Social Rehabilitation

Undergraduate Theses on Program Study of Social Rehabilitation

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 20 of 41
  • Item
    Interaksi Sosial Anak Dengan Kedisabilitasan (ADK) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal (SPF) SD Negeri Aroeppala Makassar.
    (perpustakaan, 2024-01-08) NUR ANNISA, 19.02.047.; Yuti Sri Ismudiyati; Silvia Fatmah Nurusshobah
    ABSTRAK NUR ANNISA, 19.02.047. Interaksi Sosial Anak Dengan Kedisabilitasan (ADK) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal (SPF) SD Negeri Aroeppala Makassar. Dosen Pembimbing: Yuti Sri Ismudiyati dan Silvia Fatmah Nurusshobah Interaksi sosial adalah hubungan sosial bersifat dinamis yang berfungsi menjalin berbagai relasi sosial antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, serta menjadi syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang interaksi sosial ADK di UPT SPF SD Negeri Aroeppala yang mencakup beberapa aspek interaksi sosial yaitu aspek kontak sosial, aspek aktivitas bersama, aspek frekuensi hubungan, dan hambatan yang dirasakan ADK dalam berinteraksi, serta upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam berinteraksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam (indepth interview), observasi non partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial ADK di UPT SPF SD Negeri Aroeppala tidak berjalan dengan baik. Hubungan siswa ADK dengan siswa lain masih kurang baik karena siswa ADK belum diterima sepenuhnya oleh siswa lain dan kedekatan siswa ADK dengan beberapa guru masih kurang dekat karena jarang berinteraksi. Beberapa siswa umum takut berinteraksi dengan siswa ADK dan beberapa siswa umum juga sering mengejek siswa ADK. Terkait dengan permasalahan tersebut belum ada upaya dari pihak sekolah untuk menangani masalah ini, oleh karena itu peneliti mengusulkan program Peningkatan Kapasitas Tentang Pola Interaksi Anak Dengan Kedisabilitasan di Lingkungan Sekolah. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Anak Dengan Kedisabilitasan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal (SPF) SD Negeri Aroeppala Makassar.   ABSTRACT NUR ANNISA, 19.02.047. Social Interaction of Children with Disabilities in the Technical Implementation Unit of the Formal Education Unit Aroeppala Public Elementary School, Makassar. Supervisors: Yuti Sri Ismudiyati and Silvia Fatmah Nurusshobah Social interaction is a dynamic social relationship that functions to establish various social relations between individuals with individuals, individuals with groups, and groups with groups, and is the main condition for social activities. The purpose of this study was to find out more deeply about the social interaction of children with disabilities in the Technical Implementation Unit of the Formal Education Unit of Aroeppala State Elementary School which includes aspects of social interaction , namely aspects of social contact, aspects of joint activities, aspects of relationship frequency, obstacles felt by ADK in interacting , and efforts that has been done. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was conducted through in-depth interview techniques, non-participatory observation, and documentation studies. The results showed that the social interaction of children with disabilities in the Technical Implementation Unit of the Formal Education Unit of Aroeppala State Elementary School did not run well. The relationship between ADK students and other students is still not good because children with disabilities have not been fully accepted by other students and the closeness of child students to Disability with some teachers is still not close because they rarely interact. Some general students are afraid to interact with ADK students and some general students also often mock children with disabilities. Related to this problem there has been no effort from the school to deal with this problem, therefore the researcher proposed a program Capacity Building on Interaction Patterns of Children with Disabilities in the School Environment. Keywords: Social Interaction, Children With Disabilities, Technical Implementation Unit of the Formal Education Unit Aroeppala Public Elementary School Makassar.
  • Item
    Grieving pada Lanjut Usia Terlantar di UPTD Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung
    (Perpustakaan, 2024-01-02) RIZKY PUTRA PRATAMA 1902017; DAYNE TRIKORA; ENUNG HURIPAH
    ABSTRACK RIZKY PUTRA PRATAMA: Grieving pada Lanjut Usia Terlantar di UPTD Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung, Dosen Pembimbing: DAYNE TRIKORA dan ENUNG HURIPAH Grieving merupakan reaksi yang terjadi karena kehilangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai grieving yang dialami oleh lanjut usia terlantar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan aspek lima tahapan grieving yang dikemukakan oleh Kubler Ross, yaitu: denial, anger, bargaining, depression dan acceptance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria adalah dua lanjut usia terlantar yang memperoleh pelayanan di UPTD rumah singgah Dinas Sosial Kota Bandung dan dua pekerja sosial pendamping dari lanjut usia terlantar tersebut. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah adalah perpanjangan pengamatan, peningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan lanjut usia terlantar yang mengalami grieving sudah dapat mencapai tahap acceptance atau penerimaan pada grieving yang dialaminya. Namun, hasil penelitian juga menunjukan bahwa grieving yang dialami oleh informan belum selesai sepenuhnya dan memunculkan permasalahan pada kehidupannya saat ini. Permasalahan yang dialami oleh lanjut usia terlantar akibat grieving, yaitu: ketidakmampuan meregulasi terhadap emosi dan pikiran yang mengganggu, penurunan pada kualitas relasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, serta kembalinya lanjut usia terlantar ke tahapan grieving sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti mengusulkan program optimalisasi kegiatan bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial bagi lanjut usia terlantar di UPTD rumah singgah Dinas Sosial Kota Bandung. Kata Kunci: Grieving, Lanjut Usia Terlantar, Dinas Sosial Kota Bandung
  • Item
    SELF-EFFICACY PASIEN POST-AMPUTASI PASCA MEMPEROLEH LAYANAN PEKERJA SOSIAL MEDIS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. HASAN SADIKIN KOTA BANDUNG
    (Perpustakaan, 2024-01-02) Novita Yudha Nur Annisa 19.02.032; Dra. Dayne Trikora W, M.; Dra. Enung Huripah, M. Pd
    No File Abstrak
  • Item
    Hubungan Antara Konsep Diri dengan Interaksi Sosial Pada Gay di Kota Magelang. 2023. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-01-02) DEWI SHOFIYAH. 1902029.; Tukino; Uke Hani Rasalwati
