Browsing by Author "SUHARMA"
Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
Item Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing:(Perpustakaan, 2024-01-23) HANI ALFIAH, 1903032; SUHARMA; ROSILAWATI.ABSTRAK HANI ALFIAH, 1903032, Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI. Kebijakan perlindungan sosial lanjut usia (Lansia) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta salah satunya yaitu program pemberian bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan, yang dilihat dari empat aspek yaitu aspek komunikasi program, sumber daya program, perilaku pelaksana program dan aspek struktur birokrasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru dengan jumlah 158 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Skala pengukuran menggunakan skala likert dengan pengujian validitas muka (face validity) dan validitas konstruk (construct validity) serta uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach’s dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) sudah terimplementasi dengan baik. Diketahui berdasarkan aspek komunikasi program dengan persentase 81.86%, aspek sumber daya program persentase 86.71%, aspek perilaku pelaksana program dengan persentase 88.00%, aspek struktur birokrasi program dengan persentase 87.88%. Meskipun demikian, masih terdapat permasalahan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas pangan murah oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas transportasi Transjakarta gratis oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Berdasarkan hasil penelitian maka diusulkan Program Peningkatan Pemahaman Penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Tentang Pemanfaatan Fasilitas Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Kata Kunci: Implementasi Program, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Lanjut Usia.Item Implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.(Perpustakaan, 2024-02-06) IKAGAMI PUTRI, 19.03.065.; SUHARMA; ROSILAWATIABSTRAK IKAGAMI PUTRI, 19.03.065. Implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. Pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI Karang Taruna sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan potensi diri yang bertujuan untuk mendukung dalam menciptakan kesejahteraan sosial di masyarakat sehingga diperlukan dukungan dalam berperan di masyarakat dengan upaya pemberdayaan organisasi Karang Taruna, salah satu program pemberdayaan yang dikeluarkan melalui Program Dana Stimulan Karang Taruna. Tujuan umum penelitian ini untuk memperoleh gambaran implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta, secara khusus tujuan penelitian meliputi empat aspek implementasi kebijakan yaitu pelaksanaan komunikasi program, sumber daya program, perilaku pelaksana program dan struktur birokrasi program. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan responden menggunakan prinsip probability sampling dengan teknik multistage area random sampling. Analisa data penelitian menggunakan teknik statistik deskriptif dengan media statistical product and service solution (SPPS) sebagai alat hitung dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta menunjukkan berdasarkan empat aspek penelitian bahwa pelaksanaan Program Dana Stimulan sudah berjalan dengan baik, namun pada dimensi pelaksanaan komunikasi program dirasa perlu untuk ditingkatkan dalam mencapai keberhasilan implementasi kebijakan. Hal ini mempengaruhi pentingnya proses penyampaian informasi Program Dana Stimulan yang diterima oleh Karang Taruna kelurahan sebagai kelompok sasaran kebijakan dan pertimbangan pemahaman Karang Taruna dalam menjalankan kewajibannya pada Program Dana Stimulan. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan program optimalisasi penyebaran informasi Program Dana Stimulasi Karang Taruna di Provinsi DKI Jakarta dengan bentuk kegiatan program yaitu peningkatan kapasitas tentang Penyebaran Informasi yang ditujukan kepada para pelaksana kebijakan Program Dana Stimulan di Provinsi DKI Jakarta. Kata Kunci:Item Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus.(Perpustakaan, 2024-01-29) MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049.; SUHARMA; HELLY OCKTILIAABSTRAK MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus. SUHARMA dan HELLY OCKTILIA. Impelementasi merujuk pada proses pelaksanaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) khususnya mengenai Jaminan Kecelakaan Kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berasal dari 7 informan dan sumber data sekunder berupa dokumentasi atau informasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program jaminan kecelakaan kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus dalam aspek sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan SOP, sedangkan dalam aspek komunikasi masih kurang terlaksana dengan baik karena pegawai belum mengetahui terkait jaminan sosial yang mereka dapat. Berdasarkan Analisa hasil penelitian, program yang diusulkan peneliti yaitu “Sosialisasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja” program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman pegawai terkait Program Jaminan Kecelakaan Kerja sebagai jaminan sosial yang mereka dapat. Kata Kunci: Implementasi, Program BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kecelakaan Kerja ABSTRACT MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementation of The Work Accident Insurance Program at PT Sukun Druck Kudus Regency. Supervised by SUHARMA and HELLY OCKTILIA. Implementation refers to the Implementation process in achieving the goals that have been set. This study aims to find out how the implementation of the Social Security Agency for Employment Social Security (BPJS Ketenagakerjaan) specifically regarding Work Accident Insurance at PT Sukun Druck, Kudus Regency. This research uses descriptive qualitative methods, using interview, observation, and documentation techniques. The data sources in this study are primary data sources from 7 informants and secondary data sources in the form of documentation or other information. The research results show that the implementation of the work accident insurance program at PT. The Sukun Druck Kudus Regency in terms of resources, bureaucratic structure and disposition has been implemented well in accordance with the SOP, while in the communication aspect it has not been implemented well because employees do not yet know about the social security they receive. Based on the analysis of research results, the program proposed by researchers is "Socialization of the Work Accident Insurance Program". This program is expected to help increase employee understanding regarding the Work Accident Insurance Program as the social security they receive.. Keywords: Implementation, BPJS Employment Program, Work Accident Insurance.Item Implementasi Program Keluarga Harapan yang dilakukan Pendamping dalam Pemenuhan Pendidikan Anak Keluarga Penerima Manfaat Di Kabupaten Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) REGINA SHAFWIN SIDIK, NRP. 20.03.045.; SUHARMA; FACHRY ARSYADREGINA SHAFWIN SIDIK, NRP. 20.03.045. Implementasi Program Keluarga Harapan yang dilakukan Pendamping dalam Pemenuhan Pendidikan Anak Keluarga Penerima Manfaat Di Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing : SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan Pendamping dalam Pemenuhan Pendidikan Anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bandung. Pada pelaksanaan PKH terdapat temuan bahwa tidak adanya penyampaian informasi terbaru terkait dengan pendidikan anak yang menyebabkan penyampaian informasi dalam mendukung pendidikan anak KPM terhambat, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dari Edward III, yang menekankan empat faktor utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penentuan sampel data menggunakan simple random sampling, di mana sebanyak 75 pendamping PKH Kabupaten Bandung menjadi responden, Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi Program Keluarga Harapan yang dilakukan pendamping dalam pelaksanaan PKH untuk Pendidikan anak menunjukkan kategori baik, perilaku pendamping dan struktur birokrasi dalam pelaksanaan PKH untuk Pendidikan anak merupakan yang tertinggi dari lainnya dengan persentase keberhasilan sebesar 82%. Sedangkan sumber daya yang disiapkan menjadi yang terendah dari lainnya dengan persentase keberhasilan sebesar 81% yang di dalamnya terdapat parameter pelatihan pendamping yang belum optimal dan belum cukup membantu pendamping dalam pemenuhan pendidikan anak. Sedangkan untuk aspek lainnya sudah baik dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti merancang program peningkatan kapasitas bagi pendamping PKH dalam membantu pemenuhan pendidikan anak KPM di Kabupaten Bandung. Kata kunci: Implementasi, Program Keluarga Harapan, pendidikan anak, pendidikan anak ABSTRACT REGINA SHAFWIN SIDIK, NRP. 20.03.045. Implementation of the Program Keluarga Harapan in Fulfilling Education for Children of Beneficiary Families in Bandung Regency. Supervisors : SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. This study aims to determine the success of the implementation of the Program Keluarga Harapan (PKH) by facilitators in fulfilling the educational needs of children from beneficiary families (KPM) in Kabupaten Bandung. During the implementation of PKH, it was found that the lack of updated information related to children's education hindered the communication of information in supporting the education of KPM children. The theory used in this research is Edward III's implementation theory, which emphasizes four main factors: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The method employed is a quantitative method with data sample determination using simple random sampling, involving 75 PKH facilitators from Kabupaten Bandung as respondents. Data collection techniques included questionnaires and documentation studies. The results show that the implementation of the Program Keluarga Harapan by the facilitators in fulfilling children's education falls into the 'good' category. Facilitator behavior and bureaucratic structure in the implementation of PKH for children's education scored the highest among others, with a success rate of 82%. However, resources were the lowest, with a success rate of 81%, which includes the suboptimal training for facilitators that has not sufficiently assisted them in fulfilling children's education. The other aspects were well implemented. Based on these findings, the researcher designed a capacitybuilding program for PKH facilitators to better assist in fulfilling the educational needs of KPM children in Kabupaten Bandung. Keywords: Implementation, Program Keluarga Harapan, Children's EducationItem Keberdayaan Keluarga Penerima Manfaat Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Kewirausahaan Warung Makan Indomie oleh Poltekesos Bandung.