Browsing by Author "ENUNG HURIPAH"
Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
Item Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Tempat Wisata Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-26) ANDI DEWANTI SARAH AQIILAH, 20.02.044.; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHANDI DEWANTI SARAH AQIILAH, 20.02.044. Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Tempat Wisata Kota Bandung. Dosen PEMBIMBING: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI DAN ENUNG HURIPAH. Penelitian ini penting untuk memahami aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di tempat wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari lima orang: tiga petugas tempat wisata dan dua pengunjung penyandang disabilitas. Pemilihan informan dilakukan secara sengaja (purposive). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan: 1) Uji kredibilitas, 2) Uji keteralihan, 3) Uji ketergantungan, dan 4) Uji kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas di tempat wisata bervariasi, seperti guiding block, bidang miring, handrail, toilet ramah disabilitas, dan petunjuk arah. Namun, tidak semua tempat wisata memiliki fasilitas ini secara lengkap; biasanya hanya 2 atau 3 jenis aksesibilitas yang tersedia. Oleh karena itu, disarankan program “Peningkatan Aksesibilitas Wisata Ramah Disabilitas” dengan menggunakan metode Group Work dan teknik Focus Group Discussion (FGD). Kata Kunci: Aksesibilitas, Penyandang Disabilitas, Tempat Wisata. ABSTRACT ANDI DEWANTI SARAH AQIILAH, 20.02.044. Accessibility For Persons With Disabilities In Tourist Attractions In Bandung City. SUPERVISORS: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI AND ENUNG HURIPAH. This research is important for understanding accessibility for people with disabilities at tourist sites. The study uses a descriptive method with a qualitative approach. The informants consist of five people: three tourism site staff and two visitors with disabilities. Informants were selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document studies. The validity of the data was tested using: 1) Credibility test, 2) Transferability test, 3) Dependability test, and 4) Confirmability test. The results show that accessibility at tourist sites varies, including guiding blocks, ramps, handrails, accessible toilets, and directional signs. However, not all tourist sites provide these facilities comprehensively; usually, only 2 or 3 types of accessibility are available. Therefore, the "Enhancing Accessible Tourism for People with Disabilities" program is recommended, using the Group Work method and Focus Group Discussion (FGD) technique. Keywords: Accessibility, People with Disabilities, Tourist AttractionsItem Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Sekolah Luar Biasa Kota Bengkulu.(Perpustakaan, 2024-10-05) PRILI YERISHA OGTA, NRP.20.02.123.; RINI RINDA HARTINI ANDAYANI; ENUNG HURIPAHPRILI YERISHA OGTA, NRP.20.02.123. Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Sekolah Luar Biasa Kota Bengkulu. Dibimbing oleh RINI RINDA HARTINI ANDAYANI dan ENUNG HURIPAH. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai dukungan dosial orang tua terhadap anak dengan ASD di SLB Kota Bengkulu. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu; aspek dukungan emosional, aspek dukungan penilaian , aspek dukungan instrumental, dan aspek dukungan informatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan 35 sampel yang dipilih melalui teknik Sampling Total atau sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan dukungan sosial orang tu terhadap anak dengan ASD di SLB Kota Bengkulu berada dalam kategori baik, namun demikian,masih terdapat beberapa aspek dukungan sosial yang belum dapat dioptimalkan oleh orang tua, yaitu aspek dukungan instrumental dan aspek dukungan penilaian. Implikasi dari penelitain ini terhadap anak dengan ASD adalah pentingnya dukungan sosial orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup dan tumbuh kembang anak. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman kondisi dukungan sosial orang tua terhadap anak dengan Autism Spectrum Disorder di Sekolah Luar Biasa Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pelatihan bagi orang tua untuk meningkatkan kualitas dukungan sosial mereka terhadap anak dengan ASD di SLB Kota Bengkulu. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Autism Spectrum Disorder (ASD), Orang Tua ABSTRACT PRILI YERISHA OGTA, NRP.20.02.123. Parental Social Support for Children with Autism Spectrum Disorder in SES in Bengkulu. Supervised by RINI RINDA HARTINI ANDAYANI and ENUNG HURIPAH. This study aims to obtain an overview of parental social support for children with ASD in Special Education Schools (SES) in Bengkulu City. The aspects examined in this study include emotional support, appraisal support, instrumental support, and informational support. The research method employed is quantitative, with 35 samples selected through total sampling or the census technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The results of this study indicate that parental social support for children with ASD in SES Bengkulu City falls into the good category. However, there are still some aspects of social support that parents have not optimized, namely instrumental support and appraisal support. The implication of this research for children with ASD is the importance of parental