    DEWI SHOFIYAH. 1902029. Hubungan Antara Konsep Diri dengan Interaksi Sosial Pada Gay di Kota Magelang. 2023. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing: Tukino dan Uke Hani Rasalwati Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada gay di Kota Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik responden serta mengidentifikasi hubungan antara diri terhadap identitas, perilaku, penilai atau penerimaan, fisik, moral etik, pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial dengan interaksi sosial individu gay. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling sensus, di mana jumlah total responden sebanyak 39 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan studi dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan metode face validity, sementara reliabilitas data diukur menggunakan Alpha Cronbach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada gay di Kota Magelang. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara penilaian diri terhadap identitas, perilaku, penilai atau penerimaan, fisik, moral etik, pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial dengan interaksi sosial individu gay. Hasil-hasil tersebut diperoleh dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel, serta melihat signifikansi (Sig.) yang diperoleh dari uji-tailed. Dalam hasil penelitian ini, ditemukan bahwa hubungan yang paling lemah terjadi antara diri fisik dan diri sosial dengan interaksi sosial. Oleh karena itu, disarankan adanya program inklusi peningkatan diri dan perubahan positif gay di kota Magelang. Program tersebut berupa kegiatan konseling individu dan pembentukan kelompok perubahan perilaku sehigga dapat menciptakan lingkungan yang inklusif yang mendukung perubahan positif inividu gay. Kata kunci: konsep diri, interaksi sosial, gay DEWI SHOFIYAH. 1902029. Correlation Between Self-Concept and Social Interaction among Gay in Magelang City. 2023. Bandung Social Welfare Polytechnic. Advisors: Tukino and Uke Hani Rasalwati. This study aims to prove the correlation between self-concept and social interaction in gay people in Magelang City. The purpose of this study is to analyze the characteristics of respondents and identify the relationship between self to identity, behavior, appraisal or acceptance, physical, moral ethics, personal, family, and social environment with social interactions of gay individuals. The research method used is quantitative method using census sampling technique, where the total number of respondents is 39 people. Data collection was carried out through filling out questionnaires and documentation studies. Data validity was tested using the face validity method, while data reliability was measured using Cronbach's Alpha. The results of this study indicate that there is a significant relationship between self-concept and social interaction among gay men in Magelang City. The correlation test results show that there is a positive relationship between self-assessment of identity, behavior, appraisal or acceptance, physical, ethical moral, personal, family, and social environment with social interaction of gay individuals. These results were obtained by comparing the calculated r value with the r table value, as well as looking at the significance (Sig.) obtained from the tailed test. In the results of this study, it was found that the weakest relationship occurred between the physical self and social self with social interaction. Therefore, an inclusion program for self-improvement and positive change of gay men in Magelang city is recommended. The program is in the form of individual counseling activities and the formation of behavior change groups so as to create an inclusive environment that supports positive changes in gay individuals. Key words: self-concept, social interaction, gay
  • Item
    Kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna Di Kelurahan Pasirkaliki Kota Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-01-02) REGINA GABRIELLA SIHOTANG, 19.02.044,; Dayne Trikora W; Enung Huripah
    ABSTRAK REGINA GABRIELLA SIHOTANG, 19.02.044, Kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna Di Kelurahan Pasirkaliki Kota Bandung. Dosen pembimbing oleh Dayne Trikora W dan Enung Huripah. Penelitian mengenai Kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna Di Kelurahan Pasirkaliki Kota Bandung. Dilatar belakangi karena di kelurahan pasirkaliki terdapat satu lokasi yang sebagian besar dihuni oleh para penyandang disabilitas sensorik netra. Para penyandang disabilitas sensorik netra tetap tinggal di lingkup antar sesama penyandang disabilitas sensorik netra lainnya, artinya para penyandang disabilitas sensorik netra tidak mau berbaur, berinteraksi, bersosialisasi dengan masyarakat umum. Selain itu masih banyak dari para penyandang disabilitas sensorik netra yang sudah selesai mendapatkan layanan rehabilitasi sosial masih bekerja disana dan tidak mau mandiri. Berdasarkan hal dan fenomena yang telah dijabarkan di atas, peneliti memiliki ketertarikan untuk menggali lebih dalam terkait kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra yang telah selesai menerima layanan rehabilitasi sosial Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek sosial, ekonomi, intelektual, dan emosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek sosial belum mandiri dikarenakan sebagian besar interaksi yang dilakukan hanya kepada sesama penyandang disabilitas sensorik netra saja, selain itu tidak pernah tergabung kedalam organisasi-organisasi sosial. Aspek yang kedua yang belum mandiri yaitu intelektual, dimana dalam mengakses teknologi yang sudah aksesibel terhadap penyandang disabilitas sensorik netra belum mandiri. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna, belum sepenuhnya mandiri. Rekomendasi program untuk mengatasi permasalahan ini adalah “Peningkatan Kemandirian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Pasca Menerima Layanan Rehabilitasi Sosial Dari Sentra Wyata Guna” Kata Kunci: Kemandirian, Penyandang Disabilitas Sensorik Netra ABSTRACT REGINA GABRIELLA SIHOTANG, 19.02.044, Independence for People with Blind Sensory Disabilities After Receiving Social Rehabilitation Services from the Wyata Guna Center in Pasirkaliki Village, Bandung City Supervisors by Dayne Trikora W. and Enung Huripah Research on the Independence of People with Visual Sensory Disabilities After Receiving Social Rehabilitation Services from the Wyata Guna Center in Pasirkaliki Village, Bandung City The background is that in the Pasirkaliki sub-district, there is one location that is mostly inhabited by people with sensory-blind disabilities. Sensory-blind persons with disabilities still live in the circle of other sensory-blind persons with disabilities, meaning that those with sensory-blind disabilities do not want to mingle, interact, or socialize with the general public. Apart from that, there are still many people with visual and sensory disabilities who have finished receiving social rehabilitation services, are still working there, and do not want to be independent. Based on the things and phenomena described above, the researcher has an interest in digging deeper into the independence of people with visual and sensory disabilities who have finished receiving social rehabilitation services. The purpose of this study was to obtain an empirical description of the independence of people with Visual and sensory disabilities after Receiving Social Rehabilitation Services from the Wyata Guna Center. The approach used in this research is qualitative with a descriptive method. The data collection techniques used were in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The aspects examined in this study are social, economic, intellectual, and emotional. The results of this study indicate that, in the social aspect, they are not yet independent because most of their interactions are carried out only with fellow persons with visual and sensory disabilities, and besides that, they have never joined social organizations. The second aspect that is not yet independent is intellectual, where accessing technology that is already accessible to persons with visual and sensory disabilities is not yet independent. Based on these results, It can be concluded that the independence of Persons with Visual and sensory disabilities after Receiving Social Rehabilitation Services from the Wyata Guna Center is not completely independent. The program recommendation to overcome this problem is "Increasing the Independence of Persons with Visual Sensory Disabilities After Receiving Social Rehabilitation Services from the Wyata Guna Center." Keywords: Independence, Blind Sensory Disabilities
  • Item
    Coping Strategies Lanjut Usia Terhadap Kesepian Di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Blitar Asrama Tulungagung.
    (Perpustakaan, 2024-01-02) RAMAEGA JATMIKO. 19.02.057.; AAM MUHARAM; ELLA NURLELA.
