Social Protection and Empowerment

Undergraduate Theses on Program Study of Social Protection and Empowerment

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 20 of 60
  • Item
    Pemberdayaan Pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan melalui Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: Admiral Nelson Aritonang dan Milly Mildawati
    (Perpustakaan, 2024-02-06) HASBI AS-SHIDDIQ, 19.03.038.; Admiral Nelson Aritonang; Milly Mildawati
    ABSTRAK HASBI AS-SHIDDIQ, 19.03.038. Pemberdayaan Pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan melalui Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: Admiral Nelson Aritonang dan Milly Mildawati Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayan yang dilakukan kepada para penerima manfaat melalui Program Kewirusahaan Sosial di Kecamatan Soreang. Secara khusus penelitian ini meliputi aspek proses pemberdayaan yaitu tahap persiapan, tahapan pengkajian, tahapan perencanaan alternatif program, tahapan pemformulasian rencana aksi, tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan terminasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pemeriksaan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemberdayaan yang telah dilakukan sudah dilaksanakan dengan baik, namun terdapat kendala yang dialami dalam proses pelaksanaan pemberdayaan berupa waktu yang diberikan dalam pelaksanaan terlalu singkat, ketidakmampuan para penerima manfaat dalam menggunakan teknologi digital dan keterbatasan modal yang dimiliki oleh para penerima manfaat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti membuat usulan program yaitu "Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat Dalam Penggunaan Teknologi Digital dan Digital Marketing". Kata Kunci: Pemberdayaan Sosial, Kewirausahaan Sosial.
  • Item
    Implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.
    (Perpustakaan, 2024-02-06) IKAGAMI PUTRI, 19.03.065.; SUHARMA; ROSILAWATI
    ABSTRAK IKAGAMI PUTRI, 19.03.065. Implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. Pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI Karang Taruna sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan potensi diri yang bertujuan untuk mendukung dalam menciptakan kesejahteraan sosial di masyarakat sehingga diperlukan dukungan dalam berperan di masyarakat dengan upaya pemberdayaan organisasi Karang Taruna, salah satu program pemberdayaan yang dikeluarkan melalui Program Dana Stimulan Karang Taruna. Tujuan umum penelitian ini untuk memperoleh gambaran implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta, secara khusus tujuan penelitian meliputi empat aspek implementasi kebijakan yaitu pelaksanaan komunikasi program, sumber daya program, perilaku pelaksana program dan struktur birokrasi program. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan responden menggunakan prinsip probability sampling dengan teknik multistage area random sampling. Analisa data penelitian menggunakan teknik statistik deskriptif dengan media statistical product and service solution (SPPS) sebagai alat hitung dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian implementasi Program Dana Stimulan Karang Taruna Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta menunjukkan berdasarkan empat aspek penelitian bahwa pelaksanaan Program Dana Stimulan sudah berjalan dengan baik, namun pada dimensi pelaksanaan komunikasi program dirasa perlu untuk ditingkatkan dalam mencapai keberhasilan implementasi kebijakan. Hal ini mempengaruhi pentingnya proses penyampaian informasi Program Dana Stimulan yang diterima oleh Karang Taruna kelurahan sebagai kelompok sasaran kebijakan dan pertimbangan pemahaman Karang Taruna dalam menjalankan kewajibannya pada Program Dana Stimulan. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan program optimalisasi penyebaran informasi Program Dana Stimulasi Karang Taruna di Provinsi DKI Jakarta dengan bentuk kegiatan program yaitu peningkatan kapasitas tentang Penyebaran Informasi yang ditujukan kepada para pelaksana kebijakan Program Dana Stimulan di Provinsi DKI Jakarta. Kata Kunci:
  • Item
    PEMANFAATAN JEJARING KERJA HOME INDUSTRY KELUARGA MISKIN DI DESA BALEWANGI, KECAMATAN CISURUPAN, KABUPATEN GARUT
    (Perpustakaan, 2025-02-06) Alma Fachrunisa, 19.03.053; Aribowo; Teta Riashih
  • Item
    Implementation of Social Protection through Stunting Prevention in Cisero Village, Cisurupan District, Garut Regency.
