Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Italiano
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Srpski (lat)
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Tiếng Việt
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Српски
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register. Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Italiano
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Srpski (lat)
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Tiếng Việt
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Српски
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register. Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Dr. Marjuki, M.Sc."

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengembangan Ecological Monitoring Pada Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Perempuan Mandiri di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.
    (Perpustakaan, 2024-10-15) HERDA FEBRIYANTY, 22.01.004.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Aribowo, Ph.D
    HERDA FEBRIYANTY, 22.01.004. Development of Ecological Monitoring in the Community Empowerment for Independent Women Mekarmukti Village Cihampelas District West Bandung Regency. Supervisor: Dr. Marjuki, M.Sc. dan Aribowo, Ph.D. Poverty is an issue that is consistently discussed and debated in various forums, so that poverty alleviation carried out by the Indonesian Government in the last decade has been realized through programs from various sectors. One of the programs implemented in the context of poverty alleviation is community empowerment. The aim of this research is to find out and improve the design of Ecological Monitoring in Community Empowerment Programs for Independent Women. The method used in this research is a qualitative research method. Meanwhile, the research design used by researchers is Participatory Action Research (PAR) using indepth interview, observation, documentation study and FGD data collection techniques. The data sources in this research are primary data sources from community members who take part in community and stakeholder in empowerment programs. Secondary data comes from documentation studies in the form of literature and the results of other people's research. The results in the field show that monitoring during community empowerment is not going well and there is no special schedule for when monitoring is carried out so that the beneficiaries are not monitored periodically. Therefore, monitoring activities must be arranged and planned involving several stakeholders for monitoring activities. The research results show that ecological monitoring in empowerment programs that consist of PDP Sosial Mandiri Foundation, Keluarga Harapan’s Assistant, the Government of Desa Mekarmukti, community UMKM, entrepreneur and klien can be implemented and is effective for community empowerment to increase active participation from stakeholders as a resource system in the community as well as the preparation of monitoring instruments that can be used when monitoring programs. Keywords: Poverty, Community Empowerment, Ecological Monitoring ABSTRAK HERDA FEBRIYANTY, 22.01.004. Pengembangan Ecological Monitoring Pada Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Perempuan Mandiri di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing: Dr. Marjuki, M.Sc. dan Aribowo, Ph.D. Kemiskinan merupakan isu yang sampai saat ini secara konsisten dibahas dan diperdebatkan di berbagai forum, sehingga penanggunalan kemiskinan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada satu dekade terakhir telah diwujudkan melalui program-program dari berbagai sektor. Salah satu program yang dilaksanakan dalam rangka pengentasan kemiskinan yaitu pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyempurnakan desain Pengembangan Ecological Monitoring Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Perempuan Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Participatory Action Research (PAR) melalui teknik pengumpulan data Wawancara mendalam, Observasi, studi dokumentasi dan FGD. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berasal dari warga masyarakat yang mengikuti program pemberdayaan masyarakat dan stakeholder, serta data sekunder berasal dari studi dokumentasi berupa literatur maupun hasil penelitian orang lain. hasil di lapangan menunjukkan bahwa monitoring pada saat pemberdayaan masyarakaan tidak berjalan dengan baik dan tidak ada jadwal khusus kapan dilakukannya monitoring sehingga penerima manfaat tidak dipantau secara berkala. maka dari itu, untuk kegiatan monitoring harus tersusun dan terencana yang melibatkan beberapa stakeholder untuk kegiatan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecological monitoring pada program pemberdayaan yang terdiri dari Yayasan PDP Sosial Mandiri, Pendamping PKH, Pemerintah Desa, Forum Komunitas UMKM, Pelaku usaha dan penerima manfaat dapat diimplementasikan dan efektif bagi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi aktif dari stakeholder sebagai sistem sumber yang ada di masyarakat serta tersusunnya instrument monitoring yang dapat digunakan pada saat melakukan monitoring program. Kata Kunci: Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, Ecological Monitoring
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung
    (Perpustakaan, 2024-02-21) MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos
    ABSTRAK MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182. Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung, Dibimbing oleh Dr. Marjuki, M.Sc. dan Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai peran pekerja sosial dalam kemandirian anak di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan gambaran yang jelas mengenai karakteristik informan, peran pekerja sosial dalam kemandirian emosional anak asuh, peran pekerja sosial dalam kemandirian perilaku anak asuh, dan peran pekerja sosial dalam kemandirian nilai anak asuh. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran pekerja sosial dalam kemandirian anak asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. Jumlah informan pada penelitian ini adalah 6 orang diantaranya 3 orang pekerja sosial dan 3 orang anak asuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada lima peran yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian anak asuh yaitu konselor, motivator, edukator, broker dan fasilitator. Peran pekerja sosial yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian anak asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak masih kurang optimal. Permasalahan yang dialami oleh pekerja sosial diantaranya kurangnya pengetahuan mengenai ilmu pekerja sosial, kurangnya kerjasama antar pegawai, kurangnya komunikasi antar pegawai dan kurangnya sumber daya manusia sehingga peran yang dijalankan kurang optimal dan membutuhkan tambahan wawasan pengetahuan serta keterampilan pekerja sosial Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu program penanganan masalah. Sehubungan dengan hal ini maka peneliti mengusulkan program “Pengembangan Kapasitas Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Asuh” yang bertujuan untuk memberikan penguatan berupa pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pekerja sosial untuk melaksanakan peran-peran pekerja sosial agar lebih optimal Kata Kunci : Peran, Pekerja Sosial, dan Kemandirian ABSTRACT MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182. Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung, Dibimbing oleh Dr. Marjuki, M.Sc. dan Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos. This research was conducted to obtain an overview of the role of social workers in fostering child independence in the Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. The purpose of this study was to obtain data and a clear picture of the characteristics of informants, the role of social workers in the emotional independence of foster children, the independence of foster children's behavior, and the independence of foster children's values. The research method used in this study is qualitative research. This study aims to describe the role of social workers in fostering the independence of foster children in Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. The number of informants in this study was six, including three social workers and three foster children. The data collection techniques used were in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results of the study show that there are five roles that are carried out to increase the independence of foster children: counselors, motivators, educators, brokers, and facilitators. The role of social workers in increasing the independence of foster children in the Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak is still not optimal. The problems experienced by social workers include a lack of knowledge about social work science, a lack of cooperation between employees, a lack of communication between employees, and a lack of human resources, so that the roles carried out are not optimal and require additional insight into the knowledge and skills of social workers. To overcome these problems, a problem-handling program is needed. In this regard, the researchers propose a program called "Development of the Capacity of Social Workers in Increasing the Independence of Foster Children," which aims to provide reinforcement in the form of knowledge and skills that support social workers in carrying out their roles so that they are more optimal. Keyword : Role, Social Worker, Independenc
  • No Thumbnail Available
    Item
    Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak
    (Perpustakaan, 2024-02-20) MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos.
    ABSTRAK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak Peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA merupakan suatu hal yang sangat penting karena semakin maraknya kasus penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak meliputi 1) mengetahui karakteristik responden 2) peran dalam memberikan pengaruh 3) peran dalam memberikan larangan 4) peran dalam memberikan dukungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan total responden sebanyak 65 tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan face validity dan uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha dengan aplikasi SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket atau kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat termasuk dalam kategori tinggi. Dapat dilihat dari perolehan skor tertinggi terdapat pada peran dalam memberikan pengaruh dengan perolehan skor sebesar 2217 dan termasuk dalam kategori tinggi. Tertinggi kedua terdapat pada peran dalam memberikan larangan dengan perolehan skor sebesar 2041 termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan skor terendah terdapat pada peran dalam memberikan dukungan dengan perolehan skor sebesar 1696 termasuk dalam kategori sedang. Dengan adanya salah satu aspek yang termasuk dalam kategori sedang sehingga diperlukan adanya peningkatan peran tokoh masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat yaitu pada aspek peran tokoh masyarakat dalam memberikan dukungan. Tokoh masyarakat diharapkan dapat memahami apa itu NAPZA, bahaya NAPZA, jenis-jenis NAPZA, cara pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan alur rehabilitasi NAPZA jika terdapat masyarakatnya yang melakukan penyalahgunaan. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengusulkan program BMD Bebas NAPZA dengan peningkatan kapasitas dari tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak. Kata kunci: peran, tokoh masyarakat, pencegahan penyalahgunaan NAPZA - ABSTRACK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Role of Community Leaders in Preventing Drug Abuse In Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City The role of community leaders in preventing drug abuse is very important because of the increasing number of drug abuse cases in the community. This study aims to determine how the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City includes 1) knowing the characteristics of respondents 2) role in influencing 3) role in providing prohibition 4) role in providing support. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. The sample determination in this study used simple random sampling, with a total of 65 respondents in Kelurahan Benua Melayu Darat. The validity test in this study used face validity and reliability test using cronbach alpha with the SPSS application. Data collection techniques are carried out by questionnaires and documentation studies. The results showed that the overall role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat was included in the high category. It can be seen from the highest score that there is a role in influencing with a score of 2217 and is included in the high category. The second highest is in the role in granting bans with a score of 2041 included in the high category. While the lowest score was found in the role in providing support with a score of 1696 included in the medium category. With one aspect that is included in the medium category, it is necessary to increase the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat, namely in the aspect of the role of community leaders in providing support. Community leaders are expected to understand what drugs are, the dangers of drugs, types of drugs, how to prevent drug abuse and the flow of drug rehabilitation if there are people who commit abuse. Based on this, researchers proposed a drug-free BMD program with capacity building from community leaders in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City. Keywords: role, community leader, drug abuse prevention

DSpace software copyright © 2002-2025 LYRASIS

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback