Social Protection and Empowerment
Permanent URI for this collection
Undergraduate Theses on Program Study of Social Protection and Empowerment
Browse
Browsing Social Protection and Empowerment by Title
Now showing 1 - 20 of 139
Results Per Page
Sort Options
Item Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar(Perpustakaan, 2024-08-13) ADISA FATIMAH AZ-ZAHRA. 20.03.044; Teta Riasih; RosilawatiADISA FATIMAH AZ-ZAHRA. 20.03.044. Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar: Teta Riasih dan Rosilawati. Aksesibilitas pelayanan kesehatan merujuk pada kesempatan untuk menjangkau dan mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dalam situasi yang dirasakan membutuhkan layanan kesehatan. Penelitian ini untuk mengukur terkait aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi KPM PKH di Kelurahan Sananwetan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai 1) karakteristik responden, 2) kemudahan responden dalam mendekati pelayanan kesehatan, 3) penerimaan pelayanan kesehatan oleh responden, dan 4) kesesuaian pelayanan kesehatan yang didapatkan oleh responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Jumlah responden adalah 20 orang Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan yang termasuk dalam komponen kesehatan dengan memiliki anak usia dini (0-6 tahun) di Kelurahan Sananwetan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas muka (face validity), serta uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan responden dalam mendekati pelayanan kesehatan memperoleh persentase tertinggi yaitu 91,25% sedangkan penerimaan pelayanan kesehatan oleh responden mendapatkan nilai paling rendah dengan persentase 89,31%. Nilai profesional yang tidak maksimal dijalankan oleh bidan dan kader posyandu saat melakukan pelayanan kesehatan khususnya saat melakukan pemantauan kepada anak menjadi salah satu alasan aksesibilitas pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal. Oleh karena itu, diusulkan program “Posyandu Semangat, Hebat, Terampil, dan Inovatif (SEHATI)”, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, workshop, pelatihan, dan studi tiru. Dalam penelitian ini perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak sehingga hasil dari penelitian mampu digunakan untuk evaluasi program PKH dan program yang diusulkan dapat dijalankan untuk mencegah terjadinya permasalahan yang berkelanjutan. Kata Kunci : Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan, Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga HarapanItem Bantuan Sosial Terhadap Anak Dari Keluarga Miskin di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pundi Rakyat Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat.(perpustakaan, 2024-01-05) GHINA AZZAHRA, 19.03.034.; Decky Irianti; Helly OcktiliaABSTRAK GHINA AZZAHRA, 19.03.034. Bantuan Sosial Terhadap Anak Dari Keluarga Miskin di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pundi Rakyat Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Pembimbing : Decky Irianti dan Helly Ocktilia Bantuan sosial merupakan bantuan yang diberikan kepada individu, kelompok atau komunitas yang secara ekonomi lemah. Bantuan yang diberikan yaitu berupa bantuan dan pelayanan kesejahteraan sosial, bantuan dana berupa kupon makanan atau dana cash untuk biaya hidup, bantuan subsidi sementara untuk masyarakat yang mengalami kehilangan mata pencaharian karena bencana alam, dan bantuan kompensasi atas kebijakan pemerintah (subsidi BBM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini yaitu wakil ketua LKS Yayasan Pundi Rakyat, divisi penghimpunan dan penggalangan dana, divisi penyaluran dan pemberdayaan, dan anak binaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bantuan dan pelayanan kesejahteraan sosial di LKS Yayasan Pundi Rakyat sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan jadwal pelaksanaan kegiatan. Bantuan yang diberikan yaitu berupa bantuan uang, barang, dan makanan. Pelayanan yang diberikan yaitu dengan memberikan pengarahan, pembinaan, dan bimbingan kepada binaannya. LKS Yayasan Pundi Rakyat tidak memiliki bantuan subsidi sementara dan bantuan kompensasi atas kebijakan pemerintah. Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa dalam proses penggalangan dana masih memiliki kendala yaitu jumlah donatur yang tidak tetap. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program untuk menangani masalah dalam proses penggalangan dana yaitu Pengembangan Jejaring Kerjasama Stakeholder LKS Yayasan Pundi Rakyat. Kata Kunci : Bantuan Sosial, Anak, Keluarga Miskin, LKS ABSTRACT GHINA AZZAHRA, 19.03.034. Social Assistance for Children of Poor Families at the Pundi Rakyat Foundation, Serdang Village, Kemayoran District, Central Jakarta. Supervisors : Decky Irianti dan Helly Ocktilia. Social assistance is assistance provided to individuals, groups or communities that are economically weak. The assistance provided is in the form of social welfare assistance and services, financial assistance in the form of food stamps or cash funds for living expenses, temporary subsidy assistance for people who experience loss of livelihood due to natural disasters, and compensation assistance for government policies (fuel subsidies). The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The informants of this research were the vice chairman of LKS Yayasan Pundi Rakyat, the collection and fundraising division, the distribution and empowerment division, and fostered children. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation studies. The results showed that the provision of assistance and social welfare services at LKS Yayasan Pundi Rakyat has been carried out well in accordance with the schedule of activities. The assistance provided is in the form of money, goods, and food. The services provided are by providing direction, coaching, and guidance to their mentors. LKS Yayasan Pundi Rakyat does not have temporary subsidy assistance and compensation assistance at government policy. The results of the research indicate that the fundraising process still has obstacles. The obstacle is irregular number of donors. Based on this, the researcher proposed a program to deal with problems in the fundraising process, namely the Development of Stakeholder Cooperation Networks Pundi Rakyat Foundation. Keywords : Social Assistance, Children, Poor Families, LKSItem Bridging Social Capital Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam Penanganan Stunting di Desa Sukarasa Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut.(Perpustakaan, 2024-09-17) YOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101; Admiral Nelson Aritonang; AribowoYOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101 Bridging Social Capital Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam Penanganan Stunting di Desa Sukarasa Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing: Admiral Nelson Aritonang dan Aribowo. Penanganan permasalahan stunting merupakan salah satu isu strategis nasional di Indonesia. Angka stunting di Kabupaten Garut pada tahun 2023 berada pada angka 21,3% dengan target penurunan hingga dibawah 14%. Pada tahun 2018 Desa Sukarasa dikategorikan sebagai 20 desa tertinggi untuk angka stunting atau disebut lokasi fokus stunting. Kemudian pada tahun 2022 Desa Sukarasa berhasil keluar dari status lokasi fokus stunting berkat upaya Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memanfaatkan interaksi dan kolaborasi dengan jaringan sosialnya sebagai komponen dari bridging social capital. Penelitian ini mengkaji terkait dengan interaksi yang terdiri dari pertukaran informasi, media komunikasi, dan kerjasama serta kolaborasi-kolaborasi yang dijalin oleh Kader PKK dengan jaringan sosialnya. Pada prosesnya penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari interaksi dari Kader PKK dengan jaringan sosialnya terdapat saling bertukar informasi tentang stunting, dengan media komunikasi secara langsung dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Kemudian terdapat kerjasama dan kolaborasi yang terjalin untuk menyelenggarakan program dan kegiatan mengurangi persentase stunting di Desa Sukarasa. Hasil dari interaksi dan kolaborasi tersebut adalah adanya peningkatan pengetahuan dan perluasan akses kepemilikan aset dari PKK serta berhasil mengeluarkan Desa Sukarasa dari status lokus stunting. Namun dalam kemampuan dalam berjejaring, Kader PKK belum maksimal untuk membangun jaringan sosial diluar bidang kesehatan pemerintah. Program PKK Learn and Link diselenggaraakan dalam rangka memperluas bridging social capital yang dimiliki oleh Kader PKK Desa Sukarasa. Kata Kunci: Stunting, Bridging Social Capital, Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ABSTRACT YOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101 Bridging Social Capital of PKK Cadres in Handling Stunting in Desa Sukarasa, Malangbong District, Garut City. Supervisor: Admiral Nelson Aritonang and Aribowo. Handling the issue of stunting is one of the national strategic issues in Indonesia. The stunting rate in Kabupaten Garut in 2023rd was 21.3%, with a target reduction to below 14%. In 2018th Desa Sukarasa was categorized as one of the 20 villages with the highest stunting rates, referred to as stunting focus locations. However, in 2022nd Desa Sukarasa successfully exited the status of a stunting focus location thanks to the efforts of the Pemberdayaan dan Kesejaheraan Keluarga (PKK) Cadres in utilizing interaction and collaboration with their social networks as a component of bridging social capital. This study examines the interactions, which consist of information exchange, communication media, and cooperation and collaborations established by the PKK Cadres with their social networks. This research employs a qualitative method, with data collection through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that the interaction between the PKK Cadres and their social networks involves exchanging information about stunting, using direct communication media, and leveraging technological advancements. Additionally, cooperation and collaboration have been established to organize programs and activities to reduce the percentage of stunting in Desa Sukarasa. The outcomes of these interactions and collaborations include increased knowledge and expand access to asset ownership for the PKK, which successfully removed Desa Sukarasa from the stunting focus locations status. However, in terms of networking capabilities, the PKK Cadres have not fully maximized building social networks outside the government's health sector. The PKK Learn and Link program is organized to expand the bridging social capital possessed by the PKK Cadres of Desa Sukarasa. Keywords: Stunting, Bridging Social Capital, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga CadersItem BRIDGING SOCIAL CAPITAL PADA ORGANISASIKEPEMUDAAN KINGKILABAN DALAM MENINGKATKANPEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BALEWANGI,KECAMATAN CISURUPAN, KABUPATEN GARUT(Perpustakaan, 2023-08-01) Sekar Tresna Hendraningsih; Ariwibowo; Teta RiasihABSTRACT SEKAR TRESNA HENDRANINGSIH, 19.03.056. Bridging Social Capital of Kingkilaban Youth Organization in Improving The Community’s Economy in Balewangi Village, Cisurupan District, Garut Regency TETA RIASIH and ARIBOWO Bridging social capital is a type of social capital that created vertical relationships that involve differences in status and position as well as horizontal relationships that involve the exchange of values, principles and culture through relationships and networks that become a bridge between one party and another so that a transfer of resources occured. Bridging social capital in the relationship between Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government and community leaders is an opportunity for youth to improve the social welfare by creating jobs and economic activities. This study desribes: 1) Relations on structural aspects which include vertical and horizontal relationships bridging social capital and 2) Relations on the cognitive aspect of mutual trust between the Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government and community leaders to be able to find out how to use bridging social capital in improving the economy of the people of Balewangi Village. The research was conducted using several techniques, including: 1) In-depth interviews, 2) Observations, and 3) Venn diagrams. The research that has been done shows that bridging social capital can established well if there are six factors, namely: 1) Value of usefulness, 2) Similarity of goals, visions and expectations; 3) Existence of initiative and validation of existence, 4) Distribution of roles according to ability, 5) Resources exchange, and 6) Active participation of each party. These six factors have been fulfilled in the relationship between the Kingkilaban organization and community leaders, but in the relationship with the Balewangi Village government there are still two factors need to be developed,those are the expected role that has not been fulfilled and the participation of the village party that has not been fully felt so that these two things need to be repaired to improvethe relationship. The Pemuda Bergerak Pemuda Berdaya Program was designed to strengthen relations through collaboration between the Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government. Keywords: Bridging Social Capital, Relation, Structural Aspect, Cognitive Aspect ABSTRAK SEKAR TRESNA HENDRANINGSIH, 19.03.056. Bridging Social Capital pada Organisasi Kepemudaan Kingkilaban dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut TETA RIASIH dan ARIBOWO Bridging social capital merupakan jenis modal sosial yang memungkinkan terciptanya hubungan secara vertikal yang melibatkan perbedaan status dan kedudukan serta hubungan horizontal yang melibatkan pertukaran nilai, prinsip, serta budaya melalui relasi dan jejaring yang menjadi jembatan antara pihak satu dan lainnya sehingga dapat terjadi transfer sumber daya. Bridging social capital pada hubungan antara para pemuda dalam organisasi kepemudaan Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi serta tokoh masyarakat merupakan peluang bagi para pemuda untuk dapat mewujudkan cita-cita meningkatkan kesejahteraan dengan menciptakan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi secara mandiri di Desa Balewangi. Penelitian ini mengkaji tentang: 1) Relasi pada aspek struktural yang mencakup hubungan secara vertikal dan horizontal bridging social capital dan 2) Relasi pada aspek kognitif pada rasa saling percaya (trust) antara organisasi kepemudaan Kingkilaban dengan pemerintah Desa Balewangi dan para tokoh masyarakat untuk dapat mengetahui bagaimana pemanfaatan bridging social capital dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Balewangi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik, antara lain: 1) In-depth interview, 2) Observasi, dan 3) Diagram venn. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bridging social capital dapat terjalin dengan baik apabila terdapat enam faktor, yaitu: 1) Nilai kebermanfaatan, 2) Kesamaan tujuan, visi, dan harapan; 3) Adanya inisiatif dan validasi eksistensi, 4) Pembagian peran sesuai kemampuan, 5) Pertukaran sumber daya, serta 6) Partisipasi aktif dari masing-masing pihak. Keenam faktor tersebut telah terpenuhi pada relasi antara organisasi Kingkilaban dengan tokoh masyarakat, namun pada relasi dengan pemerintah Desa Balewangi masih terdapat dua faktor, yaitu adanya peran yang diharapkan (expected role) belum terpenuhi serta partisipasi pihak desa yang belum sepenuhnya dirasakan sehingga dua hal tersebut perlu diperbaiki untuk meningkatkan relasi antara organisasi Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi. Program Pemuda Bergerak Desa Berdaya dirancang sebagai sarana untuk memperkuat relasi melalui kerja sama antara organisasi kepemudaan Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi. Kata Kunci: Modal Sosial Bridging, Relasi, Aspek Struktural, Aspek KognitifItem Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.(Perpustakaan, 2024-08-08) PUTRA ENDRI SETIAWAN, 20.03.074.; ELLYA SUSILOWATI; HARAPAN LUMBAN GAOLPUTRA ENDRI SETIAWAN, 20.03.074. Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Dibimbing oleh ELLYA SUSILOWATI dan HARAPAN LUMBAN GAOL. Collaborative Governance merupakan strategi pengelolaan kolaborasi dalam pemberdayaan penyandang disabilitas fisik yang melibatkan organisasi sosial, pemerintah, dan swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses collaborative governance dalam pemberdayaan penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan collaborative governance secara mendalam. Pada penelitian terdapat lima aspek utama dalam collaborative governance yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas fisik di PERCATU. Aspek-aspek yang diteliti pada Collaborative Governance meliputi kondisi awal (starting condition), kepemimpinan fasilitatif (facilitative leadership), desain institusional (institutional design), proses kolaboratif (collaborative process), dan hasil (outcomes). Hasil Penelitian, collaborative governance dalam pemberdayaan kelompok PERCATU belum terlaksana secara maksimal namun telah memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Tulungagung, masalah pada proses kolaborasi antara lain: keterbatasan dalam jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, minimnya akses terhadap sumber daya, kurangnya kapasitas organisasi PERCATU, belum maksimalnya forum yang memfasilitasi koordinasi antar pemangku kepentingan serta belum adanya aturan dasar yang mengatur prosedur pelaksanaan kolaborasi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Program SIKESRA (Sinergi, Kemandirian dan Kesetaraan) yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara PERCATU dan stakeholder untuk mencapai pemberdayaan yang lebih optimal. Kegiatan yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah pelatihan manajemen sumber daya organisasi dan workshop “Optimalisasi Kolaborasi dalam Upaya Penguatan Kerjasama” melalui Pertemuan Rutin dan Pembuatan Aturan Dasar Kolaborasi. Kata Kunci : Collaborative Governance, Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas FisikItem Coping Strategy Pemulung di dalam Memenuhi Kebutuhan Primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi.(perpustakaan, 2024-01-08) ALYSSA INTAN BESTARI 19.03.040; Decky Irianti; Helly OcktiliaABSTRAK ALYSSA INTAN BESTARI : Coping Strategy Pemulung di dalam Memenuhi Kebutuhan Primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi. Dosen pembimbing : Decky Irianti dan Helly Ocktilia Coping strategy merupakan upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam mengatasi permasalahan yang dapat menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses coping strategy yang dilakukan pemulung dalam memenuhi kebutuhan primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi yang meliputi aspek emotional focused coping dan problem focused coping. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pemgumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan teknik, uji kebergantungan data, uji kepastian data atau confirmability. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek emotional focused coping sudah dilaksanakan dengan baik oleh seluruh informan. Sedangkan dalam aspek problem focused coping dari 5 informan hanya 1 informan yang menerapkan sub aspek seeking informational support. Dalam sub aspek confrontative coping hanya 1 orang informan yang melakukannya. Untuk sub aspek planful problem solving hanya 1 dari 5 informan yang melaksanakannya. Hal tersebut dikarenakan pemulung merasa nasib tidak dapat diubah dan tidak berani keluar dari zona nyaman sebagai pemulung. Berdasarkan maslah tersebut, program yang diusulkan yaitu peningkatan keterampilan coping strategy dan problem solving melalui program “Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah”. Kata kunci : Coping Strategy, Pemulung, Kebutuhan Primer ABSRACT ALYSSA INTAN BESTARI: Coping Strategy for Scavengers in Fulfilling Primary Needs in Sumur Batu Village, Bantar Gebang District, Bekasi City. Supervisors: Decky Irianti and Helly Ocktilia Coping strategy is an effort made by someone in overcoming problems that can cause stress. This study aims to obtain an overview of the coping strategy process used by scavengers to meet primary needs in Sumur Batu Village, Bantar Gebang District, Bekasi City, which includes emotional focused coping and problem focused coping aspects. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources using a purposive sampling technique. Data collection techniques using indepth interview techniques, observation and documentation studies. Checking the validity of the data uses a credibility test with source and technique triangulation, data dependency test, data certainty or confirmability test. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that the emotional focused coping aspects had been well implemented by all informants. Meanwhile, in the problem focused coping aspect, out of 5 informants, only 1 applied the sub aspect of seeking informational support. In the confrontative coping sub-aspect, only 1 informant did it. For the planful problem solving sub-aspect, only 1 out of 5 informants did it. This is because scavengers feel that fate cannot be changed and they do not dare to leave their comfort zone as scavengers. Based on these problems, the proposed program is to improve coping strategy and problem solving skills through the "Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah" program. Key Words : Coping Strategy, Scavengers, Primary NeedsItem Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023,(Perpustakaan, 2024-01-23) NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036; Ellya Susilowati; Atirista Nainggolan.ABSTRACT NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, coping strategy socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of family life in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, July 2023, Lecturer: Ellya Susilowati and Atirista Nainggolan. This study aims to describe how coping strategies are carried out by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of families in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, as well as to obtain an overview of the aspects which include: active strategy, passive strategy, and strategy network PRSE in meeting the needs of his family. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Determination of subjects in this study using purposive sampling technique. Data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation study. Checking the validity of the researcher's data uses triangulation. The results of this study were then analyzed using: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the coping strategy used by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of his family still had some problems, so that the coping strategy used by PRSE had not been carried out optimally. Of the three aspects studied, there are two aspects that have not run optimally, namely active strategy and network strategy. Based on the analysis of the problems and needs found, the researchers recommended a program "Improving PRSE Coping Strategy in Meeting the Needs of Family Life in Pagerwangi Village". Keywords: Coping Strategy socioeconomically vulnerable women, and life necessities ABSTRAK NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023, Dosen Pembimbing: Ellya Susilowati dan Atirista Nainggolan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, serta untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek yang meliputi: strategy aktif, strategy pasif, dan strategy jaringan yang dilakukan PRSE dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahaan data peneliti menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masih memiliki beberapa permasalahan, sehingga coping strategy yang dilakukan mereka belum dilakukan dengan optimal. Dari tiga aspek yang diteliti terdapat dua aspek yang belum berjalan dengan optimal yaitu strategi aktif dan strategi jaringan. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan suatu program “Peningkatan Coping Strategy PRSE dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi. Kata kunci: Coping Strategy, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, dan Kebutuhan HidupItem Dampak Desa Wisata Terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal Keluarga Miskin Di Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.(Perpustakaan, 2024-09-17) NOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034.; SURADI; ATIRISTA NAINGGOLANNOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034. Dampak Desa Wisata Terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal Keluarga Miskin Di Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dosen Pembimbing : SURADI dan ATIRISTA NAINGGOLAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya Desa Wisata Tepus terhadap pengembangan ekonomi lokal keluarga miskin di Desa Tepus berdasarkan tiga aspek meliputi 1) Aspek perubahan tingkat pendapatan, 2) Aspek kesempatan kerja, dan 3) Aspek kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui : 1) Angket atau kuesioner, 2) Wawancara tidak terstruktur, dan 3) Studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata mengalami peningkatan signifikan di ketiga aspek. Pada aspek perubahan tingkat pendapatan meningkat dari skor 979 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.850 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Aspek kesempatan kerja juga mengalami peningkatan dari skor 913 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.834 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Demikian pula, aspek kemitraan meningkat dari skor 918 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.970 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Namun, pada setiap aspek masih ditemukannya beberapa permasalahan seperti rendahnya pendapatan keluarga miskin, terbatasnya keterampilan yang dimiliki oleh keluarga miskin, dan kemampuan yang dimiliki oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola desa wisata belum memadai. Beberapa permasalahan tersebut saling berkaitan satu sama lain yang menyebabkan dampak desa wisata masih belum merata dirasakan oleh keluarga miskin di Desa Tepus. Untuk itu, direkomendasikan suatu program berupa “Program Desa Mandiri Sejahtera” untuk mewujudkan Desa Wisata Tepus menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing yang akan dicapai melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga miskin, pengembangan ekonomi lokal, serta pengembangan desa wisata yang adil dan berkelanjutan. Kata kunci : Dampak, Pengembangan Ekonomi Lokal, Keluarga Miskin ABSTRACT NOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034. The Impact of Tourism Villages on Local Economic Development of Poor Families in Tepus Village, Tepus Village, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. Supervisors: SURADI and ATIRISTA NAINGGOLAN. This study aims to determine the impact of the existence of the Tepus Tourism Village on the local economic development of poor families in Tepus Village based on three aspects including 1) Aspects of changes in income levels, 2) Aspects of employment opportunities, and 3) Aspects of partnerships. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. Sampling in this study used simple random sampling technique with a sample size of 82 respondents. Data collection techniques are carried out through: 1) Questionnaires, 2) Unstructured interviews, and 3) Documentation studies. The study results show that tourist villages have experienced significant improvements in all three aspects. In terms of changes, the income level increased from a score of 979 before becoming a tourist village to 1,850 afterward, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. The employment opportunity aspect also increased from a score of 913 before becoming a tourist village to 1,834 afterwards, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. Likewise, the partnership aspect increased from a score of 918 before becoming a tourist village to 1,970 afterward, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. However, in every aspect, several problems are still found, such as the low income of poor families, the limited skills possessed by poor families, and the inadequate capabilities of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) as tourism village managers. Some of these problems are related to each other, which means that the impact of the tourist village is still not evenly felt by poor families in Tepus Village. For this reason, a program in the form of the "Sejahtera Mandiri Village Program" is recommended to make Tepus Tourism Village into an independent, prosperous and competitive village which will be achieved through empowerment and increasing welfare for poor families, developing the local economy, as well as developing fair tourism villages. and sustainable. Keywords : Impact, Local Economic Development, Poor FamiliesItem Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.(Perpustakaan, 2024-01-19) BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023,; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dosen pembimbing ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Penelitian tentang Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dampak adalah pengaruh yang kuat dari seseorang atau kelompok orang di dalam menjalankan tugas dan kedudukannya sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, sehingga akan membawa akibat terhadap perubahan baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik dampak positif maupun dampak negatif di Kelurahan Cibeber, mencakup: 1) karakteristik responden, 2) aspek kesehatan, 3) aspek pendidikan, 4) aspek pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dari penelitian ini sebanyak 682 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan sampel sebanyak. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket menggunakan pengukuran reting scale dan uji validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) berada pada kategori tinggi. Meskipun begitu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi demi peningkatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program ( Edukasi Tentang Pentingnya Pendidikan Terhadap Masa Depan Anak) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kata Kunci: Dampak, Program Keluarga Harapan, Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ABSTRACT BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Supervisor ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Research on the Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Impact is the influence or effect in every decision making of every positive impact or negative impact which also concerns aspects of health, education, perception. This study aims to determine the impact of the Family Hope Program (PKH) on Beneficiary Families (KPM) both positive and negative impacts in Cibeber Village, including: 1) respondent characteristics, 2) health aspects, 3) education aspects, 4) aspects The research method used in this study is a quantitative research method. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The sampling technique in this study is a census. Data collection techniques used are questionnaires and documentation studies. Measuring tools used are questionnaires and documentation studies. Measuring tool used is a questionnaire using measurement scale reting and test the validity of the face (validity face). Furthermore, the results of the study were analyzed using quantitative analysis. The results of the study show that the impact of the Family Hope Program (PKH) is in the high category. Even so, there are still a number of things that need to be addressed in order to increase Beneficiary Families (KPM) through the program (Education About the Importance of Education for the Future of Children) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Keywords: The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPMItem . Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat.(perpustakaan, 2024-01-19) YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069; Admiral Nelson Aritonang; Milly MildawatiABSTRAK YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069. Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat. Dosen Pembimbing Admiral Nelson Aritonang dan Milly Mildawati Adanya sebuah pembangunan akan beriringan dengan dampak-dampak yang akan ditimbulkan baik mengarah pada seusatu yang postif maupun negatif. Dampak tersebut tidak lepas dari kaitannya dengan masyarakat atau dapat disebut sebagai dampak sosial pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara empiris tentang karakteristik responden, cara hidup, budaya, dan komunitas masyarakat akibat pembangunan kolam retensi di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan dalam penelitian menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun uji validitas yang digunakan dalam penelitina ini adalah uji kuisioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kolam retensi di Keluruahn Cimincrang telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan ruang terbuka untuk bermain dan berolahrahga. Sarana dan prasarana bidang religi, wisata dan perdagangannya juga mengalami peningkatan sehingga terdapat peluang usaha yang bervariatif. Akan tetapi, pembangunan ini juga berdampak terhadap menurunnya intensitas kegiatan bersama, hambatan dalam mengakses sumber makanan, tempat kerja, sekolah, dan pelayannan umum. Selain itu, pembangunan ini juga membuat stabiliatas keamanan masyarakat terganggu. Upaya dalam meminimalisisr dampak negetif yang ada, penelitian ini mengusulkan sebuah program Forum Diskusi Masyarakat (FDM) Kawasan Pembangunan Kolam Retensi Masjid Al-Jabbar di Kelurahan Cimincrang. Kata Kunci: Dampak Sosial, Pembangunan, Kolam RetensiItem Dukungan Sosial yang Diterima Lansia Dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.(Perpustakaan, 2024-09-17) FIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054.; ELLYA SUSILOWATI; HARAPAN LUMBAN GAOLFIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054. Dukungan Sosial yang Diterima Lansia Dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Dosen Pembimbing: ELLYA SUSILOWATI dan HARAPAN LUMBAN GAOL Dukungan sosial adalah bantuan verbal maupun non verbal, saran, perhatian, kepedulian, rasa memiliki, penghargaan, bantuan nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang lain dalam lingkungan sosialnya baik individu maupun kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) dukungan emosional, 2) dukungan instrumental, 3) dukungan informatif, dan 4) dukungan penghargaan pada responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan survei deskriptif. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 115 Lansia Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rating scale. Uji validitas yang digunakan adalah validitas muka (face validity) dan uji validitas menggunakan SPSS Versi 25, serta uji reliabilitas menggunkan Cronbach’s Alpha dengan hasil 0,886 > 0.600 (sangat reliabel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima lansia keluarga penerima manfaat PKH di Desa Tanggulwelahan adalah tinggi. Pada aspek dukungan penghargaan, memiliki skor total paling rendah dibanding dengan aspek dukungan sosial yang lain. Oleh karena itu diusulkan program “Peningkatan Kapasitas Keluarga Lansia Melalui Bina Keluarga Lansia” melalui kegiatan penyuluhan, perencanaan pendampingan sosial, dan pengadaan kegiatan sosial. Penelitian ini perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak sehingga hasil dari penelitian mampu digunakan untuk evaluasi Program Keluarga Harapan dan program yang diusulkan dapat mencegah terjadinya permasalahan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Lansia, Program Keluarga Harapan, Dukungan Sosial ABSTRACT FIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054. Social Support Received By The Elderly From Family Beneficiaries Of The Family Hope Program in Tanggulwelahan Village, Besuki District, Tulungagung Regency. Supervisors: ELLYA SUSILOWATI and HARAPAN LUMBAN GAOL Social support is verbal or non-verbal assistance, advice, attention, care, a sense of belonging, appreciation, real assistance or behavior provided by others in their social environment, both individuals and groups. This study aims to obtain an overview of: 1) emotional support, 2) instrumental support, 3) informative support, and 4) appreciation support for respondents. The method used in this research is quantitative method with descriptive survey. The sources used are primary and secondary sources. The population in this study were 115 elderly beneficiary families of the Family Hope Program in Tanggulwelahan Village, Besuki District, Tulungagung Regency. The sampling technique in this study was simple random sampling with a sample size of 53 respondents. The data collection techniques used were questionnaires and documentation studies. The research instrument used is a rating scale. The validity test used is face validity and the validity test uses SPSS Version 25, and the reliability test uses Cronbach's Alpha with the results of 0.886> 0.600 (highly reliable). The results showed that the social support received by elderly PKH beneficiary families in Tanggulwelahan Village was high. In the aspect of appreciation support, it has the lowest total score compared to other aspects of social support. Therefore, a program “Increasing the Capacity of Elderly Families through Elderly Family Development” is proposed through counseling activities, social assistance planning, and procurement of social activities. This research needs coordination with various parties so that the results of the research can be used for the evaluation of the Family Hope Program and the proposed program can prevent ongoing problems. Keyword: Elderly, Family Hope Program, Social SupportItem Efektivitas Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung(Perpustakaan, 2024-08-13) VEBRIANTI BR SIREGAR, 20.03.043; LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI; DEDE KUSWANDAVEBRIANTI BR SIREGAR, 20.03.043. Efektivitas Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung. Dosen pembimbing: LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI dan DEDE KUSWANDA Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertayaan dan memperoleh gambaran mendalam mengenai efektivitas pelayanan pengaduan kekerasan padaanak berbasis online di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung, mencangkup ketepatan sasaran, sosialisasi, ketercapaian tujuan dan pemantauan program. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi serta diuji kelayakannya menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Informan penelitian terdiri dari kepala UPTD PPA, staf penerima pengaduan dan pengelola pengaduan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek ketepatan sasaran sudah sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumbnya. Adapun sasaran dari pelayanan pengaduan adalah semua anak dan perempuan Kota Bandung yang menjadi korban dari tindak kekerasan. Namun aspek sosialisasi sudah efektif dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk media informasi sosialisasi digital. Aspek tujuan sudah efektif dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terkhususnya kekerasan padaanak yang berani melakukan pengaduan ke UPTD PPA Kota Bandung melalui WhatsApp. Apek pemantauan belum efektif karena minim dilakukan pengawasan dan evaluasi secara mendalam layanan pengaduan online. Kesimpulannya, efektivitas pelayanan pengaduan kekerasan padaanak berbasis online di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung belum sepenuhnya tercapai karena kendala pada aspek sosialisasi dan pemantauan. Untuk mengatasi masalaha ini, peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Monitoring Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online di UPTD PPA Kota Bandung” dengan tujuan meningkatkan pelayanan pengaduan kekerasan padaanak guna memperkuat perlindungan padaanak yang retan menjadi korban kekerasan. To overcome this problem, the researcher proposed a program "Optimizing Monitoring of Online-Based Child Abuse Complaint Services at UPTD PPA Bandung City" with the aim of improving child abuse complaint services to strengthen protection for children who are vulnerable to violence. Kata Kunci : Efektifitas, Pengaduan Berbasis Online, Kekerasan PadaAnakItem Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Di Kabupaten Purworejo.(Perpustakaan, 2024-09-17) VINNY QURROTA AINI, NRP. 2003022,; ATIRISTA NAINGGOLAN; SURADIVINNY QURROTA AINI, NRP. 2003022, Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Di Kabupaten Purworejo. Pembimbing : ATIRISTA NAINGGOLAN dan SURADI. Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Purworejo, dari aspek yaitu aspek pemahaman program, aspek ketepatan sasaran, aspek pencapaian tujuan, aspek pemantauan, dan aspek perencanaan yang matang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah anggota KUBE penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo yang mendapatkan bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tahun 2024 dengan jumlah 4 kelompok yang beranggotakan 40 orang penyandang disabilitas fisik dan seluruh populasi tersebut menjadi sampel penelitian (sampling total/sensus). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner atau angket, studi dokumentasi, dan wawancara. Skala pengukuran yang digunakan adalah rating scale dengan pengujian validitas muka (face validity) untuk uji validitas serta menggunakan metode Alpha Cronbach’s dengan nilai 0,893. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial digolongkan pada kategori tinggi. Hal tersebut diketahui berdasarkan kelima aspek penelitian yaitu aspek pemahaman program memperoleh skor 1.409 berada pada kategori tinggi, aspek ketepatan sasaran dengan skor 1.333 berada pada kategori tinggi, aspek pencapaian tujuan dengan skor 1.148 berada pada kategori tinggi, aspek pemantauan program dengan skor 992 berada pada kategori sedang, dan aspek perencanaan dengan skor 1.086 berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, masih terdapat permasalahan pada aspek pemantauan program, aspek ketepatan sasaran, dan aspek pencapaian tujuan. Sebagai upaya peningkatan efektivitas peneliti memberikan rekomendasi program untuk mengatasi permasalahan melalui Program Inklusi Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial. Tujuan dari program tersebut yaitu untuk mengoptimalkan dan mengembangkan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas di Kabupaten Purworejo agar dapat berjalan dengan maksimal dan menciptakan penyandang disabilitas yang mencapai kesejahteraan sosialnya. Kata Kunci : Efektivitas, Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Penyandang Disabilitas, Kesejahteraan Sosial ABSTRACT VINNY QURROTA AINI, NRP. 2003022, Effectiveness of the Joint Business Group Program (KUBE) for Persons with Disabilities to Improving Social Welfare in Purworejo Regency. Supervisors : ATIRISTA NAINGGOLAN and SURADI. The Joint Business Group Program (KUBE) for People with Disabilities is an effort carried out by the Purworejo Regency Government and the YAKKUM Rehabilitation Center to empower people with disabilities. This research aims to determine the effectiveness of the Joint Business