    ABSTRAK RAMAEGA JATMIKO. 19.02.057. Coping Strategies Lanjut Usia Terhadap Kesepian Di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Blitar Asrama Tulungagung. Dibimbing oleh AAM MUHARAM DAN ELLA NURLELA. Fenomena kesepian merupakan sebuah masalah sosial yang dialami oleh lanjut usia yang tinggal di panti karena faktor biologis, psikologis, dan sosial yang akan memunculkan implikasi masalah lain, sehingga penggunaan coping strategies sangat diperlukan dalam mengatasi masalah kesepian, Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai coping strategies lanjut usia terhadap kesepian di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung. Penelitian menggunakan teori Lazarus, Richard S. & Susan Folkman (1984) yang terdiri dari aspek Emotional focused coping dan Problem focused coping. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh gambaran tentang: 1) karakteristik informan; 2) penggunaan Emotional focused coping dalam mengatasi kesepian; 3) penggunaan Problem focused coping dalam mengatasi kesepian; 4) harapan-harapan informan, di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari tiga informan dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian hasil penelitian menunjukan adanya penggunaan coping strategies lanjut usia yang tinggal di Unit pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung yang belum maksimal dalam mengatasi masalah kesepian. Berdasarkan hasil penelitian peneliti mengusulkan program pemecahan masalah yakni Program “Optimalisasi Aktivitas Lanjut Usia melalui ‘Lansia Aktif dan Guyub Rukun’ di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung”., dengan kegiatan recreational group, physiotherapy, family gathering, dan siraman rohani. Program yang diajukan telah dianalisis kelayakannya menggunakan teknik SWOT yang terdiri dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan), dan Threats (ancaman). Kata Kunci: Coping Strategies, Kesepian, Lanjut usia
  • Item
    Pelayanan Rehabilitasi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kelompok Berkebutuhan Khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Kota Bandung,
    (Perpustakaan, 2024-01-02) INDRA PRATAMA RAMADHAN,; Enung Huripah; Sabar Riyadi
    ABSTRAK INDRA PRATAMA RAMADHAN, Pelayanan Rehabilitasi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kelompok Berkebutuhan Khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Kota Bandung, Dosen Pembimbing: Enung Huripah dan Sabar Riyadi Pelayanan rehabilitasi merupakan salah satu layanan yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan kelompok khusus dalam meningkatkan keberfungsian selama menjalankan masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang: 1) karakteristik informan, 2) bentuk atau jenis pelayanan bagi warga binaan pemasyarakatan kelompok khusus, 3), proses pelayanan rehabilitasi bagi warga binaan pemasyarakatan kelompok kuhus, 4) manfaat pelayanan rehabilitasi bagi warga binaan kelompok khusus, 5) faktor penghambat pelayanan rehabilitasi bagi warga binaan kelompok khusus, 6) harapan informan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Penentuan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) wawancara mendalam, 2) observasi partisipatif, dan 3) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Kota Bandung belum terstuktur serta belum tersasar pada warga binaan pemasyarakatan kelompok khusus, dalam menjalankan program pembinaan belum adanya layanan dukungan sosial bagi warga binaan pemasyarakatan kelompok khusus, maka untuk meningkatkan kualitas pelayanan Lembaga dalam pemahaman bidang rehabilitasi dengan program yang diusulkan yaitu Peningkatan Pelaksanaan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kelompok Khusus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Kota Bandung. Kata Kunci: Pelayanan, Rehabilitasi, Warga Binaan Pemasyarakatan Kelompok Khusus. ABSTRACT INDRA PRATAMA RAMADHAN, Rehabilitation Services for Special Needs Group Prisoners in Class II A Penitentiary Banceuy Bandung City, Supervisors: Enung Huripah and Sabar Riyadi Rehabilitation services are one of the services provided to prisoners of special group correctional institutions in order to improve their functioning during their coaching period in correctional institutions. This study aims to examine: 1) the characteristics of informants, 2) the form or type of service for inmates of special group correctional institutions, 3), the process of rehabilitation services for inmates of special group correctional services, 4) the benefits of rehabilitation services for inmates of special groups, 5) inhibiting factors for rehabilitation services for special group inmates, 6) expectations of informants. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources. Determination of data sources in this study using purposive sampling. Data collection techniques used were: 1) in-depth interviews, 2) participatory observation, and 3) documentation study. The results of the study show that the rehabilitation services in Class II A Penitentiary in Banceuy Bandung City are not structured and have not been targeted at special needs group correctional inmates, also indicating the absence of social support services for special group correctional inmates in carrying out coaching programs, so to improve service quality Institutions in the understanding of the field of rehabilitation with the proposed program, namely Improving the Implementation of Social Rehabilitation Services for Special Group Correctional Families in Class II A Correctional Institutions, Banceuy, Bandung City. Keywords: Service, Rehabilitation, Special Group Correctional Families.
  • Item
    Peran Keluarga dalam Meningktkan Motivasi Anak untuk Mengikuti Keterampilan di Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang.
    (Perpustakaan, 2024-01-02) ALBAR ADABI, 19.02.024.; Tukino; Uke Hani Rasalwati
    ABSTRAK ALBAR ADABI, 19.02.024. Peran Keluarga dalam Meningktkan Motivasi Anak untuk Mengikuti Keterampilan di Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang. Dibimbing oleh Tukino dan Uke Hani Rasalwati Penelitian ini meneliti tentang peran keluarga dalam meningkatkan motivasi anak untuk mengikuti keterampilan di Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja Lembang. Peran keluarga terhadap anak adalah salah satu untuk meningkatkan motivasi anak lebih rajin dan mempunyai motivasi untuk mengikuti keterampilan. Lokasi yang dijadikan tempat penelitian Pusat Pelayanan Sosian Griya Bina Remaja Lembang Kecematan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Responden dalam penelitian ini merupakan keluarga dari anak di PPSGBR salah satu dari anggota keluarga yang jadi responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga terhadap anak dalam meningkatkan motivasi anak untuk mengikuti keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan purposive sampling berjumlah 4 keluarga dan 1 pembimbing. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Kata kunci: Peran Keluarga, Motivasi, Keterampilan ABSTRACT ALBAR ADABI, 19.02.024. The Role of the Family in Increasing Children's Motivation to Follow Skills at the Griya Bina Adolescent Social Service Center (PPSGBR) Lembang. Supervised by Tukino and Uke Hani Rasalwati This study examines the role of the family in increasing children's motivation to take skills at the Lembang Griya Bina Adolescent Social Service Center. The role of the family towards children is one to increase children's motivation to be more diligent and have the motivation to follow skills. The location used as the research location for the Lembang Social Service Center for Youth Development, Lembang District, West Bandung Regency, West Java Province. Respondents in this study were families of children at PPSGBR, one of the family members who were respondents. This study aims to determine the role of the family towards children in increasing children's motivation to follow skills. This study uses a descriptive research method using a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources. The data collection techniques used were in-depth interviews, observation and documentation studies. Determination of informants is done usingpurposive sampling 4 families and 1 mentor. Checking the validity of the data used is the extension of observations, increasing persistence and triangulation. Keywords: Family Role, Motivation, Skills
  • Item
    Self-Stigma Orang Dengan HIV/AIDS di Lembaga Swadaya Masyarakat Female Plus Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-01-02) HANYRA’IDAH WIDYA MUTIARA, 19.02.030.; Meiti Subardhini; Suliatyary Ardiyantika
    ABSTRAK HANYRA’IDAH WIDYA MUTIARA, 19.02.030. Self-Stigma Orang Dengan HIV/AIDS di Lembaga Swadaya Masyarakat Female Plus Bandung. Dosen Pembimbing: Meiti Subardhini dan Suliatyary Ardiyantika Self-Stigma atau stigma diri merupakan kondisi seseorang memandang dirinya secara negatif dan meyakini bahwa stigma yang diberikan masyarakat terhadap dirinya merupakan sebuah kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self-Stigma yang dialami oleh ODHA di LSM Female Plus Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan studi dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitiam ini adalah tiga orang dengan penentuan sumber data menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini digambarkan mengenai perasaan takut terhadap kondisi diri, cap buruk masyarakat yang disetujui, dan proses stigma diri. Dimana tahapan atau proses stigma diri mencakup kesadaran (awarness), persetujuan (acceptance), aplikasi (aplication) dan dampak (harm). Penelitian ini menunjukan berbagai bentuk stigma yang diterima atau dialami informan seperti pandangan negatif, cap buruk, pengucilan, dan diskriminasi. Dari pengalaman-pengalaman tersebut membawa dampak dan perubahan dalam kehidupan ODHA tidak hanya secara psikis dan mental namun juga secara sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan sudah menerima kondisi diri mereka dan tidak menstigma diri. Namun dari pengalaman-pengalaman stigmatisasi yang mereka peroleh membawa dampak pada kehidupan mereka hingga sekarang seperti memfilter pertemanan, menarik diri, hingga ketidakinginan untuk menjalin hubungan asmara. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa percaya diri ODHA, sehingga peneliti mengusulkan program peningkatan kapasitas untuk meningkatkan pandangan positif terhadap diri ODHA dan bagaimana cara atau upaya yang dapat dilakukan ODHA dalam menghadapi segala bentuk stigma dari masyarakat melalui kelompok pendidikan (educational group), sehingga dapat meminimalisir terjadinya Self-Stigma pada Orang Dengan HIV/AIDS. Kata Kunci: Self-Stigma, Orang Dengan HIV/AIDS, Female Plus Bandung ABSTRACT HANYRA’IDAH WIDYA MUTIARA, 19.02.030. Self-Stigma Orang Dengan HIV/AIDS di Lembaga Swadaya Masyarakat Female Plus Bandung. Supervised by: Meiti Subardhini dan Suliatyary Ardiyantika Self-stigma is a condition in which a person views themself negatively and believes that the stigma given by society to the person is the truth. This study aims to determine the description of Self-Stigma experienced by PLWHA at Female Plus Bandung NGO. This study used a qualitative approach with a qualitative descriptive model, with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation studies. The number of informants in this research was three people with the determination of data sources using purposive sampling technique. This study describes the feeling of fear of self-condition, the bad stamp of society that is approved, and the process of self-stigma. Where the stages or processes of self-stigma include awareness, approval, application and impact. This study shows various forms of stigma received or experienced by informants such as negative views, bad labels, exclusion, and discrimination. These experiences bring impact and changes in the lives of PLWHA not only psychologically and mentally but also socially. The results showed that the three informants had accepted their condition and did not stigmatize themselves. However, the experiences of stigmatization that they gained have an impact on their lives until now such as filtering friendships, withdrawing, and unwillingness to have a romantic relationship. This shows a lack of self-confidence in PLWHA, so the researcher proposes a capacity building program to increase a positive view of PLWHA and how or the efforts that can be made by PLWHA in dealing with all forms of stigma from the community through educational groups, so as to minimize the occurrence of Self-Stigma in People with HIV/AIDS. Keywords: Self-Stigma, People with HIV/AIDS, Female Plus Bandung
  • Item
    Hubungan Antara Keharmnisan Keluarga dengan Kenakalan Remaja di SMP Karya Pembangunan Margahayu Kabupaten Bandung.
