Peran Konselor dalam Implementasi Therapeutic Community di Panti Sekar Mawar Bandung.

Abstract

Dionsidi Franata S, NRP. 21.04.132. Peran Konselor dalam Implementasi Therapeutic Community di Panti Sekar Mawar Bandung. Dibimbing oleh EPI SUPIADI dan ARINI DWI DESWANTI Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA) masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, sehingga diperlukan strategi rehabilitasi yang efektif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Therapeutic Community (TC). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran konselor dalam implementasi TC di Panti Sekar Mawar Bandung, mencakup tahapan induction, primary treatment, re-entry, dan after-care. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan berjumlah 5 orang terdiri dari konselor, klien, serta manajer program. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berperan sebagai fasilitator, pendamping, mediator, dan manajer kasus dalam setiap tahap TC. Namun, implementasi menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi konselor, efektivitas kegiatan kelompok yang belum optimal, lemahnya sistem monitoring, serta minimnya dukungan sosial pada tahap re-entry dan after care. Dinamika kelompok juga kurang terbentuk karena jumlah klien relatif sedikit. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan, penelitian ini merancang program peningkatan kompetensi konselor yang mencakup pelatihan fasilitasi kelompok, konseling individu dan kelompok, supervisi, workshop reintegrasi klien, serta forum reflektif. Program ini ditujukan untuk memperkuat keterampilan konselor, meningkatkan efektivitas pelaksanaan TC, dan mendukung keberlanjutan pemulihan klien. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan TC tidak hanya bergantung pada metode, tetapi juga kapasitas konselor dalam mengelola dinamika kelompok. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur pekerjaan sosial serta manfaat praktis bagi Panti, konselor, dan kurikulum pendidikan di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Kata kunci: Konselor Adiksi, Penyalahguna NAPZA, Therapeutic Community, Rehabilitasi NAPZA, Panti, Kompetensi Konselo

Description

Keywords

Konselor Adiksi, Penyalahguna NAPZA, Therapeutic Community, Rehabilitasi NAPZA, Panti, Kompetensi Konselo

Citation

Collections