Group Program (KUBE) for Persons with Disabilities in improving social welfare in Purworejo Regency, from aspects namely the program understanding aspect, target accuracy aspect, goal achievement aspect, monitoring aspect, and thorough planning aspect. The approach used in this research is a quantitative approach with descriptive methods. The research population is KUBE members with disabilities in Purworejo Regency who receive Social Assistance for Productive Economic Enterprises (UEP) in 2024 with 4 groups consisting of 40 people with physical disabilities and the entire population is the research sample (total sampling/census). The data collection techniques used were questionnaires, documentation studies, and interviews. The measurement scale used is a rating scale with face validity testing for validity testing and using Cronbach's Alpha method with a value of 0.893. The research results show that the effectiveness of the Joint Business Group Program (KUBE) for Persons with Disabilities in Improving Social Welfare is classified in the high category. This is known based on the five research aspects, namely the program understanding aspect with a score of 1,409 in the high category, the target accuracy aspect with a score of 1,333 in the high category, the goal achievement aspect with a score of 1,148 in the high category, the program monitoring aspect with a score of 992 in the high category. medium, and the planning aspect with a score of 1,086 is in the high category. Based on these results, there are still problems in the program monitoring aspect, target accuracy aspect, and goal achievement aspect. As an effort to increase effectiveness, researchers provide program recommendations to overcome problems through the Joint Business Group Inclusion Program (KUBE) for Persons with Disabilities in Improving Social Welfare. The aim of this program is to optimize and develop the Joint Business Group Program (KUBE) for Persons with Disabilities in Purworejo Regency so that it can run optimally and create persons with disabilities who achieve social welfare. Keywords : Effectiveness, Joint Business Group Program (KUBE) for Persons with Disabilities, Social WelfareItem Efektivitas Program Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dalam Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Pacitan.(Perpustakaan, 2024-10-10) FITRI FADILLAH, 20.03.013.; SURADI; ATIRISTA NAINGGOLANFITRI FADILLAH, 20.03.013. The Effectiveness of the Integrated Service and Referral System (SLRT) Program in Handling Poverty in Pacitan District. Supervised by SURADI and ATIRISTA NAINGGOLAN This research aims to evaluate the effectiveness of the Integrated Service and Referral System (SLRT) program in addressing poverty in Pacitan Regency based on aspects of target accuracy, socialization, objectives, and monitoring. The SLRT program is designed to provide social services by identifying problems and needs of the poor and vulnerable, and to provide access to social security programs. This study uses a qualitative descriptive method with informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document studies, and their validity was tested using technique and source triangulation. The results showed that the target accuracy aspect was effective because SLRT succeeded in accommodating complaints and providing access to social security programs to the poor and vulnerable. However, the socialization aspect was less effective because the implementation of socialization did not directly involve the beneficiaries. The objective aspect was effective with the realization of access for the poor to multiple programs. The monitoring aspect was not effective due to the lack of community involvement. In conclusion, the effectiveness of the SLRT program in addressing poverty has not been fully achieved due to constraints in the socialization and monitoring aspects. To address these issues, the researchers propose the "SLRT Team Effectiveness Improvement Program in Socialization and Monitoring Activities through Online Platforms" with the aim of enhancing the capacity of the SLRT team in providing services and access to social security programs for the poor. Keywords: Integrated Service and Refferral System (SLRT), Poverty, Access ABSTRAK FITRI FADILLAH, 20.03.013. Efektivitas Program Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dalam Penanganan Kemiskinan di Kabupaten Pacitan. Dibimbing oleh SURADI dan ATIRISTA NAINGGOLAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Efektivitas Program Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dalam penanganan Kemiskinan di Kabupaten Pacitan berdasarkan aspek ketepat sasaran, sosialisasi, tujuan, dan pemantauan, Program SLRT dirancang untuk memberikan pelayanan sosial dengan mengidentifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, serta memberikan akses terhadap program jaminan sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta diuji kelayakannya menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ketapat sasaran sudah efektif, karena SLRT berhasil menampung keluhan dan memberikan akses program jaminan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan miskin. Namun, aspek sosialisasi masih kurang efektif, karena pelaksanaan sosialisasi belum melibatkan masyarakat penerima manfaat secara langsung. Aspek tujuan sudah efektif dengan terealisasikannya akses masyarakat miskin terhadap multi program. Aspek pemantauan belum efektif karena minimnya keterlibatan masyarakat. Kesimpulannya, efektivitas program SLRT dalam penanganan kemiskinan belum sepenuhnya tercapai karena kendala pada aspek sosialisasi dan pemantauan. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengusulkan ”Program Peningkatan Efektivitas Tim SLRT dalam Kegiatan Sosialisasi dan Pemantauan melalui Platform Online” dengan tujuan meningkatkan kapasitas tim SLRT dalam memberikan layanan dan akses kepada masyarakat miskin terhadap program jaminan sosial. Kata Kunci: Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu(SLRT), Kemiskinan, AksesItem EVISA NUR AMALINA, 19.03.042. Minat Pekerja Sektor Informal dalam Keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mandiri di Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.(Perpustakaan, 2024-01-23) EVISA NUR AMALINA, 19.03.042.; SURADI; DEDE KUSWANDAABSTRAK Minat Pekerja Sektor Informal dalam Keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mandiri di Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Dibimbing oleh SURADI dan DEDE KUSWANDA Mayoritas penduduk Desa Ngunut merupakan pekerja sektor informal. Namun, dalam jumlah cakupan kepesertaan jaminan kesehatan pada segmen PBPU atau kepesertaan mandiri masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh minat masyarakat yang juga masih rendah. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih, minat juga dapat diartikan sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai 1) kognitif pekerja sektor informal dalam keikutsertaan jaminan kesehatan mandiri yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, 2) afektif pekerja sector informal dalam keikutsertaan jaminan Kesehatan mandiri yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor informal di Desa Ngunut yang berjumlah 5.122 orang sehingga sampel yang digunakan berjumlah 98 orang. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat pekerja sector informal dalam keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mandiri di Desa Ngunut memperoleh penilaian sebesar 4.646 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Namun setelah dianalisis lebih lanjut pada aspek kognitif mendapatkan penilaian paling rendah dari aspek afektif. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan pekerja sektor informal mengenai program jaminan kesehatan. Maka dari itu program yang diusulkan untuk permasalahan ini adalah “Peningkatan Pengetahuan Jaminan Kesehatan bagi Pekerja Sektor Informal” dengan sasaran pekerja sektor informal di Desa Ngunut. Kata Kunci: Minat, Pekerja Sektor Informal, BPJS KesehatanItem Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049; HELLY OCKTILIA; MILLY MILDAWATIRATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Impelementasi Layanan Bimbingan Masyarakat Melalui Home Program Terhadap Keluarga Yang Memiliki Penyandang Disabilitas di Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung. Dosen Pembimbing: HELLY OCKTILIA DAN MILLY MILDAWATI. Rehabilitasiۡ Bersumberdayaۡ Masyarakatۡ (RBM)ۡ Kotaۡ Bandungۡ telahۡ menjadiۡ salahۡ satuۡ upayaۡ pentingۡ dalamۡ mendukungۡ keluargaۡ yangۡ memilikiۡ anggotaۡdenganۡpenyandangۡdisabilitas.