Browsing by Author "YUTI SRI ISMUDIYATI"
Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
Item Capacity Building dan Pendampingan Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-15) SORAYA LESSY. 22.01.006.; BAMBANG INDRAKENTJANA; YUTI SRI ISMUDIYATISORAYA LESSY. 22.01.006. Capacity Building and Assistance with Community Based Intervention Recovery Agent in Handling Drug Abuse in Jayagiri Village, Sindangbarang District, Cianjur Regency. Supervisor: BAMBANG INDRAKENTJANA and YUTI SRI ISMUDIYATI. The increasing abuse of narcotic drugs and psychotropic substances in Jayagiri Village, Sindangbarang District, Cianjur Regency, represents a significant issue that necessitates comprehensive intervention from the government and community elements. In addressing the issue of drug abuse in Jayagiri Village, in 2022, the National Narcotics Agency of Cianjur Regency, in collaboration with the village government, established a Community-Based Intervention (CBI) in Jayagiri Village as part of the Desa Bersinar program. Community participation is crucial in efforts to combat drug abuse. Therefore, the CBI recovery agent was established. Following its formation, this recovery agent received capacity-building to enhance knowledge and skills in implementing CBI activities/services. This study aims to develop technology engineering for capacity building and support for CBI recovery agents, focusing on the primary concept of assisting CBI recovery agents in implementing activities/services in the field, as well as community participation in program evaluation. This study employs a qualitative approach using the Participatory Action Research (PAR) method. Data collection involves documentation studies, observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Additionally, two tools or methods supporting FGD are utilized: Methodology Participatory Assessment (MPA) and Technology of Participation (ToP). The participants in the study were 14 CBI recovery agents. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive method. The results indicated that the design of capacity building and mentoring for CBI recovery agents effectively enhanced their knowledge and skills. Furthermore, community participation in providing input or feedback on CBI activities/services was effective for the future development of the CBI program. The achieved outcome was that the implementation of CBI activities and services became more optimal and of higher quality. Keywords: Capacity Building; Mentoring: Recovery Agents; Community-Based Intervention; Community Participation. ABSTRAK SORAYA LESSY. 22.01.006. Capacity Building dan Pendampingan Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur. Pembimbing: BAMBANG INDRAKENTJANA dan YUTI SRI ISMUDIYATI. Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang semakin marak di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur merupakan permasalahan yang membutuhkan penanganan secara maksimal dari pemerintah dan unsur masyarakat. Dalam mengatasi permasalahan penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri, pada tahun 2022 BNN Kabupaten Cianjur bersama pemerintah desa membentuk IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) di Desa Jayagiri yang merupakan bagian dari program Desa Bersinar. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA, maka dibentuklah agen pemulihan IBM. Setelah dibentuk, agen pemulihan ini mendapatkan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan/layanan IBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rekayasa teknologi capacity building dan pendampingan agen pemulihan IBM dengan mengusung konsep utama yakni kegiatan pendampingan terhadap agen pemulihan IBM dalam melaksanakan kegiatan/layanan di lapangan, serta partisipasi masyarakat dalam evaluasi program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR). Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta menggunakan 2 alat atau metode yang mendukung FGD, yaitu Methodology Participatory Assessment (MPA) dan Technology of Participation (ToP). Partisipan penelitian yakni 14 orang agen pemulihan IBM. Analisis data menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain capacity building dan pendampingan agen pemulihan IBM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agen pemulihan IBM. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan atau feedback terhadap kegiatan/layanan IBM efektif untuk pengembangan program IBM ke depannya. Outcome yang dicapai adalah pelaksanaan kegiatan dan layanan IBM menjadi lebih optimal dan berkualitas. Kata Kunci: Capacity Building; Pendampingan; Agen Pemulihan; Intervensi Berbasis Masyarakat; Partisipasi Masyarakat.Item Citra Diri (Self Image) Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan di Rumah Hijrah Khadijah Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat.(Perpustakaan, 2024-10-15) Umay Dwi Lestari, 20.02.036.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIUmay Dwi Lestari, 20.02.036. Self Image of Female Drug Abuse Victims at Rumah Hijrah Khadijah, North Bogor Sub-district, Bogor City, West Java. Supervisors: YUTI SRI ISMUDIYATI, and DAYNE TRIKORA WARDHANI. Research on Self Image of Female Drug Abuse Victims at Rumah Hijrah Khadijah, North Bogor District, Bogor City, West Java aims to obtain an overview of: 1. The characteristics of the informant, 2. The image that a person has about his/her appearance, especially physical and expressions given to others (Perceptual Component), 3. An overview of the characteristics within a person which includes the advantages and disadvantages possessed by the individual, self-ability and limitations possessed by the individual (Conceptual Component), 4. A person's thoughts and feelings about himself/herself, status and views towards other individuals (Attitudional Component). The research method used is descriptive qualitative with 4 (four) informants who are divided into female drug abuse victims, social workers and addiction counselors at Rumah Hijrah Khadijah Bogor. Data were collected through descriptive qualitative techniques, namely in-depth interviews, observation and documentation studies. Data analysis was carried out by data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing and data verification. The results showed that the Self Image of Female Drug Abuse Victims at Rumah Hijrah Khadijah, North Bogor Sub-district, Bogor City, West Java, experienced shame and low self-esteem towards the changes that occurred in their physique, feeling guilty and dissatisfied with their social roles, and lack of family acceptance. The results showed that the Self Image of Female Drug Abuse Victims at Rumah Hijrah Khadijah, North Bogor Sub-district, Bogor City, West Java, experienced shame and low self-esteem towards the changes that occurred in their physique, feeling guilty and dissatisfied with their social roles, and lack of family acceptance. The proposed program based on the research findings is "Enhancing Self-Image for Female Victims of Drug Abuse through Counseling. Keywords: Self Image, Female Victims of Drug Abuse, Rumah Hijrah Khadijah ABSTRAK Umay Dwi Lestari, 20.02.036. Citra Diri (Self Image) Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan di Rumah Hijrah Khadijah Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat. Dosen Pembimbing: YUTI SRI ISMUDIYATI, dan DAYNE TRIKORA WARDHANI. Penelitian tentang Citra Diri (Self Image) Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan di Rumah Hijrah Khadijah Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai: 1. Karakteristik Informan, 2. Gambaran yang dimiliki seseorang mengenai penampilan dirinya, terutama fisik dan ekspresi yang diberikan pada orang lain (Perceptual Component), 3. Gambaran tentang karakteristik dalam diri seseorang yang meliputi tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh individu, kemampuan diri serta keterbatasan yang dimiliki oleh individu (Conceptual Component), 4. Pemikiran serta perasaan seseorang mengenai dirinya, status dan pandangan terhadap individu lain (Attitudional Component). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan 4 (empat) informan yang dibedakan menjadi Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan, Pekerja Sosial dan Konselor Adiksi di Rumah Hijrah Khadijah Bogor. Data dikumpulkan melalui teknik kualitatif deskriptif yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Citra Diri (Self Image) Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan di Rrumah Hijrah Khadijah Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat mengalami rasa malu dan rendah diri terhadap perubahan yang terjadi pada fisiknya, merasa bersalah dan tidak puas terhadap peran sosialnya, dan kurangnya penerimaan keluarga. Hal tersebut sangat mempengaruhi serta memperburuk citra diri korban penyalahgunaan NAPZA Perempuan di Rumah Hijrah Khadijah Bogor. Berdasarkan hal ini, program yang diusulkan sesuai dengan hasil penelitian adalah “Peningkatan Citra Diri Bagi Perempuan Korban Penyalahgunaan NAPZA melalui Konseling. Kata kunci : Citra Diri (Self Image), Korban Penyalahgunaan NAPZA Perempuan, Rumah Hijrah KhadijahItem Coping Strategy Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Menjalani Pembinaan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Bandung.(Perpustakaan, 2025-07-28) TIARA DEVI CRISTINA SIHOMBING NRP 21.02.055; YUTI SRI ISMUDIYATI; ENUNG HURIPAHTIARA DEVI CRISTINA SIHOMBING, Coping Strategy Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Menjalani Pembinaan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Bandung. Dosen Pembimbing: YUTI SRI ISMUDIYATI dan ENUNG HURIPAH Penelitian ini berjudul Coping Strategy Anak Berhadapan dengan Hukum dalam Menjalani Pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Bandung. Coping strategy adalah cara individu dalam menghadapi tekanan melalui pendekatan pemecahan masalah, pengaturan emosi, maupun pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk coping strategy yang digunakan oleh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) serta merancang program intervensi yang memperkuat regulasi emosi dan spiritualitas mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan jumlah responden sebanyak 139 anak binaan laki-laki di LPKA Kelas II Bandung. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk mengkaji tiga aspek coping: problem-focused, emotional-focused, dan religious-focused coping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional-focused coping berada pada kategori tinggi, sedangkan problemfocused dan religious-focused coping berada pada kategori sedang. Anak cenderung merespons tekanan secara emosional, namun belum sepenuhnya adaptif. Selain itu, nilai-nilai religius belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber penguatan diri. Sebagai tindak lanjut, peneliti menyusun program “Penguatan Emotional dan Religious ABH melalui Terapi Psikososial” dengan metode pekerjaan sosial kelompok dan pendekatan kelompok edukatif. Program ini menggunakan tiga teknik utama, yaitu katarsis, Emotional Freedom Technique (EFT), dan terapi mental spiritual. Kata Kunci: Anak Berhadapan dengan Hukum, Coping Strategy, Emotional, Religious, Terapi PsikososialItem Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada perempuan Dengan HIV/AIDS di Yayasan Victorty Plus Yogyakarta(Perpustakaan, 2024-10-09) BUNGA INDAH LESTARI. 20.02.098.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIABSTRAK BUNGA INDAH LESTARI. 20.02.098. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada perempuan Dengan HIV/AIDS di Yayasan Victorty Plus Yogyakarta. Dosen Pembimbing YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI Penelitian tentang Faktor-faktor Yang mempengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada Perempuan Dengan HIV/AIDS bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan tentang HIV/AIDS, sikap orang dengan HIV/AIDS terhadap kepatuhan terapi antiretroviral, tindakan orang dengan HIV/AIDS terhadap terapi antiretroviral dan sistem layanan kesehatan dalam melayani orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan responden menggunakan teknik pusposive sampling dengan kriteria perempuan dengan HIV/AIDS yang berusia 19-50 tahun, berada dalam cakupan wilayah kerja Yayasan Victory Plus Yogyakarta yang berada di Kabupaten Sleman yaitu daerah Tukangan, Umbulharjo, Mrican, Tegal Panggung dan Plemburan dan terdata di Yayasan Victory Plus Yogyakarta. eknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dan