Social Protection and Empowerment
Permanent URI for this collection
Undergraduate Theses on Program Study of Social Protection and Empowerment
Browse
Browsing Social Protection and Empowerment by Title
Now showing 1 - 20 of 210
Results Per Page
Sort Options
Item Adaptasi Sosial Anak Papua Korban Konflik di Asrama Sekolah Anak Indonesia Bogor.(Perpustakaan, 2025-10-13) SELINA LOUISYA MARIA IMACULATA ANDI LOLO, NRP 21.03.017.; ELLYA SUSILOWATI; VERSANUDIN HEKMATYARABSTRAK SELINA LOUISYA MARIA IMACULATA ANDI LOLO, 21.03.017. Adaptasi Sosial Anak Papua Korban Konflik di Asrama Sekolah Anak Indonesia Bogor. Dosen Pembimbing: ELLYA SUSILOWATI dan VERSANUDIN HEKMATYAR Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adaptasi sosial anak-anak Papua korban konflik yang tinggal di Asrama Sekolah Anak Indonesia (SAI) Bogor. Anak-anak tersebut menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan peraturan, tradisi, dan pola kedisiplinan yang berlaku di lingkungan asrama. Hambatan adaptasi ini tercermin dari masih rendahnya kesadaran pribadi dalam mematuhi aturan, di mana kepatuhan lebih banyak didorong oleh pengingat maupun sanksi dari pembina, senior, atau teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses adaptasi sosial anak-anak Papua korban konflik dalam konteks kehidupan berasrama, khususnya pada aspek kepatuhan terhadap aturan, partisipasi dalam kegiatan, kemampuan menghormati hak orang lain, serta membangun hubungan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi yang kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan teori adaptasi sosial Schneider. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial anak berlangsung secara bertahap, dipengaruhi oleh faktor durasi tinggal, usia, serta dukungan sosial dari pembina dan teman sebaya. Anak anak yang lebih lama tinggal di asrama menunjukkan tingkat kedisiplinan dan kemandirian yang lebih tinggi. Namun, masih ditemukan perilaku yang menunjukkan lemahnya kesadaran diri, seperti keterlambatan, kebersihan yang kurang terjaga, dan ketidaktaatan pada jadwal kegiatan. Berdasarkan temuan ini, penelitian mengusulkan program intervensi “Living Commitment” yang dirancang melalui metode social group work dengan pendekatan edukatif dan reflektif. Program ini bertujuan untuk memperkuat disiplin, kemandirian, serta kesadaran kolektif anak dalam kehidupan berasrama secara berkelanjutan. Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Anak Papua, Kepatuhan, KemandirianItem ADAPTASI SOSIAL ANAK ASUH DI RUMAH PANTI SOSIAL ANAK ASUH CIUMBULEUIT BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-26) Asad Mujadid, NRM. 21.03.030; Admiral Nelson Aritonang, Ph.D.; Dr. Harapan Lumban GaolAsad Mujadid, NRM. 21.03.030. Adaptasi Sosial Anak Asuh di Rumah Panti Sosial Anak Asuh Ciumbuleuit Bandung, dibimbing oleh Admiral Nelson Aritonang, Ph.D. dan Dr. Harapan Lumban Gaol. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai adaptasi sosial anak asuh di Rumah Panti Sosial Anak Asuh (RPSAA) Ciumbuleuit Bandung. Tujuan dari penitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang aspek penampilan nyata anak asuh, aspek penyesuaian diri anak asuh terhadap berbagai kelompok, aspek sikap sosial anak asuh, dan aspek kepuasan pribadi anak asuh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap empat anak asuh (laki-laki dan perempuan tingkat SMP SMA), dua pekerja sosial, dan satu pengasuh di RPSAA Ciumbuleuit Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial anak asuh ditemukan bahwa sebagian anak asuh sebagian besar anak asuh mampu menampilkan perilaku terbuka sesuai dengan norma kelompok, menjalin hubungan positif, serta memiliki gambaran diri dan kepercayaan diri yang baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam adaptasi sosial dan keterbukaan emosional anak asuh. Faktor-faktor seperti latar belakang keluarga, pola asuh sebelumnya, pendekatan pekerja sosial, dan tidak adanya program adaptasi sosial turun memengaruhi keberhasilan adaptasi sosial anak asuh baik di panti maupun di lingkungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pelayanan sosial anak, serta menjadi acuan bagi RPSAA Ciumbuleuit Bandung dalam merancang program yang lebih responsif terhadap kebutuhan adaptasi sosial anak asuh. Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Anak Asuh, Panti Sosial.Item Adopsi Inovasi Teknologi Pembaca Layar Bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.(Perpustakaan, 2025-09-08) SYAKIRA NURAPRILAFY, NRP. 21.03.067.; ELLYA SUSILOWATI; VERSANUDIN HEKMATYARSYAKIRA NURAPRILAFY, 21.03.067. Adopsi Inovasi Teknologi Pembaca Layar Bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Dosen Pembimbing ELLYA SUSILOWATI dan VERSANUDIN HEKMATYAR. Adopsi inovasi teknologi pembaca layar bagi penyandang disabilitas sensorik netra di STPL Bekasi merupakan salah satu upaya pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian para penyandang disabilitas sensorik netra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses adopsi dan inovasi teknologi, khususnya teknologi pembaca layar seperti NVDA dan JAWS, digunakan dalam kegiatan pelatihan keterampilan komputer bagi penyandang disabilitas sensorik netra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada penerima manfaat dan fasilitator, serta studi dokumentasi sebagai pelengkap. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang relevan dengan tujuan penelitian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pembaca layar di STPL Bekasi telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan belajar dan akses informasi digital bagi peserta disabilitas netra. Namun, dalam implementasinya masih terdapat hambatan seperti keterbatasan alat bantu, mahalnya biaya upgrade software profesional, serta belum meratanya kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi secara mandiri. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengusulkan program “Peningkatan Kompatibilitas Teknologi Pembaca Layar di STPL Bekasi” sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil analisis masalah yang ditemukan. Program ini diharapkan dapat mengoptimalkan perangkat, meningkatkan pelatihan lanjutan, serta menciptakan sistem dukungan berkelanjutan yang dapat memperkuat proses pemberdayaan penyandang disabilitas netra secara teknologis dan sosial. Kata Kunci: Adopsi Inovasi, Disabilitas sensorik netra, Teknologi Pembaca layaItem Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar(Perpustakaan, 2024-08-13) ADISA FATIMAH AZ-ZAHRA. 20.03.044; Teta Riasih; RosilawatiADISA FATIMAH AZ-ZAHRA. 20.03.044. Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar: Teta Riasih dan Rosilawati. Aksesibilitas pelayanan kesehatan merujuk pada kesempatan untuk menjangkau dan mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dalam situasi yang dirasakan membutuhkan layanan kesehatan. Penelitian ini untuk mengukur terkait aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi KPM PKH di Kelurahan Sananwetan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai 1) karakteristik responden, 2) kemudahan responden dalam mendekati pelayanan kesehatan, 3) penerimaan pelayanan kesehatan oleh responden, dan 4) kesesuaian pelayanan kesehatan yang didapatkan oleh responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Jumlah responden adalah 20 orang Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan yang termasuk dalam komponen kesehatan dengan memiliki anak usia dini (0-6 tahun) di Kelurahan Sananwetan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas muka (face validity), serta uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan responden dalam mendekati pelayanan kesehatan memperoleh persentase tertinggi yaitu 91,25% sedangkan penerimaan pelayanan kesehatan oleh responden mendapatkan nilai paling rendah dengan persentase 89,31%. Nilai profesional yang tidak maksimal dijalankan oleh bidan dan kader posyandu saat melakukan pelayanan kesehatan khususnya saat melakukan pemantauan kepada anak menjadi salah satu alasan aksesibilitas pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal. Oleh karena itu, diusulkan program “Posyandu Semangat, Hebat, Terampil, dan Inovatif (SEHATI)”, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, workshop, pelatihan, dan studi tiru. Dalam penelitian ini perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak sehingga hasil dari penelitian mampu digunakan untuk evaluasi program PKH dan program yang diusulkan dapat dijalankan untuk mencegah terjadinya permasalahan yang berkelanjutan. Kata Kunci : Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan, Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga HarapanItem AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI DESA CIBATU KECAMATAN CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI(Perpustakaan, 2025-10-21) SILVIKA SEFANIA. NRM. 21.03.071; Prof Ellya Susilowati, Ph.D; Versanudin Hekmatyar, M.KesosSILVIKA SEFANIA. NRM. 21.03.071. Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat di Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi: ELLYA SUSILOWATI dan VERSANUDIN HEKMATYAR. Aksesibilitas pelayanan kesehatan merupakan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan tanpa menghadapi hambatan geografis, ekonomi, sosial, maupun administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Cibatu berdasarkan lima aspek teori Penchansky dan Thomas (1981), yaitu availability, accessibility, accommodation, affordability, dan acceptability. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala likert, dan instrument penelitian diuji validitasnya menggunakan rumus pearson, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek affordability mendapatkan nilai rata-rata yaitu 369 yang dikatergorikan terjangkau, menunjukkan masyarakat merasa cukup mudah menjangkau fasilitas kesehatan. Namun, aspek acceptability mendapatkan nilai rata-rata terendah yaitu 341, yang dikategorikan cukup dapat diterima menunjukkan masih terdapat tantangan dalam hal penerimaan sosial budaya terhadap pelayanan kesehatan. Hambatan seperti keterbatasan transportasi umum dan persepsi negatif terhadap pelayanan kesehatan masih ditemukan. Berdasarkan hasil tersebut, diusulkan program “Siaga Sehat Cibatu”, untuk mengatasi permasalahan keterbatasan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. enelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif di tingkat desa. Kata Kunci: Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan, Masyarakat, Desa CibatuItem AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA DALAM MEMANFAATKAN TRANSPORTASI UMUM (BISKITA) DI KECAMATAN SUKMAJAYA KOTA DEPOK(Perpustakaan, 2025-11-23) Nasuwa Ashila Dyna. NRM. 21.03.063; Admiral Nelson Aritonang, Ph.D.; Versanudin Hekmatyar, M. KesosNasuwa Ashila Dyna. NRM. 21.03.063. Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Sensorik Netra dalam Memanfaatkan Transportasi Umum (BISKITA) di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok: ADMIRAL NELSON ARITONANG dan VERSANUDIN HEKMATYAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas penyandang disabilitas sensorik netra dalam memanfaatkan transportasi umum BisKita di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan teori dari Sheth dan Sisodia (2012), yang memfokuskan pada dua indikator utama, yaitu ketersediaan dan kenyamanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Jumlah responden sebanyak 39 orang dengan rentang usia 17–60 tahun. Instrumen penelitian diuji validitasnya menggunakan rumus Pearson Product Moment dan diuji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach yang menghasilkan nilai 0,964 (sangat tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ketersediaan memperoleh skor rata-rata 109 yang dikategorikan cukup tersedia, sementara aspek kenyamanan memperoleh skor rata-rata 110 dengan kategori cukup nyaman. Hal ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas sensorik masih menghadapi kendala dalam menggunakan layanan transportasi BisKita, terutama pada akses fasilitas fisik dan informasi yang ramah disabilitas. Sebagai tindak lanjut, dirumuskan program "PEKA AKSES" untuk mengatasi permasalahan keterbatasan aksesibilitas transportasi umum bagi penyandang disabilitas sensorik netra Kata Kunci: Aksesibilitas, Ketersediaan, Kenyamanan, Disabilitas Sensorik Netra, Transportasi UmumItem Bantuan Sosial Terhadap Anak Dari Keluarga Miskin di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pundi Rakyat Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat.(perpustakaan, 2024-01-05) GHINA AZZAHRA, 19.03.034.; Decky Irianti; Helly OcktiliaABSTRAK GHINA AZZAHRA, 19.03.034. Bantuan Sosial Terhadap Anak Dari Keluarga Miskin di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pundi Rakyat Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Pembimbing : Decky Irianti dan Helly Ocktilia Bantuan sosial merupakan bantuan yang diberikan kepada individu, kelompok atau komunitas yang secara ekonomi lemah. Bantuan yang diberikan yaitu berupa bantuan dan pelayanan kesejahteraan sosial, bantuan dana berupa kupon makanan atau dana cash untuk biaya hidup, bantuan subsidi sementara untuk masyarakat yang mengalami kehilangan mata pencaharian karena bencana alam, dan bantuan kompensasi atas kebijakan pemerintah (subsidi BBM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini yaitu wakil ketua LKS Yayasan Pundi Rakyat, divisi penghimpunan dan penggalangan dana, divisi penyaluran dan pemberdayaan, dan anak binaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bantuan dan pelayanan kesejahteraan sosial di LKS Yayasan Pundi Rakyat sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan jadwal pelaksanaan kegiatan. Bantuan yang diberikan yaitu berupa bantuan uang, barang, dan makanan. Pelayanan yang diberikan yaitu dengan memberikan pengarahan, pembinaan, dan bimbingan kepada binaannya. LKS Yayasan Pundi Rakyat tidak memiliki bantuan subsidi sementara dan bantuan kompensasi atas kebijakan pemerintah. Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa dalam proses penggalangan dana masih memiliki kendala yaitu jumlah donatur yang tidak tetap. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program untuk menangani masalah dalam proses penggalangan dana yaitu Pengembangan Jejaring Kerjasama Stakeholder LKS Yayasan Pundi Rakyat. Kata Kunci : Bantuan Sosial, Anak, Keluarga Miskin, LKS ABSTRACT GHINA AZZAHRA, 19.03.034. Social Assistance for Children of Poor Families at the Pundi Rakyat Foundation, Serdang Village, Kemayoran District, Central Jakarta. Supervisors : Decky Irianti dan Helly Ocktilia. Social assistance is assistance provided to individuals, groups or communities that are economically weak. The assistance provided is in the form of social welfare assistance and services, financial assistance in the form of food stamps or cash funds for living expenses, temporary subsidy assistance for people who experience loss of livelihood due to natural disasters, and compensation assistance for government policies (fuel subsidies). The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The informants of this research were the vice chairman of LKS Yayasan Pundi Rakyat, the collection and fundraising division, the distribution and empowerment division, and fostered children. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation studies. The results showed that the provision of assistance and social welfare services at LKS Yayasan Pundi Rakyat has been carried out well in accordance with the schedule of activities. The assistance provided is in the form of money, goods, and food. The services provided are by providing direction, coaching, and guidance to their mentors. LKS Yayasan Pundi Rakyat does not have temporary subsidy assistance and compensation assistance at government policy. The results of the research indicate that the fundraising process still has obstacles. The obstacle is irregular number of donors. Based on this, the researcher proposed a program to deal with problems in the fundraising process, namely the Development of Stakeholder Cooperation Networks Pundi Rakyat Foundation. Keywords : Social Assistance, Children, Poor Families, LKSItem Bridging Social Capital Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam Penanganan Stunting di Desa Sukarasa Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut.(Perpustakaan, 2024-09-17) YOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101; Admiral Nelson Aritonang; AribowoYOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101 Bridging Social Capital Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam Penanganan Stunting di Desa Sukarasa Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing: Admiral Nelson Aritonang dan Aribowo. Penanganan permasalahan stunting merupakan salah satu isu strategis nasional di Indonesia. Angka stunting di Kabupaten Garut pada tahun 2023 berada pada angka 21,3% dengan target penurunan hingga dibawah 14%. Pada tahun 2018 Desa Sukarasa dikategorikan sebagai 20 desa tertinggi untuk angka stunting atau disebut lokasi fokus stunting. Kemudian pada tahun 2022 Desa Sukarasa berhasil keluar dari status lokasi fokus stunting berkat upaya Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memanfaatkan interaksi dan kolaborasi dengan jaringan sosialnya sebagai komponen dari bridging social capital. Penelitian ini mengkaji terkait dengan interaksi yang terdiri dari pertukaran informasi, media komunikasi, dan kerjasama serta kolaborasi-kolaborasi yang dijalin oleh Kader PKK dengan jaringan sosialnya. Pada prosesnya penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari interaksi dari Kader PKK dengan jaringan sosialnya terdapat saling bertukar informasi tentang stunting, dengan media komunikasi secara langsung dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Kemudian terdapat kerjasama dan kolaborasi yang terjalin untuk menyelenggarakan program dan kegiatan mengurangi persentase stunting di Desa Sukarasa. Hasil dari interaksi dan kolaborasi tersebut adalah adanya peningkatan pengetahuan dan perluasan akses kepemilikan aset dari PKK serta berhasil mengeluarkan Desa Sukarasa dari status lokus stunting. Namun dalam kemampuan dalam berjejaring, Kader PKK belum maksimal untuk membangun jaringan sosial diluar bidang kesehatan pemerintah. Program PKK Learn and Link diselenggaraakan dalam rangka memperluas bridging social capital yang dimiliki oleh Kader PKK Desa Sukarasa. Kata Kunci: Stunting, Bridging Social Capital, Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ABSTRACT YOHANDI FAHRUL FAUJI, NRP. 20.03.101 Bridging Social Capital of PKK Cadres in Handling Stunting in Desa Sukarasa, Malangbong District, Garut City. Supervisor: Admiral Nelson Aritonang and Aribowo. Handling the issue of stunting is one of the national strategic issues in Indonesia. The stunting rate in Kabupaten Garut in 2023rd was 21.3%, with a target reduction to below 14%. In 2018th Desa Sukarasa was categorized as one of the 20 villages with the highest stunting rates, referred to as stunting focus locations. However, in 2022nd Desa Sukarasa successfully exited the status of a stunting focus location thanks to the efforts of the Pemberdayaan dan Kesejaheraan Keluarga (PKK) Cadres in utilizing interaction and collaboration with their social networks as a component of bridging social capital. This study examines the interactions, which consist of information exchange, communication media, and cooperation and collaborations established by the PKK Cadres with their social networks. This research employs a qualitative method, with data collection through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that the interaction between the PKK Cadres and their social networks involves exchanging information about stunting, using direct communication media, and leveraging technological advancements. Additionally, cooperation and collaboration have been established to organize programs and activities to reduce the percentage of stunting in Desa Sukarasa. The outcomes of these interactions and collaborations include increased knowledge and expand access to asset ownership for the PKK, which successfully removed Desa Sukarasa from the stunting focus locations status. However, in terms of networking capabilities, the PKK Cadres have not fully maximized building social networks outside the government's health sector. The PKK Learn and Link program is organized to expand the bridging social capital possessed by the PKK Cadres of Desa Sukarasa. Keywords: Stunting, Bridging Social Capital, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga CadersItem BRIDGING SOCIAL CAPITAL PADA ORGANISASIKEPEMUDAAN KINGKILABAN DALAM MENINGKATKANPEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BALEWANGI,KECAMATAN CISURUPAN, KABUPATEN GARUT(Perpustakaan, 2023-08-01) Sekar Tresna Hendraningsih; Ariwibowo; Teta RiasihABSTRACT SEKAR TRESNA HENDRANINGSIH, 19.03.056. Bridging Social Capital of Kingkilaban Youth Organization in Improving The Community’s Economy in Balewangi Village, Cisurupan District, Garut Regency TETA RIASIH and ARIBOWO Bridging social capital is a type of social capital that created vertical relationships that involve differences in status and position as well as horizontal relationships that involve the exchange of values, principles and culture through relationships and networks that become a bridge between one party and another so that a transfer of resources occured. Bridging social capital in the relationship between Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government and community leaders is an opportunity for youth to improve the social welfare by creating jobs and economic activities. This study