Social Worker

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 20 of 108
  • Item
    Efikasi Diri Anak Penyandang Disabilitas Fisik di SLB Negeri Cileunyi,
    (Perpustakaan, 2024-02-22) MADU PURNAMA PUTRI, 19.04.276.; JUMAYAR MARBUN; IRNIYATI SAMOSIR
    ABSTRAK MADU PURNAMA PUTRI, 19.04.276. Efikasi Diri Anak Penyandang Disabilitas Fisik di SLB Negeri Cileunyi, Dibimbing oleh JUMAYAR MARBUN dan IRNIYATI SAMOSIR Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran efikasi diri anak penyandang disabilitas fisik di SLB Negeri Cileunyi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran efikasi diri anak penyandang disabilitas fisik di SLB Negeri Cileunyi dalam melaksanakan pembelajaran, yang meliputi: 1) karakteristik anak penyandang disabilitas fisik; 2) keyakinan anak penyandang disabilitas fisik (level); 3) kekuatan anak penyandang disabilitas fisik (strength); 4) kemampuan anak penyandang disabilitas fisik (generality). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menggunakan teknik wawancara mendalam, obeservasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) informan memiliki efikasi diri yang cukup baik pada aspek level, diperlukan pendampingan oleh guru untuk membantu mereka dalam mengerjakan tugasnya; 2) informan memiliki efikasi diri yang lemah pada aspek strength, ketika dihadapi dengan masalah anak penyandang disabilitas lebih memilih untuk menyikapinyan dengan biasa atau menghindarinya; 3) informan masih lemah dalam aspek generality, membutuhkan pendampingan guru dan sulitnya mereka untuk mendekatkan diri terhadap lingkungan. Program yang diusulkan untuk pemecah masalah yaitu " Program Peningkatan Efikasi Diri Anak Penyandang Disabilitas Fisik Melalui Recreation Skill Groups (Kelompok Rekreasi Keterampilan) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cileunyi". Dengan kegiatan diberikannya pelatihan serta kepercayaan diri mereka dalam mengerjakan tugasnya. Diharapkan program tersebut dapat membantu informan untuk meningkatkan kekuatan dan kepercayaan dirinya dalam mengerjakan tugasnya. Kata Kunci: Efikasi Diri, Anak Penyandang Disabilitas Fisik, SLB Negeri Cilenyi ABSTRACT MADU PURNAMA PUTRI, 19.04.276. Self-efficacy of Children with Physical Disabilities in SLB Negeri Cileunyi, Supervised by JUMAYAR MARBUN and IRNIYATI SAMOSIR. This study was conducted to obtain a description of the self-efficacy of children with physical disabilities in SLB Negeri Cileunyi. This study aims to obtain a picture of the self-efficacy of children with physical disabilities in SLB Negeri Cileunyi in carrying out learning, which includes: 1) characteristics of children with physical disabilities; 2) beliefs of children with physical disabilities (level); 3) strength of children with physical disabilities (strength); 4) ability of children with physical disabilities (generality). This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Using in-depth interview techniques, observation and documentation studies. The results showed that 1) informants have fairly good self-efficacy in the level aspect, assistance is needed by teachers to help them do their assignments; 2) informants have weak self-efficacy in the strength aspect, when faced with problems children with disabilities prefer to react normally or avoid it; 3) informants are still weak in the generality aspect, requiring teacher assistance and their difficulty in getting closer to the environment. The proposed program to solve the problem is " Self-efficacy Improvement Program for Children with Physical Disabilities through Recreation Skill Groups at SLB Negeri Cileunyi". With the activities provided training and their confidence in doing their duties. Hopefully the program can help informants to increase their strength and confidence in doing their assignments. Keywords: Self-efficacy, Children with Physical Disabilities, SLB Negeri Cilenyi
  • Item
    Kesiapan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Hybrid Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Tasikmalaya
    (Perpustakaan, 2024-02-22) FARID BUDIMANSYAH:; R. Enkeu Agiati; Bambang Indrakentjana.
    ABSTRACT FARID BUDIMANSYAH: Kesiapan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Hybrid Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Tasikmalaya Dosen Pembimbing: R. Enkeu Agiati dan Bambang Indrakentjana. Hybrid learning is an alternative learning solution during the covid pandemic, namely by combining online and face-to-face learning activities that allow students to learn safely, In the process of implementing hybrid learning a student needs to have self-readiness to take part in learning. Self-readiness is an individual condition that allows him to learn and adapt, This study aims to obtain an overview of: 1) Respondent Characteristics, 2) Respondents' maturation, 3) Respondents' intelligence, 4) Barrier Of Learning respondents in self-readiness for hybrid learning. The method used in this research is quantitative research with descriptive methods. The data sources used are primary and secondary data sources. The study population was students of State Senior High School 1 Tasikmalaya with a sample of XI grade students totaling 63 students. The sampling technique in this study was cluster random sampling. The data collection techniques used are: 1) questionnaire, 2) observation, and 3) documentation study. The research data collection technique used a Likert scale. The validity test used is the face validity test, the reliability test uses Alpha Cronbach. The results showed (1) students' self readiness for hybrid learning was categorized as good from the maturation aspect and the intelligence aspect (2) students' readiness for hybrid learning was categorized as quite good in the barrier aspect, Thus, a program "Technical Guidance for Students in school activity to improve Students' Self-Readiness for Hybrid Learning at State Senior High School 1 Tasikmalaya City" was proposed. Keywords : Readiness, Hybrid Learning, Maturation, Intelligence, BarrierOf Learning. ABSTRAK FARID BUDIMANSYAH: Kesiapan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Hybrid Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Tasikmalaya Dosen Pembimbing: R. Enkeu Agiati dan Bambang Indrakentjana. Hybrid learning merupakan alternatif solusi pembelajaran pada masa pandemi covid yaitu dengan mengkombinasikan kegiatan belajar online dan tatap muka yang memungkinkan siswa belajar denga aman, dalam proses penerapan hybrid learning seorang siswa perlu memiliki kesiapan diri untuk mengikuti pembelajaran. Kesiapan diri merupakan kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar dan beradaptasi, Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) Karakteristik Responden, 2) Kematangan Reponden, 3) Kecerdsan Responden, 4) Kendala yang dihadapi responden dalam kesiapan diri terhadap pembelajaran Hybrid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tasikmalaya dengan sampel siswa kelas XI yang berjumlah 63 orang siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1)angket, 2)observasi, dan 3) studi dokumentasi Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas muka (face validity), uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukan (1) kesiapan diri siswa terhadap hybrid learning dikategorikan baik dari aspek kematangan dan aspek kecerdasan (2) kesiapan siswa terhadap hybrid learning dikategorikan cukup baik pada aspek kendala, Dengan demikian, diusulkan program “Bimbingan Teknis Siswa dalam KBM untuk meningkatkan Kesiapan diri Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Tasikmalaya”. Kata Kunci: Kesiapan, Pembelajaran Hybrid, Kematangan, Kecerdasan, Kendala Belajar
  • Item
    Manajemen Emosi Pada Gelandangan Di Kelurahan Kacapiring Kelurahan Batununggal Kota Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-02-22) BAIQ DWI JULYGIANA K.A; Raden Enkeu Agiati; Suhendar.