studi dokumentasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan face validity (validitas muka) dan validitas konstrak serta uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan statistic deskriptif yaitu dengan melakukan tabulasi data, pengelompokkan data, mengedit data, menghitung data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (70%) responden belum sepenuhnya mematuhi terapi antiretroviral. Presentase responden berdasarkan aspek pengetahuan sebesar (93%), aspek sikap sebesar (73%), aspek tindakan sebesar (68%) dan aspek layanan kesehatan sebesar (68%). Aspek sikap, tindakan dan layanan kesehatan berada pada kategori sedang, sehingga membutuhkan peningkatan kepatuhan terapi antiretroviral. Rencana program yang diusulkan adalah “Peningkatan Kesadaran Diri Pada Perempuan Dengan HIV/AIDS di Yayasan Victory Plus Yogyakarta”. Program ini menggunakan metode case work dan group work dengan teknik konseling dan berbagi pengalaman (sharing experiences), jenis kelompok yang digunakan dalam metode group work adalah selfhelp group. Kata Kunci: Faktor-faktor Yang Mempengaruhi, Kepatuhan Terapi Antiretroviral, Perempuan Dengan HIV/AIDS, Yayasan Victory Plus Yogyakarta. ABSTRACT BUNGA INDAH LESTARI. 20.02.098. Factors Affecting Adherence to Antiretroviral Therapy among Women with HIV/AIDS at Yayasan Victorty Plus Yogyakarta. Supervisors YUTI SRI ISMUDIYATI and DAYNE TRIKORA WARDHANI. Research on Factors Affecting Antiretroviral Therapy Adherence in Women with HIV/AIDS aims to obtain an overview of knowledge about HIV/AIDS, attitudes of people with HIV/AIDS towards antiretroviral therapy adherence, actions of people with HIV/AIDS towards antiretroviral therapy and the health service system in serving people with HIV/AIDS. This study used a quantitative method using a descriptive approach. Respondents were collected using purposive sampling technique with the criteria of women with HIV/AIDS aged 19-50 years, within the scope of the Victory Plus Yogyakarta Foundation's working area in Sleman Regency, namely Tukangan, Umbulharjo, Mrican, Tegal Panggung and Plemburan areas and recorded at the Victory Plus Yogyakarta Foundation. Data collection techniques used questionnaires or questionnaires and documentation studies. The validity test in this study used face validity and construct validity and instrument reliability test using Cronbach's Alpha. Data analysis uses descriptive statistics, namely by tabulating data, grouping data, editing data, calculating data, and conclusions. The results of this study showed that (70%) of respondents had not fully complied with antiretroviral therapy. The percentage of respondents based on the knowledge aspect was (93%), the attitude aspect was (73%), the action aspect was (68%) and the health service aspect was (68%). Aspects of attitude, action and health services are in the moderate category, thus requiring improvement in antiretroviral therapy compliance. The proposed program plan is “Improving SelfAwareness in Women with HIV/AIDS at Victory Plus Foundation Yogyakarta”. This program uses case work and group work methods with counseling techniques and sharing experiences, the type of group used in the group work method is a selfhelp group. Keywords: Influencing Factors, Antiretroviral Therapy Adherence, Women with HIV/AIDS, Victory Plus Foundation Yogyakarta.Item Kemampuan Adaptasi Sosial Anak Terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru Kabupaten Bandung Barat, Skripsi, Progam Pendidikan Sarjana Terapan Pekerja Sosial, 2024,(Perpustakaan, 2024-08-14) Hanafi Tio Pambudi, 20.02.008.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIHanafi Tio Pambudi, 20.02.008. Social Adaptation Abilities of Abandoned Children at the Rumah Pengharapan Baru Child Welfare Institution in West Bandung Regency, Thesis, Applied Social Worker Education Program, 2024, YUTI SRI ISMUDIYATI and DAYNE TRIKORA WARDHANI. The study on the Social Adaptation Abilities of Abandoned Children at the Rumah Pengharapan Baru Child Welfare Institution in West Bandung Regency aims to obtain an overview of: 1) The actual appearance of abandoned children, 2) Their adjustment to various groups of abandoned children, 3) The social attitudes of abandoned children, 4) The personal satisfaction of abandoned children at the Rumah Pengharapan Baru Child Welfare Institution. The research method used is a qualitative descriptive approach with three informants being abandoned children, one social worker informant, and one caregiver informant. The qualitative method is used to explore the experiences, perceptions, and views of these children through in-depth interviews, observations, and document studies. Data analysis is conducted using data reduction and data presentation techniques. The research results show that the social adaptation of abandoned children at the Rumah Pengharapan Baru Child Welfare Institution still shows issues in the aspects of the actual appearance of abandoned children regarding anxiety about the future, inability to trust others, and lack of courage to perform in public. The proposed program according to the identified issues is the "Interpersonal Communication Improvement Program at Rumah Pengharapan Baru Child Welfare Institution." Keywords: Adaptation Ability, Social Adaptation, Abandoned Children ABSTRAK Hanafi Tio Pambudi, 20.02.008. Kemampuan Adaptasi Sosial Anak Terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru Kabupaten Bandung Barat, Skripsi, Progam Pendidikan Sarjana Terapan Pekerja Sosial, 2024, YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI. Penelitian tentang Kemampuan Adaptasi Sosial Anak Terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru Kabupaten Bandung Barat bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai: 1) Penampilan nyata anak terlantar, 2) Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok anak terlatar, 3) Sikap sosial anak terlantar, 4) Kepuasan pribadi anak terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tiga informan anak terlantar, satu informan pekerja sosial dan satu informan pengasuh. Metode kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman, persepsi, dan pandangan anak anak ini melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial anak terlantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Rumah Pengharapan Baru masih menunjukkan adanya permasalahan pada aspek penampilan nyata pada diri anak terlantar menganai kecamasan akan masa depan, belum mampu percaya kepada orang lain, kurang berani tanpil dimuka umum. Progam yang diusulkan sesuai dengan hasil permasalahan adalah progam “Peningkatan Komunikasi Interpersonal di LKSA Rumah Pengharapan Baru”. Kata kunci: Kemampuan Adaptasi, Adaptasi Sosial, Anak Terlantar.Item Kondisi Biopsikososial dan Spiritual (BPSS) Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ananda Seva Dharma Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng(Perpustakaan, 2024-08-14) ANDINI NUR RAMADANTI, 20.02.071; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIANDINI NUR RAMADANTI, 20.02.071. Kondisi Biopsikososial dan Spiritual (BPSS) Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ananda Seva Dharma Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Dibimbing oleh YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI Kondisi biopsikososial dan spiritual adalah kondisi yang merujuk pada hubungan antara faktor psikologis individu (pikiran, emosi, perilaku) dengan lingkungan sosial mereka (keluarga, teman, komunitas). Kondisi ini mencakup berbagai aspek yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek sosial dan aspek spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi biopsikososial dan spiritual anak korabn kekerasan seksual di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ananda Seva Dharma Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Metode penelitian mengunakan pendekatan deskriptif. dalam bentuk deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan purposive, dan mendapatkan hasil berjumlah tujuh informan terdiri dari dua anak korban kekerasan seksual, dua pendamping, satu pekerja sosial dan dua orang tua. Pemeriksa keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu, serta member check / pengecekan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban kekerasan seksual mengalami permasalahan pada aspek psikologisnya yaitu pada kontrol emosi dan pemecahan masalah. Program yang diusulkan yaitu terapi Rasional Emotif Behaviour Theraphy (REBT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi situasi pemecahan masalah dan mengubah pola pikir mengenai emosi anak korban kekerasan seksual di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ananda Seva Dahrma. Kata Kunci: Kondisi Biosikososial dan Spiritual, Anak, Kekerasan SeksualItem Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program ATENSI WARMINDO di Kabupaten Garut.(Perpustakaan, 2024-10-02) Lukman Insanul Hakim, 20.02.035.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANILukman Insanul Hakim, 20.02.035. Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program ATENSI WARMINDO di Kabupaten Garut. Dibimbing oleh : YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI Skripsi ini meneliti bagaimana kondisi keluarga penerima manfaat program ATENSI WARMINDO yang ada di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggambarkan bagiamana kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat dengan merujuk pada lima indikator kondisi sosial ekonomi yaitu pendidikan, kesehatan, akses terhadap fasilitas umum, tingkat pendapatan, dan pemenuhan kebutuhan hidup, penelitian ini juga menggambarkan hambatan yang pernah dialami serta upaya keluarga penerima manfaat dalam menyelesaikannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data primer penelitian ini berasal dari keluarga penerima manfaat program ATENSI WARMINDO yang berada di Kecamatan Malangbong dan Kecamatan Samarang yang merupakan wilayah dari Kabupaten Garut dengan sumber data sekunder berupa dokumen terkait. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dengan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat program ATENSI WARMINDO di Kabupaten Garut dalam kondisi yang cukup baik, namun beberapa keluarga menghadapi hambatan khususnya mereka yang tidak memiliki rintisan usaha. Kurangnya keterampilan dan mental kewirausahaan dalam pengelolaan WARMINDO membuat keluarga yang tidak memiliki rintisan usaha, kondisi sosial ekonominya tidak sebaik keluarga yang memiliki rintisan usaha. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program yaitu “Capacity Building Manajerial Kewirausahaan Program ATENSI WARMINDO di Kabupaten Garut”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan WARMINDO dan membangun mental kewirausahaan keluarga penerima manfaat melalui educational group. Kata Kunci : Kondisi Sosial Ekonomi, ATENSI WARMINDO, Keluarga Penerima Manfaat ABSTRACT Lukman Insanul Hakim, 20.02.035. Social Economic Condition of Beneficiary Families of ATENSI WARMINDO Programme in Garut Regency. Mentored by : YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI This research describes the social economic conditions of the beneficiary families by referring to five indicators of social economic conditions, such as education, health, access to public facilities, income level, and fulfilment of life's needs, this research also describes the obstacles that have been encountered and the efforts of the beneficiary families in resolving them. This research uses a descriptive method with a qualitative approach and data collection using in-depth interviews, observation, and documentation studies. The primary data source of this research comes from the beneficiary families of the ATENSI WARMINDO programme in Malangbong Sub-district and Samarang Sub-district which are areas of Garut Regency with secondary data sources in the form of related documents. Data validity checking uses triangulation with data analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the social-economic condition of the beneficiary families of the ATENSI WARMINDO programme in Garut Regency is in a fairly good condition, but some families face challenges, especially those who do not have business start-ups. The lack of skills and entrepreneurial mentality in the management of WARMINDO makes families who do not have business start-ups, their social economic condition is not as good as families who have business start-ups. Based on this, the researcher proposes a programme called ‘Capacity Building Managerial Entrepreneurship of ATENSI WARMINDO Programme in Garut Regency’. This programme aims to improve WARMINDO management skills and build the entrepreneurial mentality of beneficiary families through educational groups. Keywords: Social Economic Condition, ATENSI WARMINDO, Beneficiary FamilyItem Konseling Anak Berhadapan Dengan Hukum di Sentra Handayani Jakarta.