    (Perpustakaan, 2023-12-29) LULU LATIFAH 1902028.; AAM MUHARAM; ELLA NURLELA
    ABSTRAK LULU LATIFAH: Hubungan Antara Keharmnisan Keluarga dengan Kenakalan Remaja di SMP Karya Pembangunan Margahayu Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: AAM MUHARAM dan ELLA NURLELA. Keharmonisan keluarga mengacu kepada enam aspek yaitu kehidupan beragama, kepemilikan waktu bersama, komunikasi, saling menghargai, keeratan dan kekuatan hubungan, serta kemampuan mengatasi krisis atau konflik dalam keluarga. Kenakalan remaja dapat dilihat dalam dua jenis yaitu kenakalan moral & sosial, serta melanggar hukum. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kenakalan remaja di SMP Karya Pembangunan Margahayu, serta mendapatkan gambaran nilai dari keenam aspek keharmonisan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan skunder. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa Kelas VIII SMP Karya Pembangunan Margahayu, dengan teknik penggambilan sampel simpe random sampling menggunakan rumus Yamane. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak, sehingga “Terdapat hubungan antara keharmonisan keluarga dengan kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Karya Pembangunan Margahayu” dengan nilai koefisien korelasi Spearman’s rho sebesar 0,371 dengan nilai signifikansi 0,000. “Tidak terdapat hubungan antara aspek kehidupan beragama dalam keluarga dengan kenakalan remaja” dengan nilai koefisien korelasi 0,171 dengan nilai signifikansi 0,115>0,05.“Terdapat hubungan antara aspek kepemilikan waktu bersama dalam keluarga dengan kenakalan remaja” dengan nilai koefisien korelasi 0,391 dan signifikansi 0,000<0,05. “Terdapat hubungan antara aspek komunikasi dalam keluarga dengan kenakalan remaja” dengan nilai koefisien korelasi 0,314 dan signifikansi 0,003<0,05. “Terdapat hubungan antara aspek saling menghargai dalam keluarga dengan kenakalan remaja”, dengan nilai koefisien korelasi 0,252 dan signifikansi 0,019<0,05. “Terdapat hubungan antara aspek keeratan dan kekuatan hubungan dalam keluarga dengan kenakalan remaja” dengan nilai koefisien korelasi 0,343 dan signifikansi 0,001<0,05. “Terdapat hubungan antara aspek kemampuan mengatasi krisis atau konflik dalam keluarga dengan kenakalan remaja” dengan nilai koefisien korelasi 0,294 dan signifikansi 0,006<0,05. Program yang diusulkan yaitu “Pengembangan Kapasitas Bagi Kelompok Keluarga Sebagai Upaya Dalam Pencegahan Kenakalan Remaja”. Kata Kunci: Keharmonisan Keluarga, Kenakalan Remaja, SMP Karya Pembangunan Margahayu ABSTRACT LULU LATIFAH: The Relationship Between Family Harmony and Juvenile Delinquency at SMP Karya Pembangunan Margahayu, Bandung Regency. Supervisors: AAM MUHARAM and ELLA NURLELA. Family harmony refers to six aspects, namely religious life, ownership of time together, communication, mutual respect, closeness and strength of relationships, and the ability to overcome crises or conflicts in the family. Adolescent delinquency can be seen in two types, namely moral & social delinquency, and breaking the law. This study aims to find the relationship between family harmony and juvenile delinquency at Karya Pembangunan Margahayu Junior High School, as well as to get an overview of the value of the six aspects of family harmony. This research uses a quantitative approach with descriptive correlation method. The data sources used are primary and secondary data. The population in this study were 8th grade students of Karya Pembangunan Margahayu Junior High School, with a sampling technique of simpe random sampling using the Yamane formula. Data collection techniques in the form of questionnaires and documentation studies. The results showed that Ho was rejected, so "There is a significant relationship between family harmony and juvenile delinquency in class VIII students of Karya Pembangunan Margahayu Junior High School" with a Spearman's rho correlation coefficient value of 0.371 and a significance of 0.000. "There is no relationship between the aspect of religious life in the family with juvenile delinquency" with a correlation coefficient of 0.171 with a significance value of 0.115>0.05. "There is a relationship between the aspect of having time together in the family with juvenile delinquency" with a correlation coefficient of 0.391 and a significance of 0.000 <0.05. "There is a relationship between the aspect of communication in the family and juvenile delinquency" with a correlation coefficient of 0.314 and a significance of 0.003 <0.05. "There is a relationship between the aspect of mutual respect in the family and juvenile delinquency", with a correlation coefficient of 0.252 and a significance of 0.019 <0.05. "There is a relationship between the aspects of the closeness and strength of relationships in the family and juvenile delinquency" with a correlation coefficient of 0.343 and a significance of 0.001 <0.05. "There is a relationship between the ability to overcome crisis or conflict in the family and juvenile delinquency" with a correlation coefficient of 0.294 and a significance of 0.006 <0.05. The proposed program is "Capacity Building for Family Groups as an Effort in Preventing Juvenile Delinquency". Keywords: Family Harmony, Juvenile Delinquency, SMP Karya Pembangunan Margahayu
  • Item
    Persepsi Moral Anak Pelaku Tindak Kekerasan Seksual di Sentra “Atasena” Magelang.