    ABSTRAK BAIQ DWI JULYGIANA K.A: Manajemen Emosi Pada Gelandangan Di Kelurahan Kacapiring Kelurahan Batununggal Kota Bandung. Dosen Pembimbung: Raden Enkeu Agiati dan Suhendar. Manajemen emosi mengacu pada kemampuan mengatur perasaan, menenangkan diri, melepaskan diri dari kecemasan, kemurungan dan ketersinggungan dengan tujuan untuk keseimbangan antara perasaan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1) karakteristik responden, 2) kejelasan dalam mengidentifikasi emosi yang dirasakan, 3) intensitas emosi yang dirasakan, 4) perhatian responden dalam memahami dan menghargai emosi yang dirasakan, dan 5) ekspresi responden dalam mengungkapkan emosi yang dirasakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan survey deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian adalah gelandangan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu: 1) angket, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala rating scale. Instrumen penelitian dilakukan uji validitas dengan uji validitas muka (face validity) dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen emosi gelandangan rendah. Gelandangan belum mampu memaknai dan mengeidentifikasi dengan jelas emosi yang dirasakan, intensitas emosi yang dirasakan tinggi, belum mampu menghargai emosi yang dirasakan dan belum mengekspresikan emosi yang dirasakan secara penuh. Oleh karena itu, diusulkan program “Pelatihan Manajemen Emosi bagi Gelandangan”. Kata Kunci: Manajemen emosi, Gelandangan, Kejelasanan emosi, Intensitas emosi, Perhatian,dan ekspresi.
  • Item
    Persepsi Anak Jalanan Terhadap Pendidikan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cimahi,
    (Perpustakaan, 2024-02-22) NOORMEGA MAHARANI,; Jumayar Marbun; Irniyati Samosir
    ABSTRAK NOORMEGA MAHARANI, Persepsi Anak Jalanan Terhadap Pendidikan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cimahi, Dibimbing oleh Jumayar Marbun dan Irniyati Samosir Kota Cimahi merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat dengan kemiskinan terendah ke tiga. Kemiskinan menjadi awal mula persebaran anak jalanan. Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cimahi sebagai salah satu wadah yang menangani permasalahan anak jalanan di Kota Cimahi, memiliki binaan yang terdiri dari anak jalanan, anak terlantar dan orang tua anak jalanan. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1) karakteristik informan, 2) aspek kognisi terhadap pendidikan, 3) aspek afeksi terhadap pendidikan, 4) aspek konasi terhadap pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak jalanan pada aspek kognisi sudah baik dalam memahami pentingnya pendidikan karena dengan pendidikan anak mendapatkan pengetahuan dan membuat pintar membaca, menulis dan menghitung. Aspek afeksi anak jalanan sudah baik dalam mendapatkan pendidikan, anak jalanan merasa senang dan bersemangat ketika mendapatkannya.Sedangkan aspek konasi yaitu anak jalanan hanya memahami pentingnya pendidikan namun mereka malas dan jarang mengikuti kegiatan belajar di rumah singgah karena mudahnya terpengaruhi oleh faktor lingkungan dan teman sebaya. Berdasarkan analisis masalah, analisis kebutuhan dan analisis sistem sumber, maka program yang direkomendasikan adalah “Program Kreativitas Anak Jalanan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cimahi” untuk kelayakan program peneliti melakukan analisis dengan menggunakan Strengh, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Kata Kunci : Persepsi, Anak Jalanan dan Pendidikan ABSTRACT NOORMEGA MAHARANI, Street Children's Perceptions of Education at the Shelter House of the Social Service of Cimahi City, Supervised by Jumayar Marbun and Irniyati Samosir. Cimahi City is one of the cities in West Java Province with the third lowest poverty rate. Poverty is the beginning of the spread of street children. The Cimahi City Social Service Shelter House as one of the platforms that handles the problem of street children in Cimahi City, has a mentorship consisting of street children, abandoned children and parents of street children. this study aims to get an empirical picture of: 1) informant characteristics, 2) aspects of cognition towards education, 3) aspects of affection towards education, 4) aspects of conation towards education. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection in this study was carried out through in-depth interviews, observation and documentation studies. The results show that street children in the cognition aspect are good at understanding the importance of education because with education children get knowledge and make smart reading, writing and counting. The affection aspect of street children is good in getting education, street children feel happy and excited when they get it. Meanwhile, the conation aspect is that street children only understand the importance of education but they are lazy and rarely participate in learning activities at halfway houses because they are easily influenced by environmental factors and peers. Based on problem analysis, needs analysis and source system analysis, the recommended program is the "Street Children Creativity Program at the Cimahi City Social Service Shelter House" for program feasibility researchers conducted an analysis using Strengh, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Keywords: Perception, Street Children and Education
  • Item
    Kelekatan Orangtua Dengan Anak Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional Jakarta,
    (Perpustakaan, 2024-02-22) SITI HUWAIDAH SALWARIDHA IMRON, 19.04.114.; Jumayar Marbun; Irniyati Samosir
    ABSTRAK SITI HUWAIDAH SALWARIDHA IMRON, 19.04.114. Kelekatan Orangtua Dengan Anak Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, Pembimbing: Jumayar Marbun dan Irniyati Samosir. Orangtua sebagai pengasuh utama menentukan atau mempengaruhi pola kelekatan. Faktor kelahiran prematur dan penyakit dini juga dapat mempengaruhi pola kelekatan, sehingga kelekatan yang terjalin pada orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas sensorik netra dapat berbeda dengan kelekatan yang dimiliki oleh orangtua dengan anak pada umumnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan secara mendalam tentang kelekatan orangtua dengan anak penyandang disabilitas sensorik netra meliputi aspek kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah tiga informan utama dan lima informan pendukung dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, obervasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kelekatan orangtua dengan anak penyandang disabilitas sensorik netra di SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta memiliki kelekatan yang aman (secure attachment), namun jika dilihat mendalam pada setiap aspeknya, masih terdapat aspek yang belum optimal yaitu pada aspek kepercayaan. Hal ini dibuktikan dalam aspek kepercayaan didapatkan bahwa orangtua dengan anak penyandang disabilitas sensorik netra di SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta kurang percaya untuk membebaskan anak dalam bermain dengan teman sebayanya dan tidak boleh main yang jauh dari jangkauan pengawasan orangtuanya. Dengan indikator analisis permasalahan yaitu keterbatasan anak penyandang disabilitas sensorik netra dalam bermain bersama teman sebayanya dirumah dan terhambat dalam mencapai integrasi sosial dan pengembangan individu anak penyandang disabilitas sensorik netra, integrasi sosial yang dimaksud yaitu kemampuan anak untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: Kelekatan; Orangtua; Anak Penyandang Disabilitas Sensorik Netra.