(Perpustakaan, 2024-08-12) HIRAS MANDO RAJAGUKGUK, 20.03.028.; SUHARMA; FACHRY ARSYADHIRAS MANDO RAJAGUKGUK, 20.03.028. The Empowerment of the Beneficiary Families of Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Kewirausahaan Warung Makan Indomie by Poltekesos Bandung. Supervisors: SUHARMA and FACHRY ARSYAD The empowerment of the Beneficiary Families (KPM) refers to the ability to do something to realize an empowered, independent, participatory, and sustainable life. This study aims to obtain an empirical description of (1) the characteristics of respondents, (2) the awareness to change, (3) the ability to gain access, (4) the ability to overcome obstacles, and (5) the ability to cooperate of the Beneficiary Families of Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kewirausahaan Warung Makan Indomie (Warmindo) by Poltekesos Bandung. The research method used is quantitative with a descriptive survey. The population in the study was 100 KPM, so the sampling technique used was a census. The data collection techniques used were questionnaires and documentation studies. The measuring instrument used is a Likert scale. The validity test of the measuring instrument used construct validity testing and the reliability test used the Cronbach's Alpha formula with the help of SPSS Statistics 29. The results of the study were analyzed descriptively. The results showed that the empowerment of the Beneficiary Families of Program ATENSI Kewirausahaan Warmindo by Poltekesos Bandung is in the moderately empowered category. The aspect of awareness to change is in the quite aware category, the aspect of the ability to gain access is in the quite capable category, the aspect of the ability to overcome obstacles is in the quite capable category, and the aspect of the ability to cooperate is in the quite capable category. Based on the results of this research, a program design was formulated called “Empowerment Improvement Program for the Beneficiary Families of Program ATENSI Kewirausahaan Warmindo” with activities consisting of (1) Warmindopreneur group formation and (2) social counseling. Keywords : Empowerment, Asistensi Rehabilitasi Sosial, Entrepreneurship, Warung Makan Indomie ABSTRAK HIRAS MANDO RAJAGUKGUK, 20.03.028. Keberdayaan Keluarga Penerima Manfaat Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Kewirausahaan Warung Makan Indomie oleh Poltekesos Bandung. Dosen Pembimbing: SUHARMA dan FACHRY ARSYAD Keberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merujuk pada kemampuan untuk melakukan sesuatu demi mewujudkan kehidupan yang berdaya, mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: (1) karakteristik responden, (2) kesadaran untuk berubah, (3) kemampuan untuk memperoleh akses, (4) kemampuan untuk mengatasi hambatan, dan (5) kemampuan untuk bekerja sama pada KPM Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kewirausahaan Warung Makan Indomie (Warmindo) oleh Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah 100 KPM, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah skala Likert. Uji validitas alat ukur menggunakan pengujian validitas kontruk (construct validity) dan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS Statistics 29. Hasil penelitian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberdayaan KPM Program ATENSI Kewirausahaan Warmindo oleh Poltekesos Bandung berada pada kategori cukup berdaya. Aspek kesadaran untuk berubah berada pada kategori cukup sadar, aspek kemampuan untuk memperoleh akses berada pada kategori cukup mampu, aspek kemampuan untuk mengatasi hambatan berada pada kategori cukup mampu, serta aspek kemampuan untuk bekerja sama berada pada kategori cukup mampu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dirumuskan suatu rancangan program yang dinamakan “Program Peningkatan Keberdayaan Keluarga Penerima Manfaat Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Kewirausahaan Warung Makan Indomie” dengan bentuk kegiatan terdiri dari (1) pembentukan kelompok Warmindopreneur dan (2) penyuluhan sosial. Kata Kunci : Keberdayaan, Asistensi Rehabilitasi Sosial, Kewirausahaan, Warung Makan IndomieItem Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Di Daerah Rawan Bencana Sesar Lembang Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.(Perpustakaan, 2024-10-10) WIDATUL AFIFAH. 20.03.059.; SUHARMA; FACHRY ARSYADWIDATUL AFIFAH. 