    (Perpustakaan, 2023-12-29) KHOLID ANHAR, 1902016.; MOCH ZAENAL HAKIM; SINTA YULIANTI SUYONO
    ABSTRAK KHOLID ANHAR, 1902016. Persepsi Moral Anak Pelaku Tindak Kekerasan Seksual di Sentra “Atasena” Magelang. Dosen pembimbing MOCH ZAENAL HAKIM dan SINTA YULIANTI SUYONO Persepsi merupakan istiah psikologis untuk menunjukan interpertasi individu terhadap suatu objek. Adanya persepsi akan mendorong cara pikir dan dorongan individu terhadap suatu perbuatan. Moralitas merupakan penilaian individu terkait “benar” dan “salah” dari suatu perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi terhadap moral anak pelaku kekerasan seksual di Sentra “Antasena” Magelang. Metode penelitian mengunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengujian validitas alat ukur menggunakan valliditas muka dengan dosen pembimbing dan uji reabilitas menggunakan IBM SPSS Statistic for Windows v.27 didapatkan hasil nilai Alpha Cronbach sebesar 0.739 dari nilai ambang batas 0.70. Jenis pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode sensus dengan jumlah 20 responden anak berhadapan dengan hukum sebagai pelaku kekerasan seksual. Aspek persepsi dalam penelitian ini ialah kognisi, afeksi, dan konasi (Walgito, 2004). Hasil penelitian menunjukkan dalam aspek kognisi responden mencapai kategori tinggi dengan capaian sebesar 83.25%, aspek afeksi sebesar 83.75%, dan aspek konasi sebesar 83.23%, artinya responden memiliki pengetahuan, dorongan dan perilaku yang baik dalam menjalankan nilai moralitas. Masalah yang berhasil dianalisa ialah kurangnya kontrol sosial oleh masyarakat, kurangnya penghayatan anak terhadap nilai norma, serta adanya pengaruh teman. Berdasarkan hasil analisis permasalahan diatas, peneliti merancang program monitoring dan konseling keluarga. Program ini berisi kunjungan dan konseling keluarga oleh pekerja sosial dan profesional lainnya. Sasaran program ini ialah klien, keluarga klien, serta lingkungan terdekat klien sebagai fokus intervensi. Metode casework dengan teknik-teknik konseling, reinforcement, support, ventilation, dan advice giving and counseling. Kata kunci: Persepsi, Anak berhadapan dengan hukum, Tindak Kekerasan seksual, Sentra “Antasena” Magelang ABSTRACT KHOLID ANHAR, 1902016. Moral Perception of Child Perpetrators of Sexual Violence in Sentra "Atasena" Magelang. Supervisors MOCH ZAENAL HAKIM and SINTA YULIANTI SUYONO Perception is a psychological term to show individual interpretation of an object. The existence of perception will encourage individual thinking and drive towards an action. Morality is an individual's assessment of the "right" and "wrong" of a behaviour. The purpose of this study was to determine the perception of the morals of child sexual abusers at the Sentra “Antasena” Magelang. The research method uses a descriptive quantitative approach. Testing the validity of measuring instruments using face validity with a supervisor and reliability test using IBM SPSS Statistic for Windows v.27 obtained the results of Cronbach's Alpha value of 0.739 from the threshold value of 0.70. This type of data collection uses a questionnaire with a census method with a total of 20 respondents of children in conflict with the law as perpetrators of sexual abuse. The aspects of perception in this study are cognition, affection, and conation (Walgito, 2004). The results showed that in the cognition aspect, the respondents reached the high category with an achievement of 83.25%, the affection aspect was 83.75%, and the conation aspect was 83.23%, meaning that the respondents had good knowledge, motivation and behaviour in carrying out the value of morality. The problems that were successfully analysed were the lack of social control by the community, the lack of children's appreciation of the value of norms, and the influence of their peers. Based on the results of the problem analysis above, researchers designed a family monitoring and counselling programme. This program contains family visits and counselling by social workers and other professionals. The targets of this programme are the client, the client's family, and the client's immediate environment as the focus of intervention. Casework method with counselling techniques, reinforcement, support, ventilation, and advice giving and counselling. Keywords: Perception, Children in conflict with the law, Sexual abuse, Sentra "Antasena" Magelang
  • Item
    Kesiapan Remaja dalam Menghadapi Pernikahan Dini di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Wonosobo. Dibimbing oleh Tukino dan Uke Hani Rasalwati
    (Perpustakaan, 2023-12-29) AYU SETIYANINGSIH. NRP. 19.02.040.; Tukino; Uke Hani Rasalwati
    ABSTRAK AYU SETIYANINGSIH. NRP. 19.02.040. Kesiapan Remaja dalam Menghadapi Pernikahan Dini di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Wonosobo. Dibimbing oleh Tukino dan Uke Hani Rasalwati Penelitian ini mengkaji mengenai Kesiapan Remaja dalam Menghadapi Pernikahan Dini di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris tentang: 1) karakteristik responden, 2) kesiapan fisik, mental, dan emosional responden, 3) kesiapan kebutuhan motif dan tujuan responden, 4) kesiapan keterampilan dan pengetahuan responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket (kuesioner) dan studi dokumen. Penentuan responden dengan menggunakan simple random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah remaja penerima layanan PUSPAGA Kabupaten Wonosobo dengan jumlah 55 responden. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan remaja dalam menghadapi pernikahan dini di Pusat Pemebelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Wonosobo berada pada tingkatan sedang, hal tersebut ditunjukkan oleh skor dari 3 (tiga) aspek yaitu kesiapan fisik, mental dan emosional, kesiapan kebutuhan, motif dan tujuan, serta kesiapan keterampilan dan pengetahuan masuk pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengenai tugas perkembangan dan perencanaan masa depan pada remaja. Oleh karena itu diidentifikasi kebutuhan untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai tugas perkembangan dan perencanaan masa depan pada remaja. Berdasarkan kebutuhan tersebut, peneliti mengusulkan program yang bernama "Generasi Remaja Beraksi Menata Masa Depan (Gerak Mapan)" untuk membantu remaja dalam menentukan perencanaan masa depan selain menikah. Kata Kunci: Kesiapan, Pernikahan Dini, Pusat Pembelajaran Keluarga ABSTRACT AYU SETIYANINGSIH. NRP. 19.02.040. Adolescent Readiness in Facing Early Marriage at the Family Learning Center (PUSPAGA) Wonosobo Regency. Supervised by Tukino and Uke Hani Rasalwati. This study examines the Readiness of Adolescents in Facing Early Marriage at the Family Learning Center (PUSPAGA) of Wonosobo Regency. This study aims to obtain an empirical picture of: 1) respondents' characteristics, 2) respondents' physical, mental, and emotional readiness, 3) respondents' motive and goal needs, 4) respondents' skills and knowledge readiness. The method used in this research is quantitative method with descriptive approach. The data collection techniques used are questionnaires and document studies. Determination of respondents using simple random sampling. Respondents in this study were adolescents receiving PUSPAGA services in Wonosobo Regency with a total of 55 respondents. The results showed that the readiness of adolescents in facing early marriage at the Wonosobo Regency Family Learning Center (PUSPAGA) was at a moderate level, this was indicated by scores from 3 (three) aspects, namely physical, mental and emotional readiness, readiness of needs, motives and goals, and readiness of skills and knowledge in the moderate category. Based on the results of the study, the problem was found to be the lack of knowledge and skills regarding developmental tasks and future planning in adolescents. Therefore, a need was identified to overcome the problem, namely by increasing knowledge and skills regarding developmental tasks and future planning in adolescents. Based on these needs, the researcher proposed a program called "Generasi Remaja Beraksi Menata Masa Depan (Gerak Mapan)" to help adolescents in determining future planning other than marriage. Keywords: Readiness, Early Marriage, Family Learning Center
  • Item
    Kesiapan Keluarga Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Pada Tahap Reintegrasi Sosial di Sentra Antasena Magelang.
    (Perpustakaan, 2023-12-22) RENNO PRABUGANDHA, 1902037.; Yuti Sri Ismudiati; Silvia Fatmah Nurusshobah
    ABSTRAK RENNO PRABUGANDHA, 1902037. Kesiapan Keluarga Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Pada Tahap Reintegrasi Sosial di Sentra Antasena Magelang. Doses Pembimbing: Yuti Sri Ismudiati Dan Silvia Fatmah Nurusshobah. Kesiapan merujuk pada keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang: 1) karakteristik informan, 2) kondisi fisik,mental, dan emosional, 3) kebutuhan, motif, dan tujuan, 4) keterampilan dan pengetahuan, tekait kesiapan keluarga ABH pada tahap reintegrasi sosial di Sentra Antasena Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini ditentukan dengan penentuan sumber data purposive sample. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) wawancara medalam, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan menggunakan uji kredibilitas data, transferabilitas, konfirmabilitas, dan dependabilitas. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapan keluarga ABH masih terdapat permasalah yaitu masih ada stigma dari masyarakat, belum terpenuhinya kebutuhan dasar bagi ABH, kurangnya keterampilan yang dimiliki terkait dengan pola pengasuhan, dan pengetahuan reintegrasi sosial yang kurang dipahami oleh keluarga ABH. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi keluarga ABH tersebut diperlukan adanya upaya untuk membantu penyelesaian masalah. Program kegiatan yang diusulkan adalah “Peningkatan Kapasitas Keterampilan Sosial bagi Keluarga ABH”. Kata kunci: Kesiapan, Keluarga, ABH, Reintegrasi sosial
  • Item
    Pelaksanaan Program Asistensi Rehabilitasi sosial (ATENSI) Di Sentra Abiyoso Cimahi.