    (Perpustakaan, 2024-02-06) TRIESTA NURUL AULIYA, 19.03.006.; Supervisor: TETA RIASIH; ARIBOWO
    ABSTRACT TRIESTA NURUL AULIYA, 19.03.006. Implementation of Social Protection through Stunting Prevention in Cisero Village, Cisurupan District, Garut Regency. Supervisor: TETA RIASIH and ARIBOWO The problem is that there are still 87 recorded stunting rates in Cisero Village. The causes of the stunting problem include the low awareness and knowledge of parents about fulfilling children's rights in maintaining health and the finding of early marriage rates in Cisero Village. In this study, the determination of informants was carried out using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using in-depth interview techniques, observation and documentation studies. This study aims to describe about how communication, resources, dispositions, and bureaucratic structures are involved in implementing social protection through stunting prevention in Cisero Village. The results of research on the aspects of resources, disposition and bureaucratic structure have been going well. The aspect of resources, has been running well and has sufficient resources in implementation. While aspects of the disposition or attitude of the implementers have been said to be good in their implementation. In the aspect of bureaucratic structure, the executors in charge of implementing the stunting prevention program has carried out their duties based on the function and main task of main stakeholders. However, the communication aspect is still not fair as a whole. In overcoming problems in this aspect of communication, a program plan was created, namely the "Stunting Prevenstion Group” which aims to provide understanding for the people of Cisero Village and increase the participation of youth groups in efforts to prevent stunting. Keywords: Program Implementation, Protection, Stunting Prevention   ABSTRAK TRIESTA NURUL AULIYA, 19.03.006. Implementasi Perlindungan Sosial melalui Pencegahan Stunting di Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing: TETA RIASIH dan ARIBOWO Isu masalah di Desa Cisero masih ditemukannya angka stunting sebanyak 87 orang yang terdata dalam keseluruhuan di Desa Cisero. Penyebab adanya permasalahan stunting diantaranya ialah rendahnya kesadaran dan pengetahuan orang tua terhadap pemenuhan hak anak dalam menjaga kesehatan dan masih ditemukannya angka pernikahan dini di Desa Cisero. Pada penelitian ini penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang bagaimana komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi dalam implementasi perlindungan sosial melalui pencegahan stunting di Desa Cisero. Hasil penelitian pada aspek sumber daya, disposisi dan stuktur birokrasi telah berjalan dengan baik. Aspek sumber daya, sudah berjalan baik dan memiliki kecukupan sumber daya dalam pelaksanaan. Sedangkan aspek disposisi atau sikap para pelaksna sudah dikatakan baik dalam pelaksanaannya. Pada aspek struktur birokrasi, para pelaksana yang bertugas pada implementasi program upaya pencegahan stunting ini sudah menjalankan tugasnya berdasarkan tupoksi yang berlaku. Namun pada aspek komunikasi masih belum berjalan dengan baik secara keseluruhan. Dalam mengatasi permasalahan pada aspek komunikasi tersebut, maka dibuat sebuah rencana program yaitu “Kelompok Pencegahan Stunting” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat Desa Cisero serta meningkatkan partisipasi kelompok remaja dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Implementasi Program, Perlindungan Sosial, Pencegahan
  • Item
    Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pencegahan anak putus sekolah di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-02-06) Giri Pamungkas (1801009); TETA RIASIH; ARIBOWO
    ABSTRAK YUKE NATHASYA, 19.03.013. Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pencegahan anak putus sekolah di Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing: TETA RIASIH DAN ARIBOWO Salah satu program pengentasan kemiskinan di Indonesia adalah adanya Program Keluarga Harapan (PKH), merupakan bantuan tunai bersyarat kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang berkaitan dengan persyaratan,salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Isu masalah yang ada di Desa Cingcin ditemukan bahwa adanya anak putus sekolah yang merupakan penerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) selain itu adanya isu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang memanfaatkan dana bantuan dengan tidak