social support in improving the quality of life and child development. This study contributes to understanding the condition of parental social support for children with autism spectrum disorder in Special Education Schools in Bengkulu City. The results of this study are expected to serve as a basis for developing training programs for parents to improve the quality of their social support for children with ASD in SES Bengkulu City. Keywords: Social Support, Autism Spectrum Disorder (ASD), ParentsItem Grieving pada Lanjut Usia Terlantar di UPTD Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung(Perpustakaan, 2024-01-02) RIZKY PUTRA PRATAMA 1902017; DAYNE TRIKORA; ENUNG HURIPAHABSTRACK RIZKY PUTRA PRATAMA: Grieving pada Lanjut Usia Terlantar di UPTD Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung, Dosen Pembimbing: DAYNE TRIKORA dan ENUNG HURIPAH Grieving merupakan reaksi yang terjadi karena kehilangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai grieving yang dialami oleh lanjut usia terlantar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan aspek lima tahapan grieving yang dikemukakan oleh Kubler Ross, yaitu: denial, anger, bargaining, depression dan acceptance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria adalah dua lanjut usia terlantar yang memperoleh pelayanan di UPTD rumah singgah Dinas Sosial Kota Bandung dan dua pekerja sosial pendamping dari lanjut usia terlantar tersebut. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah adalah perpanjangan pengamatan, peningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan lanjut usia terlantar yang mengalami grieving sudah dapat mencapai tahap acceptance atau penerimaan pada grieving yang dialaminya. Namun, hasil penelitian juga menunjukan bahwa grieving yang dialami oleh informan belum selesai sepenuhnya dan memunculkan permasalahan pada kehidupannya saat ini. Permasalahan yang dialami oleh lanjut usia terlantar akibat grieving, yaitu: ketidakmampuan meregulasi terhadap emosi dan pikiran yang mengganggu, penurunan pada kualitas relasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, serta kembalinya lanjut usia terlantar ke tahapan grieving sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan program optimalisasi kegiatan bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial bagi lanjut usia terlantar di UPTD rumah singgah Dinas Sosial Kota Bandung. Kata Kunci: Grieving, Lanjut Usia Terlantar, Dinas Sosial Kota BandungItem Pelaksanaan Konseling Individu Pada Penyandang Disabilitas Netra yang Mengalami Masalah Psikososial di Sentra Wyata Guna Bandung(Perpustakaan, 2024-09-26) FANNY FAHRIZANI FAIRUZILLAH, 2002037.; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHFANNY FAHRIZANI FAIRUZILLAH, 2002037. Pelaksanaan Konseling Individu Pada Penyandang Disabilitas Netra yang Mengalami Masalah Psikososial di Sentra Wyata Guna Bandung. dibimbing oleh RINI HARTINI RINDA ANDAYANI dan ENUNG HURIPAH. Konseling individu menjadi salah satu metode yang efektif dalam membantu inividu dalam mengatasi berbagai masalah psikososial, termasuk penyandang disabilitas netra. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dari pelaksanaan konseling individu pada penyandang disabilitas netra yang mengalami masalah psikososial di Sentra Wyata Guna Bandung. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah terkait tahapan konseling indvidu berdasarkan perspektif pekerja sosial yaitu, tahapan membangun relasi, menggali maslaah secara mendalam, dan menggali solusi alternatif. Metode penelitian yang digunakan dlama penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sasaran penelitian ini merupakan konselor, pekerja sosial, dan penerima manfaat penyandang disabilitas netra yang mendapatkan layanan konseling individu di Sentra Wyata Guna Bandung. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konselor dan pekerja sosial telah melaksanakan layanan konseling melalui tahap membangun relasi yang baik dengan klien, menggali maslaah secara mendalam, dan menggali solusi alternatif dengan sangat baik, namun pada pelaksanaan setiap tahapannya terdapat tahapan yang belum optimal dlaam mencapai perubahan positif yang dilakukan konselor atau pekerja sosial kepada klien. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti merekomendasikan program "Lokakarya Intensif Peningkatan Layanan Konseling Inklusif untuk Penyandang Disabilitas Netra di Sentra Wyata Guna Bandung". usulan program pada penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu Peningkatan Kompetensi dan Pengembangan Metode Konseling Inklusif, Penyediaan Sumber Daya dan Sistem Dukungan , dan Implementasi dan Evaluasi Layanan Konseling Berkelanjutan. Kata Kunci: Konseling Individu, Masalah Psikosial, Disabilitas Netra ABSTRACT FANNY FAHRIZANI FAIRUZILLAH, 2002037. Implementation of Individual Counseling for Persons with Visual Disabilities Experiencing Psychosocial Problems at Sentra Wyata Guna Bandung. supervised by RINI HARTINI RINDA ANDAYANI and ENUNG HURIPAH. Individual counseling is one of the effective methods in helping individuals overcome various psychosocial problems, including people with visual disabilities. This study aims to obtain an overview of the implementation of individual counseling for people with visual disabilities who experience psychosocial problems at Sentra Wyata Guna Bandung. The aspects examined in this study are related to the stages of