    (Perpustakaan, 2023-12-22) ALWANUL HELMY KHARISMAN, 19.02.020.; Dr.Uke Hani Rasalwati, M.Si; Drs.Sabar Riyadi, M.Si.
    ABSTRAK ALWANUL HELMY KHARISMAN, 19.02.020. Pelaksanaan Program Asistensi Rehabilitasi sosial (ATENSI) Di Sentra Abiyoso Cimahi. Dosen Pembimbing : Dr.Uke Hani Rasalwati, M.Si, dan Drs.Sabar Riyadi, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian tentang: 1) fasilitasi akses (2) pendekatan awal dan kesepakatan bersama; (3) asesmen komprehensif dan berkelanjutan; (4) perencanaan layanan sosial;(5) implementasi;(6) monitoring dan evaluasi;(7) pascalayanan dan terminasi dalam program ATENSI di Sentra Abiyoso Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) wawancara mendalam; 2) studi dokumentasi; dan 3) observasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan pemeriksaan keabsahan melalui:1) kredibilitas; 2) triangulasi; 3) kebergantungan; dan 4) kepastian. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program asistensi rehabilitasi sosial (ATENSI) di Sentra Abiyoso Cimahi dianggap kurang efektif dalam aspek pendekatan awal, implementasi yang kurang sesuai dengan Permensos No. 7 Tahun 2022 tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diusulkan program untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pelaksana tugas melalui program Peningkatan Kapasitas Pelaksana Program Asistensi Rehabilitasi Sosial di Sentra Abiyoso Cimahi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah grupwork dengan strategi Educational and training dan Grup Discussion Kata Kunci : Pelaksanaan, Program, Asistensi Rehabilitasi Sosial ABSTRACT ALWANUL HELMY KHARISMAN, 19.02.020. Program Implementation Social Rehabilitation Assistance (ATENSI) at the Abiyoso Cimahi Center. Supervisor : Dr. Uke Hani Rasalwati, M.Si, and Drs. Sabar Riyadi, M. Si. This study aims to examine the suitability of: 1) access facilitation (2) initial approach and mutual agreement; (3) comprehensive and continuous assessment; (4) social service planning; (5) implementation; (6) monitoring and evaluation; (7) post-service and termination of the ATENSI program at the Abiyoso Cimahi Center. This study uses a descriptive qualitative method. Data collection techniques used are: 1) in-depth interviews; 2) documentation study; and 3) observation. The data sources used are primary and secondary data sources with validity checks through: 1) credibility; 2) triangulation; 3) dependence; and 4) certainty. Furthermore, the results of the study were analyzed using qualitative data analysis techniques. The results showed that the implementation of the social rehabilitation assistance program (ATENSI) at the Abiyoso Cimahi Sentra was considered less effective in terms of the initial approach, implementation which was not in accordance with Permensos No. 7 of 2022 concerning Social Rehabilitation Assistance. In this regard, a program is proposed to increase the ability and knowledge of task executors through the Capacity Building Program for Implementers of the Social Rehabilitation Assistance Program at the Abiyoso Cimahi Center. The method used in this program isgrupwork with strategyEducational and training andGrup Discussion   Keywords: Implementation, Program, Social Rehabilitation Assistance
  • Item
    Kondisi Psikososial Mahasiswa Yang Mengalami Kecanduan Judi Online “Slot” Di Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung,
    (Perpustakaan, 2023-12-22) DWI IHSAN; Moch Zaenal Hakim; Sinta Yulianti Suyono
    ABSTRAK DWI IHSAN: Kondisi Psikososial Mahasiswa Yang Mengalami Kecanduan Judi Online “Slot” Di Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung, Dosen pembimbing: Moch Zaenal Hakim dan Sinta Yulianti Suyono Kondisi Psikososial menjadi salah satu dari banyaknya hal yang bisa terpengaruhi Ketika seseorang sudah menjadi pecandu judi online. Teori Psikososial memperhitungkan pola-pola perkembangan individu yang muncul dari proses biopsikososial. Kehidupan manusia sebagaimana pengalaman individu dihasilkan dari interaksi dan modifikasi dari tiga sistem utama, (1) sistem biologis, sistem ini termasuk semua proses penting bagi keberfungsian fisik dari organisme, (2) sistem psikologis, sistem ini termasuk semua proses mental yang berpusat pada kemampuan seseorang untuk mengartikan pengalaman-pengalamannya dan mengambil tindakan, (3) sistem sosial, sistem ini termasuk proses-proses melalui mana suatu pribadi menjadi terintegrasi kedalam cara-cara hidup tertentu dari orang-orang dalam suatu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kondisi Psikososial mahasiswa selaku pemain dan pelaku judi online “slot” ditinjau dari aspek Biologis, Psikologis, dan Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan Snowball sampling berjumlah 10 Informan diantaranya 7 Mahasiswa pemain sekaligus pelaku judi online “slot” dan 3 informan teman sebaya pelaku. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini ialah didapat bahwa judi online “slot” mempengaruhi kondisi yang signifikan terhadap para pemainnya dalam hal ini mahasiswa, terkait aspek biologis, psikologis, dan sosial yang tidak disadari oleh pemainnya. Sehingga Diusulkan lah Program untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan, yaitu program dengan nama “Peningkatan Kesadaran Diri Mahasiswa di Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung akan bahaya dari permainan judi online “slot”. Dalam program ini menggunakan metode Group Work dengan jenis Kelompok Educational Group, dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan konseling individu dan kelompok. Kata Kunci: Kondisi, Psikososial, Judi online “slot”, Mahasiswa
  • Item
    Peran Pekerja Sosial Medis Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Cerebral Palsy Di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung.
    (Perpustakaan, 2023-12-22) ANNISA DEWI NURITASARI 1902023; Dayne Trikora Wardhani; Enung Huripah
    ABSTRAK ANNISA DEWI NURITASARI, 1902023. Peran Pekerja Sosial Medis Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Cerebral Palsy Di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung. Dibimbing oleh Dayne Trikora Wardhani dan Enung Huripah. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya keberadaan pekerja sosial medis dalam bidang kesehatan khususnya di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung. Pekerja sosial medis yang bekerja dalam bidang kesehatan memiliki peran-peran tersendiri dalam memberikan pelayanan terhadap pasien maupun keluarga pasien terutama bagi para keluarga pasien yang memiliki anak cerebral palsy. Maka dari itu, tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pekerja sosial medis terhadap keluarga yang memiliki anak cerebral palsy. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan studi dokumentasi. Adapun aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pekerja sosial medis sebagai konselor, mediator, fasilitator, broker, dan educator pada keluarga yang memiliki anak cerebral palsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial medis menemui beberapa kendala yang dihadapi ketika menjalankan peran-peran tersebut, diantaranya yaitu kurangnya sumber daya profesi pekerja sosial medis di rumah sakit. Sehingga berdampak pada beberapa peran pekerja sosial medis yang belum dapat berjalan secara maksimal. Berdasarkan hasil analisa masalah dan analisa kebutuhan pada hasil penelitian, peneliti mengusulkan program yang bernama “Optimalisasi Peran Pekerja Sosial Medis Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Cerebral Palsy” dengan tujuan agar pekerja sosial medis dapat menjalankan perannya agar semakin optimal. Kata Kunci : Peran Pekerja Sosial Medis, Keluarga, Cerebral Palsy. ABSTRACT ANNISA DEWI NURITASARI, 1902023. The Role Of Medical Social Workers In Families Who Have Children With Cerebral Palsy In The Medical Rehabilitation Installation, Central General Hospital Dr. Hasan Sadikin Bandung. Supervised by Dayne Trikora Wardhani and Enung Huripah. The background of this research is the existence of medical social workers in the health sector, especially in the Medical Rehabilitation Installation, Central General Hospital Dr. Hasan Sadikin Bandung. Medical social workers who work in the health sector certainly have roles that must be carried out in providing services to patients and their families, especially for families of patients who have children with cerebral palsy. Therefore, the purpose of this research is to find out the role of medical social workers in families who have children with cerebral palsy. The approach used in this research is qualitative with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, non participatory observation, and documentation studies. The aspects examined in this study are the role of medical social workers as counselors, mediators, facilitators, brokers, and educators in families with children with cerebral palsy. The results of the study show that medical social workers encounter several obstacles when carrying out these roles, including the lack of professional resources for medical social workers in hospitals. So, it affects several roles of medical social workers who have not been able to run optimally. Based on the results of the study's problem analysis and needs analysis, the researchers proposed a program called "Optimizing the Role of Medical Social Workers in Families with Cerebral Palsy Children," aiming to help medical social workers carry out their roles more optimally. Keywords: The Role Of Medical Social Workers, Family, Cerebral Palsy
  • Item
    Pengaruh Family Support Group terhadap Ketahanan Keluarga Anak dengan Kedisabilitasan di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo.