semestinya uang yang diberikan tidak digunakan untuk membiayai keperluan pendidikan tapi justru digunakan untuk keperluan lain. Teori Implementasi dengan aspek yaitu: 1) Komunikasi, 2) Sumber Daya, 3) Struktur Birokrasi dan 4) Disposisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai 1) Karakteristik Informan, 2) Komunikasi, 3) Sumber Daya, 4) Struktur Birokrasi, 5) Disposisi pada Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pencegahan anak putus sekolah di Desa Cingcin, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian tentang Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pencegahan anak putus sekolah di Desa Cingcin dari Aspek Disposisi, sikap pelaksana dapat dikatakan baik dengan menunjukan kepedulian kepada KPM hal ini didukung karena telah adanya insentif yang diberikan kepada pelaksana program. Aspek Struktur Birokrasi prosedur dan aturan yang berlaku tentang PKH sudah di ikuti oleh penerima maupun pelaksana program sesuai dengan pedoman pelaksanaan PKH. Namun pada aspek Sumber Daya dimana ditemukan adanya penggunaan dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak justru digunakan untuk keperluan lainnya dan pada aspek Komunikasi ditemukan waktu pelaksanaan kegiatan P2K2 yang berubah-ubah dan kehadiran KPM dalam kegiatan belum konsisten. Dalam mengatasi permasalahan tersebut maka dibuat rencana program “Optimalisasi pendampingan dalam upaya pencegahan anak putus sekolah” yang bertujuan untuk dapat meningkatkan pendampingan yang dilakukan pelaksana program Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam upaya pencegahan anak putus sekolah. Kata Kunci : Implementasi, Program Keluarga Harapan (PKH), anak putus sekolah
  • Item
    Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Kawasan Pengembangan Kentang di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
    (Perpustakaan, 2024-02-01) HAFIDZHA AL-FAISA MANDHAPUTRI, 19.03.031.; ARIBOWO; TETA RIASIH
    ABSTRAK HAFIDZHA AL-FAISA MANDHAPUTRI, 19.03.031. Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Kawasan Pengembangan Kentang di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing: ARIBOWO dan TETA RIASIH Desa Karamatwangi merupakan salah satu desa yang menerapkan pengembangan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada pelaksanaan pengembangan ekonomi lokal melalui Kawasan Pengembangan Kentang terdapat permasalahan belum luasnya kerja sama yang dijalin yang berdampak pada pendapatan buruh tani, hal ini menyebabkan buruh tani terlilit hutang karena melakukan peminjaman uang kepada bank emok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai: (1) kemitraan, (2) kesempatan kerja, dan (3) peningkatan aktivitas ekonomi untuk mengetahui bagaimana Kawasan Pengembangan Kentang dapat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan buruh tani Desa Karamatwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang menggunakan teknik purposive saampling untuk menentukan tujuh informan yang terdiri dari Pemerintah Desa Karamatwangi, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pelaku dunia usaha, dan buruh tani. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kegiatan Kawasan Pengembangan Kentang telah melibatkan pastisipasi aktif masyarakat Desa Karamatwangi, (2) adanya peluang kerja yang dibuka oleh Kawasan Pengembangan Kentang, (3) adanya peningkatan keterampilan yang didapatkan buruh tani dari adanya Kawasan Pengembangan Kentang. Pada pelaksanaan Kawasan Pengembangan Kentang terdapat hambatan terkait belum dirasakannya peningkatan pendapatan bagi buruh tani. Hal ini dikarenakan belum adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas kentang yang dihasilkan, serta penjualan kentang masih tergantung kepada tengkulak yang dimana perluasan kerja sama yang dilakukan Kawasan Pengembangan Kentang belum terbuka secara luas. Kurangnya perluasan kerja sama berdampak kepada peningkatan pendapatan buruh tani yang saat ini buruh tani Desa Karamatwangi masih mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyebabkan beberapa buruh tani terlilit hutang kepada jasa peminjaman uang yaitu bank emok. Program Masyarakat Mandiri Terampil Sejahtera (MARITERA) dirancang sebagai upaya pemberdayaan buruh tani agar dapat meningkatkan pendapatan sehari-hari dan branding Kawasan Pengembangan Kentang agar terciptanya perluasan kerja sama yang terjalin pada calon mitra. Kata Kunci: Pengembangan Ekonomi Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Pendapatan
  • Item
    Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus.
    (Perpustakaan, 2024-01-29) MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049.; SUHARMA; HELLY OCKTILIA
    ABSTRAK MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja di PT Sukun Druck Kabupaten Kudus. SUHARMA dan HELLY OCKTILIA. Impelementasi merujuk pada proses pelaksanaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) khususnya mengenai Jaminan Kecelakaan Kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berasal dari 7 informan dan sumber data sekunder berupa dokumentasi atau informasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program jaminan kecelakaan kerja di PT. Sukun Druck Kabupaten Kudus dalam aspek sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan SOP, sedangkan dalam aspek komunikasi masih kurang terlaksana dengan baik karena pegawai belum mengetahui terkait jaminan sosial yang mereka dapat. Berdasarkan Analisa hasil penelitian, program yang diusulkan peneliti yaitu “Sosialisasi Program Jaminan Kecelakaan Kerja” program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman pegawai terkait Program Jaminan Kecelakaan Kerja sebagai jaminan sosial yang mereka dapat. Kata Kunci: Implementasi, Program BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kecelakaan Kerja   ABSTRACT MUHAMMAD FIRDAUS NUR ALI, 18.03.049. Implementation of The Work Accident Insurance Program at PT Sukun Druck Kudus Regency. Supervised by SUHARMA and HELLY OCKTILIA. Implementation refers to the Implementation process in achieving the goals that have been set. This study aims to find out how the implementation of the Social Security Agency for Employment Social Security (BPJS Ketenagakerjaan) specifically regarding Work Accident Insurance at PT Sukun Druck, Kudus Regency. This research uses descriptive qualitative methods, using interview, observation, and documentation techniques. The data sources in this study are primary data sources from 7 informants and secondary data sources in the form of documentation or other information. The research results show that the implementation of the work accident insurance program at PT. The Sukun Druck Kudus Regency in terms of resources, bureaucratic structure and disposition has been implemented well in accordance with the SOP, while in the communication aspect it has not been implemented well because employees do not yet know about the social security they receive. Based on the analysis of research results, the program proposed by researchers is "Socialization of the Work Accident Insurance Program". This program is expected to help increase employee understanding regarding the Work Accident Insurance Program as the social security they receive.. Keywords: Implementation, BPJS Employment Program, Work Accident Insurance.
  • Item
    Pemberdayaan Masyarakat oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBe) “Citra Mandiri” di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
    (Perpustakaan, 2024-01-23) NABILA MEUTIAKANSA ANDISTY PUTRI, 19.03.002.; SURADI; DEDE KUSWANDA
    ABSTRAK NABILA MEUTIAKANSA ANDISTY PUTRI, 19.03.002. Pemberdayaan Masyarakat oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBe) “Citra Mandiri” di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dosen Pembimbing: SURADI dan DEDE KUSWANDA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya penurunan dampak covid-19 yang melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUBe) “Citra Mandiri” sebagai penyelenggara kegiatan pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Pucang sehingga lebih mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang “Pemberdayaan Masyarakat oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBe) “Citra Mandiri” di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang melalui tiga aspek, yaitu: 1) tahap penyadaran dan pembentukkan perilaku, 2) tahap transformasi kemampuan, 3) tahap pengayaan atau peningkatan kemampuan intelektual, kecakapan, dan keterampilan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu: 1) wawancara mendalam, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kelompok Usaha Bersama (KUBe) “Citra Mandiri” memenuhi ketiga aspek pemberdayaan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya masih belum maksimal karena produksi kerajinan yang diajarkan kepada masyarakat sasaran tidak variatif serta belum adanya kerja sama dengan lembaga perekonomian desa, sehingga diperlukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampulan kepada masyarakat Desa Pucang sebagai sistem sasaran dan pembentukkan jejaring kerja dengan Badan Usaha Milik Desa Pucang. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengusulkan program “PUMADAYA – Pucang Mandiri dan Berdaya” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Pucang dalam memproduksi kerajinan kayu yang memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat menjadi lebih mandiri. Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, Kelompok Usaha Bersama (KUBe)
  • Item
    Implementasi Triple Bottom Line dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan PT. Accor Asia Pacific (AAPC) Indonesia di Yayasan Peduli Tunas Bangsa Jakarta,
    (Perpustakaan, 2024-01-23) HARIS ABDUL YAMIN, 19.03.68.; Dede Kuswanda; Suradi