individual counseling based on the perspective of social workers, namely, the stages of building relationships, exploring problems in depth, and exploring alternative solutions. The research method used in this research is a descriptive method with a quantitative approach. The targets of this study were counselors, social workers, and beneficiaries with visual disabilities who received individual counseling services at Sentra Wyata Guna Bandung. The results of this study indicate that counselors and social workers have implemented counseling services through the stages of building good relationships with clients, exploring problems in depth, and exploring alternative solutions very well, but in the implementation of each stage there are stages that are not optimal in achieving positive changes made by counselors or social workers to clients. Based on these problems, the researchers recommend the program “Intensive Workshop on Improving Inclusive Counseling Services for Persons with Visual Disabilities at Sentra Wyata Guna Bandung”. the proposed program in this study consists of three main activities, namely Competency Improvement and Inclusive Counseling Method Development, Provision of Resources and Support Systems, and Implementation and Evaluation of Continuous Counseling Services. Keywords: Individual Counseling, Psychosocial Problems, Visual DisabilityItem Pelaksanaan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial bagi Anak Yatim Piatu di Dinas Sosial Kota Bandung(Perpustakaan, 2024-09-23) RIFANZA RACHADIAN PUTRA, 20.02.097.; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHRIFANZA RACHADIAN PUTRA, 20.02.097. Pelaksanaan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial bagi Anak Yatim Piatu di Dinas Sosial Kota Bandung, Dibimbing oleh RINI HARTINI RINDA ANDAYANI dan ENUNG HURIPAH. Persoalan anak selalu menjadi perhatian penting di setiap negara, sehingga terdapat berbagai kebijakan dan program untuk merespon berbagai permasalahan anak telah menjadi prioritas pada beberapa negara. Didalam persoalan anak tersebut terdapat anak yatim piatu. Anak yatim piatu merupakan sebutan bagi anak yang ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya. Kata yatim piatu disini pun diperlukan mendapatkan perlindungan khusus seperti dilansir dalam UU No.35 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak. Program ATENSI yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial bertujuan untuk memberikan bantuan berupa jaminan kebutuhan dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sasaran penelitian ini merupakan pelaksana program ATENSI Anak Yatim Piatu di Dinas Sosial Kota Bandung. Keluarga penerima program dan anak penerima program dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ATENSI telah memberikan dampak positif dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak yatim piatu. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program, seperti kurangnya koordinasi dan komunikasi serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Kualitas Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu dan Peningkatan Partisipasi Stakeholder.” Usulan program pada penelitian ini terdapat dua kegiatan yaitu sosialisasi mengenai komunikasi dan koordinasi serta sosialisasi mengenai monitoring dan evaluasi. Kata kunci : Anak Yatim Piatu, Program ATENSI, Dinas Sosial, Pelaksana Program. ABSTRACT RIFANZA RACHADIAN PUTRA, 20.02.097. Implementation of the Social Rehabilitation Assistance Program for Orphans at the Bandung City Social Service, Supervised by RINI HARTINI RINDA ANDAYANI and ENUNG HURIPAH. Children's issues have always been an important concern in every country, so that various policies and programs to respond to various children's problems have become a priority in several countries. In this child problem there are orphans. Orphans are the term for children whose parents have died. The word orphan here also requires special protection as stated in Law No. 35 of 2013 concerning Child Protection. The ATENSI program launched by the Ministry of Social Affairs aims to provide assistance in the form of guarantees for basic needs. The research method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques through in depth interviews, observation and documentation studies. The target of this research is the implementer of the ATENSI Orphan Children program at the Bandung City Social Service. Program recipient families and program recipient children were involved in this research. The results of this research show that the ATENSI program has had a positive impact in fulfilling the basic needs of orphaned children. However, there are several obstacles in implementing the program, such as lack of coordination and communication as well as monitoring and evaluation. Based on these problems, the researchers proposed the program "Optimizing the Quality of Implementation of the Social Rehabilitation Program for Orphans and Increasing Stakeholder Participation." The proposed program in this research includes two activities, namely outreach regarding communication and coordination and outreach regarding monitoring and evaluation. Keywords: Orphans, ATENSI Program, Social Service, Implementation ProgramItem Penerapan Art Therapy pada Remaja Autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung, Skripsi, Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial. 2024,(Perpustakaan, 2024-10-03) Visty Hoveni