  • Item
    Pelaksanaan Triple Bottom Line pada Rumah Amal Salman Bandung
    (Perpustakaan, 2024-02-22) HIMMATUL ULYA; AMI MARYAMI; SRI RATNA NINGRUM
    ABSTRAK HIMMATUL ULYA: Pelaksanaan Triple Bottom Line pada Rumah Amal Salman Bandung, Dosen Pembimbing: AMI MARYAMI dan SRI RATNA NINGRUM Triple bootom line merupakan prinsip yang dilakukan perusahaan apabila sebuah perusahaan ingin mencapai keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang 1)Karakteristik informan 2) aspek profit pada program Rumah Amal Salman 3) aspek planet pada program Rumah Amal Salman 4) aspek people pada program Rumah Amal Salman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksanaan keabsahan data yang digunakan adalah kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Amal Salman (RAS) telah sesuai dengan triple bottom line yaitu pada aspek profit dengan adanya cara mendapatkan dana, cara mempertahankan kestabilan pendapatan, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan, standar laporan kinerja, program ekonomi berkelanjutan. Aspek planet yaitu dengan adanya program menjaga lingkungan, program pengelolaan sampah, program penghijauan, dan upaya edukasi kepada masyarakat tentang menjaga lingkungan. Aspek pleople yaitu dengan adanya kesetaraan dan keadilan amil, kebijakan promosi jabatan, mekanisme pemutusan hubungan kerja, program kesejahteraan amil, program pengembangan skill dan kompetensi untuk amil/penerima manfaat/donatur, menjaga komunikasi antara amil/penerima manfaat/dan donatur, pelayanan kepada penerima manfaat dan donatur. Hambatan dalam pelaksanaan triple bottom line pada Rumah Amal Salman adalah kurangnya pemahaman penerima manfaat terkait program ekonomi berkelanjutan dan program pengelolaan sampah, serta kurangnya pengawasan dalam program ekonomi berkelanjutan dan program pengelolaan sampah. Kata Kunci: triple bottom line, Rumah Amal Salman, program ekonomi berkelanjutan, program pengelolaan sampah
  • Item
    Hardiness (Ketangguhan) Penyandang Disabilitas Fisik dalam Berwirausaha di Sentra Kreasi Atensi Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta,
    (Perpustakaan, 2024-02-21) YUSUF HARI PAMILIH, 19.04.272.; Sakroni; Ujang Muhyidin
    ABSTRAK YUSUF HARI PAMILIH, 19.04.272. Hardiness (Ketangguhan) Penyandang Disabilitas Fisik dalam Berwirausaha di Sentra Kreasi Atensi Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Dosen Pembimbing : Sakroni dan Ujang Muhyidin. Hardiness merujuk sebagai karakteristik kepribadian yang membuat individu lebih kuat, tahan dan stabil dalam menghadapi stress dan mengurangi efek negatif dari stress yang dihadapi. Penyandang disabilitas fisik dihadapakan dengan peristiwa-peristiwa yang menimbulkan stressor dalam berwirausaha sehingga diperlukan hardines untuk mengahadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris terkait: 1) Karakteristik informan, 2) Kontrol yang dimiliki informan, 3) Komitmen yang dimiliki informan, 4) Tantangan yang dimiliki informan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, Obersvasi Partisipasi dan Studi Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga informan memiliki hardiness yang tinggi dalam berwirausaha. Aspek tantangan yang dimiliki menjadi poin permasalahan yang perlu ditingkatkan terkait dorongan untuk melakukan perubahan yang disebakan oleh kurangnya inisiatif, terbatasnya penegtahuan dan ketrampilan, kurang optimalnya strategi pemasaran usaha. Berdasarkan hasil penelitian terkait permasalahan tersebut, dibutuhkan penguatan hardiness dan pelatihan peningkatan ketrampilan wirausaha bagi penyandang disabilitas fisik yang berwirusaha di Sentra Kreasi Atensi. Peneliti merekomendasikan usulan alternatif program Peningkatan Kapasitas Penyandang Disabilitas Fisik Tangguh dalam Berwirausaha dengan menggunakan metode Social Groupwork dengan tipe Educational group yang bertujuan untuk menguatkan hardiness penyandang disabilitas berwirausaha untuk mencapai kemandirian. Kata Kunci : Hardiness, Penyandang Disabilitas Fisik, Wirausaha ABSTRACT YUSUF HARI PAMILIH, 19.04.272, Hardiness of Persons with Physical Disabilities in Entrepreneurship at Sentra Kreasi Atensi Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Surakarta City. Supervisor : Sakroni and Ujang Muhyidin Hardiness points forward as a characteristic personality that makes the individual stronger, more resilient and stable to face the stress and less negative effects from stress. The effect of physical disability is prompted by events that contribute stress in entrepreneurship so that it takes hardines to confront it. The research aims to empirical image of: 1) characteristics of the informant, 2) the control that the informant has, 3) the commitment the informant has, 4) the challenges the informant has. The method used was a qualitative descriptive. The informants in this study totaled three. Informant determination is made with a purposive sampling teechniques. Data collection techniques using indepth interviews, participation observation and documentary studies. Study have shown that the three informants have a high hardiness in entrepreneurship. The aspect of challenge has been a point that needs to be raised with the incentive to make changes fired by lack of initiative, lack of knowledge and skill, lack of both the optibility of business marketing strategies. Based on the results of research on the problem, it is necessary to strengthening hardiness and training to improve entrepreneurial skills for persons with disabilities who are entrepreneurs in Sentra Kreasi Atensi. Researchers recommend an alternative program for developing physically resilient disability capacity in entrepreneurship by using social groupwork methods with a educational group type aimed at strengthening the hardiness with entrepreneurship disability in order to achieve independence. Key words : Hardiness, Persons with Physical Disabilities, Entrepreneurship
  • Item
    Bimbingan Sosial bagi Anak Penyandang Disabilitas Intelektual di SLBN Sukapura Kota Bandung, Skripsi, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-02-21) SERIFA TIFFANY, 19.04.253.; Nurrohmi; Ramli
    ABSTRAK SERIFA TIFFANY 1904253. Bimbingan Sosial bagi Anak Penyandang Disabilitas Intelektual di SLBN Sukapura Kota Bandung, Skripsi, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Dosen Pembimbing: Nurrohmi dan Ramli Bimbingan sosial merupakan suatu layanan untuk membantu siswa mengenal dan dapat berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai Bimbingan Sosial bagi Anak Penyandang Disabilitas Intelektual di SLBN Sukapura Kota Bandung yang mencakup bimbingan sosial dalam kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tertulis, bimbingan sosial dalam kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat, bimbingan sosial dalam kemampuan kreatifitas dan produktifitas, dan bimbingan sosial dalam kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informasi didapatkan dari berbagai sumber melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi (observation) dan studi dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive dan kriteria informan dengan jumlah informan sebanyak empat orang yang terdiri dari satu informan guru kelas SMALB C, satu orang guru kelas SMPLB C, satu orang anak penyandang disabilitas intelektual, dan satu orang orang tua dari anak penyandang disabilitas intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan sosial bagi anak penyandang disabilitas intelektual sudah berjalan, namun masih terdapat hambatan dalam pemberian bimbingan sosial bagi anak penyandang disabilitas intelektual. Program yang diusulkan adalah “Peningkatan Kapasitas Guru dan Orang Tua melalui Educational Group di SLBN Sukapura Kota Bandung” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam pemberian bimbingan sosial bagi anak penyandang disabilitas intelektual di SLBN Sukapura Kota Bandung. Kata Kunci: Bimbingan Sosial, Anak Penyandang Disabilitas Intelektual, Sekolah Luar Biasa (SLB) ABSTRACT SERIFA TIFFANY 1904253. Social Guidance for Children with Intellectual Disabilities at SLBN Sukapura Bandung City, Thesis, Bandung Social Welfare Polytechnic. Supervisors: Nurrohmi and Ramli Social guidance is a service to help students get to know and be able to relate to their social environment. This study aims to get an overview of Social Guidance for Children with Intellectual Disabilities at SLBN Sukapura Bandung City which includes social guidance in the ability to communicate orally and in writing, social guidance in the ability to receive and express opinions, social guidance in creativity and productivity abilities, and guidance social skills in behavior and social relations. The method used is descriptive method with a qualitative approach. Information was obtained from various sources through in-depth interviews, observation and documentation studies. Informants were selected using purposive techniques and informant criteria with a total of four informants consisting of one teacher informant for SMALB C class, one teacher for SMPLB C class, one child with intellectual disabilities, and one parent of a child with intellectual disabilities. The results of the study show that social guidance for children with intellectual disabilities has been running, but there are still obstacles in providing social guidance for children with intellectual disabilities. The proposed program is "Increasing the Capacity of Teachers and Parents through Educational Groups at SLBN Sukapura Bandung City" which aims to increase the capacity of teachers and parents in providing social guidance for children with intellectual disabilities at SLBN Sukapura Bandung City. Keywords: Social Guidance, Children with Intellectual Disabilities, Special Schools (SLB)