desribes: 1) Relations on structural aspects which include vertical and horizontal relationships bridging social capital and 2) Relations on the cognitive aspect of mutual trust between the Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government and community leaders to be able to find out how to use bridging social capital in improving the economy of the people of Balewangi Village. The research was conducted using several techniques, including: 1) In-depth interviews, 2) Observations, and 3) Venn diagrams. The research that has been done shows that bridging social capital can established well if there are six factors, namely: 1) Value of usefulness, 2) Similarity of goals, visions and expectations; 3) Existence of initiative and validation of existence, 4) Distribution of roles according to ability, 5) Resources exchange, and 6) Active participation of each party. These six factors have been fulfilled in the relationship between the Kingkilaban organization and community leaders, but in the relationship with the Balewangi Village government there are still two factors need to be developed,those are the expected role that has not been fulfilled and the participation of the village party that has not been fully felt so that these two things need to be repaired to improvethe relationship. The Pemuda Bergerak Pemuda Berdaya Program was designed to strengthen relations through collaboration between the Kingkilaban youth organization and the Balewangi Village government. Keywords: Bridging Social Capital, Relation, Structural Aspect, Cognitive Aspect ABSTRAK SEKAR TRESNA HENDRANINGSIH, 19.03.056. Bridging Social Capital pada Organisasi Kepemudaan Kingkilaban dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut TETA RIASIH dan ARIBOWO Bridging social capital merupakan jenis modal sosial yang memungkinkan terciptanya hubungan secara vertikal yang melibatkan perbedaan status dan kedudukan serta hubungan horizontal yang melibatkan pertukaran nilai, prinsip, serta budaya melalui relasi dan jejaring yang menjadi jembatan antara pihak satu dan lainnya sehingga dapat terjadi transfer sumber daya. Bridging social capital pada hubungan antara para pemuda dalam organisasi kepemudaan Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi serta tokoh masyarakat merupakan peluang bagi para pemuda untuk dapat mewujudkan cita-cita meningkatkan kesejahteraan dengan menciptakan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi secara mandiri di Desa Balewangi. Penelitian ini mengkaji tentang: 1) Relasi pada aspek struktural yang mencakup hubungan secara vertikal dan horizontal bridging social capital dan 2) Relasi pada aspek kognitif pada rasa saling percaya (trust) antara organisasi kepemudaan Kingkilaban dengan pemerintah Desa Balewangi dan para tokoh masyarakat untuk dapat mengetahui bagaimana pemanfaatan bridging social capital dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Balewangi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik, antara lain: 1) In-depth interview, 2) Observasi, dan 3) Diagram venn. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bridging social capital dapat terjalin dengan baik apabila terdapat enam faktor, yaitu: 1) Nilai kebermanfaatan, 2) Kesamaan tujuan, visi, dan harapan; 3) Adanya inisiatif dan validasi eksistensi, 4) Pembagian peran sesuai kemampuan, 5) Pertukaran sumber daya, serta 6) Partisipasi aktif dari masing-masing pihak. Keenam faktor tersebut telah terpenuhi pada relasi antara organisasi Kingkilaban dengan tokoh masyarakat, namun pada relasi dengan pemerintah Desa Balewangi masih terdapat dua faktor, yaitu adanya peran yang diharapkan (expected role) belum terpenuhi serta partisipasi pihak desa yang belum sepenuhnya dirasakan sehingga dua hal tersebut perlu diperbaiki untuk meningkatkan relasi antara organisasi Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi. Program Pemuda Bergerak Desa Berdaya dirancang sebagai sarana untuk memperkuat relasi melalui kerja sama antara organisasi kepemudaan Kingkilaban dan pemerintah Desa Balewangi. Kata Kunci: Modal Sosial Bridging, Relasi, Aspek Struktural, Aspek KognitifItem Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.(Perpustakaan, 2024-08-08) PUTRA ENDRI SETIAWAN, 20.03.074.; ELLYA SUSILOWATI; HARAPAN LUMBAN GAOLPUTRA ENDRI SETIAWAN, 20.03.074. Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Dibimbing oleh ELLYA SUSILOWATI dan HARAPAN LUMBAN GAOL. Collaborative Governance merupakan strategi pengelolaan kolaborasi dalam pemberdayaan penyandang disabilitas fisik yang melibatkan organisasi sosial, pemerintah, dan swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses collaborative governance dalam pemberdayaan penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan collaborative governance secara mendalam. Pada penelitian terdapat lima aspek utama dalam collaborative governance yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas fisik di PERCATU. Aspek-aspek yang diteliti pada Collaborative Governance meliputi kondisi awal (starting condition), kepemimpinan fasilitatif (facilitative leadership), desain institusional (institutional design), proses kolaboratif (collaborative process), dan hasil (outcomes). Hasil Penelitian, collaborative governance dalam pemberdayaan kelompok PERCATU belum terlaksana secara maksimal namun telah memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Tulungagung, masalah pada proses kolaborasi antara lain: keterbatasan dalam jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, minimnya akses terhadap sumber daya, kurangnya kapasitas organisasi PERCATU, belum maksimalnya forum yang memfasilitasi koordinasi antar pemangku kepentingan serta belum adanya aturan dasar yang mengatur prosedur pelaksanaan kolaborasi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Program SIKESRA (Sinergi, Kemandirian dan Kesetaraan) yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara PERCATU dan stakeholder untuk mencapai pemberdayaan yang lebih optimal. Kegiatan yang akan dilaksanakan melalui program ini adalah pelatihan manajemen sumber daya organisasi dan workshop “Optimalisasi Kolaborasi dalam Upaya Penguatan Kerjasama” melalui Pertemuan Rutin dan Pembuatan Aturan Dasar Kolaborasi. Kata Kunci : Collaborative Governance, Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas FisikItem Coping Strategy Pemulung di dalam Memenuhi Kebutuhan Primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi.(perpustakaan, 2024-01-08) ALYSSA INTAN BESTARI 19.03.040; Decky Irianti; Helly OcktiliaABSTRAK ALYSSA INTAN BESTARI : Coping Strategy Pemulung di dalam Memenuhi Kebutuhan Primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi. Dosen pembimbing : Decky Irianti dan Helly Ocktilia Coping strategy merupakan upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam mengatasi permasalahan yang dapat menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses coping strategy yang dilakukan pemulung dalam memenuhi kebutuhan primer di Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi yang meliputi aspek emotional focused coping dan problem focused coping. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pemgumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan teknik, uji kebergantungan data, uji kepastian data atau confirmability. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek emotional focused coping sudah dilaksanakan dengan baik oleh seluruh informan. Sedangkan dalam aspek problem focused coping dari 5 informan hanya 1 informan yang menerapkan sub aspek seeking informational support. Dalam sub aspek confrontative coping hanya 1 orang informan yang melakukannya. Untuk sub aspek planful problem solving hanya 1 dari 5 informan yang melaksanakannya. Hal tersebut dikarenakan pemulung merasa nasib tidak dapat diubah dan tidak berani keluar dari zona nyaman sebagai pemulung. Berdasarkan maslah tersebut, program yang diusulkan yaitu peningkatan keterampilan coping strategy dan problem solving melalui program “Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah”. Kata kunci : Coping Strategy, Pemulung, Kebutuhan Primer ABSRACT ALYSSA INTAN BESTARI: Coping Strategy for Scavengers in Fulfilling Primary Needs in Sumur Batu Village, Bantar Gebang District, Bekasi City. Supervisors: Decky Irianti and Helly Ocktilia Coping strategy is an effort made by someone in overcoming problems that can cause stress. This study aims to obtain an overview of the coping strategy process used by scavengers to meet primary needs in Sumur Batu Village, Bantar Gebang District, Bekasi City, which includes emotional focused coping and problem focused coping aspects. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources using a purposive sampling technique. Data collection techniques using indepth interview techniques, observation and documentation studies. Checking the validity of the data uses a credibility test with source and technique triangulation, data dependency test, data certainty or confirmability test. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that the emotional focused coping aspects had been well implemented by all informants. Meanwhile, in the problem focused coping aspect, out of 5 informants, only 1 applied the sub aspect of seeking informational support. In the confrontative coping sub-aspect, only 1 informant did it. For the planful problem solving sub-aspect, only 1 out of 5 informants did it. This is because scavengers feel that fate cannot be changed and they do not dare to leave their comfort zone as scavengers. Based on these problems, the proposed program is to improve coping strategy and problem solving skills through the "Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah" program. Key Words : Coping Strategy, Scavengers, Primary NeedsItem Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023,(Perpustakaan, 2024-01-23) NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036; Ellya Susilowati; Atirista Nainggolan.ABSTRACT NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, coping strategy socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of family life in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, July 2023, Lecturer: Ellya Susilowati and Atirista Nainggolan. This study aims to describe how coping strategies are carried out by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of families in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, as well as to obtain an overview of the aspects which include: active strategy, passive strategy, and strategy network PRSE in meeting the needs of his family. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Determination of subjects in this study using purposive sampling technique. Data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation study. Checking the validity of the researcher's data uses triangulation. The results of this study were then analyzed using: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the coping strategy used by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of his family still had some problems, so that the coping strategy used by PRSE had not been carried out optimally. Of the three aspects studied, there are two aspects that have not run optimally, namely active strategy and network strategy. Based on the analysis of the problems and needs found, the researchers recommended a program "Improving PRSE Coping Strategy in Meeting the Needs of Family Life in Pagerwangi Village". Keywords: Coping Strategy socioeconomically vulnerable women, and life necessities ABSTRAK NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023, Dosen Pembimbing: Ellya Susilowati dan Atirista Nainggolan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, serta untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek yang meliputi: strategy aktif, strategy pasif, dan strategy jaringan yang dilakukan PRSE dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahaan data peneliti menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masih memiliki beberapa permasalahan, sehingga coping strategy yang dilakukan mereka belum dilakukan dengan optimal. Dari tiga aspek yang diteliti terdapat dua aspek yang belum berjalan dengan optimal yaitu strategi aktif dan strategi jaringan. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan suatu program “Peningkatan Coping Strategy PRSE dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi. Kata kunci: Coping Strategy, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, dan Kebutuhan HidupItem COPING STRATEGY PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA DI DESA BUMIWANGI KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG(Perpustakaan, 2025-10-21) IVA FARADILLA FARHATUL ULYA, NRP. 20.03.031; Admiral Nelson Aritonang, Ph.D; Aribowo, Ph.DIVA FARADILLA FARHATUL ULYA, NRP. 20.03.031, coping strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga Di Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Dibimbing oleh ADMIRAL NELSON ARITONANG dan ARIBOWO Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Desa Bumiwangi menghadapi berbagai tekanan hidup akibat keterbatasan ekonomi, ketidakstabilan pekerjaan, dan tanggung jawab ganda dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan coping strategy yang digunakan PRSE dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan PRSE yang memiliki latar belakang sosial ekonomi berbeda. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh aspek coping strategy menurut teori Lazarus dan Folkman, yaitu planful problem solving, confrontative coping, seeking informational support, self-controlling, distancing, escape-avoidance, dan seeking social emotional support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy yang paling dominan digunakan adalah planful problem solving dan selfcontrolling, di mana informan berusaha menyusun strategi hidup secara rasional serta mengendalikan diri dalam menghadapi tekanan. Seeking social emotional support juga digunakan dengan memanfaatkan dukungan keluarga dan spiritualitas. Di sisi lain, aspek confrontative coping dan escape-avoidance muncul secara terbatas. Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun PRSE memiliki strategi bertahan hidup yang cukup adaptif, mereka masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dalam akses bantuan sosial, kapasitas ekonomi, maupun pemulihan psikososial. Berdasarkan temuan tersebut, program yang diusulkan adalah Strategi Peningkatan Kemandirian Perempuan (SRIKANDI), yang bertujuan untuk membuka akses bantuan sosial, meningkatkan keterampilan usaha, memperkuat solidaritas kelompok PRSE, dan menyediakan dukungan psikososial secara berkelanjutan. Kata kunci: Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Coping Strategy, Pemberdayaan PerempuanItem Dampak Desa Wisata Terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal Keluarga Miskin Di Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.(Perpustakaan, 2024-09-17) NOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034.; SURADI; ATIRISTA NAINGGOLANNOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034. Dampak Desa Wisata Terhadap Pengembangan Ekonomi Lokal Keluarga Miskin Di Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dosen Pembimbing : SURADI dan ATIRISTA NAINGGOLAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya Desa Wisata Tepus terhadap pengembangan ekonomi lokal keluarga miskin di Desa Tepus berdasarkan tiga aspek meliputi 1) Aspek perubahan tingkat pendapatan, 2) Aspek kesempatan kerja, dan 3) Aspek kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui : 1) Angket atau kuesioner, 2) Wawancara tidak terstruktur, dan 3) Studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata mengalami peningkatan signifikan di ketiga aspek. Pada aspek perubahan tingkat pendapatan meningkat dari skor 979 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.850 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Aspek kesempatan kerja juga mengalami peningkatan dari skor 913 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.834 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Demikian pula, aspek kemitraan meningkat dari skor 918 sebelum menjadi desa wisata menjadi 1.970 sesudahnya, melampaui skor ideal sebesar 2.296 dan mencapai kategori tinggi. Namun, pada setiap aspek masih ditemukannya beberapa permasalahan seperti rendahnya pendapatan keluarga miskin, terbatasnya keterampilan yang dimiliki oleh keluarga miskin, dan kemampuan yang dimiliki oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola desa wisata belum memadai. Beberapa permasalahan tersebut saling berkaitan satu sama lain yang menyebabkan dampak desa wisata masih belum merata dirasakan oleh keluarga miskin di Desa Tepus. Untuk itu, direkomendasikan suatu program berupa “Program Desa Mandiri Sejahtera” untuk mewujudkan Desa Wisata Tepus menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing yang akan dicapai melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga miskin, pengembangan ekonomi lokal, serta pengembangan desa wisata yang adil dan berkelanjutan. Kata kunci : Dampak, Pengembangan Ekonomi Lokal, Keluarga Miskin ABSTRACT NOUR MALITA AZAHRA RAMADHANY, NRP. 20.03.034. The Impact of Tourism Villages on Local Economic Development of Poor Families in Tepus Village, Tepus Village, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. Supervisors: SURADI and ATIRISTA NAINGGOLAN. This study aims to determine the impact of the existence of the Tepus Tourism Village on the local economic development of poor families in Tepus Village based on three aspects including 1) Aspects of changes in income levels, 2) Aspects of employment opportunities, and 3) Aspects of partnerships. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. Sampling in this study used simple random sampling technique with a sample size of 82 respondents. Data collection techniques are carried out through: 1) Questionnaires, 2) Unstructured interviews, and 3) Documentation studies. The study results show that tourist villages have experienced significant improvements in all three aspects. In terms of changes, the income level increased from a score of 979 before becoming a tourist village to 1,850 afterward, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. The employment opportunity aspect also increased from a score of 913 before becoming a tourist village to 1,834 afterwards, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. Likewise, the partnership aspect increased from a score of 918 before becoming a tourist village to 1,970 afterward, exceeding the ideal score of 2,296 and reaching the high category. However, in every aspect, several problems are still found, such as the low income of poor families, the limited skills possessed by poor families, and the inadequate capabilities of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) as tourism village managers. Some of these problems are related to each other, which means that the impact of the tourist village is still not evenly felt by poor families in Tepus Village. For this reason, a program in the form of the "Sejahtera Mandiri Village Program" is recommended to make Tepus Tourism Village into an independent, prosperous and competitive village which will be achieved through empowerment and increasing welfare for poor families, developing the local economy, as well as developing fair tourism villages. and sustainable. Keywords : Impact, Local Economic Development, Poor FamiliesItem Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.(Perpustakaan, 2024-01-19) BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023,; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATIABSTRAK BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dosen pembimbing ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Penelitian tentang Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dampak adalah pengaruh yang kuat dari seseorang atau kelompok orang di dalam menjalankan tugas dan kedudukannya sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, sehingga akan membawa akibat terhadap perubahan baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik dampak positif maupun dampak negatif di Kelurahan Cibeber, mencakup: 1) karakteristik responden, 2) aspek kesehatan, 3) aspek pendidikan, 4) aspek pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dari penelitian ini sebanyak 682 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan sampel sebanyak. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket menggunakan pengukuran reting scale dan uji validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) berada pada kategori tinggi. Meskipun begitu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi demi peningkatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program ( Edukasi Tentang Pentingnya Pendidikan Terhadap Masa Depan Anak) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kata Kunci: Dampak, Program Keluarga Harapan, Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ABSTRACT BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Supervisor ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Research on the Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Impact is the influence or effect in every decision making of every positive impact or negative impact which also concerns aspects of health, education, perception. This study aims to determine the impact of the Family Hope Program (PKH) on Beneficiary Families (KPM) both positive and negative impacts in Cibeber Village, including: 1) respondent characteristics, 2) health aspects, 3) education aspects, 4) aspects The research method used in this study is a quantitative research method. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The sampling technique in this study is a census. Data collection techniques used are questionnaires and documentation studies. Measuring tools used are questionnaires and documentation studies. Measuring tool used is a questionnaire using measurement scale reting and test the validity of the face (validity face). Furthermore, the results of the study were analyzed using quantitative analysis. The results of the study show that the impact of the Family Hope Program (PKH) is in the high category. Even so, there are still a number of things that need to be addressed in order to increase Beneficiary Families (KPM) through the program (Education About the Importance of Education for the Future of Children) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Keywords: The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPMItem . Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat.(perpustakaan, 2024-01-19) YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069; Admiral Nelson Aritonang; Milly MildawatiABSTRAK YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069. Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat. Dosen Pembimbing Admiral Nelson Aritonang dan Milly Mildawati Adanya sebuah pembangunan akan beriringan dengan dampak-dampak yang akan ditimbulkan baik mengarah pada seusatu yang postif maupun negatif. Dampak tersebut tidak lepas dari kaitannya dengan masyarakat atau dapat disebut sebagai dampak sosial pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara empiris tentang karakteristik responden, cara hidup, budaya, dan komunitas masyarakat akibat pembangunan kolam retensi di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan dalam penelitian menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun uji validitas yang digunakan dalam penelitina ini adalah uji kuisioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kolam retensi di Keluruahn Cimincrang telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan ruang terbuka untuk bermain dan berolahrahga. Sarana dan prasarana bidang religi, wisata dan perdagangannya juga mengalami peningkatan sehingga terdapat peluang usaha yang bervariatif. Akan tetapi, pembangunan ini juga berdampak terhadap menurunnya intensitas kegiatan bersama, hambatan dalam mengakses sumber makanan, tempat kerja, sekolah, dan pelayannan umum. Selain itu, pembangunan ini juga membuat stabiliatas keamanan masyarakat terganggu. Upaya dalam meminimalisisr dampak negetif yang ada, penelitian ini mengusulkan sebuah program Forum Diskusi Masyarakat (FDM) Kawasan Pembangunan Kolam Retensi Masjid Al-Jabbar di Kelurahan Cimincrang. Kata Kunci: Dampak Sosial, Pembangunan, Kolam RetensiItem Dukungan Sosial bagi Anak dalam Penyiapan Terminasi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kuncup Harapan Kota Bandung.(Perpustakaan, 2025-08-18) LUQYANA PUTRI ARINDA, NRM. 21.03.008.; DECKY IRIANTI; ROSILAWATIABSTRAK LUQYANA PUTRI ARINDA, NRM. 21.03.008. Dukungan Sosial bagi Anak dalam Penyiapan Terminasi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kuncup Harapan Kota Bandung. Dibimbing oleh DECKY IRIANTI dan ROSILAWATI Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak berperan sebagai pengganti orang tua untuk sementara bagi anak-anak. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak mereka. Salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menjalankan fungsi perlindungan dan pengasuhan anak adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kuncup Harapan yang berlokasi di Kota Bandung. Keberadaan anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) bersifat sementara karena pada saat tertentu mereka akan menghadapi terminasi, yaitu proses transisi untuk kembali ke keluarga asal atau hidup mandiri. Dalam proses ini, sebagian anak mengalami kecemasan dan kekhawatiran terkait masa depan mereka. Penelitian berjudul Dukungan Sosial bagi Anak dalam Penyiapan Terminasi di LKSA Kuncup Harapan Kota Bandung ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk dukungan yang diberikan kepada anak dalam penyiapan terminasi, baik secara fisik maupun psikis. Fokus penelitian meliputi: (1) karakteristik informan, (2) dukungan emosional atau penghargaan, (3) dukungan nyata atau instrumental, (4) dukungan informasi, serta (5) dukungan persahabatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data meliputi data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu anak asuh yang akan terminasi, pengasuh dan kepala asrama. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dukungan sosial kepada anak dalam penyiapan terminasi di LKSA Kuncup Harapan masih belum berjalan secara optimal. Dukungan emosional atau penghargaan, dukungan informasi, dan dukungan persahabatan masih memerlukan penguatan agar anak lebih siap menghadapi proses penyiapan terminasi. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti mengusulkan program Dukungan Sarana Integratif untuk Anak Persiapan Terminasi (DA SIAP) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan dan menguatkan kesiapan anak dalam proses terminasi, sekaligus memperkuat aspek dukungan sosial yang selama ini belum terpenuhi secara maksimal. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Anak, TerminasiItem Dukungan Sosial yang Diterima Lansia Dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.(Perpustakaan, 2024-09-17) FIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054.; ELLYA SUSILOWATI; HARAPAN LUMBAN GAOLFIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054. Dukungan Sosial yang Diterima Lansia Dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Dosen Pembimbing: ELLYA SUSILOWATI dan HARAPAN LUMBAN GAOL Dukungan sosial adalah bantuan verbal maupun non verbal, saran, perhatian, kepedulian, rasa memiliki, penghargaan, bantuan nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang lain dalam lingkungan sosialnya baik individu maupun kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) dukungan emosional, 2) dukungan instrumental, 3) dukungan informatif, dan 4) dukungan penghargaan pada responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan survei deskriptif. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 115 Lansia Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rating scale. Uji validitas yang digunakan adalah validitas muka (face validity) dan uji validitas menggunakan SPSS Versi 25, serta uji reliabilitas menggunkan Cronbach’s Alpha dengan hasil 0,886 > 0.600 (sangat reliabel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima lansia keluarga penerima manfaat PKH di Desa Tanggulwelahan adalah tinggi. Pada aspek dukungan penghargaan, memiliki skor total paling rendah dibanding dengan aspek dukungan sosial yang lain. Oleh karena itu diusulkan program “Peningkatan Kapasitas Keluarga Lansia Melalui Bina Keluarga Lansia” melalui kegiatan penyuluhan, perencanaan pendampingan sosial, dan pengadaan kegiatan sosial. Penelitian ini perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak sehingga hasil dari penelitian mampu digunakan untuk evaluasi Program Keluarga Harapan dan program yang diusulkan dapat mencegah terjadinya permasalahan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Lansia, Program Keluarga Harapan, Dukungan Sosial ABSTRACT FIRDA NIHAYATUS SOLEKHAH, NRP. 20.03.054. Social Support Received By The Elderly From Family Beneficiaries Of The Family Hope Program in Tanggulwelahan Village, Besuki District, Tulungagung Regency. Supervisors: ELLYA SUSILOWATI and HARAPAN LUMBAN GAOL Social support is verbal or non-verbal assistance, advice, attention, care, a sense of belonging, appreciation, real assistance or behavior provided by others in their social environment, both individuals and groups. This study aims to obtain an overview of: 1) emotional support, 2) instrumental support, 3) informative support, and 4) appreciation support for respondents. The method used in this research is quantitative method with descriptive survey. The sources used are primary and secondary sources. The population in this study were 115 elderly beneficiary families of the Family Hope Program in Tanggulwelahan Village, Besuki District, Tulungagung Regency. The sampling technique in this study was simple random sampling with a sample size of 53 respondents. The data collection techniques used were questionnaires and documentation studies. The research instrument used is a rating scale. The validity test used is face validity and the validity test uses SPSS Version 25, and the reliability test uses Cronbach's Alpha with the results of 0.886> 0.600 (highly reliable). The results showed that the social support received by elderly PKH beneficiary families in Tanggulwelahan Village was high. In the aspect of appreciation support, it has the lowest total score compared to other aspects of social support. Therefore, a program “Increasing the Capacity of Elderly Families through Elderly Family Development” is proposed through counseling activities, social assistance planning, and procurement of social activities. This research needs coordination with various parties so that the results of the research can be used for the evaluation of the Family Hope Program and the proposed program can prevent ongoing problems. Keyword: Elderly, Family Hope Program, Social SupportItem Efektivitas Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung(Perpustakaan, 2024-08-13) VEBRIANTI BR SIREGAR, 20.03.043; LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI; DEDE KUSWANDAVEBRIANTI BR SIREGAR, 20.03.043. Efektivitas Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung. Dosen pembimbing: LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI dan DEDE KUSWANDA Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertayaan dan memperoleh gambaran mendalam mengenai efektivitas pelayanan pengaduan kekerasan padaanak berbasis online di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung, mencangkup ketepatan sasaran, sosialisasi, ketercapaian tujuan dan pemantauan program. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi serta diuji kelayakannya menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Informan penelitian terdiri dari kepala UPTD PPA, staf penerima pengaduan dan pengelola pengaduan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek ketepatan sasaran sudah sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumbnya. Adapun sasaran dari pelayanan pengaduan adalah semua anak dan perempuan Kota Bandung yang menjadi korban dari tindak kekerasan. Namun aspek sosialisasi sudah efektif dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk media informasi sosialisasi digital. Aspek tujuan sudah efektif dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terkhususnya kekerasan padaanak yang berani melakukan pengaduan ke UPTD PPA Kota Bandung melalui WhatsApp. Apek pemantauan belum efektif karena minim dilakukan pengawasan dan evaluasi secara mendalam layanan pengaduan online. Kesimpulannya, efektivitas pelayanan pengaduan kekerasan padaanak berbasis online di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung belum sepenuhnya tercapai karena kendala pada aspek sosialisasi dan pemantauan. Untuk mengatasi masalaha ini, peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Monitoring Pelayanan Pengaduan Kekerasan PadaAnak Berbasis Online di UPTD PPA Kota Bandung” dengan tujuan meningkatkan pelayanan pengaduan kekerasan padaanak guna memperkuat perlindungan padaanak yang retan menjadi korban kekerasan. To overcome this problem, the researcher proposed a program "Optimizing Monitoring of Online-Based Child Abuse Complaint Services at UPTD PPA Bandung City" with the aim of improving child abuse complaint services to strengthen protection for children who are vulnerable to violence. Kata Kunci : Efektifitas, Pengaduan Berbasis Online, Kekerasan PadaAnakItem EFEKTIVITAS PROGRAM JIMPITAN SEBAGAI ALTERNATIF JAMINAN SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN PADASUKA KECAMATAN CIMAHI TENGAH KOTA CIMAHI(Perpustakaan, 2025-10-21) Himafia Widiastuti, NRM. 21.03.007; Dra. Teta Riasih, MP; Drs. Suradi, M. Si; Eko Gunawan Wibisono, AKS, MPHimafia Widiastuti, NRM. 21.03.007. Efektivitas Program Jimpitan sebagai Alternatif Jaminan Sosial Berbasis Masyarakat di Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Dibimbing oleh Teta Riasih, Suradi, dan Eko Gunawan Wibisiono Program Jimpitan merupakan salah satu bentuk jaminan sosial berbasis masyarakat yang telah lama diterapkan di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas program tersebut dalam merespons kebutuhan sosial masyarakat secara mandiri, khususnya di tengah keterbatasan akses terhadap jaminan sosial formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Jimpitan dapat ditinjau mengenai (1) sosialisasi, (2) pencapaian tujuan, (3) ketepatan sasaran, dan (4) pemantauan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada warga. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode probality random sampling, dengan rumus slovin yang menghasilkan 99 responden. Uji validasi muka (face validity) dan uji realibilitaas menggunakan Alpha Cronbach dengan hasil 0,954 > 0,600 (angat realibel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Jimpitan tergolong sangat tinggi, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 84,22%. Aspek sosialisasi memperoleh nilai rata-rata 85,15%, pencapaian tujuan 86,12%, ketepatan sasaran 81,84%, dan pemantauan 83,78%. Program ini telah berhasil meningkatkan solidaritas sosial, meringankan beban ekonomi warga, dan memperkuat partisipasi dalam pengelolaan bantuan berbasis gotong royong. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan, seperti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur penyaluran dan kriteria penerima bantuan, serta belum optimalnya mekanisme pengawasan yang transparan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan literasi informasi melalui sosialisasi yang lebih sistematis, penyusunan pedoman program yang mudah dipahami, serta pelibatan aktif masyarakat dalam proses pengawasan. Langkah-langkah tersebut penting untuk memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kepercayaan warga terhadap program, dan memastikan keberlanjutan Program Jimpitan sebagai bentuk jaminan sosial berbasis komunitas yang inklusif dan berdaya guna. Kata Kunci: Program Jimpitan, Jaminan Sosial, Partisipasi Masyarakat, Efektivitas, Gotong Royong.