(Perpustakaan, 2024-09-26) Dewati Saniyyah Nabilah 20.02.005; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIDewati Saniyyah Nabilah. Konseling Anak Berhadapan Dengan Hukum di Sentra Handayani Jakarta. Dosen Pembimbing : YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI Penelitian tentang “Konseling Individu Anak Berhadapan Dengan Hukum” bertujuan untuk mengetahui proses konseling individu bagi anak yang berhadapan dengan hukum di Sentra Handayani Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konseling individu anak berhadapan dengan hukum di Sentra Handayani Jakarta telah dilakukan oleh konselor. Namun, pelaksanaannya belum optimal. Konseling idealnya dilakukan melalui 4 tahapan yang harus dilakukan secara sistematis, dimulai dari tahap membangun hubungan, identifikasi masalah, memfasilitasi perubahan, hingga terminasi dan evaluasi. Tahap membangun hubungan merupakan tahap yang sangat penting, namun konselor kurang dapat membangun kedekatan dan trust dengan anak yang berhadapan dengan hukum, sehingga hal ini berdampak pada hasil konseling yang kurang optimal. Penelitian ini mengungkapkan bahwa diperlukan adanya capacity building bagi konselor dan penyusunan mekanisme konseling melalui pembuatan SOP untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas konseling bagi anak yang berhadapan dengan hukum di Sentra Handayani Jakarta. Kata kunci: Konseling individu, Anak berhadapan dengan hukum, Sentra Handayani ABSTRACT Dewati Saniyyah Nabilah. Individual Counseling for Children in Conflict with the Law at Sentra Handayani Center, Jakarta. Supervisors: YUTI SRI ISMUDIYATI and DAYNE TRIKORA WARDHANI This research aims to determine the process of individual counseling for children in conflict with the law at the Sentra Handayani Center in East Jakarta. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation.The results of the study indicate that the process of individual counseling for children in conflict with the law at the Sentra Handayani Jakarta has been carried out by counselors. However, the implementation has not been optimal. Ideal counseling should be carried out through 4 stages that must be done systematically, starting from the stage of building relationships, identifying problems, facilitating change, to termination and evaluation. The stage of building relationships is a very important stage, but the counselors are less able to build closeness and trust with children in conflict with the law, so this has an impact on the less than optimal results of the counseling.This research reveals that there is a need for capacity building for counselors and the formulation of a counseling mechanism through the creation of SOPs to improve the capacity of human resources and the quality of counseling for children in conflict with the law at the Sentra Handayani Jakarta. Keywords: Individual counseling, Children Dealing With Laws, Sentra HandayaniItem Penerimaan Diri Korban Penyalahgunaan NAPZA Dalam Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Di Yayasan Penuai Indonesia Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-08-13) RIZAL ARRASYID 20.02.013,; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIRIZAL ARRASYID 20.02.013, Penerimaan Diri Korban Penyalahgunaan NAPZA Dalam Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Di Yayasan Penuai Indonesia Kabupaten Cianjur. Pembimbing : YUTI SRI ISMUDIYATI DAN DAYNE TRIKORA WARDHANI Penelitian tentang Penerimaan Diri Korban Penyalahgunaan NAPZA dalam Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial di Yayasan Penuai Indonesia Sosial Kabupaten Cianjur bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Penerimaan diri korban penyalahgunaan NAPZA dalam kelima aspek perasaan ketidakterikatan, sikap tidak menghindar, sikap tidak menghakimi,Toleransi dan Kesediaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : (1) wawancara; (2) observasi; (3) studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui : (1) uji kepercayaan; (2) uji keteralihan; (3) uji kebergantungan; dan (4) uji kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerimaan diri korban penyalahgunaan NAPZA yang diberikan oleh Yayasan Penuai Indonesia sudah cukup baik, namun masih terdapat 3 aspek yang perlu ditingkatkan yaitu pada aspek perasaan ketidak terikatan, sikap tidak menghindar dan sikap tidak menghakimi Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program yaitu Peningkatan Penerimaan diri melalui penerapan terapi realitas terhadap korban penyalahgunaan NAPZA di Yayasan Penuai Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman diri terkait perasaan keterikatan, Meningkatkan Keterampilan menghadapi tantangan dan berkurangnya kecenderungan menyalahkan diri sendiri dan tidak menghakimi. Metode yang digunakan adalah Case Work dengan teknik WDEP Wants, Doing and Direction, Evaluation, dan Planning. Kata kunci : Penerimaan Diri, Korban Penyalahgunaan NAPZA, Pusat Rehabilitasi Sosial Yayasan Penuai Indonesia ABSTRACT RIZAL ARRASYID 20.02.013. Self-Acceptance of Drug Abuse Victims in the Implementation of Social Rehabilitation at the Indonesian Penuai Foundation, Cianjur Regency. Supervisor: YUTI SRI ISMUDIYATI, AND DAYNE TRIKORA WARDHANI Research on Self-Acceptance of Drug Abuse Victims in the Implementation of Social Rehabilitation at the Indonesian Social Rehabilitation Foundation, Cianjur Regency aims to obtain an overview of Self-acceptance of drug abuse victims in the five aspects of feelings of non-attachment, non-avoidance, non-judgmental attitudes, Tolerance and Willingness. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The number of informants in this study was 6 people using the technique of determining informants purposive sampling. The data collection techniques used are: (1)interview; (2) observation; (3) documentation study. Checking data validity carried out through: (1) trust test; (2) transferability test; (3) dependency test; and (4) certainty test. The research results show that Self-acceptance for drug abuse victims provided by the Indonesian Penuai Foundation is quite good, but there are still 3 aspects that need to be improved, namely on the aspects of feelings of detachment, non-avoidance and non-judgmental attitudes. Based on these problems, the researcher proposes a program namely Increasing Self-Acceptance through the application of reality therapy to victims of drug abuse at the Indonesian Penuai Foundation which aims to increase self-awareness and understanding regarding feelings of attachment, improve skills facing challenges and reducing the tendency to blame oneself and not judge. The method used is Case Work with the WDEP Wants, Doing and Direction, Evaluation and Planning techniques. Keywords: Self-Acceptance, Victims of Drug Abuse, Indonesian Penuai Foundation Social Rehabilitation CenterItem Penyesuaian Diri Anak Berhadapan dengan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kota Bandung.(Perpustakaan, 2025-07-22) Theresa Inganta Ginting, NRP. 21.02.033.; YUTI SRI ISMUDIYATI; ENUNG HURIPAHTheresa Inganta Ginting, NRP. 21.02.033. Penyesuaian Diri Anak Berhadapan dengan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kota Bandung. Dibimbing oleh YUTI SRI ISMUDIYATI dan ENUNG HURIPAH Anak merupakan aset berharga bangsa yang memiliki peran strategis sebagai generasi penerus. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Faktor kemiskinan, lingkungan keluarga yang tidak kondusif, rendahnya pendidikan, dan tekanan sosial dapat mendorong anak melakukan perilaku menyimpang hingga berhadapan dengan hukum. Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) memerlukan perhatian khusus karena perubahan lingkungan yang sangat berbeda dari kehidupan mereka sebelumnya dibutuhkan perhatian khusus agar mereka mampu menyesuaikan diri dan kembali berfungsi sosial secara positif di masyarakat. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berperan penting dalam pembinaan dan reintegrasi sosial ABH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA Kota Bandung ditinjau dari tiga aspek yaitu adaptasi, konformitas, dan penguasaan diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui kueisoner terhadap 79 anak yang sedang menjalani pembinaan dalam kurung waktu satu sampai enam bulan. Data dianalisis untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri berdasarkan kategori interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ABH dalam semua aspek penyesuaian diri termasuk dalam kategori ”mampu” namun beberapa ABH dalam semua aspek penyesuaian diri masih ada hambatan atau belum mampu menyesuaikan diri di LPKA. Adapun program yang diusulkan ”penguatan penguasaan diri anak berhadapan dengan hukum melalui terapi relaitas dan social conversation group” agar ABH dapat melewati masa pembinaan dengan lebih baik dan siap untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat secara produktif dan positif. Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Anak Berhadapan dengan HukumItem Persepsi Siswa tentang Perilaku Bullying di SMAN Situraja Sumedang.(perpustakaan, 2024-01-04) DESTYANI ARTHA PUTRI 19.02.043; YUTI SRI ISMUDIYATI; SILVIA FATMAH NURUSSHOBAH.ABSTRAK DESTYANI ARTHA PUTRI 19.02.043 Persepsi Siswa tentang Perilaku Bullying di SMAN Situraja Sumedang. Dibimbing oleh: YUTI SRI ISMUDIYATI dan SILVIA FATMAH NURUSSHOBAH. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris bagaimana persepsi siswa di SMAN Situraja tentang perilaku Bullying, di lihat dari aspek persepsi menurut Alex Sobur yaitu pengenalan, penalaran, perasaan dan tanggapan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kuantitatif, dengan metode Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, hasil penelitian dari seluruh aspek persepsi, menunjukkan 3% responden memiliki persepsi yang positif dan 8% responden memiliki persepsi negatif, sedangkan responden lebih banyak memiliki persepsi ragu-ragu, sebanyak 89% atau sebanyak 232 responden yang memiliki persepsi ragu-ragu terhadap perilaku bullying di SMAN Situraja, dilihat dari jumlah responden yang berada pada kategori ragu-ragu, artinya penelitian menunjukkan siswa memiliki perspesi yang masih belum tepat terhadap perilaku bullying tetapi sudah mendekati persepsi yang negatif sehingga sudah mendekati persepi bahwa perilaku bullying di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang negatif. Berdasarkan hasil tersebut harus ada upaya dalam mengatasinya sehingga peneliti memberikan usulan program, dengan nama program “Penyuluhan Pencegahan Bullying di Sekolah” dan media pengaduan yaitu Hotline Simpati. Kata kunci: Persepsi, Bullying. Sekolah ABSTRACT DESTYANI ARTHA PUTRI 19.02.043 Student Perceptions of Bullying Behavior at SMAN Situraja Sumedang. Supervised by: YUTI SRI ISMUDIYATI and SILVIA FATMA NURUSSHOBAH. The purpose of the research conducted was to obtain an empirical picture of how students at Situraja High School perceive bullying behavior, seen from the perceptual aspects according to Alex Sobur, namely recognition, reasoning, feelings and responses. The research method used in this study is a quantitative approach, with descriptive methods, with data collection techniques through distributing questionnaires. The results of the study from all aspects of perception, showed that 3% of respondents had positive perceptions and 8% of respondents had negative perceptions, while more respondents had doubtful perceptions, as many as 89% or as many as 232 respondents who had doubtful perceptions of bullying behavior in SMAN Situraja, seen from the number of respondents who are in the doubtful category, meaning that research shows students have an inaccurate perception of bullying behavior but it is close to a negative perception so that it is close to the perception that bullying behavior in the school environment is a negative behavior. Based on these results there must be efforts to overcome them so that researchers provide program proposals, with the name of the program "Counseling on the Prevention of Bullying in Schools" and the complaint media, namely Sympathy Hotline. Keywords: Perception, Bullying. SchoolItem Pola Asuh Orang Tua Pada Suku Anak Dalam di Desa Sukajadi, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun Jambi(Perpustakaan, 2024-09-26) EKI DIEN EL DANIRA, 20.02.105.