    (Perpustakaan, 2023-12-22) ANNISYA NUR AZIZAH, NRP. 19.02.011.; Dibimbing oleh Tukino; Uke Hani Rasalwati
    ANNISYA NUR AZIZAH, NRP. 19.02.011. Pengaruh Family Support Group terhadap Ketahanan Keluarga Anak dengan Kedisabilitasan di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. Dibimbing oleh Tukino dan Uke Hani Rasalwati Penelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Family Support Group terhadap Ketahanan Keluarga Anak dengan Kedisabilitasan di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dianalisis menggunakan teknik analisis inferensial dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini merupakan orang tua yang memiliki anak dengan kedisabilitasan yang tergabung dalam Family Support Group yang berjumlah 32 orang. Penentuan responden menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Family Support Group telah berjalan dengan baik sesuai dengan hasil penelitian yang menunjukkan jumlah skor total 1.407 dengan kategori tinggi dan ketahanan keluarga memiliki total skor 3.164 dengan kategori sedang. Pelaksanaan Family Support Group memiliki pengaruh sebesar 26,8% terhadap ketahanan keluarga anak dengan kedisabilitasan. Terdapat empat aspek ketahanan keluarga yaitu ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan psikologi dan ketahanan sosial. Ketahanan fisik memiliki skor total 822 termasuk pada kategori sedang, dengan nilai uji regresi linear sederhana FSG terhadap ketahanan fisik sebesar 0,009 atau sebesar 20,8%. Ketahanan ekonomi memiliki skor total 959 termasuk pada kategori sedang, dengan nilai uji regresi linear sederhana FSG terhadap ketahanan ekonomi sebesar 0,028 atau sebesar 15,1%. Ketahanan psikologi memiliki skor total 602 termasuk pada kategori sedang, dengan nilai uji regresi linear sederhana 0,030 atau sebesar 14,8%. Ketahanan sosial memiliki skor total 781 termasuk pada kategori tinggi, dengan nilai uji regresi linear sederhana 0.018 atau sebesar 17,6%. Berdasarkan masalah dan kebutuhan yang ditemukan pada penelitian ini, peneliti mengusulkan program yang bernama Peningkatan Kapasitas Bersama Keluarga Disabilitas Mewujudkan Keluarga Tangguh Berkualitas, sebagai upaya meningkatkan ketahanan keluarga anak dengan kedisabilitasan Kata Kunci: Family Support Group, Ketahanan Keluarga, Anak dengan Kedisabilitasan ABSTRACT ANNISYA NUR AZIZAH, NRP. 19.02.011. The Effect of Family Support group on Family Resilience of Children wirh Disabilities in Wonosobo District, Wonosobo Regency. Supervised by Tukino and Uke Hani Rasalwati This study examines the effect of Family Support Group on Family Resilience of Children with Disabilities in Wonosobo District, Wonosobo Regency. This research uses a quantitative approach that is analyzed using inferential analysis techniques with a descriptive approach. The data collection techniques used were the distribution of questionnaires and documentation studies. Respondents in this study were parents who had children with disabilities who were members of the Family Support Group, totaling 32 people. Determination of respondents using nonprobability sampling technique with saturated sample type. The results showed that the implementation of the Family Support Group had gone well according to the results of the study which showed a total score of 1,407 in the high category and family resilience had a total score of 3,164 in the medium category. The implementation of the Family Support Group has an influence of 26.8% on the resilience of families of children with disabilities. There are four aspects of family resilience, namely physical resilience, economic resilience, psychological resilience and social resilience. Physical resilience has a total score of 822 including in the moderate category, with a simple linear regression test value of FSG on physical resilience of 0.009 or 20.8%. Economic resilience has a total score of 959 including in the medium category, with a simple linear regression test value of FSG on economic resilience of 0.028 or 15.1%. Psychological resilience has a total score of 602 including in the medium category, with a simple linear regression test value of 0.030 or 14.8%. Social resilience has a total score of 781 including in the high category, with a simple linear regression test value of 0.018 or 17.6%. Based on the problems and needs found in this study, researchers propose a program called Capacity Building with Families with Disabilities to Realize Quality Resilient Families, as an effort to increase the resilience of families of children with disabilities. Keywords: Family Support Group, Family Resilience, Children with Disabilities
  • Item
    Tingkat Spiritualitas Remaja di Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang.
    (Perpustakaan, 2023-12-22) MUHAMMAD AKBAR RAFSANJANI 19.02.022; Yuti Sri Ismudiyati; Silvia Fatmah Nurrushobah.
    ABSTRAK MUHAMMAD AKBAR RAFSANJANI, 19.02.022. Tingkat Spiritualitas Remaja di Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang. Dosen Pembimbing: Yuti Sri Ismudiyati dan Silvia Fatmah Nurrushobah. Kehidupan sosial saat ini berdampingan dengan berbagai macam teknologi yang bertumbuh pesat, salah satu pengaruhnya terdapat pada tereduksinya dimensi fundamental dalam kehidupan manusia yaitu dimensi spiritualitas. Tereduksinya dimensi spiritualitas berdampak pada kehampaan kehidupan, selain itu juga berdampak pada munculnya beragam masalah sosial. Spiritualitas tidak hanya terdapat pada orang dewasa saja, spiritualitas merupakan hal yang berdampingan dengan proses kehidupan, termasuk masa remaja. Masa remaja yang merupakan usia di mana anak tidak merasa lagi bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama atau sejajar, masa remaja seringkali dikenal dengan fase mencari jati diri serta dalam pencarian jadi diri tersebut terdapat berbagai pergolakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat spiritualitas responden dengan mengadaptasi Spiritual Transendence Scale (STS) yang dapat diketahui dari tiga aspek yaitu aspek pemenuhan ibadah (prayer fulfillment), aspek keyakinan sebagai bagian dari alam semesta (universality) dan aspek keyakinan sebagai bagian dari kelompok dan generasi (connetedness). Penelitian berlokasi di PPSGBR Lembang menggunakan pendekatan kuantititatif dan metode deskriptif dengan 70 responden remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga aspek spiritualitas responden berada pada kategori tinggi dengan persentase berturut-turut 87,1%; 72%; dan 51,4%. Pada analisis masalah penelitian ditemukan bahwa aspek keyakinan sebagai bagian dari kelompok dan generasi (connectedness) menjadi rentan karena spiritulitas pada manusia bersifat fluktuatif. Permasalahan rentannya aspek ini mengarah pada kurangnya keterampilan sosial responden, kemudian peneliti mengusulkan program peningkatan kapasitas: keterampilan sosial siswa PPGBR Lembang dalam landasan spiritualitas melalui socialization group. Kata Kunci: Spiritualitas, Remaja
  • Item
    Manajemen Risiko pada Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Sentra Mulya Jaya Jakarta.
