. Kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia mengalami lonjakan pada tahun ini. Anak yang pernah mendapatkan kekerasan akan mengalami gangguan pada kondisi kesejahteraan psikologisnya dan cenderung mengalami kesulitan dalam pengungkapan diri anak. Permasalahan tersebut didapatkan juga di Sentra Handayani sebagai lembaga rehabilitasi sosial anak. Peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pengungkapan diri pada anak korban kekerasan di Sentra Handayani Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang pada dasarnya untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumen. Hasil penelitian afirmatif terhadap konsep motivasi, kesempatan dan kompetensi diri menurut Derlega & Berg. Dorongan dari dalam diri, dukungan dari lingkungan sekitar dan ketidakpercayaan pada orang lain menjadi bukti dari adanya motivasi pada anak. Lingkungan yang mendukung dan situasi sosial yang kondusif membuka kesempatan bagi anak. kompetensi relasi mencakup kemampuan interpersonal dan keterampilan pemecahan masalah yang dimiliki pekerja sosial akan mempengaruhi pengungkapan diri anak di Sentra Handayani Jakarta. Peneliti mengajukan saran guna pengoptimalan kembali kegiatan sharing feeling di Sentra Handayani. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk dapat melaksanakan program “Ruang Ekspresi” untuk anak. Harapannya program tersebut dapat dikembangkan kembali konsep kegiatannya serta memperluas sistem sumber kegiatan agar lebih optimal dalam pelaksanaannya. Peneliti menyarankan penelitian selanjutnya dapat lebih mengeksplorasi dan mempelajari berbagai aspek dengan menggunakan teori yang berbeda dari peneliti. Kata Kunci: Pengungkapan Diri, Kekerasan, Anak ABSTRACT RAIHAN NURTRIANSYAH PUTRA DINATA, 20.04.231. Self-Disclosure in Child Victims of Violence at Sentra Handayani Jakarta, Supervised by Denti Kardeti and Hartono Laras. Violence against children in Indonesia has surged this year. A child who has been subjected to violence will experience disturbances in his or her psychological wellbeing and tend to experience difficulties in the child's self-expression. The problem has also been obtained at Sentra Handayani as a social rehabilitation institution for children. Researchers are interested in studying how self-disclosure affects child victims of violence at the Jakarta Handayani Center. This research uses a qualitative approach that basically produces descriptive data in the form of written or oral words of people and observed behavior. The data-gathering techniques that will be used in this study are carried out by conducting in-depth interviews, participatory observations, and document studies. The results of the affirmative research on the concepts of motivation, opportunity, and self-competence, according to Derlega & Berg, Impulsions from within, support from the environment, and distrust of others are evidence of the motivation in the child. A supportive environment and a favorable social situation open up opportunities for children. Relationship competencies, include interpersonal skills and problem-solving skills, that social workers possess will affect the child's self-expression at the Jakarta Handayani Center. The researchers submitted suggestions to re-optimize the feeling-sharing activities at Sentra Handayani. In addition, the researchers also suggested that the “Ruang Ekspresi” program can be implemented for children. It is hoped that the program can re-develop the concept of its activities and expand the resource system of activities in order to optimize its implementation. The researchers suggest further research could further explore and study various aspects using different theories. Keywords: Self-disclosure, Violence, ChildItem Perilaku Prososial Anak Asuh Di Panti Sosial Asuhan Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung, Karya Ilmiah Akhir Program Sarjana Terapan Sosial, Juli 2023,(perpustakaan, 2024-01-08) DEWO PUJALATIP, 19.04.223.; Denti Kardeti; Hartono LarasABSTRAK DEWO PUJALATIP, 19.04.223. Perilaku Prososial Anak Asuh Di Panti Sosial Asuhan Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung, Karya Ilmiah Akhir Program Sarjana Terapan Sosial, Juli 2023, Dosen Pembimbing: Denti Kardeti Dan Hartono Laras Perilaku prososial merupakan perilaku yang dilakukan secara sukarela (voluntary) yang dapat menguntungkan atau menyenangkan (benefit) orang lain tanpa antisipasi keuntungan dari eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku prososial anak asuh di Panti Sosial Asuhan Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung meliputi karakteristik responden, perilaku menolong, berbagi rasa, kerjasama, murah hati, dan peduli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang dengan usia 12-18 Tahun dengan teknik sampling jenuh (sensus). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah angket (kuesioner) dan studi dokumentasi. Uji validitas yang digunakan adalah validitas muka dan pengujian reliabilitas menggunakan metode alpha cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial anak asuh di Panti Panti Sosial Asuhan Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung dalam kategori tinggi. Hal ini dijelaskan melalui perolehan skor pada 5 aspek, aspek menolong, kerjasama, dan murah hati, berada pada kategori tinggi sedangkan aspek berbagi rasa dan aspek peduli berada pada kategori sedang. Berdasarkan permasalahan yang diperoleh maka peneliti mengusulkan program yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial anak asuh di Panti Panti Sosial Asuhan Anak Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah metode Social Group Work dengan menggunakan tipe group Recreationall Group. Analisis kelayakan program menggunakan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Kata Kunci : Perilaku Prososial, Anak Asuh ABSTRACT DEWO PUJALATIP, 19.04.223. Prosocial Behavior Foster Children at Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Children's Home in Bandung City, Final Scientific Work of Social Applied Undergraduate Program, July 2023, Supervisor: Denti Kardeti Dan Hartono Laras Prosocial behavior is voluntary behavior that can benefit or please others without anticipating external benefits. This study aims to determine the description of prosocial behavior of foster children at the Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Children's Home in Bandung City including respondent characteristics, helping behavior, sharing, cooperation, generosity, and caring. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample used was 40 people aged 12-18 years with saturated sampling technique (census). The data collection techniques used were questionnaires and documentation studies. The validity test used is face validity and reliability testing using the Cronbach alpha method. The data analysis technique used is descriptive statistics. The results showed that the prosocial behavior of foster children at the Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Children's Home in Bandung City was in the high category. This is explained through the acquisition of scores on 5 aspects, aspects of helping, cooperation, and generosity, are in the high category while the aspects of sharing and caring aspects are in the medium category. Based on the problems obtained, the researcher proposes a program that aims to improve the prosocial behavior of foster children at the Kuncup Harapan Muhammadiyah Sukajadi Children's Home in Bandung City. The method used in implementing this program is the Social Group Work method using the Recreationall Group type. Analysis of program feasibility using SWOT analysis techniques (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Keywords: Prosocial Behavior, Foster Children