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIEKI DIEN EL DANIRA, 20.02.105. Pola Asuh Orang Tua Pada Suku Anak Dalam di Desa Sukajadi, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun Jambi, Dibimbing oleh YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek pengasuhan anak di kalangan Suku Anak Dalam, dengan fokus pada beberapa elemen penting: Kendali Orang Tua (Parental Control), Tuntutan terhadap Tingkah Laku yang Matang (Parental Maturity Demands), Komunikasi antara Orang Tua dan Anak (Parent Child Communication), Cara Pengasuhan atau Pemeliharaan Orang Tua terhadap Anak (Parental Nurturance), harapan orang tua mengenai pola asuh, hambatan dalam melaksanakan pola asuh, serta upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang memberikan gambaran mendalam tentang dinamika pengasuhan di komunitas ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dari Suku Anak Dalam berperan aktif dalam mendukung dan membesarkan anak-anak mereka melalui berbagai cara, seperti memberikan perhatian, kasih sayang, pujian, bantuan, solusi, dan dukungan moral. Tujuannya adalah untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Namun, ditemukan beberapa masalah, di antaranya komunikasi antara anak dan orang tua yang kurang terbuka, serta pola komunikasi yang cenderung satu arah, di mana orang tua harus memulai terlebih dahulu. Akibatnya, orang tua tidak sepenuhnya mengetahui pergaulan dan lingkungan pertemanan anak. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengusulkan sebuah program bernama “Peningkatan Kapasitas tentang Parenting Skill Orang Tua bagi Suku Anak Dalam”, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam mendidik dan membina anak-anak mereka. Kata Kunci: Pola Asuh, Orang Tua, Suku Anak Dalam EKI DIEN EL DANIRA, 20.02.105. Parenting Patterns among Suku Anak Dalam in Sukajadi Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency, Jambi, Supervised by YUTI SRI ISMUDIYATI and DAYNE TRIKORA WARDHANI. This research aims to explore various aspects of parenting among Suku Anak Dalam, focusing on several important elements: Parental Control, Parental Maturity Demands, Parent Child Communication, Parental Nurturance, parental expectations of parenting, barriers to parenting, and efforts to overcome these barriers. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method, which provides an in-depth description of the dynamics of parenting in this community. The results showed that parents from Suku Anak Dalam play an active role in supporting and raising their children through various ways, such as providing attention, affection, praise, help, solutions, and moral support. The aim is to ensure the children grow up well and are able to face various challenges. However, there are some problems, including the lack of open communication between children and parents, as well as one-way communication patterns, where parents have to start first. As a result, parents are not fully aware of their children's socialization and friendship environment. To overcome this problem, the researcher proposed a program called “Capacity Building on Parenting Skills for Suku Anak Dalam”, which aims to improve parents' skills in educating and fostering their children. Keywords: Parenting, Parents, Suku Anak DalamItem Resiliensi Remaja Penderita Kanker dalam Menjalani Proses Pengobatan di Kota Bandung, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Skripsi Sarjana Terapan(Perpustakaan, 2024-10-07) MUHAMMAD RIFQI ZAYYAN. 2002113.; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIMUHAMMAD RIFQI ZAYYAN. 2002113. Resiliensi Remaja Penderita Kanker dalam Menjalani Proses Pengobatan di Kota Bandung, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Skripsi Sarjana Terapan, Dosen Pembimbing: YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk tetap bertahan dan memiliki kondisi yang baik dan memiliki solusi ketika menghadapi kesulitan atau trauma. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran secara umum tentang: 1) Karakteristik responden; 2) Regulasi Emosi; 3) Pengendalian Dorongan; 4) Analisis Kausal; 5) Efikasi Diri; 6) Optimis; 7) Empati; 8) Pencapaian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang merupakan remaja penderita kanker di ketiga yayasan rumah singgah Kota Bandung yaitu Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu, Yayasan Rumah Cinta Insani, dan Yayasan Rumah Singgah Kanker Bunda. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiliensi remaja penderita kanker dalam menjalani proses pengobatan berada pada kategori Sedang (56.67%) sebanyak 17 orang, dimana aspek aspek regulasi emosi berada pada kategori Sedang dengan persentase sebesar (56%) sebanyak , aspek pengendalian dorongan atau impuls berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar (63%), aspek optimis berada pada kategori Sedang dengan persentase sebesar (60%), aspek empati berada pada kategori Sedang dengan persentase sebesar (66%), aspek kemampuan menganalisis masalah berada pada kategori Sedang dengan persentase sebesar (60%), aspek efikasi diri berada pada kategori Tinggi dengan persentase sebesar (53%), serta aspek pencapaian berada pada kategori Sedang dengan persentase sebesar (53%). Hampir seluruh aspek menggambarkan masih kurangnya tingkat resiliensi pada remaja penderita kanker dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karena itu, program yang diusulkan yaitu ”Peningkatan Resiliensi pada Remaja Penderita Kanker melalui Self Help Group (Kelompok Bantu Diri)”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi remaja penderita kanker dalam menjalani proses pengobatan. Kata Kunci: Resiliensi, Remaja Penderita Kanker, Kota Bandung ABSTRACT MUHAMMAD RIFQI ZAYYAN. 