Browsing by Author "MILLY MILDAWATI"
Now showing 1 - 16 of 16
Results Per Page
Sort Options
Item Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.(Perpustakaan, 2024-01-19) BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023,; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dosen pembimbing ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Penelitian tentang Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dampak adalah pengaruh yang kuat dari seseorang atau kelompok orang di dalam menjalankan tugas dan kedudukannya sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, sehingga akan membawa akibat terhadap perubahan baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik dampak positif maupun dampak negatif di Kelurahan Cibeber, mencakup: 1) karakteristik responden, 2) aspek kesehatan, 3) aspek pendidikan, 4) aspek pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dari penelitian ini sebanyak 682 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan sampel sebanyak. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket menggunakan pengukuran reting scale dan uji validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) berada pada kategori tinggi. Meskipun begitu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi demi peningkatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program ( Edukasi Tentang Pentingnya Pendidikan Terhadap Masa Depan Anak) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kata Kunci: Dampak, Program Keluarga Harapan, Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ABSTRACT BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Supervisor ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Research on the Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Impact is the influence or effect in every decision making of every positive impact or negative impact which also concerns aspects of health, education, perception. This study aims to determine the impact of the Family Hope Program (PKH) on Beneficiary Families (KPM) both positive and negative impacts in Cibeber Village, including: 1) respondent characteristics, 2) health aspects, 3) education aspects, 4) aspects The research method used in this study is a quantitative research method. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The sampling technique in this study is a census. Data collection techniques used are questionnaires and documentation studies. Measuring tools used are questionnaires and documentation studies. Measuring tool used is a questionnaire using measurement scale reting and test the validity of the face (validity face). Furthermore, the results of the study were analyzed using quantitative analysis. The results of the study show that the impact of the Family Hope Program (PKH) is in the high category. Even so, there are still a number of things that need to be addressed in order to increase Beneficiary Families (KPM) through the program (Education About the Importance of Education for the Future of Children) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Keywords: The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPMItem Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIRATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung. Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA DAN MILLY MILDAWATI. Rehabilitasiۡ Bersumberdayaۡ Masyarakatۡ (RBM)ۡ Kotaۡ Bandungۡ telahۡ menjadiۡ salahۡ satuۡ upayaۡ pentingۡ dalamۡ mendukungۡ keluargaۡ yangۡ memilikiۡ anggotaۡdenganۡpenyandangۡdisabilitas.ۡPenelitianۡiniۡbertujuanۡuntukۡmenganalisisۡ secaraۡ mendalamۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ Home Programۡyangۡdiberikanۡkepadaۡkeluargaۡtersebut,ۡdenganۡpenekananۡpadaۡaspekۡ perencanaanۡdanۡpelaksanaan.ۡMetodeۡpenelitianۡyangۡdigunakanۡdalamۡpenelitianۡ iniۡyaituۡdeskriptifۡdenganۡpendekatanۡkualitatif.ۡTeknikۡpengumpulanۡdataۡmelaluiۡ wawancaraۡmendalamۡdanۡstudiۡdokumentasi.ۡInformanۡpenelitianۡterdiriۡdariۡstafۡ RBMۡ kota,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Cibeunyingۡ Kidul,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Batununggalۡ danۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Sumurۡ Bandung.ۡ Hasilۡ penelitianۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ home programۡ terhadapۡ keluargaۡyangۡmemilikiۡpenyandangۡdisabilitasۡ meliputiۡempatۡtahapanۡprosesۡ perencanaanۡuntukۡhomeۡprogramۡyaituۡmenetapkanۡtujuan,ۡmerumuskanۡkeadaanۡ saatۡ ini,ۡ mengidentifikasiۡ kemudahanۡ danۡ hambatan,ۡ mengembangkanۡ rencanaۡ kegiatan.ۡDiۡdalamۡperencanaanۡditemukanۡbahwaۡseluruhۡprosesۡtahapanۡyangۡ dilaksanakanۡtidakۡtertulis/tercetakۡsehinggaۡdalamۡpelaksanaannyaۡmenimbulkanۡ kendalaۡdiۡlapanganۡyangۡbervariasi.ۡKemudianۡpelaksanaanۡhome programۡditelitiۡ dariۡketercapaianۡperencanaan,ۡketercukupanۡkebutuhan,ۡdanۡpemanfaatanۡpotensiۡ danۡ sumberۡ daya.ۡ Diۡ dalamۡ pelaksanaanۡ home program,ۡ ditemukanۡ bahwaۡ pelaksanaannyaۡ masihۡ mengalamiۡ beberapaۡ kendalaۡ yangۡ dimanaۡ diۡ setiapۡ kecamatanۡ berbedaۡ kendalaۡ yangۡ disebabkanۡ olehۡ perencanaanۡ yangۡ kurangۡ matang.ۡBerdasarkanۡanalisisۡhasilۡpenelitian,ۡpenelitiۡmengusulkanۡprogramۡuntukۡ mengatasiۡ permasalahanۡ yangۡ munculۡ denganۡ namaۡ programۡ “Optimalisasiۡ ManajemenۡLayananۡHomeۡProgramۡdiۡRehabilitasiۡBersumberdayaۡMasyarakatۡ (RBM)ۡKotaۡBandung.” Kata Kunci : Implementasi, Layanan Bimbingan, Penyandang Disabilitas, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) ABSTRACT RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Implementation of Community Guidance Services Through Home Programs for Families with Persons with Disabilities at Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City. Supervisors: HELLY OCKTILIA AND MILLY MILDAWATI. The Bandung City Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) has become one of the important efforts in supporting families who have members with disabilities. This study aims to analyze in depth the implementation of community guidance services through home programs provided to these families, with an emphasis on aspects of planning and implementation. The research method used in this study is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews and documentation studies. The research informants consisted of city RBM staff, Cibeunying Kidul Sub-district RBM staff, Batununggal Sub-district RBM staff and Sumur Bandung Sub-district RBM staff. The results of research on the implementation of community guidance services through home programs for families who have people with disabilities include four stages of the planning process for home programs, namely setting goals, formulating the current situation, identifying facilities and obstacles, developing activity plans. In planning, it was found that the entire process of the stages carried out was not written / printed so that in its implementation it caused obstacles in the field that varied. Then the implementation of the home program was examined from the achievement of planning, adequacy of needs, and utilization of potential and resources. In the implementation of the home program, it was found that the implementation still experienced several obstacles, which in each sub-district were different obstacles caused by less careful planning. Based on the analysis of the research results, the researcher proposes a