  • Item
    Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung
    (Perpustakaan, 2024-02-21) MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos
    ABSTRAK MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182. Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung, Dibimbing oleh Dr. Marjuki, M.Sc. dan Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai peran pekerja sosial dalam kemandirian anak di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan gambaran yang jelas mengenai karakteristik informan, peran pekerja sosial dalam kemandirian emosional anak asuh, peran pekerja sosial dalam kemandirian perilaku anak asuh, dan peran pekerja sosial dalam kemandirian nilai anak asuh. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran pekerja sosial dalam kemandirian anak asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. Jumlah informan pada penelitian ini adalah 6 orang diantaranya 3 orang pekerja sosial dan 3 orang anak asuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ada lima peran yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian anak asuh yaitu konselor, motivator, edukator, broker dan fasilitator. Peran pekerja sosial yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian anak asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak masih kurang optimal. Permasalahan yang dialami oleh pekerja sosial diantaranya kurangnya pengetahuan mengenai ilmu pekerja sosial, kurangnya kerjasama antar pegawai, kurangnya komunikasi antar pegawai dan kurangnya sumber daya manusia sehingga peran yang dijalankan kurang optimal dan membutuhkan tambahan wawasan pengetahuan serta keterampilan pekerja sosial Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu program penanganan masalah. Sehubungan dengan hal ini maka peneliti mengusulkan program “Pengembangan Kapasitas Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Asuh” yang bertujuan untuk memberikan penguatan berupa pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pekerja sosial untuk melaksanakan peran-peran pekerja sosial agar lebih optimal Kata Kunci : Peran, Pekerja Sosial, dan Kemandirian ABSTRACT MUMTAZUNNISA SALSABILLA, 19.04.182. Peran Pekerja Sosial dalam Upaya Peningkatan Kemandirian Anak Asuh di Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit Kota Bandung, Dibimbing oleh Dr. Marjuki, M.Sc. dan Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos. This research was conducted to obtain an overview of the role of social workers in fostering child independence in the Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. The purpose of this study was to obtain data and a clear picture of the characteristics of informants, the role of social workers in the emotional independence of foster children, the independence of foster children's behavior, and the independence of foster children's values. The research method used in this study is qualitative research. This study aims to describe the role of social workers in fostering the independence of foster children in Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Ciumbuleuit. The number of informants in this study was six, including three social workers and three foster children. The data collection techniques used were in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results of the study show that there are five roles that are carried out to increase the independence of foster children: counselors, motivators, educators, brokers, and facilitators. The role of social workers in increasing the independence of foster children in the Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak is still not optimal. The problems experienced by social workers include a lack of knowledge about social work science, a lack of cooperation between employees, a lack of communication between employees, and a lack of human resources, so that the roles carried out are not optimal and require additional insight into the knowledge and skills of social workers. To overcome these problems, a problem-handling program is needed. In this regard, the researchers propose a program called "Development of the Capacity of Social Workers in Increasing the Independence of Foster Children," which aims to provide reinforcement in the form of knowledge and skills that support social workers in carrying out their roles so that they are more optimal. Keyword : Role, Social Worker, Independenc
  • Item
    Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168.; Tuti Kartika, Ph.D; Arini Dwi Deswanti, M.Kesos
    ABSTRACT FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168. Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Dibimbing oleh Tuti Kartika, Ph.D dan Arini Dwi Deswanti, M.Kesos. There are 35% of children in the Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur who have low learning motivation, one of which is CH. This study aims to test the task centered technique on learning motivation in CH subjects. This study uses a quantitative approach with the Single Subject Design (SSD) method A-B-A pattern. The subject in this study was a 13-year-old male child who was in an alternative caregiver, namely at Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Data collection techniques used are: 1) Observation and 2) Documentation Study. Test the validity and reliability of measuring instruments using the total percent agreement which is then analyzed visually in the conditions. The results of research on research subjects show that the application of task centered can increase learning motivation marked by the behavior of doing the exercise questions, the behavior of collecting assignments on time and the behavior of asking questions. The program design proposed by the researchers based on the SWOT analysis is "Capacity Building dalam Pengembangan Keterampilan Guru dan Pengasuh di PSAA PU 1 Klender". The method used in this program is community development. The strategy used by researchers in community development is collaboration. The tactics used in strategic collaboration are implementation and capacity building Keywords: Task Centered, Learning Motivation, Panti Sosial Asuhan Anak ABSTRAK FEBBY FEBRIYANI, NRP 19.04.168. Penerapan Task Centered dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Subjek CH di Panti Sosial Asuhan Aaak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Dibimbing oleh Tuti Kartika, Ph.D dan Arini Dwi Deswanti, M.Kesos. Terdapat 35% anak di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur memiliki motivasi belajar yang rendah salah satunya subjek CH. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknik task centered terhadap motivasi belajar pada subjek CH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Design (SSD) pola A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak berusia 13 tahun berjenis kelamin laki-laki yang berada pada pengasuhan alternatif yaitu di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Klender Kota Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) Observasi dan 2) Studi Dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas alat ukur menggunakan total percent agreement yang kemudian dianalisis secara visual dalam kondisi. Hasil penelitian terhadap subjek penelitian menunjukkan bahwa penerapan task centered dapat meningkatkan motivasi belajar ditandai dengan perilaku mengerjakan latihan soal, perilaku mengumpulkan tugas tepat waktu dan perilaku bertanya. Rancangan upaya program yang diajukan oleh peneliti berdasarkan analisis SWOT adalah “Capacity Building dalam Pengembangan Keterampilan Guru dan Pengasuh di PSAA PU 1 Klender”. Metode yang digunakan dalam program ini adalah community development. Strategi yang digunakan peneliti dalam pengembangan masyarakat yaitu kolaborasi. Taktik yang digunakan dalam strategi kolaborasi adalah implementasi dan capacity building. Kata Kunci: Task Centered, Motivasi Belajar, Panti Sosial Asuhan Anak
  • Item
    Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak
    (Perpustakaan, 2024-02-20) MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267.; Dr. Marjuki, M.Sc.; Dyah Asri Gita Pratiwi, M.Kesos.