20.03.059. Public preparedness in the face of earthquake disaster in the district of Rawan Disaster Sesar Lembang village Ciburial Prefecture of Cimenyan District of Bandung. SUHARMA and FACHRY ARSYAD. Ciburial Village is one of the villages in Cimenyan Sub-district, Bandung Regency, which is located in the zone passed by the Lembang fault, making this area prone to earthquakes with moderate to high strength. This study aims to determine community preparedness in facing earthquake disasters in the Lembang fault disaster-prone area of Ciburial Village. This research uses a descriptive survey method with a quantitative approach. The sample withdrawal in this study used proportionate stratified random sampling technique, so that a total sample of 93 respondents was obtained. The data analysis technique used descriptive statistics with the help of Microsoft excel and SPSS Version 25. The results showed that community preparedness in dealing with earthquake disasters was in the moderately prepared category. In the aspect of knowledge about earthquake disasters is in the knowing category. In the aspect of emergency response plans for earthquake disasters, the readiness of the community is in the moderately prepared category. In the aspect of earthquake disaster warning systems, community readiness is in the moderately prepared category. In the aspect of resource mobilization, community readiness is in the moderately prepared category. Based on the results of the study, a program design "WASPADA SADAYANA (village community preparedness time against the dangers of earthquake disaster)" was formed which is directed at efforts to increase community preparedness in the face of earthquake disasters. Keywords: Public Preparedness, Disasters, Earthquake ABSTRACT WIDATUL AFIFAH. 20.03.059. Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Di Daerah Rawan Bencana Sesar Lembang Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. Desa Ciburial merupakan salah satu desa di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang berada pada zona yang dilewati oleh sesar Lembang yang menyebabkan wilayah ini rawan terhadap bencana gempa bumi dengan kekuatan sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di daerah rawan bencana sesar Lembang Desa Ciburial. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 93 responden. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi berada pada kategori cukup siap. Pada aspek pengetahuan tentang bencana gempa bumi berada pada kategori mengetahui. Pada aspek rencana tanggap darurat bencana gempa bumi kesiapan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Pada aspek sistem peringatan bencana gempa bumi kesiapan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Pada aspek mobilisasi sumber daya kesiapan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dibentuk suatu rancangan program “WASPADA SADAYANA (waktu kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap bahaya bencana gempa)” yang diarahkan pada usaha peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di daerah rawan bencana sesar Lembang Desa Ciburial. Kata kunci : Kesiapsiagaan Masyarakat, Bencana, Gempa BumiItem Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-10-10) LIDIA AGNES CLARITA, 20.03.053.; SUHARMA; FACHRY ARSYADLIDIA AGNES CLARITA, 20.03.053. Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Dosen Pembimbing: SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. Program Keluarga Harapan (PKH), merupakan salah satu program yang ditujukan untuk menngkatkan kondisi sosial ekonomi Keluarga Penerima Manfaat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberika gambaran yang komperhensif tentang: (1) kondisi pendidikan Keluarga Penerima Manfaat, (2) keterlibatan terhadap kegiatan kemasyarakatan Keluarga Penerima Manfaat, (3) kondisi pekerjaan Keluarga Penerima Manfaat, dan (4) kondisi rumah tempat tinggal Keluarga Penerima Manfaat program Keluarga Harapan di Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.221 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik menurut Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Alat ukur penelitian rating scale. Uji validitas yang digunakan adalah validitas muka (face validity), uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha > 0,60 (reliabel) dengan bantuan Software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) terletak pada kelas menengah dengan skor rata-rata jawaban mayoritas responden pada semua kondisi memiliki nilai 2.875, hal tersebut masih dapat ditingkatkan dalam rangka memberikann kesejahteraan serta kemandirian ekonomi secara lebih baik. Oleh karena itu, disusulkan program “Langkah Maju Bersama”. Kata kunci : Keluarga Penerima Manfaat, Kondisi Pendidikan, Keterlibatan Kemasyarakatan, Pekerjaan, Kondisi Tempat Tinggal ABSTRCT LIDIA AGNES CLARITA, 20.03.053. Socioeconomic Conditions of Beneficiary Program Keluarga Harapan (PKH) in Binong Jati Creative Knitting Tourism Village, Binong Village, Batununggal District, Bandung City. Supervisors: SUHARMA and FACHRY ARSYAD. Program Keluarga Harapan (PKH), is one of the programs aimed at improving the socio-economic conditions of beneficiary families. The purpose of this study is to provide a comprehensive picture of: (1) the education condition of the beneficiary families, (2) the involvement in community activities of the beneficiary families, (3) the employment condition of the beneficiary families, and (4) the housing condition of the beneficiary families in the Kampung Wisata Kreatif Rajut Binong Jati, Binong Village, Batununggal Subdistrict, Bandung City. The research method used was descriptive quantitative. The sources used were primary and secondary sources. The population in this study were 1,221 beneficiary families of the Family Hope Program (PKH) in the Binong Jati Creative Knitting Tourism Village, Binong Village, Batununggal District, Bandung City. The sampling technique in this study was the technique according to Slovin. Data collection techniques using questionnaires and documentation studies. Rating