    ABSTRAK HARIS ABDUL YAMIN, 19.03.68. Implementasi Triple Bottom Line dalam Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan PT. Accor Asia Pacific (AAPC) Indonesia di Yayasan Peduli Tunas Bangsa Jakarta, Dibimbing oleh Dede Kuswanda dan Suradi Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya harus memperhatikan kesejahteraan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan pada masyarakat atas dampak yang diakibatkan aktivitas perusahaan. Pelaksanaan CSR kemudian dikembangkan dalam bentuk tiga pilar dasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi konsep Triple Bottom Line (people, planet, profit) oleh yayasan di sanggar ATFAC Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung (participation observation), wawancara mendalam (in depth interview), dan studi dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel tertuju (purposive sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan perusahaan melalui yayasan telah menjalankan unsur profit dengan mengembangkan produktivitas stakeholder yang terlibat, menerapkan efisiensi biaya di berbagai sektor, memperhatikan unsur fair trade dan etchical trade dan berhasil menciptakan citra baik bagi perusahaan beserta hotel di bawahnya. Unsur people dijalankan dalam bentuk transfer knowledge melalui pelibatan pemangku kepentingan dan karyawan hotel, kepedulian pada masyarakat, dan pelibatan pelanggan hotel, namun belum melibatkan orang tua anak asuh. Unsur planet dibentuk melalui upaya penanaman kesadaran menjaga lingkungan pada anak asuh dan penghematan energi yang dijalankan hotel. Perusahaan melalui Yayasan Peduli Tunas Bangsa juga telah memperhatikan paradigma hasil program CSR yakni unsur partnership (kemitraan) dan prosperity (kemakmuran). Berdasarkan analisis masalah penelitian, peneliti mengusulkan program bernama ATFAC for Parents dengan tujuan membangun hubungan baik antara orang tua dengan pengurus yayasan melalui peningkatan pelibatan orang tua dalam program ATFAC. Kata Kunci : Implementasi, Corporate Social Responsibility (CSR), Triple Bottom Line (TBL)
  • Item
    Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing:
    (Perpustakaan, 2024-01-23) HANI ALFIAH, 1903032; SUHARMA; ROSILAWATI.
    ABSTRAK HANI ALFIAH, 1903032, Implementasi Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan. Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Pembimbing: SUHARMA dan ROSILAWATI. Kebijakan perlindungan sosial lanjut usia (Lansia) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta salah satunya yaitu program pemberian bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Kota Jakarta Selatan, yang dilihat dari empat aspek yaitu aspek komunikasi program, sumber daya program, perilaku pelaksana program dan aspek struktur birokrasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah lansia penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di Kelurahan Kebon Baru dengan jumlah 158 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Skala pengukuran menggunakan skala likert dengan pengujian validitas muka (face validity) dan validitas konstruk (construct validity) serta uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach’s dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan implementasi bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) sudah terimplementasi dengan baik. Diketahui berdasarkan aspek komunikasi program dengan persentase 81.86%, aspek sumber daya program persentase 86.71%, aspek perilaku pelaksana program dengan persentase 88.00%, aspek struktur birokrasi program dengan persentase 87.88%. Meskipun demikian, masih terdapat permasalahan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas pangan murah oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan rendahnya pemanfaatan akses fasilitas transportasi Transjakarta gratis oleh penerima bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Berdasarkan hasil penelitian maka diusulkan Program Peningkatan Pemahaman Penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Tentang Pemanfaatan Fasilitas Program Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Kata Kunci: Implementasi Program, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Lanjut Usia.
  • Item
    Implementasi Program Keluarga Harapan Pada Keluarga Penerima Manfaat Dalam Mengakses Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung.
    (Perpustakaan, 2024-01-23) SYAUFA TASYA AZ ZACHRA, 19.03.027.; A. Nelson Aritonang; Milly Mildawati
    ABSTRAK SYAUFA TASYA AZ ZACHRA, 19.03.027. Implementasi Program Keluarga Harapan Pada Keluarga Penerima Manfaat Dalam Mengakses Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Implementasi Program Keluarga Harapan menentukan keberhasilan program keluarga harapan dalam mencapai tujuannya yaitu meningkatkan kemampuan keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan Program Keluarga Harapan dalam aspek implementasi yang dilakukan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Aspek-aspek dalam implementasi meliputi aspek kesesuaian pelaksana, aspek kesesuaian sasaran dan aspek kesesuaian program. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling atau simple random sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket dan wawancara. Sedangkan untuk alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Guttman dengan pilihan “Ya dan Tidak” pada pernyataan yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Katapang termasuk pada kategori sangat baik pada setiap aspeknya. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan termasuk peningkatatan kemampuan dan pengetahuan pendamping dalam memberikan panduan serta informasi kepada KPM dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan di Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Implementasi, Pendamping PKH, Layanan Kesehatan dan Pendidikan
  • Item
    Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023,
    (Perpustakaan, 2024-01-23) NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036; Ellya Susilowati; Atirista Nainggolan.
