Browsing by Author "Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.Si"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
Item COPING MECHANISM REMAJA DALAM MENGHADAPI SITUASI SOSIAL DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA TARUNA JAYA 2 DKI JAKARTA(Perpustakaan, 2025-10-21) Devaro Miracle Putra Pratama, NRM. 21.02.035.; Dr. Uke Hani Rasalwati, M.Si; Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.SiDevaro Miracle Putra Pratama, NRM. 21.02.035. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap tekanan psikososial, terutama bagi mereka yang tinggal di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR). Tekanan tersebut dapat muncul dalam bentuk konflik antar teman sebaya, aturan ketat panti, hingga perilaku maladaptif yang berkembang sebagai strategi bertahan. Kondisi ini menuntut adanya mekanisme coping yang adaptif agar remaja dapat menghadapi permasalahan secara konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran coping mechanism remaja binaan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 48 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner coping mechanism yang dianalisis menggunakan teknik skoring dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping mechanism berfokus pada masalah memperoleh skor rata-rata 3.871, sedangkan coping mechanism berfokus pada emosi memperoleh skor rata-rata 3.391. Keduanya berada pada kategori sedang, yang berarti kemampuan remaja dalam menggunakan strategi coping masih belum optimal dan cenderung bercampur antara strategi adaptif dan maladaptif. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengusulkan Program “PROAKTIF” (Program Penguatan Coping mechanism Adaptif Remaja Panti Sosial). Program ini dirancang melalui empat tahap kegiatan meliputi edukasi coping mechanism, pelatihan problem-focused coping, pelatihan emotion-focused coping, serta simulasi situasi sosial dan penyusunan rencana coping pribadi. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas coping adaptif remaja dalam menghadapi tekanan sosial di panti. Kata kunci: coping mechanism, remaja, panti sosial, problem-focused, emotion - focusedItem DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM PROSES REHABILITASI PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI SENTRA WYATA GUNA BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-26) TIARA MELANI PUTRI, NRM. 21.02.014; Dr. Uke Hani Rasalwati, M.Si; Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.SiTIARA MELANI PUTRI, NRM. 21.02.014. Dukungan Sosial Keluarga Dalam Proses Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Netra Di Sentra Wyata Guna Bandung, Dibimbing oleh UKE HANI RASALWATI and SULISTYARY ARDIYANTIKA Dukungan sosial merupakan pemberian motivasi, bimbingan dan dukungan pribadi ketika seseorang menghadapi suatu masalah atau menemui hambatan dalam melaksanakan kegiatan yang terarah untuk mencapai suatu tujuan. Penyandang disabilitas netra sering menghadapi keterbatasan dalam aspek mental, fisik, intelektual maupun sensorik, yang mengakibatkan hambatan dalam berpartisipasi penuh dalam interaksi dengan lingkungan maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Dukungan Sosial Keluarga Dalam Proses Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Netra Di Sentra Wyata Guna Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif, dan informan ditentukan melalui teknik Purposive Sampling. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya keterbatasan keterlibatan keluarga dalam proses rehabilitasi penyandang disabilitas netra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi yang ada di sentra wyata guna bandung, seperti tata boga, tata busana, barista, pijat dan pertanian, sangat membantu proses pemulihan dan peningkatan kemandirian penyandang disabilitas netra. Namun, dukungan keluarga belum merata karena keterbatasan waktu, pengetahuan dan pemahaman akan peran mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengusulkan program “Sarana Harmoni dan Bantuan Terpadu Bagi Penyandang Disabilitas Netra (SAHABAT NETRA)” dengan tujuan untuk membantu penyandang disabilitas netra meningkatkan pemahaman informasi di Sentra Wyata Guna Bandung. Kata kunci: Dukungan Sosial, Keluarga, blind personsItem EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN KERJA BAGI NARAPIDANA DI RUTAN KELAS 1 BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-19) FAUZAN ADHA NOVIANSYAH, NRP. 21.02.087; Dr. Uke Hani Rasalwati, M.Si; Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.SiFAUZAN ADHA NOVIANSYAH, NRP. 21.02.087. Efektivitas Program Bimbingan Kerja Bagi Narapidana Di Rutan Kelas 1 Bandung dibimbing oleh UKE HANI RASALWATI dan SULISTYARY ARDIYANTIKA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program bimbingan kerja bagi narapidana di Rutan Kelas I Bandung, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Program ini bertujuan membekali narapidana dengan keterampilan yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari narapidana dan petugas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bimbingan kerja berjalan cukup baik, ditinjau dari akurasi sasaran, sosialisasi, kejelasan tujuan, dan pemantauan. Namun masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, keterbatasan akses lanjutan pasca-bebas, serta kurangnya jejaring pendukung yang berkelanjutan. Sebagai bentuk kontribusi solutif, peneliti merancang program tindak lanjut bernama JEJAK (Jaringan Narapidana untuk Kemandirian dan Aksi Karya). Program ini ditujukan bagi narapidana yang akan bebas, dengan tujuan memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi menjelang dan pasca-rutan. Program JEJAK mengusung pendekatan partisipatif berbasis groupwork dan dilaksanakan selama delapan minggu. Kegiatan meliputi asesmen kebutuhan, penyusunan rencana aksi komunitas, pelatihan lanjutan, magang, serta sesi refleksi dan temu stakeholder. Diharapkan, program ini dapat menjadi model reintegrasi sosial yang berkelanjutan dan menurunkan tingkat residivisme. Kata Kunci: Efektivitas, Bimbingan Kerja, Narapidana, Reintegrasi Sosial, Program JEJAKItem KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL DI SENTRA TERPADU KARTINI KABUPATEN TEMANGGUNG(Perpustakaan, 2025-10-21) AINA ZADA TIFFANY, 21.02.013; Dr. Uke Hani Rasalwati, M.Si; Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.SiAINA ZADA TIFFANY, 21.02.013. Kemandirian Penyandang Disabilitas Intelektual Di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten temanggung, Dosen Pembimbing: UKE HANI RASALWATI dan SULISTYARY ARDIYANTIKA Kemandirian merupakan kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasarkan kehendaknya sendiri. Konsep kemandirian berbeda dengan tidak tergantung karena hal tersebut merupakan bagian untuk memperoleh kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemandirian penyandang disabilitas intelektual di Sentra Terpadu Karini Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data terdiri dari tiga penyandang disabilitas intelektual dan tiga pekerja sosial pengampu dari masing-masing penyandang disabilitas intelektual. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemandirian emosional penyandang disabilitas intelektual di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten Temanggung memiliki hubungan yang cukup dekat dengan orang tua dan pengampunya, sudah dapat mengelola emosinya dengan baik. Hasil penelitian untuk kemandirian perilaku menunjukkan bahwa penyandang disabilitas intelektual di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten Temanggung belum sepenuhnya dapat mandiri dan perlu ditingkatkan dalam hal pengambilan keputusan, namun secara ADL sudah cukup bagus. Kemandirian nilai untuk sikap dan ketaatan dalam melaksanakan ibadah sudah bagus namun untuk ketaatan terhadap peraturan perlu ditingkatkan lagi. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ketergantungan terhadap pengampu, kurangnya kepercayaan diri dalam mengambil keputusan, dan kurangnya ketaatan penyandang disabilitas intelektual terhadap peraturan di sentra. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diusulkan program “Peningkatan Kemandirian Penyandang Disabilitas Intelektual di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten Temanggung.” Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas intelektual di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten Temanggung. Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa pelatihan asertif dan modelling. Kata Kunci: Kemandirian, Disabilitas Intelektual, Sentra Terpadu KartiniItem KONDISI PSIKOSOSIAL ANAK JALANAN DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA TARUNA JAYA 2 DKI JAKARTA(Perpustakaan, 2025-10-21) DIAN ARPIAN, NRP. 21.02.052; Dr.Uke Hani Rasalwati, M.Si; Sulistyary Ardiyantika, S.Sos.I, M.SiDIAN ARPIAN, NRP. 21.02.052. Kondisi Psikososial Anak Jalan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2 DKI Jakarta. Dosen Pembimbing: UKE HANI RASALWATI dan SULISTYARY ARDIYANTIKA Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi psikososial anak jalanan yang menjadi warga binaan di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2 DKI Jakarta (PSBR). Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi berbagai tantangan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Dalam konteks ini, pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk mengevaluasi aspek biologis, psikologis, dan sosial dari 30 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak jalanan mengalami kondisi biologis yang rentan, seperti kelelahan, gangguan tidur, serta riwayat kesehatan yang menurun. Dari aspek psikologis, ditemukan adanya tingkat stres, kecemasan, dan kemampuan adaptasi yang beragam. Sementara itu, dari aspek sosial, mayoritas responden menunjukkan interaksi sosial yang terbatas dan dukungan keluarga yang minim. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengusulkan program pembinaan psikososial terpadu yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, penguatan motivasi dan keterampilan adaptasi, serta pengembangan interaksi sosial melalui pendekatan edukatif, dinamika kelompok, dan pelatihan keterampilan. Temuan dan program ini diharapkan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan praktisi pekerjaan sosial dalam merancang rehabilitasi yang lebih efektif dan holistik. Kata kunci: Anak jalanan, kondisi psikososial, rehabilitasi