scale research measurement tool. Data collection techniques using questionnaires and documentation studies. Rating scale research measurement tool. The validity test used is face validity, the reliability test uses Cronbach's Alpha> 0.60 (reliable) with the help of Statistical Product and Service Solution (SPSS) software. The results showed that the socio-economic conditions of the Beneficiary Families of the Family Hope Program (PKH) are located in the middle class with the average score of the majority of respondents' answers in all conditions having a value of 2,875, this can still be improved in order to provide better welfare and economic independence. Therefore, the “Step Forward Together” program is proposed. Keywords: Beneficiary Families, Education Condition, Community Involvement, Employment, Living ConditionsItem Pelaksanaan Diversi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Melalui Pendekatan Restorative justice di Bapas Kelas I Bandung, Jawa Barat.(Perpustakaan, 2024-09-17) NANDA IMAN SARI, NRP. 20.03.092.; SUHARMA; FACHRY ARSYADNANDA IMAN SARI, NRP. 20.03.092. Pelaksanaan Diversi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Melalui Pendekatan Restorative justice di Bapas Kelas I Bandung, Jawa Barat. Dosen Pembimbing : SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. Diversi merupakan suatu mekanisme yang memugkinkan anak dialihkan dari proses peradilan menuju proses pelayanan sosial dengan ketentuan syarat yang harus dipenuhi melalui pendekatan keadilan restoratif atau musyawarah. Keberhasilan dalam pelaksanaan diversi melalui pendekatan keadilan restoratif adalah dengan terlibatnya seluruh pihak yang terlibat dalam mengimplementasikan pelaksanaan diversi dan kesepakatan diversi yang dihasilkan dari proses musyawarah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan diversi melalui pendekatan restorative justice berdasarkan tiga sapek meliputi 1) Aspek pelaksanaan diversi ABH melalui restorative justice di tahap penyidikan, 2) Aspek diversi ABH melalui restorative justice di tahap penuntutan, dan 3) Aspek pelaksanaan diversi ABH melalui restorative justice di tahap pemeriksaan perkara anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga terjaring lima informan yang berasal dari pembimbing kemasyarakatan Bapas Kelas I Bandung, pekerja sosial koreksional Dinas Sosial Kota Bandung, dan klien Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Bapas Kelas I Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek belum terlaksana dengan baik karena masih terdapat beberapa hambatan dalam prosesnya di tiap-tiap tahap karena: 1) Pembimbing kemasyarakatan belum mempunyai keterampilan dalam melakukan pendekatan terhadap anak dan keluarga. 2) Belum terdapat program untuk pengembangan kapasitas pembimbing kemasyarakatan anak. 3) Kurangnya pemahaman ABH dan keluarga tentang diversi melalui RJ. 4)Waktu pelaksanaan diversi yang tidak menentu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengususlkan suatu program intervensi yaitu program “Pengembangan Kapasitas Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pelaksanaan Diversi Anak Berhadapan dengan Hukum Melalui Pendekatan Restorative justice.” Dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pembimbing kemasyarakatan dalam penanganan diversi ABH melalui restorative justice di Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung. Kata kunci : Diversi, Anak Berhadapan dengan Hukum, Restorative justice ABSTRACT NANDA IMAN SARI, NRP. 20.03.092. Implementation of Diversion for Children in Conflict with the Law (ABH) through a Restorative justice Approach at Bapas Class I Bandung, West Java. Supervisors: SUHARMA and FACHRY ARSYAD. Diversion is a mechanism that allows children to be diverted from the judicial process to the social service process with the provision of conditions that must be met through a restorative justice approach or deliberation. The success of implementing diversion through a restorative justice approach is through the involvement of all parties involved in implementing the implementation of diversion and the diversion agreement resulting from the deliberation process. This study aims to determine how the process of implementing diversion through a restorative justice approach is based on three aspects including 1) Aspects of implementing ABH diversion through restorative justice at the investigation stage, 2) Aspects of ABH diversion through restorative justice at the prosecution stage, and 3) Aspects of implementing ABH diversion through restorative justice at the stage of examining children's cases. The research method used is descriptive qualitative. Sampling in this study used a purposive sampling technique so that five informants were collected from community counselors at Bapas Class I Bandung, correctional social workers at the Bandung City Social Service, and clients of Children in Conflict with the Law (ABH) at Bapas Class I Bandung. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews and documentation studies. The results of the study indicate that the three aspects have not been implemented properly because there are still several obstacles in the process at each stage because: 1) Community counselors do not yet have the skills to approach children and families. 2) There is no program for developing the capacity of community counselors for children. 