2002113. Resilience of Adolescent Cancer Patientsin Undergoing Treatment in Bandung City, Bandung Polytechnic of Social Welfare, Applied Undergraduate Thesis, Supervisors: YUTI SRI ISMUDIYATI and DAYNE TRIKORA WARDHANI. Resilience is the ability of an individual to endure and maintain good condition and find solutions when facing difficulties or trauma. This research aims to provide an overview of: 1) Respondent characteristics; 2) Emotional Regulation; 3) Impulse Control; 4) Causal Analysis; 5) Self-Efficacy; 6) Optimism; 7) Empathy; 8) Achievement. The method used in this study is descriptive quantitative. The sampling technique employed is purposive sampling. The sample consists of 30 respondents who are adolescent cancer patients from three shelter foundations in Bandung City, namely Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu, Yayasan Rumah Cinta Insani, and Yayasan Rumah Singgah Kanker Bunda. Data collection techniques include questionnaires and document studies. The results indicate that the resilience level of adolescent cancer patients in undergoing treatment is categorized as Medium (56.67%) with 17 individuals, where emotional regulation aspects are categorized as Medium with a percentage of (56%), impulse control aspects are categorized as Medium with a percentage of (63%), optimism aspects are categorized as Medium with a percentage of (60%), empathy aspects are categorized as Medium with a percentage of (66%), problem-solving ability aspects are categorized as Medium with a percentage of (60%), self-efficacy aspects are categorized as High with a percentage of (53%), and achievement aspects are categorized as Medium with a percentage of (53%). Nearly all aspects reflect a lack of resilience among adolescent cancer patients in undergoing treatment. Therefore, the proposed program is "Enhancing Resilience in Adolescent Cancer Patients through Self-Help Groups". This program aims to improve the resilience of adolescent cancer patients during their treatment process. Keywords: Resilience, Adolescent Cancer Patients, Bandung CityItem Self Esteem Pasien Kanker Remaja Dalam Menghadapi Perubahan Fisik di Kota Bandung Jawa Barat.(Perpustakaan, 2024-09-26) REYHANT DARMADIAN ADITYA IVANNO, 20.02.117; YUTI SRI ISMUDIYATI; DAYNE TRIKORA WARDHANIREYHANT DARMADIAN ADITYA IVANNO,20.02.117 Self Esteem Pasien Kanker Remaja Dalam Menghadapi Perubahan Fisik di Kota Bandung Jawa Barat. Dosen Pembimbing: YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran empiris tentang self esteem pasien kanker remaja dalam menghadapi perubahan fisik yang mencakup: (1) karakteristik responden;(2) social self esteem pasien kanker remaja kerena menghadapi perubahan fisik; (3) performance self esteem pasien kanker remaja karena menghadapi perubahan fisik; (4) appereance self esteem pasien kanker remaja karena menghadapi perubahan fisik;. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuanitatif dengan metode deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dengan teknik penentuan responden mengambil semua populasi. Metode yang digunakan adalah group work dengan tipe kelompok self help group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam self esteem pasien kanker remaja berada di tingkatan sedang yaitu dengan persentase 47.92%, namun terdapat satu aspek ditingkatkan pada aspek appereance self esteem. appereance self esteem pasien kanker remaja memiliki persentase yang tinggi pada kategori rendah yaitu 75%. Perubahan fisik yang terjadi akibat kanker membuat sebagian besar remaja merasa penampilan mereka tidak lagi menarik. menyebabkan penurunan signifikan pada self esteem mereka. Perubahan fisik seperti rambut rontok, penurunan berat badan, atau perubahan lain akibat pengobatan kanker bisa menyebabkan rasa tidak puas dengan penampilan diri. Hal ini berpotensi memicu perasaan malu, ketidaknyamanan, dan penurunan rasa berharga diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan program yaitu Sahabat Perubahan: Penguatan Diri untuk Remaja Penderita Kanker melalui self help group, dengan tujuan meningkatkan self esteem pasien kanker remaja dalam menghadapi perubahan fisik yang terjadi akibat pengobatan, sehingga mereka dapat lebih bisa menghargai diri dan mampu beradaptasi dengan kondisi kesehatan mereka. Metode yang digunakan adalah group work dengan tipe kelompok self help group. Kata Kunci: Self Esteem, Pasien Kanker Remaja, Perubahan Fisik ABSTRACT REYHANT DARMADIAN ADITYA IVANNO,20.02.117 Self Esteem Pasien Kanker Remaja Dalam Menghadapi Perubahan Fisik di Kota Bandung Jawa Barat. Dosen Pembimbing: YUTI SRI ISMUDIYATI dan DAYNE TRIKORA WARDHANI This study aims to provide an empirical understanding of the self esteem of adolescent cancer patients facing physical changes, including: (1) characteristics of Respondents;(2 social self esteem of adolescent cancer patients due to physical changes; (3) performance eelf esteem of adolescent cancer patients due to physical changes; (4) appereance self esteem of adolescent cancer patients due to physical Changes;. The research employs a quantitative approach with a descriptive method. The study involves 32 respondents, with all population members selected as participants. The methodology used is group work, specifically utilizing the self help group type.. The study reveals that the self esteem of adolescent cancer patients is at a moderate level, with a percentage of 47.92%. However, there is one aspect that requires improvement: appereance self esteem. The appereance self-esteem of adolescent cancer patients has a high percentage in the low category, at 75%. The physical changes resulting from cancer cause many adolescents to feel that their appearance is no longer attractive or meets their expected standards. This leads to a significant decrease in their self esteem. Physical changes such as hair loss, weight loss, or other changes due to cancer treatment can cause dissatisfaction with one's appearance, potentially leading to feelings of shame, discomfort, and a decrease in self worth when presenting themselves in public. Based on these issues, the researchers propose a program titled Friends of Change: Strengthening Self-Esteem for Adolescent Cancer Patients through Self-Help Groups. The goal is to enhance the self esteem of adolescent cancer patients facing physical changes resulting from treatment, enabling them to better appreciate themselves and adapt to their health conditions. The methodology used is group work with the type of self help group. Keywords: Self Esteem, Adolescent Cancer Patients, Physical Changes