ۡPenelitianۡiniۡbertujuanۡuntukۡmenganalisisۡ secaraۡ mendalamۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ Home Programۡyangۡdiberikanۡkepadaۡkeluargaۡtersebut,ۡdenganۡpenekananۡpadaۡaspekۡ perencanaanۡdanۡpelaksanaan.ۡMetodeۡpenelitianۡyangۡdigunakanۡdalamۡpenelitianۡ iniۡyaituۡdeskriptifۡdenganۡpendekatanۡkualitatif.ۡTeknikۡpengumpulanۡdataۡmelaluiۡ wawancaraۡmendalamۡdanۡstudiۡdokumentasi.ۡInformanۡpenelitianۡterdiriۡdariۡstafۡ RBMۡ kota,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Cibeunyingۡ Kidul,ۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Batununggalۡ danۡ stafۡ RBMۡ Kecamatanۡ Sumurۡ Bandung.ۡ Hasilۡ penelitianۡ implementasiۡ layananۡ bimbinganۡ masyarakatۡ melaluiۡ home programۡ terhadapۡ keluargaۡyangۡmemilikiۡpenyandangۡdisabilitasۡ meliputiۡempatۡtahapanۡprosesۡ perencanaanۡuntukۡhomeۡprogramۡyaituۡmenetapkanۡtujuan,ۡmerumuskanۡkeadaanۡ saatۡ ini,ۡ mengidentifikasiۡ kemudahanۡ danۡ hambatan,ۡ mengembangkanۡ rencanaۡ kegiatan.ۡDiۡdalamۡperencanaanۡditemukanۡbahwaۡseluruhۡprosesۡtahapanۡyangۡ dilaksanakanۡtidakۡtertulis/tercetakۡsehinggaۡdalamۡpelaksanaannyaۡmenimbulkanۡ kendalaۡdiۡlapanganۡyangۡbervariasi.ۡKemudianۡpelaksanaanۡhome programۡditelitiۡ dariۡketercapaianۡperencanaan,ۡketercukupanۡkebutuhan,ۡdanۡpemanfaatanۡpotensiۡ danۡ sumberۡ daya.ۡ Diۡ dalamۡ pelaksanaanۡ home program,ۡ ditemukanۡ bahwaۡ pelaksanaannyaۡ masihۡ mengalamiۡ beberapaۡ kendalaۡ yangۡ dimanaۡ diۡ setiapۡ kecamatanۡ berbedaۡ kendalaۡ yangۡ disebabkanۡ olehۡ perencanaanۡ yangۡ kurangۡ matang.ۡBerdasarkanۡanalisisۡhasilۡpenelitian,ۡpenelitiۡmengusulkanۡprogramۡuntukۡ mengatasiۡ permasalahanۡ yangۡ munculۡ denganۡ namaۡ programۡ “Optimalisasiۡ ManajemenۡLayananۡHomeۡProgramۡdiۡRehabilitasiۡBersumberdayaۡMasyarakatۡ (RBM)ۡKotaۡBandung.” Kata Kunci : Implementasi, Layanan Bimbingan, Penyandang Disabilitas, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) ABSTRACT RATIH DESTI SALSABILA, NRP. 20.03.049 Implementation of Community Guidance Services Through Home Programs for Families with Persons with Disabilities at Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City. Supervisors: HELLY OCKTILIA AND MILLY MILDAWATI. The Bandung City Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) has become one of the important efforts in supporting families who have members with disabilities. This study aims to analyze in depth the implementation of community guidance services through home programs provided to these families, with an emphasis on aspects of planning and implementation. The research method used in this study is qualitative with data collection techniques through in-depth interviews and documentation studies. The research informants consisted of city RBM staff, Cibeunying Kidul Sub-district RBM staff, Batununggal Sub-district RBM staff and Sumur Bandung Sub-district RBM staff. The results of research on the implementation of community guidance services through home programs for families who have people with disabilities include four stages of the planning process for home programs, namely setting goals, formulating the current situation, identifying facilities and obstacles, developing activity plans. In planning, it was found that the entire process of the stages carried out was not written / printed so that in its implementation it caused obstacles in the field that varied. Then the implementation of the home program was examined from the achievement of planning, adequacy of needs, and utilization of potential and resources. In the implementation of the home program, it was found that the implementation still experienced several obstacles, which in each sub-district were different obstacles caused by less careful planning. Based on the analysis of the research results, the researcher proposes a program to overcome the problems that arise with the program name "Optimizing Home Program Service Management in Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Bandung City”. Keywords: Implementation, Guidance Services, Persons with Disabilities, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)Item Impelementasi Program Rumah Belajar Anak Bintang untuk Anak Keluarga Pneerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung.(Perpustakaan, 2024-09-17) ST. AINUN JARIAH RAJAB, NRP. 20.03.075.; LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI; DEDE KUSWANDAST. AINUN JARIAH RAJAB, NRP. 20.03.075. Implementation of The Program Rumah Belajar Anak Bintang for The Children of Family Beneficiaries by The Program Keluarga Harapan in Babakan Ciparay District, Bandung City. Supervused by LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI and DEDE KUSWANDA The word implementation is a word that comes from English, namely "to implement" which means to implement. Implementation is not just an activity but is also an activity that is planned and carried out seriously and also refers to certain norms in order to achieve the activity objectives. According to Tachjan, there are three elements of policy implementation that absolutely must be present, namely the implementing element, the program being implemented, the target group or target groups. This research aims to 1) find out the implementing elements of the Rumah Belajar Anak Bintang is program in Babakan Ciparay District 2) find out the program of the Rumah Belajar Anak Bintang is program in Babakan Ciparay District 3) find out the target group of the Rumah Belajar Anak Bintang is program in Babakan Ciparay District. The method used in this research is descriptive using a qualitative approach. The data collection techniques used were interview techniques and documentation studies. The number of informants in this research was 6 people, with details of 1 head mentor, 2 mentors, 3 students receiving the program and the number of students receiving the program was 72 people at the time this research was conducted. The problem is taken from the target group, in this case students as recipients of the Rumah Belahar Anak Bintang program. And the program proposal given by the researcher is "Capacity Building The Mentor of Rumah Belajar Anak Bintang For Increasing Student Motivation to Learning" Keywords: Implementation, Rumah Belajar Anak Bintang, Children of Beneficiary Families by the Program Keluarga Harapan ABSTRAK ST. AINUN JARIAH RAJAB, NRP. 20.03.075. Impelementasi Program Rumah Belajar Anak Bintang untuk Anak Keluarga Pneerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Dosen Pembimbing oleh LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI and DEDE KUSWANDA Kata implementasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yaitu “to implement” yang artinya mengimplementasikan. Implementasi tidak hanya sekedar aktivitas, tetapi juga merupakan suatu kegiatan yang direncanakan serta dilaksanakan dengan serius juga mengacu pada norma-norma tertentu guna mencapai tujuan kegiatan. Menurut tachjan ada tiga unsur-unsur dari implementasi kebijakan yang mutlak harus ada yaitu unsur pelaksana, adanya program yang dilakukan, target group atau kelompok sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui unsur pelaksana dari program Rumah Belajar Anak Bintang di Kecamatan Babakan Ciparay 2) mengetahui program dari Rumah Belajar Anak Bintang di Kecamatan Babakan Ciparay 3) mengetahui kelompok sasaran dari Rumah Belajar Anak Bintang di Kecamatan Babakan Ciparay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskiiptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, dengan rincian 1 kepala mentor, 2 mentor, 3 siswa penerima program dan jumlah siswa yang menjadi penerima program sebanyak 72 orang hingga saat penelitian ini dilakukan. Permasalahan diambil dari kelompok sasaran dalam hal ini adalah siswa sebagai penerima program Rumah Belahar Anak Bintang. Dan untuk usulan program yang diberikan oleh peneliti adalah “Peningkatan Kapasitas Mentor Rumah Belajar Anak Bintang dalam Meningkatkan Semangat Belajar Siswa” Kata Kunci: Implementasi, Rumah Belajar Anak Bintang, Anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga HarapanItem Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing:(Perpustakaan, 2024-01-23) HANI ALFIAH, 1903032; SUHARMA; ROSILAWATI.ABSTRAK HANI ALFIAH, 1903032, Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI. Kebijakan perlindungan sosial lanjut usia (Lansia) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta salah satunya yaitu program pemberian bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan, yang dilihat dari empat aspek yaitu aspek komunikasi program, sumber daya program, perilaku pelaksana program dan aspek struktur birokrasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru dengan jumlah 158 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Skala pengukuran menggunakan skala likert dengan pengujian validitas muka (face