3) Lack of understanding of ABH and families about diversion through RJ. 4) The implementation time of diversion is uncertain. Based on the results of the study, the researcher proposed an intervention program, namely the program "Developing the Capacity of Community Counselors in the Implementation of Diversion for Children in Conflict with the Law Through a Restorative Justice Approach." With the aim of improving the performance of community counselors in handling ABH diversion through restorative justice at the Class I Bandung Correctional Center. Keywords: Diversion, Children in Conflict with the Law, Restorative justiceItem Pemberdayaan Sosial Ekonomi Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Fisik dan Sensorik Program Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang Pada BBPPKS di Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) DINDA RATNA WULAN. NRP. 20.03.119.; SUHARMA; FACHRY ARSYADDINDA RATNA WULAN. NRP. 20.03.119. Pemberdayaan Sosial Ekonomi Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Fisik dan Sensorik Program Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang Pada BBPPKS di Bandung. Dosen Pembimbing: SUHARMA dan FACHRY ARSYAD. Pemberdayaan sosial ekonomi merujuk pada upaya pemberian daya untuk memperoleh akses informasi, pengetahuan, keterampilan, kesempatan berpartisipasi, serta penguatan faktor produksi dan pemasaran produk kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang (a) karakteristik informan, (b) pemberian akses informasi, (b) pemberian pengetahuan, (c) pemberian keterampilan, (d) pemberian kesempatan berpartisipasi, (e) penguatan faktor produksi kewirausahaan, dan (f) penguatan pemasaran produk kewirausahaan bagi penerima manfaat penyandang disabilitas fisik dan sensorik program Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang Pada BBPPKS di Bandung. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Adapun pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan sosial ekonomi pada Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang dilaksanakan dengan cukup baik. Namun, masih terdapat permasalahan, yaitu (a) kurangnya kemandirian dan kepercayaan diri penerima manfaat, (b) belum adanya pelatihan sesuai bidang kesenian lukisan dan handycraft, (c) kurangnya kemampuan penerima manfaat melakukan pemasaran produk, dan (d) belum adanya evaluasi hasil dan proses pada setiap kegiatan yang dilakukan. Maka dari itu, peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Program Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang dalam Meningkatkan Kemandirian Sosial Ekonomi Penerima Manfaat Penyandang Disabilitas Melalui Bimbingan Sosial dan Pelatihan Pemasaran Produk” atau Bale Lembang Berdikari. Kata Kunci: Pemberdayaan Sosial Ekonomi, Penyandang Disabilitas Fisik dan Sensorik, Sentra Kreasi ATENSI Bale Lembang ABSTRACT DINDA RATNA WULAN. NRP. 20.03.119. Socioeconomic Empowerment of Physically and Sensorily Disabled Beneficiaries of the ATENSI Bale Lembang Creative Center at BBPPKS Bandung. Advisor: SUHARMA and FACHRY ARSYAD. Socioeconomic empowerment refers to efforts to provide the capacity to access information, knowledge, skills, opportunities for participation, as well as strengthening production factors and marketing entrepreneurial products. This study aims to obtain an empirical picture of (a) informant characteristics, (b) provision of information access, (c) provision of knowledge, (d) provision of skills, (e) provision of opportunities for participation, (f) strengthening of entrepreneurial production factors, and (g) strengthening of marketing of entrepreneurial products for physically and sensorily disabled beneficiaries of the ATENSI Bale Lembang Creative Center Program at BBPPKS Bandung. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data sources used are primary data determined by purposive sampling and secondary data. The data collection techniques in this study are in-depth interviews, participant observation, and document study. Meanwhile, data validity is tested using credibility, transferability, dependability, and confirmability tests. The research results were analyzed using open coding, axial coding, and selective coding. The results of the study show that the process of socioeconomic empowerment at the ATENSI Bale Lembang Creative Center is carried out well. However, there are still problems, namely (a) lack of independence and self-confidence of beneficiaries, (b) lack of training in the fields of painting and handicraft, (c) lack of beneficiary ability to market products, and (d) lack of evaluation of results and processes in each activity carried out. Therefore, the researcher proposes a program called "Optimizing the ATENSI Bale Lembang Creative Center Program to Improve the Socioeconomic Independence of Beneficiaries with Disabilities Through Social Guidance and Product Marketing Training" or Bale Lembang Berdikari. Keywords: Socioeconomic Empowerment, Physically and Sensorily Disable, ATENSI Bale Lembang Creative CenterItem Peran Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Judi Online di Kalangan Generasi Muda di Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan Kabupaten Sleman.