    (Perpustakaan, 2023-12-21) RATU EXCEL EVICHA 1902056; Dayne Trikora Wardhani; Enung Huripah
    ABSTRAK RATU EXCEL EVICHA, 1902056. Manajemen Risiko pada Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Sentra Mulya Jaya Jakarta. Pembimbing: Dayne Trikora Wardhani dan Enung Huripah Risiko merupakan sesuatu yang pasti dimiliki oleh suatu program, tanpa terkecuali pada program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Hal ini tentunya berpengaruh pada pelayanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh suatu lembaga. Penelitian ini dilaksanakan di Sentra Mulya Jaya Jakarta dengan keunikan dan keberagaman pelayanan yang dapat menjadi potensi kemunculan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengeksplorasi risiko melalui penerapan proses manajemen risiko di Sentra Mulya Jaya Jakarta pada program ATENSI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif yang mengacu pada proses manajemen risiko pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 19 Tahun 2017 tentang Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis risiko pada program ATENSI di Sentra Mulya Jaya Jakarta ditinjau dari 5 kategori yakni kategori SDM, mekenisme layanan, sasaran, sarana prasarana dan instrukemn pekerjaan sosial. Berdasarkan kelima kategori tersebut teridentifikasi 8 risiko dengan dinyatakan terdapat 2 risiko pada level high risk dan 2 risiko pada level moderate risk. Berdasarkan prioritas risiko tersebut, menjadi dasar untuk dibuatnya program “Pengendalian Tingkat Operasional Risiko pada program ATENSI di Sentra Mulya Jaya Jakarta” sebagai solusi dari kemunculan risiko yang berdampak bagi penerima manfaat, pelaksana dan pengelola program serta kemaksimalan pelayanan ATENSI yang diberikan oleh Sentra Mulya Jaya Jakarta. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Program Asistensi Rehabilitasi Sosial ABSTRACT RATU EXCEL EVICHA, 1902056. Risk Management of Social Rehabilitation Assistance Program (ATENSI) in Sentra Mulya Jaya Jakarta. Advisor: Dayne Trikora W and Enung Huripah Risk is something that must be owned by a program, including Social Rehabilitation Assistance (ATENSI) program. It certainly affects the social rehabilitation services provided by an institution. The research was implemented at Sentra Mulya Jaya Jakarta with the uniqueness and diversity of services that can be a potential risk. This research aims to examine and explore risks through the application of the risk management process at Sentra Mulya Jaya Jakarta in the ATENSI program. This research uses a qualitative approach with an explorative descriptive method that refers to the risk management process in the Minister of Social Affairs Regulation Number 19 of 2017 concerning Risk Management within the Ministry of Social Affairs. Data collection was carried out by in-depth interviews, FGDs, observation and documentation studies. The results showed that the risk analysis of the ATENSI program at Sentra Mulya Jaya Jakarta was reviewed from 5 categories, namely the categories of human resources, service methods, targets, infrastructure and social work instructions. Based on these five categories, 8 risks were identified with 2 risks at the high risk level and 2 risks at the moderate risk level. Based on the priority of these risks, it is the basis for creating a program "Controlling the Operational Level of Risk in the ATENSI program at Sentra Mulya Jaya Jakarta" as a solution to the emergence of risks that have an impact on beneficiaries, program implementers and managers as well as the maximization of ATENSI services provided by Sentra Mulya Jaya Jakarta. Keywords: Risk Management, Social Rehabilitation Assistance Program
  • Item
    Motivasi Korban Penyalahgunaan NAPZA dalam Pencegahan Kekambuhan (Relapse Prevention) di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bumi Kaheman Kabupaten Bandung.
    (Perpustakaan, 2023-12-21) VISI AIDA 19.02.015; Yuti Sri Ismudiyati; Silvia Fatmah Nurusshobah
    ABSTRAK VISI AIDA 19.02.015. Motivasi Korban Penyalahgunaan NAPZA dalam Pencegahan Kekambuhan (Relapse Prevention) di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bumi Kaheman Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: Yuti Sri Ismudiyati dan Silvia Fatmah Nurusshobah Motivasi adalah kekuatan atau dorongan yang terdapat dari dalam diri seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan mencapainya, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar inidividu (motivasi eskstrinsik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik pada korban penyalahgunaan NAPZA dalam pencegahan kekambuhan (relapse prevention) di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bumi Kaheman Kabupaten Bandung meliputi: 1) Karakteristik informan, 2) Kebutuhan (need), 3) Harapan (expectancy), 4) Minat, 5) Dorongan Keluarga, 6) Lingkungan, dan 7) Penghargaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu: 1) Wawancara mendalam (in-depth interview), 2) Observasi, 3) Studi dokumentasi, dan 4) Focus Group Discussion (FGD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan kekambuhan (relapse prevention) yang dilakukan oleh korban penyalahgunaan NAPZA di IPWL Bumi Kaheman didorong oleh motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Korban penyalahgunaan NAPZA memiliki motivasi intrinsik yang ditandai dengan upaya pencegahan kekambuhan (relapse prevention) yang dilakukan dari diri sendiri tanpa paksaan orang lain. Terdapat masalah terkait faktor yang mempengaruhi motivasi ekstrinsik yakni dorongan keluarga yaitu adanya stigma keluarga terhadap korban penyalahgunaan NAPZA yang muncul akibat kurangnya pengetahuan keluarga terkait pola komunikasi terhadap korban penyalahgunaan NAPZA sehingga sering terjadi kesalahpahaman diantara keduanya dan menimbulkan konflik yang mengarahkan pada relapse. Sehubungan dengan hal tersebut maka diusulkan program yaitu “Peningkatan Pola Komunikasi Keluarga untuk Pencegahan Kekambuhan (Relapse Prevention) Korban Penyalahgunaan NAPZA”. Kata Kunci: Motivasi, Korban Penyalahgunaan NAPZA, Pencegahan Kekambuhan (Relapse Prevention) ABSTRACT VISI AIDA 19.02.015. Motivation of Drug Abuse Victims in Relapse Prevention at IPWL Bumi Kaheman in Bandung Regency. Advisors: Yuti Sri Ismudiyati and Silvia Fatmah Nurusshobah Motivation is a power or encouragement that comes from within a person to meet needs and achieve them, both from within the individual himself (intrinsic motivation) and from outside the individual (extrinsic motivation). This study aims to describe the intrinsic motivation and extrinsic motivation in victims of drug abuse in preventing relapse(relapse prevention) at the IPWL Bumi Kaheman including: 1) Characteristics of informants, 2) Requirements(need), 3) Hope(expectancy), 4) Interests, 5) Family Encouragement, 6) Environment, and 7) Awards. The method used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. The number of informants in this study were 8 people with informant determination techniquespurposive sampling. The data collection techniques used are: 1) In-depth interviews(in-depth interview), 2) Observation, 3) Documentation study, and 4)Focus Group Discussion (FGD). The results showed that prevention of recurrence(relapse prevention) carried out by victims of drug abuse at IPWL Bumi Kaheman were driven by intrinsic and extrinsic motivations. The results showed that victims of drugs abuse has intrinsic motivation which is characterized by efforts to prevent relapsewhich is done from oneself without coercion of others. There are problems related to factors that influence extrinsic motivation, namely family encouragement, namely the existence of family stigma against victims of drug abuse that arises due to a lack of family knowledge regarding communication patterns towards victims of drug abuse so that misunderstandings often occur between the two and cause conflicts that lead torelapse. In this regard, a program is proposed, namely "Increasing Family Communication Patterns for Relapse Prevention(Relapse Prevention) Victims of Drug Abuse”. Keywords: Motivation, Drug Abuse Victims, Relapse Prevention(Relapse Prevention)