program to overcome the problems that arise with the program name "Optimizing Home Program Service Management in Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City”. Keywords: Implementation, Guidance Services, Persons with Disabilities, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)Item Implementasi Desain Teknik Transek Kebencanaan dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Desa Gasol Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-10) BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001.; MILLY MILDAWATI; LINA FAVOURITA SUTIAPUTRIABSTRACT BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001. Implementation of Disaster Transect Technique Design in Community-Based Disaster Risk Reduction Efforts in Gasol Village, Cianjur Regency. Supervisors: MILLY MILDAWATI and LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI. On November 21, 2022, a tectonic earthquake shook Cianjur Regency with a magnitude of 5.6 which resulted in heavy losses felt by the community. The losses felt by disaster survivors occur due to the high level of vulnerability that exists in the community. To reduce vulnerability, capacity building is needed, known as disaster risk reduction. The research was conducted in Gasol Village, Cianjur Regency, which is one of the villages that suffered damage after the earthquake. This research implements the Disaster Transect Technique Design which is a development of the Transect Technique by conducting Social Work Technology Engineering. The Disaster Transect Technique Design is used to assess potential and resources and their utilization, disaster threats, vulnerability, and capacity. This research used the Participatory Action Research (PAR) method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, documentation studies, and Focus Group Discussion (FGD). The results showed that resources in Gasol Village include water, land, rice fields, and community organizations. The disaster threats found are earthquakes, volcanic eruptions, landslides, floods, droughts, and natural gas. The perceived vulnerabilities are human, physical and economic. The existing capacity is the formation of a Disaster Preparedness Team that focuses on disaster activities. The results of the transect technique were made into a disaster transect map and then the information obtained during the transect was used as a basis to make an action plan for disaster activities in Gasol Village. Keywords: Disaster Transect Technique, Social Work Technology Engineering ABSTRAK BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001. Implementasi Desain Teknik Transek Kebencanaan dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Desa Gasol Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing: MILLY MILDAWATI dan LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI. Pada tanggal 21 November 2022, gempa tektonik mengguncang Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitudo yang mengakibatkan kerugian besar yang dirasakan oleh masyarakat. Kerugian yang dirasakan oleh para penyintas bencana terjadi karena tingginya tingkat kerentanan yang ada di masyarakat. Untuk mengurangi kerentanan dibutuhkan peningkatan kapasitas yang dikenal dengan istilah pengurangan risiko bencana. Penelitian dilakukan di Desa Gasol Kabupaten Cianjur yang menjadi salah satu desa yang mengalami kerusakan paska gempa bumi. Penelitian ini mengimplementasikan Desain Teknik Transek Tebencanaan yang merupakan pengembangan dari Teknik Transek dengan melakukan Rekayasa Teknologi Pekerjaan Sosial. Desain Teknik Transek Kebencanaan digunakan untuk menilai potensi dan sumber daya serta pemanfaatannya, ancaman bencana, kerentanan, dan kapasitas. Penelitian ini menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang ada di Desa Gasol meliputi air, tanah, sawah, dan organisasi masyarakat. Ancaman bencana yang ditemukan adalah gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, kekeringan, dan gas alam. Kerentanan yang dirasakan adalah kerentanan manusia, fisik, dan ekonomi. Kapasitas yang ada adalah pembentukkan Tim Siaga Bencana yang berfokus pada kegiatan-kegiatan kebencanaan. Hasil dari penelusuran teknik transek tersebut dibuatkan peta transek kebencanaan dan kemudian informasi yang didapatkan selama penelusuran dijadakan landasan untuk membuat rencana tindak lanjut untuk kegiatan kebencanaan di Desa Gasol. Kata Kunci: Teknik Transek Kebencanaan, Rekayasa Teknologi Pekerjaan SosialItem Implementasi Penanggulangan Bencana berbasis Masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Politeknik Kesejahteraan Sosial, Skripsi Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024,(Perpustakaan, 2024-10-10) ELIYA PERMATASARI, 20.03.060.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIELIYA PERMATASARI, 20.03.060. Implementasi Penanggulangan Bencana berbasis Masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Politeknik Kesejahteraan Sosial, Skripsi Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024, Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Desa Sukakerti merupakan salah satu desa yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Hal ini mendasari terbentuknya kampung siaga bencana di desa Sukakerti. Kampung siaga bencana di desa Sukakerti telah terbentuk sejak September 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai aspek penerapan penanggulangan bencana berbasis masyarakat di kampung siaga bencana: 1) Komunikasi; 2) Sumber daya; 3) Disposisi; 4) Struktur birokrasi. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penentuan subjek penelitian ini menggunkaan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan focus group discussion. Pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian daya dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui kampung siaga bencana di desa Sukakerti kecamatan Cisalak kabupaten Subang masih memiliki beberapa masalah. Sumber daya, yang terdiri dari sumber daya manusia, anggaran, peralatan, dan kewenangan, adalah satu dari keempat aspek yang diteliti yang masih belum mencapai tingkat optimal. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan sebuah program yaitu “Revitalisasi kampung siaga bencana desa Sukakerti”. Kata kunci: Implementasi, Penanggulangan Bencana, Kampung Siaga Bencana ABSTRACT ELIYA PERMATASARI, 20.03.060. Implementation of Community-based Disaster Management through Disaster Preparedness Village in Sukakerti Village, Cisalak District, Subang Regency, Social Welfare Polytechnic, Bachelor of Applied Social Sciences Program, June 2024, Lecturers: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. Sukakerti Village is one of the villages that has a high level of disaster vulnerability. This underlies the formation of a disaster preparedness village in Sukakerti village. The disaster preparedness village in Sukakerti village has been established since September 2023. The purpose of this research is to explain various aspects of the implementation of community-based disaster management in the disaster preparedness village: 1) Communication; 2) Resources; 3) Disposition; 4) Bureaucratic structure. The type of approach used is a descriptive qualitative approach. Determination of the subject of this research using purposive and snowball sampling techniques. The data collection techniques used were indepth interviews, observation, documentation studies and focus group discussions. Data validity checks using triangulation. The results were analyzed using data reduction, power presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of community-based disaster management through disaster preparedness villages in Sukakerti village, Cisalak sub-district, Subang district still has several problems. Resources, which consist of human resources, budget, equipment and authority, are one of the four aspects studied that still have not reached the optimal level. Based on the analysis and needs found, the researcher recommends a program, namely "Revitalization of the Sukakerti village disaster preparedness village". Keywords: Implementation, Disaster Management, Disaster Preparedness VillageItem Implementasi Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Di Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.