validity) dan validitas konstruk (construct validity) serta uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach’s dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) sudah terimplementasi dengan baik. Diketahui berdasarkan aspek komunikasi program dengan persentase 81.86%, aspek sumber daya program persentase 86.71%, aspek perilaku pelaksana program dengan persentase 88.00%, aspek struktur birokrasi program dengan persentase 87.88%. Meskipun demikian, masih terdapat permasalahan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas pangan murah oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas transportasi Transjakarta gratis oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Berdasarkan hasil penelitian maka diusulkan Program Peningkatan Pemahaman Penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Tentang Pemanfaatan Fasilitas Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Kata Kunci: Implementasi Program, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Lanjut Usia.Item Implementasi KUBE Maju Bersama 1 dalam Pengurangan Kemiskinan di Desa Singkalanyar Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Politeknik Kesejahteraan Sosial(perpustakaan, 2024-01-04) RAKAI FATAHILLAH FAHCRUROKHIM AL-BAIHAQQI, 19.03.060.; Pembimbing: Ellya Susilowati; Atirista NainggolanABSTRAK RAKAI FATAHILLAH FAHCRUROKHIM AL-BAIHAQQI, 19.03.060. Implementasi KUBE Maju Bersama 1 dalam Pengurangan Kemiskinan di Desa Singkalanyar Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Politeknik Kesejahteraan Sosial, Pembimbing: Ellya Susilowati and Atirista Nainggolan. Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah salah satu inisiatif yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial dalam rangka mengimplementasikan pendekatan holistik dalam mengatasi persoalan kemiskinan di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran keberhasilan KUBE Maju Bersama 1 dalam mengurangi kemiskinan melalui pendekatan kualitatif dengan fokus pada aspek: sosial, kelembagaan, dan perkembangan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan KUBE. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan dan observasi, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti peran penting aspek penelitian sosial, kelembagaan, dan perkembangan usaha dalam keberhasilan KUBE dalam mengurangi kemiskinan. Temuan ini menggambarkan interaksi yang kuat, struktur kelembagaan yang baik, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan saling berinteraksi dan saling mendukung. Implikasinya, program-program seperti KUBE memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat secara keseluruhan. Meski demikian, didapati celah yang perlu dilengkapi dalam mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki oleh KUBE Maju Bersama 1, yaitu perlunya peningkatan kapasitas pengurus dan pembentuhan bidang marketing dan pemberdayaan diluar struktur inti Kata Kunci: Implementasi, Kelompok Usaha Bersama, Pengurangan Kemiskinan ABSTRACT RAKAI FATAHILLAH FAHCRUROKHIM AL-BAIHAQQI, 19.03.060. The Implementation of KUBE Maju Bersama 1 in Reducing Poverty in Singkalanyar Village, Prambon Subdistrict, Nganjuk Regency. Polytechnic of Social Welfare, Lecture: Ellya Susilowati and Atirista Nainggolan. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) is one of the initiatives initiated by the Ministry of Social Affairs to implement a holistic approach in addressing povertyrelated issues in Indonesia. This research aims to obtain an overview of the success of KUBE Maju Bersama 1 in poverty reduction through a qualitative approach with a focus on the following aspects: social, institutional, and business development. This study employs a qualitative method with the goal of gaining indepth understanding of KUBE implementation. The data sources used in this research include primary and secondary data. Primary data is obtained through in-depth interviews with informants and observations, while secondary data is obtained through documentary studies. Overall, this study highlights the crucial role of social research, institutional, and business development aspects in the success of KUBE in poverty reduction. The findings illustrate a strong interaction, well-established institutional structures, and sustainable business development mutually reinforcing one another. The implication is that programs like KUBE have the potential to make a significant positive impact on poverty alleviation and the overall well-being of members and the community. However, there are identified gaps that need to be addressed in optimizing the potential of KUBE Maju Bersama 1, such as the need for capacity building for leaders and the establishment of marketing and empowerment strategies beyond the core structure. Keywords: Implementation, Kelompok Usaha Bersama, Poverty ReductionItem Implementasi Mitigasi Bencana Pada Program Bersatu Sigap Bencana (BEGANA) PLTGU PT Cikarang Listrindo, Tbk Dalam Menghadapi Ancaman Banjir Di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.(Perpustakaan, 2024-10-10) DENNIA PUTRI HUMAIRA, 20.03.012.; Suharma, S.Sos., MP., Ph.D; Fachry Arsyad, M. KesosDENNIA PUTRI HUMAIRA, 20.03.012. Implementation of disaster mitigation in the United Disaster Alert Program of PT Cikarang Listrindo, Tbk PLTGU in facing the threat of flooding in Labansari Village, East Cikarang District, Bekasi Regency. Suharma, S.Sos., MP., Ph.D & Fachry Arsyad, M. Kesos. This study aims to analyze the implementation of the Bersatu Sigap Bencana (BEGANA) program implemented by PT Cikarang Listrindo, Tbk in facing the threat of flooding in Labansari Village, East Cikarang District, Bekasi Regency. Labansari Village often faces flood risks that have a significant impact on community life and company operations. The BEGANA program was designed as a corporate social responsibility initiative to improve community preparedness and capacity in dealing with flood disasters. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The results showed that the BEGANA program has succeeded in increasing community awareness and knowledge related to disaster mitigation, as well as providing facilities and infrastructure needed to respond to emergency situations. However, some challenges are still encountered, such as the lack of coordination between the company and the local government, as well as limited resources that affect the implementation of the program. This study concludes that the implementation of the BEGANA program by PT Cikarang Listrindo, Tbk has had a positive impact in improving the preparedness of the Labansari Village community against the threat of flooding. In the future, improvements are needed in the aspects of coordination and resource allocation so that the program can run more effectively and sustainably. Recommendations from this study include strengthening cooperation between the company, government, and community as well as developing a more structured contingency plan. Translated with DeepL.com (free version) Kata kunci: BEGANA, PT Cikarang Listrindo, flood, disaster mitigation, preparedness, Labansari Village. ABSTRAK DENNIA PUTRI HUMAIRA, 20.03.012. Implementasi Mitigasi Bencana Pada Program Bersatu Sigap Bencana (BEGANA) PLTGU PT Cikarang Listrindo, Tbk Dalam Menghadapi Ancaman Banjir Di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Suharma, S.Sos., MP., Ph.D & Fachry Arsyad, M. Kesos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Bersatu Sigap Bencana (BEGANA) yang dilaksanakan oleh PT Cikarang Listrindo, Tbk dalam menghadapi ancaman banjir di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Desa Labansari sering menghadapi risiko banjir yang berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat dan operasional perusahaan. Program BEGANA dirancang sebagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BEGANA telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana, serta menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk merespons situasi darurat. Namun, beberapa tantangan masih ditemui, seperti kurangnya koordinasi antara perusahaan dan pemerintah setempat, serta keterbatasan sumber daya yang mempengaruhi pelaksanaan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi program BEGANA oleh PT Cikarang Listrindo, Tbk telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Labansari terhadap ancaman banjir. Untuk ke depannya, diperlukan perbaikan dalam aspek koordinasi dan alokasi sumber daya agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini termasuk penguatan kerjasama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat serta pengembangan rencana kontijensi yang lebih terstruktur. Kata kunci: Implementasi, Mitigasi, Begana, Ancaman Banjir