    ABSTRAK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Peran Tokoh Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak Peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA merupakan suatu hal yang sangat penting karena semakin maraknya kasus penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak meliputi 1) mengetahui karakteristik responden 2) peran dalam memberikan pengaruh 3) peran dalam memberikan larangan 4) peran dalam memberikan dukungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan total responden sebanyak 65 tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan face validity dan uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha dengan aplikasi SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket atau kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peran tokoh masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat termasuk dalam kategori tinggi. Dapat dilihat dari perolehan skor tertinggi terdapat pada peran dalam memberikan pengaruh dengan perolehan skor sebesar 2217 dan termasuk dalam kategori tinggi. Tertinggi kedua terdapat pada peran dalam memberikan larangan dengan perolehan skor sebesar 2041 termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan skor terendah terdapat pada peran dalam memberikan dukungan dengan perolehan skor sebesar 1696 termasuk dalam kategori sedang. Dengan adanya salah satu aspek yang termasuk dalam kategori sedang sehingga diperlukan adanya peningkatan peran tokoh masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Benua Melayu Darat yaitu pada aspek peran tokoh masyarakat dalam memberikan dukungan. Tokoh masyarakat diharapkan dapat memahami apa itu NAPZA, bahaya NAPZA, jenis-jenis NAPZA, cara pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan alur rehabilitasi NAPZA jika terdapat masyarakatnya yang melakukan penyalahgunaan. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengusulkan program BMD Bebas NAPZA dengan peningkatan kapasitas dari tokoh masyarakat di Kelurahan Benua Melayu Darat Kota Pontianak. Kata kunci: peran, tokoh masyarakat, pencegahan penyalahgunaan NAPZA - ABSTRACK MEIRINA TALUWANDA KUMPE. 19.04.267. Role of Community Leaders in Preventing Drug Abuse In Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City The role of community leaders in preventing drug abuse is very important because of the increasing number of drug abuse cases in the community. This study aims to determine how the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City includes 1) knowing the characteristics of respondents 2) role in influencing 3) role in providing prohibition 4) role in providing support. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. The sample determination in this study used simple random sampling, with a total of 65 respondents in Kelurahan Benua Melayu Darat. The validity test in this study used face validity and reliability test using cronbach alpha with the SPSS application. Data collection techniques are carried out by questionnaires and documentation studies. The results showed that the overall role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat was included in the high category. It can be seen from the highest score that there is a role in influencing with a score of 2217 and is included in the high category. The second highest is in the role in granting bans with a score of 2041 included in the high category. While the lowest score was found in the role in providing support with a score of 1696 included in the medium category. With one aspect that is included in the medium category, it is necessary to increase the role of community leaders in preventing drug abuse in Kelurahan Benua Melayu Darat, namely in the aspect of the role of community leaders in providing support. Community leaders are expected to understand what drugs are, the dangers of drugs, types of drugs, how to prevent drug abuse and the flow of drug rehabilitation if there are people who commit abuse. Based on this, researchers proposed a drug-free BMD program with capacity building from community leaders in Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak City. Keywords: role, community leader, drug abuse prevention
  • Item
    Sikap Warga Masyarakat terhadap Praktik Rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) SITI AINUN KHOIRUNNISA:; Ramli; Nurrohmi
    ABSTRACT SITI AINUN KHOIRUNNISA: Attitudes of Community Citizens towards Moneylender Practices “Bank Emok" in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency. Supervisors: Ramli and Nurrohmi Attitude is an evaluative response, namely a response that will only arise if the individual is faced with a stimulus that requires an individual reaction. This study aims to obtain an empirical description of the attitudes of community citizens towards the practice of "Bank Emok" moneylenders in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency, including respondent characteristics, cognitive aspects, affective aspects, and conative aspects. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The population that was targeted in this study was the people in Cililin Village who were heads of families with a total of 3589 people. Sampling used a simple random sampling technique to produce a sample of 97 respondents. The data collection technique used was a questionnaire and a documentation study using a Likert scale measuring instrument. This research used a face validity test and reliability test with Alpha Cronbach. The results showed that people's attitudes towards the practice of "Bank Emok" moneylenders were in the moderate category with a total score of 6,523. Cognitive aspects have a total score of 2,098, affective aspects have a total score of 2,256, and conative aspects have a total score of 2,169. The problem analysis shows that in each aspect there is an indicator with the lowest total score. The indicator that has the lowest total score in each aspect has problems related to the cognitive aspects of the community regarding the practice of "Bank Emok" moneylenders. Based on the results of this study, the researchers proposed a program "Building Community Capacity about the Dangers of "Bank Emok" Moneylender Practices through Counseling and Formation of Savings and Loans Cooperatives in Cililin Village, Cililin District, West Bandung Regency". The program proposed by the researchers has gone through due diligence using a SWOT analysis which aims to increase public knowledge, understanding, and awareness about the dangers of “Bank Emok” moneylenders. Keywords : Attitudes, Community, Moneylender ABSTRAK SITI AINUN KHOIRUNNISA: Sikap Warga Masyarakat terhadap Praktik Rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing: Ramli dan Nurrohmi Sikap merupakan suatu respon evaluatif, yaitu respon yang hanya akan timbul apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya reaksi individual. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai sikap warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok” di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat yang meliputi karakteristik responden, aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dijadikan sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Cililin yang merupakan kepala keluarga dengan jumlah 3589 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga menghasilkan sampel sebanyak 97 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan studi dokumentasi dengan alat ukur skala likert. Penelitian ini menggunakan uji validitas muka dan uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok” berada pada kategori sedang dengan skor total sebesar 6.523. Aspek kognitif memiliki skor total 2.098, aspek afektif memiliki skor total 2.256 dan aspek konatif memiliki skor total 2.169. Analisis masalah menunjukkan bahwa pada setiap aspek terdapat indikator dengan skor total paling rendah. Indikator yang memiliki skor total paling rendah pada setiap aspek memiliki permasalahan yang berkaitan dengan aspek kognitif warga masyarakat terhadap praktik rentenir “Bank Emok”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan program “Peningkatan Kapasitas Masyarakat tentang Bahaya Praktik Rentenir “Bank Emok” melalui Penyuluhan dan Pembentukan Koperasi Simpan Pinjam di Desa Cililin Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat”. Program yang diusulkan peneliti telah melalui uji kelayakan dengan menggunakan analisis SWOT yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya praktik rentenir “Bank Emok”. Kata Kunci : Sikap, Masyarakat, Rentenir
  • Item
    Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195.; Catur Hery Wibawa; Theresia Martina Marwanti