(Perpustakaan, 2024-10-10) FIOLA FITRIAL, 20.03.111,; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIFIOLA FITRIAL, 20.03.111, Implementasi Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Di Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan. HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Implementasi mnerujuk pada pelaksanaan suatu program berdasarkan dengan rancangan dan tujuan yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai 1) karakteristik responden, 2) kesesuaian tujuan program dengan kebutuhan responden, 3) kesesuaian pelaksana program dalam menjalankan tugas dan kewajibannnya melayani responden, 4) kesesuaian sasaran program dengan responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Jumlah responden adalah 30 orang penyandang disabilitas penerima manfaat Program Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) di Kelurahan Pesanggrahan . Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas muka (face validity) dan uji validitas melalui IBM SPSS Statistic 25, serta uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PKD melalui KPDJ pada aspek kesesuaian program dengan persentase 85,14%, aspek kesesuaian pelaksana mendapatkan nilai paling rendah dengan persentase 65,44%, dan aspek kesesuaian sasaran mendapatkan nilai paling tinggi dengan persentase 91,60%. Pendamping sosial yang kurang informatif selama menjadi pendamping merupakan faktor utama kesesuaian pelaksana tidak terimplementasi dengan baik. Oleh karena itu, diusulkan program “Pendamping Cerdas untuk Akses Berkualitas” (PENTAS), melalui kegiatan peningkatan kapasitan dan penyuluhan sosial. Kata Kunci: Impelementasi Program, Penyandang Disabilitas, Kartu Penyandang Disabiltias Jakarta (KPDJ) ABSTRACT FIOLA FITRIAL, 20.03.111, Implementation of the Basic Needs Fulfillment Social Assistance Program (PKD) through the Jakarta Disability Card (KPDJ) in Pesanggrahan Village, Pesanggrahan District, South Jakarta. HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. The implementation of a program is based on the design and objectives that have been agreed. This study aims to obtain an overview of 1) the characteristics of the respondents, 2) the suitability of the program objectives with the needs of the respondents, 3) the suitability of the program implementers in carrying out their duties and obligations to serve the respondents, 4) the suitability of the program goals with the respondents.The method used in this study is descriptive quantitative research. The data sources in this study are primary and secondary data sources. The number of respondents is 30 people with disabilities who are beneficiaries of the Basic Needs Fulfillment Program (PKD) through the Jakarta Disability Card (KPDJ) in Pesanggrahan Village. The data collection technique is by questionnaire and documentation study. This research instrument uses a Likert scale. The validity tests used are face validity tests and validity tests through IBM SPSS Statistic 25, as well as reliability tests with Cronbach's Alpha. The results of the study show that the implementation of the PKD Program through KPDJ in the aspect of program suitability with a percentage of 85.14%, the aspect of the suitability of the implementer gets the lowest score with a percentage of 65.44%, and the aspect of target suitability gets the highest score with a percentage of 91.60%. Social companions who are not informative while being companions are the main factor in the suitability of the implementers is not implemented properly. Therefore, the "Smart Companion for Quality Access" (PENTAS) program is proposed, through capacity building activities and social counseling. Keywords: Program Implementation, Persons with Disabilities, Jakarta Disability Card (KPDJ)Item Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) AHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.30.004.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIAHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.03.004. Implementing The Kampung Bersih Rentenir Program in Social Protection Efforts in Pasanggrahan Village Ujung Berung Subdistrict Bandung City. Supervisor by: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI Implementation is a process or step that is planned to produce actions to achieve the goals to be achieved or expected, resulting in short, medium and long term changes. The Kampung Bersih Rentenir (KBR) program is an environmental unit of empowered community groups with collective awareness in reducing or eliminating the negative impact of loan shark practices. This research aims to find out comprehensively about the Implementation of the Rentier Clean Village Program in Social Protection Efforts using four aspects of implementation, namely: (1) environmental conditions; (2) inter-organizational relationships; (3) resources owned; (4) the character of the implementing agency. The method used in this research is qualitative with a descriptive design. The data sources used were primary data sources and secondary data sources. This study used purposive sampling technique to determine informants consisting of two representatives of the KBR board of Ujung Berung Subdistrict, one representative of the Bandung City Cooperative and SME Office, one representative of TLE Comprov, and one representative of the Bandung City Anti Loan Shark Task Force. The data collection techniques were observation, in-depth interviews, documentation studies, and focus group discussions. The results showed that the implementation of the KBR program has not run optimally, namely in the aspect of resources owned regarding the limited facilities in the management of KBR due to budget constraints and not optimal knowledge in marketing processed products of KBR administrators and not optimal knowledge of KBR administrators in networking cooperation for the management and sustainability of KBR Ujung Berung Subdistrict. The proposed program designed as an alternative to this research problem is the Networking Development Program for Increasing KBR Program Resources through Network Development. Keywords: Implementation, Kampung Bersih Rentenir, Social Protection ABSTRAK AHMAD HAIKAL RIYADHI, NRP. 20.30.004. Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung. Dosen Pembimbing : HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Implementasi merupakan sebuah proses atau langkah yang direncanakan untuk menghasilkan tindakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atau diharapkan, menghasilkan sebuah perubahan baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Program Kampung Bersih Rentenir (KBR) merupakan suatu kesatuan lingkungan hidup kelompok masyarakat yang berdaya dan memiliki kesadaran kolektif dalam mereduksi atau menghilangkan dampak negatif praktek rentenir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara komprehensif tentang Implementasi Program Kampung Bersih Rentenir dalam Upaya Perlindungan Sosial menggunakan empat aspek implementasi yaitu: (1) kondisi lingkungan; (2) hubungan antar organisasi; (3) sumber daya yang dimiliki; (4) karakter lembaga pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang terdiri dari dua perwakilan pengurus KBR Kecamatan Ujung Berung, satu perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, satu perwakilan TLE Comprov, dan satu perwakilan Satgas Anti Rentenir Kota Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mandalam, studi dokumentasi, dan focus group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program KBR belum berjalan optimal, yaitu pada aspek sumber daya yang dimiliki mengenai terbatasnya fasilitas dalam pengelolaan KBR karena keterbatasan anggaran dan belum optimalnya pengetahuan dalam pemasaran hasil produk olahan pengurus KBR serta belum optimalnya pengetahuan pengurus KBR dalam jejaring kerjasama untuk pengelolaan dan keberlanjutan KBR Kecamatan Ujung Berung. Usulan program yang dirancang sebagai alternatif permasalahan penelitian ini adalah program Peningkatan Sumber Daya Program Kampung Bersih Rentenir melalui Pengembangan Jaringan Kerja. Kata Kunci: Implementasi, Kampung Bersih Rentenir, Perlindungan SosialItem Implementasi Program Tagana Masuk Sekolah dalam Mitigasi Bencana di SMPN 3 Kabupaten Subang, Program Sarjana Terapan Sosial, Juli 2024,(Perpustakaan, 2024-10-10) AZIZAH NISA AZZAHRAH, 20.03.047.; Helly OCKTILIA; MILLY MILDAWATIAZIZAH NISA AZZAHRAH, 20.03.047. Implementasi Program Tagana Masuk Sekolah dalam Mitigasi Bencana di SMPN 3 Kabupaten Subang, Program Sarjana Terapan Sosial, Juli 2024, Dosen Pembimbing: Helly OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Implementasi merupakan proses penerapan atau pelaksanaan rencana kebijakan yang telah dirancang sebelumnya yang meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Tagana Masuk Sekolah di SMPN 3 Cipunagara Kabupaten Subang. Studi ini juga berupaya memberikan gambaran rinci mengenai implementasi Program Tagana Masuk Sekolah di SMPN 3 Cipunagara Kabupaten Subang, mencakup: (1) aspek komunikasi, (2) aspek sumberdaya, (3) aspek disposisi, dan (4) aspek struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait implementasi program yang telah dilaksanakan. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling merupakan pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan di teliti. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer hasil wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan data sekunder, reduksi data, dan sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan program masih memiliki beberapa permasalahan yang ditemukan khusunya pada aspek sumberdaya dan aspek struktur birokrasi. Adapun usulan program yang dibuat oleh peneliti untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan serta Pengembangan Jaringan Kerjasama dalam Program Tagana Masuk Sekolah di Kabupaten Subang. Kata Kunci: Tagana Masuk Sekolah, Mitigasi, Implementasi ABSTRACT AZIZAH NISA AZZAHRAH, 20.03.047. Implementation of the Tagana School Entry Program in Disaster Mitigation at SMPN 3 Subang Regency. Thesis Social Applied Undergraduate Program, July 2024, Lecture: Helly OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Implementation is the process of implementing or executing a previously designed policy plan which includes communication, resources, disposition and bureaucratic structure. This research aims to find out how the Tagana School Entry Program is implemented at SMPN 3 Cipunagara, Subang Regency. This study also seeks to provide a detailed description of the implementation of the Tagana School Entry Program at SMPN 3 Cipunagara, Subang Regency, including: (1) communication aspects, (2) resource aspects, (3) disposition aspects, and (4) bureaucratic structure aspects. This research uses a qualitative method with a descriptive design. Through a qualitative approach, researchers can gain a deeper understanding regarding the implementation of the programs that have been implemented. Selection of informants using the Purposive Sampling technique is sampling using certain considerations according to the desired criteria to be able to determine the number of samples to be studied. The data analysis technique is carried out by collecting primary data from in-depth interviews and secondary data, data reduction, and presenting the data and then drawing conclusions. The results of the research show that in implementing the program there are still several problems found, especially in the resource aspect and bureaucratic structure aspect. The proposed program made by researchers to overcome this problem is the Knowledge and Skills Improvement Program and Collaboration Network Development in the Tagana School Entry Program in Subang Regency. Keyword : Tagana Goes to School, Disaster, ImplementationItem Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung,(Perpustakaan, 2024-10-10) JAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIJAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066. Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung, SKRIPSI Program Sarjana Terapan Sosial, Juni 2024, Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Penelitian ini berjudul Pemberdayaan Keluarga Miskin Melalui Program Urban Farming di Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kemiskinan di kota metropolitan seperti Bandung menjadi masalah yang kompleks untuk dipecahkan. Upaya pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Kecamatan Rancasari Kota Bandung melalui Urban Farming. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran program Urban Farming dalam menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan, meningkatkan kemampuan keluarga miskin dalam membangun kemdanirian, dan menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait strategi pemberdayaan yang telah di laksanakan. Pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling merupakan pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan di teliti. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer hasil wawancara secara mendalam (in- depth interview) dan data sekunder, reduksi data, sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya masih memiliki beberapa permasalahan yang ditemukan khususnya pada pendampingan dan peserta yang mengikuti program urban farming ini. Adapun usulan program yang dibuat oleh peneliti untuk mengatasi permasalah tersebut yaitu dengan program Peningkatan Kapasitas Bagi Peserta Urban Farming Dalam Bercocok Tanam di Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kata Kunci: Urban Farming, Masyarakat Miskin, Pemberdayaan ABSTRACT JAZZICA LUTFI LEMBONG, 20.03.066. Empowerment Of Poor Families Through The Urban Farming Program In Rancasari District, Bandung City, Thesis Social Applied Undergraduate Program, June 2024, Lecture: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. This research is entitled Empowerment Poor Families Through the Urban Farming Program in Rancasari District, Bandung City. Poverty in a metropolitan city like Bandung is a complex problem to solve. The government's efforts to reduce poverty rates in Rancasari District, Bandung City through Urban Farming. This research aims to obtain an overview of the Urban Farming program in creating an enabling atmosphere or climate, increasing the ability of poor families to build independence, dan creating mutually beneficial partnerships. This research uses a qualitative method with a descriptive design. Through a qualitative approach, researchers can gain a deeper understdaning of the empowerment strategies that have been implemented. Selection of informants using the Purposive Sampling technique is sampling using certain considerations according to the desired criteria to be able to determine the number of samples to be studied. The data analysis technique is carried out by collecting primary data from in-depth interviews dan secondary data, data reduction, data presentation dan then drawing conclusions. The results of the research show that in its implementation there are still several problems found, especially in the assistance dan participants who take part in this urban farming program. The proposed program made by researchers to overcome this problem is the Capacity Building program for Urban Farming Participants in Cultivation in Rancasari District, Bandung City. Keyword: Urban Farming, Poor People, EmpowermentItem Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro Melalui Program Wirausaha Baru (WUB) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.(perpustakaan, 2024-01-08) ARINALHAQ SHANGRIDLO HAFFIEZH, 19.03.029.; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK ARINALHAQ SHANGRIDLO HAFFIEZH, 19.03.029. Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro Melalui Program Wirausaha Baru (WUB) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dosen Pembimbing: ADMIRAL NELSON ARITONANG Dan MILLY MILDAWATI Pemerintah Kota Cimahi memiliki program pemberdayaan untuk para pemilik Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), salah satunya Program Wirausaha Baru (WUB). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggali bentuk kegiatan pemberdayaan para pelaku Usaha Mikro yang berada di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Secara khusus penelitian ini meliputi aspek pengelolaan sumberdaya, pemberian pengetahuan, bentuk keterampilan, dan partisipasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Informan menggunakan purposive sampling yang berjumlah informan 4. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber, dan trianggulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan mereduksi data, penyajian data, dan pemeriksaan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui program Wirausaha Baru (WUB) yang berada di Kelurahan Cibeber sudah berjalan dengan baik, namun pada aspek partisipasi yang dirasa perlu untuk diperbaiki dikarenakan kurangnya partisipasi peserta saat kegiatan pelatihan yang akibatnya peserta kegiatan pelatihan mandiri harus mengambil dari sepuluh cadangan pelaku usaha, dan terbatasnya waktu pelatihan mandiri, akibatnya masih kurang untuk belajar lebih dalam tentang UMKM. maka peneliti memberikan usulan program Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro dalam Kegiatan Pelatihan Mandiri. Kata kunci: Pemberdayaan, Pelaku Usaha Mikro, Wirausaha Baru ABSTRACT ARINALHAQ SHANGRIDLO HAFFIEZH, 19.03.029. Empowerment of Micro Business Actors Through the New Entrepreneurship Program (WUB) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Advisor: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI The Cimahi City Government has an empowerment program for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) owners, one of which is the New Entrepreneurship Program (NEP). The aim of the research is to find out and explore the forms of empowerment activities for micro-enterprises in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. In particular, this research covers aspects of resource management, imparting knowledge, forms of skills, and participation. Research using descriptive qualitative approach method. Informants used purposive sampling with a total of 4 informants. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation studies. Checking the validity of the data uses source triangulation and technical triangulation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and examination of conclusions. Based on the results of the study, it shows that the implementation of empowering micro entrepreneurs through the New Entrepreneurship program (NEP) in the Cibeber Village has been going well, but in the aspect of participation that is deemed necessary to be improved due to the lack of participation of participants during training activities as a result the participants in independent training activities have to take of the ten reserves for business actors, and limited time for self-training, as a result there is still not enough time to learn more about MSMEs. then the researchers proposed a program for Increasing the Capacity of Micro Business Actors in Independent Training Activities. Keywords: Empowerment, Micro Entrepreneurs, New EntrepreneursItem Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Bimbingan Keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja Lembang Kabupaten Bandung Barat.(Perpustakaan, 2024-09-17) PUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIPUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087 Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah Melalui Bimbingan Keterampilan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dosen pembimbing: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan dan menganalisis proses dan hasil pemberdayaan remaja putus sekolah melalui bimbingan keterampilan di UPTD PPSGBR Lembang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari remaja putus sekolah, alumni yang sudah selesai mengikuti program pemberdayaan, pekerja sosial, pendamping klien dan instruktur keterampilan. Hasil penelitian proses pemberdayaan remaja putus sekolah di UPTD PPSGBR Lembang meliputi beberapa tahapan, yaitu: identifikasi dan rekrutmen, seleksi, bimbingan keterampilan, pendampingan dan menyalurkan alat bantu keterampilan (toolkit). Hasil pemberdayaan menunjukan bahwa remaja putus sekolah mengalami peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, motivasi bekerja dan keterampilan. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi instruktur keterampilan yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai walaupun beberapa harus mengalami perbaikan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan remaja putus sekolah melalui bimbingan keterampilan meliputi: sumber daya manusia yang kurang memadai, keterbatasan biaya dan kurangnya waktu resosialisasi kepada remaja yang dilakukan oleh UPTD PPSGBR Lembang. Kata kunci : Pemberdayaan, Remaja Putus Sekolah, UPTD PPSGBR Lembang ABSTRACT PUTRI ENDAH TURWANTI, NRP. 20.03.087 Empowerment of Dropout Youth through Skills Guidance at the Regional Technical Implementation Unit of the Griya Bina Remaja Social Service Center Lembang, West Bandung Regency. Supervisors: HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI This study aims to answer questions and analyze the process and results of empowering adolescent dropouts through skills guidance at UPTD PPSGBR Lembang, as well as identifying supporting and inhibiting factors in the empowerment process. The research method used is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation studies. The research informants consisted of adolescent dropouts, alumni who had completed the empowerment program, social workers, client assistants and skills instructors. The results of the research on the process of empowering adolescent dropouts at UPTD PPSGBR Lembang include several stages, namely: identification and recruitment, selection, skills guidance, mentoring and distributing skill aids (toolkits). The results of empowerment show that teenage dropouts have increased knowledge, self-confidence, motivation to work and skills. Supporting factors for the success of this program include competent skills instructors, adequate facilities and infrastructure, although some must undergo repairs. The inhibiting factors in the implementation of empowering adolescent dropouts through skills guidance include: inadequate human resources, limited costs and lack of resocialization time for adolescents conducted by UPTD PPSGBR Lembang. Keywords: Empowerment, Out of School Youth, UPTD PPSGBR LembangItem Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung(Perpustakaan, 2023-08-09) ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048. Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Dosen Pembimbing: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Peran merupakan aspek dinamis kedudukan atau status dengan melaksanakan tugas, fungsi, hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya serta tanggung jawab sesuai dengan posisi atau jabatan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang telah dilakukan secara mendalam yang meliputi: 1) inisiator, 2) motivator, 3) dinamisator, 4) administrator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif metode desktriptif. Teknik dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kriteria informan penelitian adalah 2 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 1 pegawai kelurahan sebagai operator Puskesos, 1 TKSK Sukajadi, 2 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Dalam sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam aspek dinamisator yang dimana PSM belum mengadakan suatu kegiatan untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial karena kurangnya koordinasi dengan koordinasi wilayah dan kurangnya dukungan dana, PSM hanya berkolaborasi dengan pihak lain yang mengadakan kegiatan. Pada aspek administrator, PSM belum melakukan perannya dengan baik karena dalam pencatatan dan pelaporan PSM hanya melaporkan dokumentasi melalui WhatsApp dan tidak melakukan pencatatan khusus. PSM pun kurang kesadaran akan melakukan pertemuan rutin antar PSM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan suatu program yaitu “Peningkatan Kapasitas Peran Pekerja Sosial Masyarakat” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan peran dan kinerja PSM dalam mengatasi masalah sosial dalam usaha kesejahteraan sosial termasuk dalam peran dinamisator dan peran administrator. Kata Kunci: Peran, Pekerja Sosial Masyarakat, Usaha Kesejahteraan SosialItem Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-01-03) ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048.; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048. Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Dosen Pembimbing: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Peran merupakan aspek dinamis kedudukan atau status dengan melaksanakan tugas, fungsi, hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya serta tanggung jawab sesuai dengan posisi atau jabatan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang telah dilakukan secara mendalam yang meliputi: 1) inisiator, 2) motivator, 3) dinamisator, 4) administrator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif metode desktriptif. Teknik dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kriteria informan penelitian adalah 2 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 1 pegawai kelurahan sebagai operator Puskesos, 1 TKSK Sukajadi, 2 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Dalam sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam aspek dinamisator yang dimana PSM belum mengadakan suatu kegiatan untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial karena kurangnya koordinasi dengan koordinasi wilayah dan kurangnya dukungan dana, PSM hanya berkolaborasi dengan pihak lain yang mengadakan kegiatan. Pada aspek administrator, PSM belum melakukan perannya dengan baik karena dalam pencatatan dan pelaporan PSM hanya melaporkan dokumentasi melalui WhatsApp dan tidak melakukan pencatatan khusus. PSM pun kurang kesadaran akan melakukan pertemuan rutin antar PSM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan suatu program yaitu “Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan peran dan kinerja PSM dalam mengatasi masalah sosial dalam usaha kesejahteraan sosial termasuk dalam peran dinamisator dan peran administrator. Kata Kunci: Peran, Pekerja Sosial Masyarakat, Usaha Kesejahteraan Sosial ABSTRACT ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048. The Role of Community Social Workers (PSM) in Implementing Social Welfare Business in Pasteur Village, Sukajadi District, Bandung City. Advisor: ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Role is a dynamis aspect of position or status by carrying out duties, functions, rights, and obligations according to their job and responsibilities according to their place or position. This research aims to find out the role of the Community Social Worker (PSM) which has been carried out in-depth which includes: 1) initiator, 2) motivator, 3) dynamicator, 4) administrator. The method used in this study is a qualitative descriptive methode approach. The techniques in this study used in-depth interview, observation, and documentation. The criteria for research informants were 2 Community Social Worker, 1 sub-district employee as a Puskesos operator, 1 Sukajadi TKSK, and 2 Social Welfare Service Providers (PPKS). The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The results of the study show that the role of Community Social Workers (PSM) is in the dynamic aspect where PSM has not yet held an activity to address social welfare problems due to a lack of coordination with regional coordination and lack of financial support, PSM only collaborates with other parties who hold activities. In the administrator aspect, PSM has not done its job correctly because in recording and reporting PSM only reports via WhatsApp and does not make special records. PSM is also not aware that they will hold regular meetings between PSM’s. based on the results of this research, the researcher proposes a program namely “Increasing the Capacity of Community Social Workers” which aims to improve the quality of PSM’s role capabilities and performance in overcoming social problems in social welfare efforts including in the role of dynamics and administrator roles. Keywords: Role, Community Social Worker, Social Welfare BusinessItem Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung.(perpustakaan, 2024-01-04) ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048.; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048. Peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Dosen Pembimbing: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Peran merupakan aspek dinamis kedudukan atau status dengan melaksanakan tugas, fungsi, hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya serta tanggung jawab sesuai dengan posisi atau jabatan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang telah dilakukan secara mendalam yang meliputi: 1) inisiator, 2) motivator, 3) dinamisator, 4) administrator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif metode desktriptif. Teknik dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kriteria informan penelitian adalah 2 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 1 pegawai kelurahan sebagai operator Puskesos, 1 TKSK Sukajadi, 2 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Dalam sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam aspek dinamisator yang dimana PSM belum mengadakan suatu kegiatan untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial karena kurangnya koordinasi dengan koordinasi wilayah dan kurangnya dukungan dana, PSM hanya berkolaborasi dengan pihak lain yang mengadakan kegiatan. Pada aspek administrator, PSM belum melakukan perannya dengan baik karena dalam pencatatan dan pelaporan PSM hanya melaporkan dokumentasi melalui WhatsApp dan tidak melakukan pencatatan khusus. PSM pun kurang kesadaran akan melakukan pertemuan rutin antar PSM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan suatu program yaitu “Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan peran dan kinerja PSM dalam mengatasi masalah sosial dalam usaha kesejahteraan sosial termasuk dalam peran dinamisator dan peran administrator. Kata Kunci: Peran, Pekerja Sosial Masyarakat, Usaha Kesejahteraan Sosial ABSTRACT ANISA ANTANIA HANJANI, 19.03.048. The Role of Community Social Workers (PSM) in Implementing Social Welfare Business in Pasteur Village, Sukajadi District, Bandung City. Advisor: ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Role is a dynamis aspect of position or status by carrying out duties, functions, rights, and obligations according to their job and responsibilities according to their place or position. This research aims to find out the role of the Community Social Worker (PSM) which has been carried out in-depth which includes: 1) initiator, 2) motivator, 3) dynamicator, 4) administrator. The method used in this study is a qualitative descriptive methode approach. The techniques in this study used in-depth interview, observation, and documentation. The criteria for research informants were 2 Community Social Worker, 1 sub-district employee as a Puskesos operator, 1 Sukajadi TKSK, and 2 Social Welfare Service Providers (PPKS). The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The results of the study show that the role of Community Social Workers (PSM) is in the dynamic aspect where PSM has not yet held an activity to address social welfare problems due to a lack of coordination with regional coordination and lack of financial support, PSM only collaborates with other parties who hold activities. In the administrator aspect, PSM has not done its job correctly because in recording and reporting PSM only reports via WhatsApp and does not make special records. PSM is also not aware that they will hold regular meetings between PSM’s. based on the results of this research, the researcher proposes a program namely “Increasing the Capacity of Community Social Workers” which aims to improve the quality of PSM’s role capabilities and performance in overcoming social problems in social welfare efforts including in the role of dynamics and administrator roles. Keywords: Role, Community Social Worker, Social Welfare BusinessItem Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.(Perpustakaan, 2024-09-17) NOORLAILI AZZADA. NRM. 20.03.039.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATINOORLAILI AZZADA NRM. 20.03.039. The Companion Role of People's Business Credit (KUR) in Empowering Micro Enterprises in Banjar Regency, South Kalimantan. Supervisors: HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. This research aims to find out comprehensively about the role of supporting people's business credit (KUR) in empowering micro businesses in Banjar Regency, South Kalimantan using four aspects, namely: (1) the role of facilitator; (2) the role of educators; (3) the role of micro business representatives; (4) technical role. The method used in this research is a qualitative approach with a descriptive design. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. This research used a purposive sampling technique to determine informants consisting of one head of micro business sector the Banjar Regency Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Trade Department, one KUR Facilitator in the Tabuk River area, and six micro business actors located in three locations, namely Kertak Hanyar, Tabuk River, and Peat. Data collection techniques were carried out using observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of the research show that the role of the People's Business Credit (KUR) assistant in empowering micro businesses in Banjar Regency, South Kalimantan has gone well in three aspects, namely the role of facilitator, educator and micro business representative, while the KUR companion in the technical role aspect has not been carried out well. This is caused by technical obstacles, namely manual data collection using paper, lack of knowledge of computers accompanying KUR, and inadequate education regarding management and financial control. The proposed program designed as an alternative to this research problem is the program for Increasing the Technical Role of KUR through Credit Information System Training Program (SIKP) and Financial Management." Keywords: Companion Role, Micro Business Credit, Micro Business Empowerment. ABSTRAK NOORLAILI AZZADA. NRM. 20.03.039. Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Dosen Pembimbing : HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara komprehensif tentang Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan menggunakan empat aspek yaitu: (1) peran fasilitator; (2) peran pendidik; (3) peran perwakilan usaha mikro; (4) peranan teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang terdiri dari Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Pendamping KUR wilayah Sungai Tabuk, dan enam pelaku usaha mikro yang berada di tiga lokasi yaitu Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, dan Gambut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mandalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan telah berjalan dengan baik dalam tiga aspek, yakni peran fasilitator, pendidik dan perwakilan usaha mikro, sementara pendamping KUR dalam aspek peranan teknis belum terlaksana baik. Hal ini disebabkan oleh kendala teknik, yakni pengumpulan data masih manual menggunakan kertas, kurangnya pengetahuan komputer pendamping KUR, dan edukasi terkait manajemen serta pengendalian keuangan yang belum memadai. Usulan program yang dirancang sebagai alternatif permasalahan penelitian ini adalah program Peningkatan Peranan Teknis KUR Melalui Pelatihan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan Manajemen Finansial”. Kata Kunci: Peran Pendamping, Kredit Usaha Mikro, Pemberdayaan Usaha MikroItem Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Mengatasi Stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur.(Perpustakaan, 2024-10-10) ADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068.; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068. Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Mengatasi Stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Pembimbing HELLY OCKTILIA dan MILLY MILDAWATI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengatasi stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur yang mencakup tentang: 1) Karakteristik informan, 2) Pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Motivator, 3) Pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Fasilitator, 4) Peran pendamping PKH sebagai Edukator dalam mengatasi stunting di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jumlah informan sebanyak delapan orang yang terdiri atas (3) pendamping PKH (3) keluarga penerima manfaat, koordinator kota Jakarta Timur, Seksi Jaminan, perlindungan dan rehabilitas sosial. Sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh dengan pengumpulan data dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknis analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pendamping PKH dalam mengatasi stunting belum maksimal. Permasalahan yang ditemukan: 1) Latar belakang pendidikan yang berbeda antar anggota pendamping PKH, 2) Namun dalam pelaksanaan peran pendamping PKH sebagai Edukator dan Motivator belum maksimal, 3) KPM masih banyak yang belum mengikuti kegiatan P2K2. Kata kunci: Peran, Pendamping, PKH, Stunting ABSTRACT ADINDA RATNA NOVIYANTI, 20.03.068. The Role of the Family Hope Program (PKH) Companion in overcoming Stunting in Cakung District, East Jakarta City. Supervisors HELLY OCKTILIA and MILLY MILDAWATI. This study aims to determine the role of Family Hope Program (PKH) facilitators in overcoming stunting in Cakung District, East Jakarta City, which includes: 1) Characteristics of informants, 2) Implementation of the role of PKH facilitators as Motivators, 3) Implementation of the role of PKH facilitators as Facilitators, 4) The role of PKH facilitators as Educators in overcoming stunting in Cakung District, East Jakarta City. This study uses a qualitative method. The number of informants is eight people consisting of (3) PKH facilitators (3) beneficiary families, East Jakarta City coordinator, Social Security, Protection and Rehabilitation Section. Primary data sources and secondary data sources obtained by data collection using purposive sampling. Data collection techniques used are interviews, observations, and documentation studies. Data validity checks using triangulation techniques. Data analysis techniques are carried out by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the role of PKH facilitators in overcoming stunting is not optimal. Problems found: 1) Different educational backgrounds among PKH companion members, 2) However, the implementation of the role of PKH companions as educators and motivators has not been maximized, 3) Many KPMs have not participated in P2K2 activities. Keywords: Role, Companion, PKH, StuntingItem Sikap Keluarga Penerimq Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Proses Graduasi di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung(Perpustakaan, 2024-01-15) Fiorent Salsabila MultonFIORENT SALSABILA MULTON, 1903037; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRACT FIORENT SALSABILA MULTON, 1903037, Attitude of Beneficiary Families of the Family Hope Program towards the Graduation Process in Sekeloa Village, Coblong Sub-District, Bandung City. Supervised by: ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI. Attitude is a readiness to react to an object in certain ways. This study aims to determine the Attitude of Beneficiary Families of the Family Hope Program towards the Graduation Process in Sekeloa Village, Coblong Sub-District, Bandung City. It focuses on three aspects of attitude measurement: cognitive aspect, affective aspect, and conative aspect. The research aims to empirically describe the following: 1. Characteristics of the respondents, 2. Cognitive attitude of KPM towards PKH and Graduation, 3. Affective attitude of KPM towards PKH and Graduation, 4. Conative attitude of KPM towards PKH and Graduation. This research uses a quantitative method with a descriptive approach because the research aims to obtain a clear picture of the Attitude of Beneficiary Families of the Family Hope Program towards the Graduation Process. The data collection technique used in this study is a questionnaire and documentation study. The determination of the sample in this study uses cluster random sampling. The sample size in this study is 80 beneficiary families of the Family Hope Program. The validity of the measurement instrument is tested using face validity, and the reliability is tested using Cronbach's alpha. The results show that the Attitude of Beneficiary Families of the Family Hope Program towards the Graduation Process in terms of cognitive, affective, and conative aspects falls into the moderate category. Based on the research results and needs analysis, the researcher proposes a program called "Improving the Knowledge of Beneficiary Families towards the Graduation Process". Keywords: Attitude, KPM, PKH, Graduation. ABSTRAK FIORENT SALSABILA MULTON,1903037,Sikap Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan terhadap Proses Graduasi di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung. Dibimbing oleh: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Sikap merupakan suatu kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. Pennelitian ini bertujuan untuk mrngetahui Sikap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Proses Graduasi di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung. Meruju pada tiga aspek dalam pengukuran sikap yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1. Karakteristik responden, 2. Kognitif KPM terhadap PKH dan Graduasi, 3. Afektif KPM terhadap PKH dan Graduasi, 4. Konatif KPM terhadap PKH dan Graduasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan tujuan penelitian ingin mendapatkan gambaran secara jelas tentang Sikap Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan terhadap Proses Graduasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dan studi dokumentasi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang keluarga penerima manfaat program keluarga harapan. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity) dengan uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sikap Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan terhadap Proses Graduasi pada aspek kognitif, afektif dan konatif berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kebutuhan, maka peneliti mengusulkan program “Peningkatan Pengetahuan Keluarga Penerima Manfaat terhadap Proses Graduasi”. Kata kunci: Sikap, KPM, PKH, Graduasi