(Perpustakaan, 2024-03-08) MUHAMMAD ICHSAN QOMARI ADITYAWAN, 19.03.030.; SUHARMA; ROSILAWATIABSTRAK MUHAMMAD ICHSAN QOMARI ADITYAWAN, 19.03.030. Peran Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Judi Online di Kalangan Generasi Muda di Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan Kabupaten Sleman. Dosen pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peran tokoh masyarakat dalam mencegah judi online di kalangan generasi muda. Peran tokoh masyarakat penting dalam mencegah judi online, tokoh masyarakat memiliki kedudukan dan status yang harus dijalankan dalam mencegah judi online. Secara khusus penelitian ini meliputi peran tokoh masyarakat sebagai motivator, fasilitator dan mobilisator. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peran tokoh masyarakat dalam mencegah judi online di kalangan generasi muda belum dilaksanakn optimal. Hal ini ditunjukkan dengan dikarenakan ketiga aspek peran tokoh masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga belum adanya bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh tokoh masyarakat dalam pencegahan judi online. Selain itu belum adanya sosialisasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat tentang dampak negatif judi online. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa parisipasi sosial masyarakat dalam mencegah judi online masih rendah. Usulan program Peningkatan Kapasitas Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Judi Online di Kalangan Generasi Muda layak untuk dilaksanakan dalam mencegah judi n di kalangan generasi muda. Kata Kunci: Peran, Tokoh Masyarakat, Judi Online ABSTRACK MUHAMMAD ICHSAN QOMARI ADITYAWAN, 19.03.030. The Role of Community Figures in Preventing Online Gambling Among the Young Generation in the Purwomartani Village, Kalasan District, Sleman Regency. Supervisor: SUHARMA and ROSILAWATI This study aims to describe the role of community leaders in preventing online gambling among the younger generation. The role of community leaders is important in preventing online gambling, community leaders have a position and status that must be carried out in preventing online gambling. In particular, this research covers the role of community leaders as motivators, facilitators and mobilizers. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources using techniques purposive sampling. Data collection techniques using in-depth interviews and documentation studies. Checking the validity of the data uses a credibility test with triangulation of sources and techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of the role of community leaders in preventing online gambling among the younger generation has not been implemented optimally. This is shown because the three aspects of the role of community leaders are not running as they should, so there is no form of activity carried out by community leaders in preventing online gambling. In addition, there has been no outreach by community leaders about the negative effects of online gambling. The results of the study also show that people's social participation in preventing online gambling is still low. The proposed program for Increasing the Capacity of Community Leaders in Preventing Online Gambling Among the Younger Generation is feasible to be implemented in preventing online gambling among the younger generation. Keywords: Role, Role of Community Figures, Gambling OnlineItem Pola Asuh Orang Tua Anak dengan Kedisabilitasan di Desa Cipinang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Juli 2024,(Perpustakaan, 2024-09-17) MUHAMMAD ILHAM ARIFIAN LUMAYUNG, NRP. 20.03.008.; SUHARMA; FACHRY ARSYADMUHAMMAD ILHAM ARIFIAN LUMAYUNG, NRP. 20.03.008. Pola Asuh Orang Tua Anak dengan Kedisabilitasan di Desa Cipinang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Juli 2024, Dosen Pembimbing: SUHARMA dan FACHRY ARSYAD Pola asuh merupakan serangkaian upaya yang dilakukan orang tua dalam membimbing, mendisiplinkan, mendidik, serta melindungi anak agar mencapai proses pendewasaan yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Penulisan penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pola asuh yang diberikan oleh orang tua kepada anak dengan kedisabilitasan di Desa Cipinang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, karena wilayah tersebut memiliki angka disabilitas yang tinggi di Kabupaten Bandung. Pada prosesnya, penelitian ini berupaya memberikan gambaran rinci pola asuh orang tua anak dengan kedisabilitasan di Desa Cipinang mencakup aspek yang terdiri dari: (1) aspek kontrol, (2) aspek kehangatan, (3) aspek pelatihan emosi, dan (4) aspek pendisiplinan. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif, penulis dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait bagaimana tindakan yang dilakukan oleh orang tua dalam memberikan pola asuh kepada anak dengan kedisabilitasan. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah dengan pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria dengan pertimbangan yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer hasil wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan data sekunder, reduksi data, dan sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pola asuh kepada anak dengan kedisabilitasan, orang tua cenderung menerapkan pola asuh yang permisif kepada mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan tindakan orang tua yang terlihat lebih banyak membebaskan anak dengan kedisabilitasan dalam melakukan kegiatan seharihari di rumah. Dimana dalam memberikan pengasuhan di rumah, orang tua cenderung tidak mengarahkan anak untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan kemandirian anak. Selain itu orang tua juga masih abai dalam memberikan terapi khusus kepada anak mereka, dimana orang tua beralasan bahwa keterbatasan ekonomi yang membuat mereka tidak dapat memberikan layanan terapi kepada anak mereka. Kata Kunci: Orang Tua, Anak dengan Kedisabilitasan, Pola Asuh ABSTRACT MUHAMMAD ILHAM ARIFIAN LUMAYUNG, NRP. 20.03.008. Parenting Patterns of Parents of Children with Disabilities in Cipinang Village, Cimaung District, Bandung Regency, July 2024, Supervisor: SUHARMA and FACHRY ARSYAD Parenting is a series of efforts made by parents to guide, discipline, educate and protect children so that they achieve a maturation process that is in accordance with the values that apply in society. This research was written with the aim of finding out the description of the parenting style given by parents to children with disabilities in Cipinang Village, Cimaung District, Bandung Regency, because this area has a high disability rate in Bandung Regency. In its process, this research seeks to provide a detailed description of the parenting patterns of parents of children with disabilities in Cipinang Village including aspects consisting of: (1) control aspects, (2) warmth aspects, (3) emotional training aspects, and (4) disciplinary aspect. This writing uses a qualitative method with a descriptive design. Through a qualitative approach, the author was able to gain a deeper understanding regarding the actions taken by parents in providing parenting to children with disabilities. The data collection technique used in this research is the selection of informants using the Purposive Sampling technique, which is a sampling technique using several criteria with the desired considerations in order to determine the number of samples to be studied. The data analysis technique is carried out by collecting primary data from in-depth interviews and secondary data, data reduction, and presenting the data and then drawing conclusions. The results of research conducted by the author show that in implementing parenting patterns for children with disabilities, parents tend to apply permissive parenting patterns to them. This is proven by the actions of parents who are seen to be more likely to allow children with disabilities to carry out daily activities at home. Where in providing care at home, parents tend not to direct their children to be able to complete tasks related to the child's independence. Apart from that, parents also still neglect to provide special therapy to their children, where parents argue that economic limitations mean they cannot provide therapy services to their children. Keywords: Parents, Children with Disabilities, Parenting PatternsItem Program Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Anak Jalanan di Dinas Sosial Kota Tangerang.(Perpustakaan, 2025-03-18) MAULDAN ROBBIISMA FADLI NRP. 1803042; SUHARMA; FACHRY ARSYADMAULDAN ROBBIISMA FADLI: Program Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Anak Jalanan di Dinas Sosial Kota Tangerang. Dosen Pembimbing: SUHARMA dan FACHRY ARSYAD Bimbingan Sosial adalah intervensi yang membantu individu untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan sosial, memahami dan menegelola hubungan interpersonal serta mengingkatkan keterampilan sosial dalam berinteraksi dalam bersosial. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Program Pemberian Bimbingan Sosial kepada Anak Jalanan di Dinas Sosial Kota Tangerang. Informan yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 5 orang terdiri atas 2 orang pihak dinas sosial dan 3 orang anak jalanan yang mendapatkan bimbingan sosial yang berusia 14-16 tahun. Penelitian ini melihat gambaran program bedasarkan tiga aspek. Pertama pemahaman anak jalanan tentang hubungan interpersonal, kedua pengelolaan hubungan interpersonal anak jalanan, dan ketiga keterampilan sosial anak jalanan dalam berinteraksi. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif, penulis dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait bagaimana hasil gambaran secara lengkap, detail dan mendalam tentang bagaimana Program Pemberian Bimbingan Sosial Anak Jalanan Pada Dinas Sosial Kota Tangerang Provinsi Banten. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penilitian ini, adalah dengan pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria dengan pertimbangan yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer hasil wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan data sekunder, reduksi data, dan sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulisan menunjukkan bahwa mayoritas anak jalanan dalam aspek keterampilan sosial memiliki motivasi yang kurang dalam mengikuti pelatihan dari Dinas Sosial mayoritas dari mereka mengikuti hal tersebut karena keterpaksaan mereka, kemudian kurangnya motivasi anak jalanan untuk keluar dari jalanan hal ini didukung oleh masih nyamanya mereka berada dijalan, mereka berpendapat bahwa jalanan merupakan hal yang mudah untuk medapatkan sesuatu, faktor keluarga dan ekonomi yang rendah menyebabkan mereka kembali kejalanan. Kata Kunci: Bimbingan Sosial, Anak Jalanan, Dinas Sosial