    ABSTRAK RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195. Resiliensi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing: Catur Hery Wibawa dan Theresia Martina Marwanti Resiliensi merupakan mind-set yang mampu meningkatkan seseorang untuk mencari pengalaman baru dan memandang kehidupan sebagai proses yang meningkat dalam permasalahan yang dialaminya yaitu dalam proses memecahkan masalah kebutuhan keluarga, serta perihal ekonomi yang disebabkan oleh berbagai faktor yang membuat (PRSE) sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, disisi lain (PRSE) dituntut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari dan dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait kemampuan dalam resiliensi perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang mencakup aspek resiliensi terkait kemampuan sosial, kemampuan memecahkan masalah, dan kemandirian kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan perempuan rawan sosial ekonomi ditentukan dengan cara purposive. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi perempuan rawan sosial ekonomi dalam memenuhi kebutuhan keluarga terdapat permasalahan dalam kemampuan memecahkan masalah. Maka dari permasalahan tersebut peneliti mengusulkan program dengan nama Program Peningkatan Kapasitas PRSE Melalui “Program Perempuan Mandiri, Terampil dan Inspratif (PEMANIS)”. Kata Kunci: Resiliensi, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Kebutuhan Keluarga ABSTRACT RHIZA AYUDINA RAHAYU. 19.04.195. Resilience of Socio-Economically Underprivileged Women (PRSE) in Meeting Family Needs in Kayuambon Village, Lembang District, West Bandung Regency. Supervisors: Catur Hery Wibawa and Theresia Martina Marwanti Resilience is a mind-set that is able to increase a person to seek new experiences and view life as an increasing process in the problems he experiences, namely in the process of solving problems of family needs, as well as economic matters caused by various factors that make it difficult for (PRSE) to get a decent job, on the other hand (PRSE) is required to work to meet the daily needs of his family and with various problems faced by socio-economically vulnerable women in meeting family needs. This study aims to obtain an overview of the ability in the resilience of socio-economically vulnerable women (PRSE) in meeting family needs in Kayuambon Village, Lembang Subdistrict, West Bandung Regency which includes aspects of resilience related to social skills, problem-solving skills, and independence which includes health. This research used descriptive qualitative method. The number of informants in this study was 5 people consisting of the Head of the Social Welfare Section and socio-economically vulnerable women determined by purposive method. Data collection techniques are in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The results showed that the resilience of socio-economically vulnerable women in meeting family needs has problems in problem solving ability. So from these problems, researchers proposed a program with the name "PRSE Capacity Building Program through the Independent, Skilled and Inspiring Women Program (PEMANIS)". Keywords: Resilience, Socioeconomically Vulnerable Women, Family Needs
  • Item
    Dukungan Sosial Masyarkat Terhadap Lanjut Usia Terlantar Di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk,
    (Perpustakaan, 2024-02-20) J.MASITOH DENANDA, 19.04.243.; Ami Maryami; Sri Ratna Ningrum
    ABSTRAK J.MASITOH DENANDA, 19.04.243. Dukungan Sosial Masyarkat Terhadap Lanjut Usia Terlantar Di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Dosen Pembimbing : Ami Maryami dan Sri Ratna Ningrum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan sosial yang diberikan masyarakat kepada lanjut usia terlantar dan mendapatkan gambaran secara empiris tentang (1) karakteristik informan, (2) dukungan emosional, (3) dukungan penghargaan, (4) dukungan instrumental, (5) dukungan informasional dalam dukungan sosial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar di Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan purposive, dan mendapatkan hasil berjumlah lima informan, terdiri dari lima lanjut usia terlantar yang berusia 70 tahun ke atas. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan kredibilitas melalui ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, triangulasi teknik, kecukupan referensi, dan kepastian data. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial masyarakat Desa Karangtengah terhadap lanjut usia terlantar mencangkup : (1) Dukungan emosional yang diberikan dalam bentuk perhatian, empati, dan kepedulian yang dilakukan apabila lanjut usia sedang sakit, sedang sedih, dan sedang menyendiri. (2) Dukungan penghargaan diberikan oleh masyarakat kepada lanjut usia terantar berupa persetujuan akan pendapat dan keinginan lanju usia. (3) Dukungan instrumental yang diberikan yaitu berupa uang, makanan, dan membenahi atap yang bocor. (4) Dukungan informasional diberikan masyarakat kepada lanjut usia terlantar dalam bentuk saran dan nasihat yang dilakukan pada lanjut usia. Program yang diusulkan yaitu “Penguatan Masyarakat Dalam Memberikan Dukungan Sosial Terhadap Lanjut Usia Terlantar di Desa Karangtengah Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk”. Program ini bertujuan agar masyarakat memberikan empati dan membantu kebutuhan lanjut usia terkait dukungan sosial kepada lanjut usia terlantar sehingga dapat menguatkan dukungan sosial masyarakat kepada lanjut usia terlantar. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Masyarakat, Lanjut Usia Terlantar
  • Item
    Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMP Ibnu Sina Kabupaten Bandung, Skripsi, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) AULIA TAZKYAH SYAHRANI 19.04.091.; Ramli; Nurrohmi
    ABSTRAK AULIA TAZKYAH SYAHRANI 1904091. Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMP Ibnu Sina Kabupaten Bandung, Skripsi, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Dosen Pembimbing: Ramli dan Nurrohmi Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMP Ibnu Sina Kabupaten Bandung yang mencakup hak non diskriminasi, hak kepentingan terbaik bagi anak, hak kelangsungan hidup dan perkembangan dan hak penghargaan terhadap pendapat. Pemenuhan hak anak adalah segala sesuatu kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi seluruh anak untuk mendapatkan kesejahteraaanya, begitu pula anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Informasi didapatkan dari berbagai sumber melalui wawancara (in-depth interview), observasi (Observation) dan studi dokumentasi. Informan diplih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima orang yang terdiri dari satu guru, satu guru pendamping, dua teman reguler dari anak berkebutuhan khusus dan satu orang tua anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Inklusi SMP Ibnu Sina Kabupaten Bandung dalam menjalankan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus sudah terpenuhi, anak berkebutuhan khusus dalam setiap hak-haknya diberikan kebebasan dan memiliki kehidupan yang sama seperti anak regular, selain itu juga memberikan bekal bagi anak berkebutuhan khusus terkait penyesuaian dirinya dan menunjang perihal kehidupan dan kesejahteraan dirinya di masa depan. Program yang diusulkan adalah “Peningkatan Pemahaman Kondisi dan Hak Anak Berkebutuhan Khusus melalui Kelompok Rekreasi (Recreation Group) di SMP Ibnu Sina Kabupaten Bandung.” yang bertujuan untuk menguatkan bonding antara anak reguler dan anak berkebutuhan khusus dan meningkatknya pemahaman terhadap kondisi dan hak anak berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Pemenuhan Hak Anak, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi ABSTRACT AULIA TAZKYAH SYAHRANI 1904091. Fulfillment of the Rights of Children with Special Needs at the Ibnu Sina Junior High School Inclusion School, Bandung Regency, Thesis, Bandung Social Welfare Polytechnic. Supervisors: Ramli dan Nurrohmi This study aims to obtain an overview of the fulfillment of the rights of children with special needs at the Ibnu Sina Junior High School Inclusion School, Bandung Regency which includes the right to non-discrimination, the right to the best interests of the child, the right to survival and development and the right to respect for opinions. Fulfillment of children's rights is all the basic needs that need to be met by all children to get their welfare, as well as children with special needs. The method used is a qualitative research method. Information was obtained from various sources through in-depth interviews, observations and documentation studies. Informants were selected using purposive sampling technique with a total of five informants consisting of one teacher, one accompanying teacher, two regular friends of children with special needs and one parent of a child with special needs. The results showed that the Ibn Sina Junior High School Inclusion School in Bandung Regency in carrying out the fulfillment of the rights of children with special needs has been fulfilled, children with special needs in each of their rights are given freedom and have the same life as regular children, besides that it also provides provisions for children with special needs related to their adjustment and supports their life and welfare in the future. The proposed program is "Increasing Understanding of the Conditions and Rights of Children with Special Needs through Recreation Groups at Ibnu Sina Junior High School, Bandung Regency." which aims to strengthen bonding between regular children and children with special needs and increase understanding of the conditions and rights of children with special needs. Keywords: Fulfillment of Children's Rights, Children with Special Needs, Inclusive Schools
  • Item
    Resiliensi Lanjut Usia yang Hidup Sendiri di Desa Tolengas Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) RIZKA SATIKSA WULANDARI, 19.04.226.; Dr. Jumayar Marbun, M.Si; Irniyati Samosir, S.ST, MPS.Sp.