Ramayossi, 20.02.093.; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHVisty Hoveni Ramayossi, 20.02.093. Penerapan Art Therapy pada Remaja Autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung, Skripsi, Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial. 2024, RINI HARTINI RINDA ANDAYANI DAN ENUNG HURIPAH. Art Therapy adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pada remaja autis secara komprehensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai proses penerapan Art Therapy pada remaja autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung, faktor pendukung proses penerapan Art Therapy pada remaja autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung, dan faktor penghambat proses penerapan Art Therapy pada remaja autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari 1 psikolog, 3 terapis, dan 2 remaja autis. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga langkah penerapan Art Therapy, yaitu persiapan (pre-art making), pelaksanaan (art making), dan pengakhiran (post-art making). Pada penerapannya meskipun terapis sudah berupaya yang terbaik, tetapi masih terdapat hambatan yang dapat menghalangi atau membatasi efektivitas proses penerapan Art Therapy pada remaja autis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung. Strategi pemecahan masalah terhadap hambatan tersebut dengan membuat program yang berjudul “Art Therapy Exploration: Pengembangan Kemampuan Remaja Autis dan Upgrade Skill Terapis di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus Our Dream Indonesia Kota Bandung”. Kata kunci: Art Therapy, Remaja Autis, Our Dream Indonesia Visty Hoveni Ramayossi, 20.02.093. Application of Art Therapy for Autistic Adolescents at the Our Dream Indonesia Special Needs Children and Adolescents Growth and Development Therapy Center Bandung City, Thesis, Applied Bachelor of Social Work Education Program. 2024, RINI HARTINI RINDA ANDAYANI AND ENUNG HURIPAH. Art Therapy is one of the approaches to comprehensively improve the abilities of autistic adolescents. The purpose of this study is to obtain an overview of the process of applying Art Therapy to autistic adolescents at Our Dream Indonesia, supporting factors in the process of applying Art Therapy to autistic adolescents at Our Dream Indonesia, and inhibiting factors in the process of applying Art Therapy to autistic adolescents at Our Dream Indonesia. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. The informants in this study amounted to six people consisting of 1 psychologist, 3 therapists, and 2 autistic adolescents. Data were collected by means of in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results of this study indicate three steps in the application of Art Therapy, namely preparation (pre-art making), implementation (art making), and termination (post-art making). In its application, although the therapist has tried his best, there are still obstacles that can hinder or limit the effectiveness of the process of applying Art Therapy to autistic adolescents at Our Dream Indonesia. The problem-solving strategy for these obstacles is to create a program entitled “Art Therapy Exploration: Development of Autistic Youth and Upgrade of Therapist Skills at Our Dream Indonesia”. Keywords: Art Therapy, Autistic Youth, Our Dream IndonesiaItem Penguasaan Literasi Digital Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Di Sentra Wyata Guna Bandung(Perpustakaan, 2024-08-29) TITA KANIA 2002001; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHTITA KANIA, Penguasaan Literasi Digital Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Di Sentra Wyata Guna Bandung, Dosen Pembimbing: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI, dan ENUNG HURIPAH. Penelitian ini mengkaji penguasaan literasi digital pada penyandang disabilitas sensorik netra di Sentra Wyata Guna Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana mereka mampu menguasai keterampilan literasi digital, meliputi pencarian di internet, pandu arah hypertext, evaluasi konten informasi, dan penyusunan pengetahuan media digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas sensorik netra sudah menguasai literasi digital melalui handphone, namun masih kurang terampil menggunakan komputer. Fasilitas seperti ekstrakurikuler komputer dan perpustakaan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan penguasaan literasi digital, diusulkan program "Cerdas Dalam Literasi Digital" yang menggunakan metode social group work melalui teknik educational group dan recreational skill group. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan literasi digital dalam suasana yang santai dan menyenangkan, guna meningkatkan motivasi belajar dan kualitas hidup penyandang disabilitas sensorik netra. Literasi digital yang baik akan memperluas akses informasi, meningkatkan kemandirian, dan membuka peluang kerja yang lebih luas. Kata Kunci : Penguasaan, Literasi Digital, Penyandang Disabilitas Sensorik Netra ABSTRACT TITA KANIA, Mastery of Digital Literacy Among Visually Impaired Individuals at Sentra Wyata Guna Bandung, Supervisors: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI, and ENUNG HURIPAH. This study examines the digital literacy proficiency of individuals with visual impairments at Sentra Wyata Guna Bandung. The main objective is to understand the extent to which they have mastered digital literacy skills, including internet