    ABSTRAK RIZKA SATIKSA WULANDARI, 19.04.226. Resiliensi Lanjut Usia yang Hidup Sendiri di Desa Tolengas Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang. Dibimbing Oleh Dr. Jumayar Marbun, M.Si dan Irniyati Samosir, S.ST, MPS.Sp. Ketika seseorang memasuki usia lanjut, diharapkan dibarengi juga dengan peningkatan kualitas hidup mereka. Namun para lansia terutama yang hidup sendiri, mereka masih harus berjuang di masa tuanya untuk mempertahankan hidup secara layak. Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka diperlukan adanya kemampuan untuk bertahan atau biasa disebut resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai: 1) karakteristik responden, 2) kegigihan (tenacity), 3) Kekuatan (strength), 4) Optimisme (optimism). Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan survei deskriptif. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner hasil modifikasi dari skala baku CD-RISC 25 dengan skala pengukuran skala likert. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity) dan uji realibitas dengan Cronbatch Alpha. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis data statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat resiliensi responden. Hasil penelitian terhadap 40 Lanjut Usia yang hidup sendiri menunjukan bahwa tingkat resiliensi Lanjut Usia yang Hidup Sendiri di Desa Tolengas berkategori sedang dengan skor aktual sebanyak 5.662 dari skol ideal 8.000. Aspek terendah berada pada aspek kegigihan dengan presentase responden sebanyak 90% berada di kategori sedang dan 10% berada di kategori tinggi. Aspek ini memiliki indikator kecenderungan responden yang tidak menyukai tantangan karena keadaan mereka yang sudah melemah dan tidak bersemangat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan program Motivasi Hidup Lebih baik bagi Lanjut Usia yang Hidup Sendiri di Desa Tolengas dengan menggunakan metode Social Case Work dan Social Group Work. Tujuan dari program yaitu untuk memotivasi lanjut usia yang hidup sendiri agar menjalani hidup dengan lebih baik. Kata Kunci: Resiliensi, Lanjut Usia, Hidup Sendiri ABSTRACT RIZKA SATIKSA WULANDARI, 19.04.226. Resilience of Elderly Living Alone in Tolengas Village, Tomo District, Sumedang Regency. Supervised by Dr. Jumayar Marbun, M.Si and Irniyati Samosir, S.ST, MPS.Sp. When someone enters old age, it is hoped that it will also be accompanied by an increase in their quality of life. But the elderly, especially those who live alone, they still have to struggle in their old age to maintain a decent life. Based on this fact, it is necessary to have the ability to survive or commonly called resilience. This study aims to obtain an empirical description of: 1) characteristics of respondents, 2) tenacity, 3) strength, 4) optimism. The method used is a quantitative research method with a descriptive survey. The sampling technique used is the census technique. The data collection technique used a modified questionnaire from the standard CD-RISC 25 scale with a rating scale of measurement. Test the validity of the measuring instrument using face validity and reliability test with Cronbatch Alpha. The results of the study were analyzed using descriptive statistical data analysis to describe the level of resilience of the respondents. The results of a study of 40 elderly living alone showed that the resilience level of elderly living alone in Tolengas Village was in the moderate category with an actual score of 5,662 out of an ideal score of 8,000. The lowest aspect is the aspect of persistence with the percentage of respondents as much as 90% being in the medium category and 10% being in the high category. This aspect has an indicator of the tendency of respondents who do not like challenges because they are weak and unenthusiastic. Based on the results of this study, the researchers proposed a Better Life Motivation program for Seniors who Live Alone in Tolengas Village by using the Social Case Work and Social Group Work methods. The aim of the program is to motivate seniors who live alone to lead a better life. Keywords: Resilience, Elderly, Living Alon
  • Item
    Reaksi Psikososial Lansia terhadap Bencana Gempa Bumi di Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) KHAALISHIL MUKHLIS. 19.04.271.; Epi Supiadi; Ahmad Yaneri
    ABSTRACT KHAALISHIL MUKHLIS. 19.04.271. Elderly Psychosocial Reactions to Earthquake in Cikancana Village, Gekbrong District, Cianjur Regency. Supervisors: Mr. Epi Supiadi, and Mr. Ahmad Yaneri. Psychosocial reactions are responses, answers, or responses that appear in individuals as a result of rejection or influence of certain symptoms, events, or phenomena that involve individual psychological and social aspects. Individual psychosocial conditions, which include psychological aspects (such as thoughts, emotions, and behavior) and social aspects (such as relationships with their social environment), can influence how individuals respond to and interact with their environment. This study aims to obtain an empirical description of: 1) Respondent characteristics; 2) Psychological reactions shown by the elderly towards the earthquake; 3) Social reactions shown by the elderly towards the earthquake in Cikancana Village, Gekbrong District, Cianjur Regency. The method used in this research is quantitative with a historical approach. The sampling technique uses purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire and observation. Psychosocial reactions in the elderly were measured using a questionnaire that had been carried out by Face Validity. This questionnaire consists of 20 question items covering psychosocial reactions to psychological and social aspects. Test the validity of the measuring instrument using face validity. The reliability test using Cranbach Alpha showed that the questionnaire used obtained a value of a = 0.669 on the psychological aspect and a value of a = 0.742 on the social aspect. The results of the study of 63 respondents showed that the psychological aspect showed significant results, namely being in the high category with an actual score of 1851, while the social aspect was in the medium category with an actual score of 1451 which showed that there was no significant change. Based on the results of this study, the researchers proposed the Post-Earthquake Psychosocial Recovery Program for Elderly (PELAPAGEMI) in Cikancana Village, Gekbrong District, Cianjur Regency using the CO/CD method (social worker with the community) and social case work (social worker with individuals) with campaign techniques, collaboration, and individual counselling. Keywords: Psychosocial Reaction, Elderly, Earthquake Disaster   ABSTRAK KHAALISHIL MUKHLIS. 19.04.271. Reaksi Psikososial Lansia terhadap Bencana Gempa Bumi di Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing: Bapak Epi Supiadi, dan Bapak Ahmad Yaneri. Reaksi psikososial adalah respon, jawaban, atau tanggapan yang muncul pada individu sebagai hasil dari penolakan atau pengaruh terhadap suatu gejala, peristiwa, atau fenomena tertentu yang melibatkan aspek psikologis dan sosial individu. Kondisi psikososial individu, yang mencakup aspek psikologis (seperti pemikiran, emosi, dan perilaku) dan aspek sosial (seperti hubungan dengan lingkungan sosialnya), dapat mempengaruhi bagaimana individu merespons dan berinteraksi dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai : 1) Karateristik Responden; 2) Reaksi Psikologis yang ditunjukan lansia terhadap bencana gempa; 3) Reaksi Sosial yang ditunjukan lansia terhadap bencana gempa di Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan historis. Teknik penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan kuesioner dan observasi. Reaksi psikososial pada lansia di ukur menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan Face Validity. Kuesioner ini terdiri dari 20 item pertanyaan yang mencakup reaksi psikososial pada aspek psikologis dan aspek sosial. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity). Uji reliabilitas menggunakan Cranbach Alpha menunjukan bahwa kuesioner yang digunakan mendapatkan nilai a = 0.669 pada aspek psikologis dan nilai a = 0,742 pada aspek sosial. Hasil penelitian terhadap 63 responden menunjukan bahwa pada aspek psikologis menunujukan hasil yang signifikan yaitu berada pada kateogri tinggi dengan skor actual 1851, sedangkan pada aspek sosial berada pada kategori sedang dengan skor actual 1451 yang menunjukan bahwa tidak adanya perubahan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan Program Pemulihan Psikososial Lansia Pascabencana Gempa Bumi (PELAPAGEMI) di Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur dengan menggunakan metode CO/CD (pekerja sosial dengan masyarakat) dan social case work (pekerja sosial dengan individu) dengan teknik kampanye, kolaborasi, dan konseling individu. Kata Kunci : Reaksi Psikososial, Lansia, Bencana Gempa Bumi
  • Item
    Resiliensi Anak Keluarga Broken Home di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Kabupaten Tegal. Skripsi, Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung,
    (Perpustakaan, 2024-02-20) FITRIA NUR UTAMI, 19.04.227.; Bambang Sugeng; Benny Setia Nugraha
    ABSTRAK FITRIA NUR UTAMI, 19.04.227. Resiliensi Anak Keluarga Broken Home di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Kabupaten Tegal. Skripsi, Program Studi Pekerjaan Sosial Program Sarjana Terapan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Dosen Pembimbing: Bambang Sugeng dan Benny Setia Nugraha Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi anak keluarga broken home di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Kabupaten Tegal yang terdiri dari tujuh aspek pembentuk resiliensi merujuk pada ahli Reivich dan Shatte (2002), meliputi aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimis, kemampuan mengatasi masalah, empati, efikasi diri, dan pencapaian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, studi dokumentasi, dan observasi. Teknik pengambilan data menggunakan sampling jenuh. Uji validitas yang digunakan adalah face falidity dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak keluarga broken home di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah memiliki resiliensi yang baik hal tersebut ditunjukkan pada kondisi anak yang mampu meregulasi emosinya yaitu tetap tenang dalam kondisi yang menekan, mampu mengendalikan impuls atau dorongan dari dalam dirinya, mampu bersikap optimis untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, dan mampu berempati kepada orang lain. Namun, dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa anak belum mampu menganalisis masalahnya, kurangnya efikasi diri, dan pencapaian yaitu ditunjukan dengan rendahnya kepercayaan diri dan motivasi hidup anak. Berdasarkan hasil tersebut maka diusulkan program “Pelatihan Pengembangan Diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Hidup Anak Keluarga Broken Home” di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Kabupaten Tegal. Kata Kunci: Resiliensi, Anak Keluarga Broken Home, Panti Asuhan ABSTRAC FITRIA NUR UTAMI, 19.04.227. Resilience of Children Broken Home Families at the Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Tegal Regency. Thesis, Bachelor of Applied Social Work from Bandung Social Welfare Polytechnic, Supervisor: Bambang Sugeng and Benny Setia Nugraha This study aims to describe the resilience of children from broken home families at the Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari, Tegal Regency, which consists of seven aspects of forming resilience, referring to experts Reivich and Shatte (2002), including aspects of emotion regulation, impulse control, optimism, ability to overcome problems. , empathy, self-efficacy, and achievement. This research uses quantitative methods with descriptive methods. Respondents in this study amounted to 35 children. Data collection techniques were carried out using questionnaires, documentation studies, and observation. The data collection technique uses saturated sampling. The validity test used is the face validity and reliability test using the Alpha Cronbach formula using the Microsoft Excel application. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics. The results showed that children from broken home families at the Putri 'Aisyiyah Orphanage had good resilience, this was shown in the condition of children who were able to regulate their emotions, namely remaining calm in stressful conditions, being able to control impulses or impulses from within themselves, being able to be optimistic to have a better life, and being able to empathize with others. However, the results of the study also found that children have not been able to analyze their problems, lack of self-efficacy, and achievement, which is indicated by the low self-confidence and motivation in children's lives. Based on these results, a program is proposed "Self-Development Training to Increase Self-Confidence and Life Motivation for Children with Broken Home Families" at the Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Margasari Tegal Regency. Keywords: Resilience, Broken Home Family Children, Panti Asuhan
  • Item
    Peran Tokoh Masyarakat Dalam Pencegahan Pernikahan Dini Di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.