searching, hypertext navigation, content evaluation, and digital media knowledge organization. The study employs a descriptive qualitative approach, utilizing in depth interviews, participant observation, and documentation review. The findings indicate that individuals with visual impairments have already mastered digital literacy using mobile phones, but are still less skilled in using computers. Facilities such as computer extracurricular activities and the library have not been fully utilized. To enhance digital literacy proficiency, a program called "Smart in Digital Literacy" is proposed, employing social group work methods through educational groups and recreational skill groups. This program aims to provide digital literacy knowledge and skills in a relaxed and enjoyable environment, thereby boosting learning motivation and improving the quality of life for individuals with visual impairments. Good digital literacy will expand access to information, increase independence, and open up broader job opportunities. Keywords: Mastery, Digital Literacy, Visual Sensory DisabilitiesItem Proses Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Mental Melalui Terapi Penghidupan Di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor.(Perpustakaan, 2024-08-29) ANNISA JUHRIYAH NURAINI, 2002025.; RINI HARTINI RINDA ANDAYANI; ENUNG HURIPAHANNISA JUHRIYAH NURAINI, 2002025. Proses Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Mental Melalui Terapi Penghidupan Di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor. Pembimbing: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI dan ENUNG HURIPAH Penyelenggaraan program rehabilitasi sosial dalam terapi penghidupan merupakan proses kegiatan yang dapat membantu para penyandang disabilitas mental menjalani hidup yang lebih baik dan mencapai keberfungsian sosial mereka dengan melakukan beberapa kegiatan keterampilan untuk mengembangkan kemampuannya dan juga mengasah keterampilan sensorik juga motorik penyandang disabilitas mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai Proses Pelayanan Rehabilitasi Sosial bagi Penyandang Disabilitas Mental melalui Terapi Penghidupan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini menunjukan proses pelayanan rehabilitasi sosial melalui terapi penghidupan bagi penyandang disabilitas mental di Sentra Terpadu Inten Soeweno telah memberikan dukungan menyeluruh yang tidak hanya menangani masalah fisik dan mental penyandang disabilitas mental tetapi juga membantu mereka mencapai potensi mereka dengan lingkungan dan fasilitas yang mendukung. Adapun hambatan dalam pelaksanaan terapi penghidupan tersebut seperti penyandang disabilitas mental memiliki perubahan suasana hati yang cepat dan tidak terprediksi sehingga tidak bisa memaksakan mereka untuk dapat mengikuti terapi penghidupan ini secara full dari awal hingga akhir yang mengakibatkan pekerja sosial mengalami keterbatasan metode dan strategi agar pelayanan dapat secara maksimal diberikan. Oleh karena itu diusukannya program “Pengembangan Inovatif Terapi Penghidupan: Workshop Kolaboratif untuk Peningkatan Kompetensi Pekerja Sosial terhadap Penyandang Disabilitas Mental” di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, dengan menggunakan metode social grup work dengan tipe kelompok educational group. Kata kunci: Rehabilitasi Sosial, Terapi Penghidupan, Penyandang Disabilitas Mental ABSTRACT ANNISA JUHRIYAH NURAINI, 2002025. Proses Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Mental Melalui Terapi Penghidupan Di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor. Pembimbing: RINI HARTINI RINDA ANDAYANI dan ENUNG HURIPAH Implementing a social rehabilitation program in livelihood therapy is an activity process that can help people with mental disabilities live a better life and achieve their social functioning by carrying out several skills activities to develop their abilities and also hone the sensory and motor skills of people with mental disabilities. The aim of this research is to obtain an empirical description of the Social Rehabilitation Service Process for People with Mental Disabilities through Livelihood Therapy. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques use in-depth interviews, observation and documentation studies. The results of this research show that the social rehabilitation service process through livelihood therapy for people with mental disabilities at the Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor has provided comprehensive support that not only addresses the physical and mental problems of people with mental disabilities but also helps them achieve their potential with a supportive environment and facilities. There are obstacles in implementing livelihood therapy, such as people with mental disabilities who have rapid and unpredictable mood changes, so they cannot force them to be able to participate in livelihood therapy in full from start to finish, which results in social workers experiencing limited methods and strategies so that services can be carried out effectively. maximum is given. Therefore, the program "Increasing the Competency of Social Workers in Handling People with Mental Disabilities" was proposed at the Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, using the method social grup work by group type educational group. Keywords: Social Rehabilitation, Livelihood Therapy, People with Mental Disabilities