    (Perpustakaan, 2024-02-20) PRISTIA DHENYSA, 19.04.268.; Denti Kardeti; Wiwit Widiansyah
    ABSTRACT PRISTIA DHENYSA, 19.04.268. The Role of Community Leaders in Preventing Early Marriage in Cipendawa Village, Pacet District, Cianjur Regency. Supervisors: Denti Kardeti and Wiwit Widiansyah. This research is about the role of community leaders in preventing early marriage in Cipendawa Village, Pacet District, Cianjur Regency. The purpose of this study is to obtain an overview of the role of community leaders which includes aspects: 1) informant characteristics, 2) the role of the suggestor, 3) the role of the prohibitionist, 4) the role of the support provider in preventing early marriage. This research uses a qualitative approach with descriptive method. The informants in this study were five people, namely Village Officials, Women Leaders, Youth Leaders, Religious Leaders, and Early Marriage Actors. Data validity checks use credibility tests, transferability tests, dependability tests, and confirmability tests. The data collection techniques are in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results showed that in giving suggestions, communication between community leaders is still not optimal, so that the provision of suggestions is not carried out evenly to the community, which causes there are still people who do early marriage. In providing prohibitions, community leaders have not been fully optimized due to the lack of information dissemination activities regarding Marriage Law No.16 of 2019 concerning the minimum age of marriage is 19 years. In providing support, community leaders have been said to be quite good, but there are obstacles, namely the lack of participation of adolescents in participating in activities that have been organized and the low public perception of the importance of education. Based on the results of the study, the program "Establishment of a Community Leader Forum to Prevent Early Marriage in Cipendawa Village" is proposed. Keywords: Role, Community Leaders, Early Marriage ABSTRAK PRISTIA DHENYSA, 19.04.268. Peran Tokoh Masyarakat Dalam Pencegahan Pernikahan Dini Di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing: Denti Kardeti dan Wiwit Widiansyah. Penelitian ini tentang peran tokoh masyarakat dalam pencegahan pernikahan dini di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peran tokoh masyarakat yang mencakup aspek: 1) karakteristik informan, 2) peran pemberi sugesti, 3) peran pemberi larangan, 4) peran pemberi dukungan dalam pencegahan pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang yaitu Aparat Desa, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan Pelaku Pernikahan Dini. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji credibility, uji transferbility, uji dependability, dan uji confirmability. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pemberian sugesti, komunikasi antar tokoh masyarakat masih belum maksimal, sehingga pemberian sugesti tidak dilakukan secara merata kepada masyarakat yang menyebabkan masih terdapat masyarakat yang melakukan pernikahan dini. Dalam pemberian larangan, tokoh masyarakat belum sepenuhnya optimal karena kurangnya kegiatan penyebaran informasi mengenai Undang-Undang Perkawinan No.16 Tahun 2019 tentang usia minimal menikah adalah 19 tahun. Dalam pemberian dukungan, tokoh masyarakat sudah dikatakan cukup baik, namun terdapat kendala yaitu kurangnya partisipasi remaja dalam mengikuti kegiatan yang sudah diselenggarakan dan persepsi masyarakat yang rendah terhadap pentingnya pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diusulkan program “Pembentukan Forum Tokoh Masyarakat Cegah Nikah Dini Di Desa Cipendawa.” Kata Kunci: Peran, Tokoh Masyarakat, Pernikahan Dini
  • Item
    Upaya Keluarga dalam Menangani Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Skripsi D-IV, Tahun 2023
    (Perpustakaan, 2024-02-20) DIAN SILVIANI, 19.04.270,; Susilawati; Diana
    ABSTRAK DIAN SILVIANI, Upaya Keluarga dalam Menangani Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Skripsi D-IV, Tahun 2023, Dosen Pembimbing: Susilawati dan Diana. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama Perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara Biologis, Psikologis, dan penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) membutuhkan penanganan dari berbagai pihak salah satunya adalah keluarga yang merupakan sistem sumber terdekat. Penelitian ini ditujukan untuk menggambarakan upaya keluarga dalam menangani perempuan korban KDRT di Kecamatan Tarogong Kidul Garut, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus jamak dengan kategori empat kasus KDRT asal keluarga dengan kemampuan ekonomi rendah dan menengah. Sumber data terdiri dari delapan informan yaitu dua korban, empat keluarga korban, PSM, dan Pendamping korban yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui teknik wawancara kepada informan. Hasil penelitian menunjukan gambaran kekerasan yang dialami korban sangat beragam serta memiliki kekhasan disetiap kasusnya. Upaya keluarga dalam menangani korban dilakukan dengan cara sederhana, korban tidak terbuka kepada keluarga sehingga keluarga terlambat menentukan upaya yang harus dilakukan, serta keempat korban terdampak kondisi psikologisnya akibat kekerasan yang dialaminya. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan penyelesaian masalah yang ditemukan melalui program “Jaga Wanita Bersama Kita” dengan kegiatan-kegiatan yang dikelola secara terencana serta melibatkan profesional dalam penanganannya. Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Upaya keluarga.   ABSTRACT DIAN SILVIANI, Family Efforts in Handling Women Victims of Domestic Violence (KDRT) in Tarogong Kidul District, Garut Regency, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Skripsi D-IV, Tahun 2023, Dosen Pembimbing: Susilawati dan Diana. Domestic Violence (KDRT) is any act against someone, especially a woman, which results in biological, psychological misery or suffering, and neglect of the household including threats to commit acts, coercion, or unlawful deprivation of liberty within the household sphere. Victims of domestic violence (KDRT) need treatment from various parties, one of which is the family, which is the closest source system. This research is aimed at describing the efforts of families in dealing with women victims of domestic violence in Tarogong Kidul Garut District. The data sources consisted of eight informants, namely two victims, four victims' families, PSM, and victims' assistants who were selected by purposive sampling. Data obtained through interview techniques with informants. The results of the study show that the description of violence experienced by victims is very diverse and has uniqueness in each case. The family's efforts to deal with the victim were carried out in a simple way, the victim was not open to the family so that the family was late in determining what to do, and the four victims were affected by their psychological condition due to the violence they experienced. Therefore, researchers recommend solving the problems found through the "Take Care of Women with Us" program with activities that are managed in a planned manner and involve professionals in handling them. Keywords: Domestic Violence (KDRT), Family efforts.