    ABSTRACT NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, coping strategy socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of family life in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, July 2023, Lecturer: Ellya Susilowati and Atirista Nainggolan. This study aims to describe how coping strategies are carried out by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of families in Pagerwangi Village, Lembang District, Bandung Regency, as well as to obtain an overview of the aspects which include: active strategy, passive strategy, and strategy network PRSE in meeting the needs of his family. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Determination of subjects in this study using purposive sampling technique. Data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation study. Checking the validity of the researcher's data uses triangulation. The results of this study were then analyzed using: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the coping strategy used by socioeconomically vulnerable women (PRSE) in meeting the needs of his family still had some problems, so that the coping strategy used by PRSE had not been carried out optimally. Of the three aspects studied, there are two aspects that have not run optimally, namely active strategy and network strategy. Based on the analysis of the problems and needs found, the researchers recommended a program "Improving PRSE Coping Strategy in Meeting the Needs of Family Life in Pagerwangi Village". Keywords: Coping Strategy socioeconomically vulnerable women, and life necessities ABSTRAK NOVA WIDIA VITALESTARI 19.03.036, Coping Strategy Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Politeknik Kesejahteraan Sosial, SKRIPSI Program D-IV, Juli 2023, Dosen Pembimbing: Ellya Susilowati dan Atirista Nainggolan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, serta untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek yang meliputi: strategy aktif, strategy pasif, dan strategy jaringan yang dilakukan PRSE dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pemeriksaan keabsahaan data peneliti menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coping strategy yang dilakukan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masih memiliki beberapa permasalahan, sehingga coping strategy yang dilakukan mereka belum dilakukan dengan optimal. Dari tiga aspek yang diteliti terdapat dua aspek yang belum berjalan dengan optimal yaitu strategi aktif dan strategi jaringan. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan suatu program “Peningkatan Coping Strategy PRSE dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Pagerwangi. Kata kunci: Coping Strategy, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, dan Kebutuhan Hidup
  • Item
    EVISA NUR AMALINA, 19.03.042. Minat Pekerja Sektor Informal dalam Keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mandiri di Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.
    (Perpustakaan, 2024-01-23) EVISA NUR AMALINA, 19.03.042.; SURADI; DEDE KUSWANDA
    ABSTRAK Minat Pekerja Sektor Informal dalam Keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mandiri di Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Dibimbing oleh SURADI dan DEDE KUSWANDA Mayoritas penduduk Desa Ngunut merupakan pekerja sektor informal. Namun, dalam jumlah cakupan kepesertaan jaminan kesehatan pada segmen PBPU atau kepesertaan mandiri masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh minat masyarakat yang juga masih rendah. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih, minat juga dapat diartikan sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai 1) kognitif pekerja sektor informal dalam keikutsertaan jaminan kesehatan mandiri yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, 2) afektif pekerja sector informal dalam keikutsertaan jaminan Kesehatan mandiri yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor informal di Desa Ngunut yang berjumlah 5.122 orang sehingga sampel yang digunakan berjumlah 98 orang. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat pekerja sector informal dalam keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mandiri di Desa Ngunut memperoleh penilaian sebesar 4.646 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Namun setelah dianalisis lebih lanjut pada aspek kognitif mendapatkan penilaian paling rendah dari aspek afektif. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan pekerja sektor informal mengenai program jaminan kesehatan. Maka dari itu program yang diusulkan untuk permasalahan ini adalah “Peningkatan Pengetahuan Jaminan Kesehatan bagi Pekerja Sektor Informal” dengan sasaran pekerja sektor informal di Desa Ngunut. Kata Kunci: Minat, Pekerja Sektor Informal, BPJS Kesehatan
  • Item
    Kinerja Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dalam Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Di Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur
    (Perpustakaan, 2024-01-23) PUTRA SIKATI FERNANDI, 19.03.026; Aribowo; Teta Riasih
    ABSTRAK PUTRA SIKATI FERNANDI, 19.03.026. Kinerja Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dalam Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Di Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing : Aribowo dan Teta Riasih Kinerja (Prestasi Kerja) adalah sebagai hasil kerja secara kaulitas dan kuaantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai: 1) Karakteristik Informan, 2) Kualitas kerja Taruna Siaga Bencana, 3) Komunikasi Taruna Siaga Bencana, dan 4) Ketepatan waktu Taruna Siaga Bencana. Informan pada penelitian ini berjumlah empat orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Taruna Siaga Bencana di Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur masih kurang maksimal. Karena kurangnya Sumber Daya Manusia yang memadai dan kelengkapan peralatan dalam penanggulangan bencana alam gempa bumi. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan, maka peneliti mengusulkan program “Peningkatan Kapasitas Taruna Siaga Bencana” di Kabupaten Cianjur melalui metode Community Organization/Community Development (COCD) dan teknik Kolaborasi serta Kampanye Sosial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Tagana pada penanggulangan bencana alam, khususnya dalam peningkatan komunikasi, peningkatan personil, dan kelengkapan peralatan Kata Kunci: Kinerja, Taruna Siaga Bencana, Penanggulagan Bencana ABTRACT PUTRA SIKATI FERNANDI, 19.03.026. Performance of Disaster Preparedness Youth Group (TAGANA) in Earthquake Natural Disaster Management in Nagrak Village, Cianjur District, Cianjur Regency. Supervisor : Aribowo dan Teta Riasih Performance (Work Achievement) is the result of work in quality and quantity that is achieved by a person in carrying out their duties in accordance with the responsibilities given to them. This study aims to obtain an empirical description of: 1) Informant Characteristics, 2) Quality of work for Disaster Prepared Youth Group, 3) Communication for Disaster Prepared Youth Group, and 4) Timeliness of Disaster Prepared Youth Group. Informants in this study amounted to four people. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data sources in this study are primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observation and documentation studies. The results showed that the performance of the Disaster Preparedness Youth Group in Nagrak Village, Cianjur District, Cianjur Regency was still not optimal. Due to the lack of adequate human resources and completeness of equipment in earthquake natural disaster management. Based on the analysis of the problems and needs, the researchers proposed a program "Capacity Building for Disaster Preparedness Youth Group" in Cianjur Regency through the Community Organization/Community Development (COCD) method and Collaboration techniques and Social Campaigns. This program aims to improve Tagana's performance in natural disaster management, especially in improving communication, increasing personnel, and completeness of equipment. Keywords: Performance, Disaster Preparedness Youth Group, Disaster Management
  • Item
    Peran Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Dalam Perlindungan Anak Korban Tindak Kekerasan Fisik Di Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu.
    (Perpustakaan, 2024-01-23) HERWIN KURNIAWAN, 19.03.047.; SURADI; DEDE KUSWANDA.
    ABSTRACT HERWIN KURNIAWAN, 19.03.047. The Role Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) In Child Protection Victims Of Physical Violence At The Upper Indragiri District Social Services. Supervised by SURADI and DEDE KUSWANDA. The study refers to the satuan bakti pekerja sosial in child protection of victims of physical violence in the upper indragiri county social services. The study aims to know the role of satuan bakti pekerja sosial in the physical protection of children in the social services of the upper indragiri district, particurally from the characteristics of the informant to serve as advocacy, liaison, companion, facilitator, motivation and educator. This research uses a qualitative approach with descriptive method. For how to determine the data is done by purposive technique while for data collection techniques by in-depth interview, observation and documentation studies, for verifying data by testing a way of verifying data credibility, takeover tests, dependency confirmation tests, whereas for data sources come from primary and secondary data sources. Research shows a satuan bakti pekerja sosial run into all roles according to the manual guidelines satuan bakti pekerja sosial neither acts as advocacy, liaison, borderer, facilitator, motivation and educator. But when performing the role of the facilitator is less than optimal, the ability satuan bakti pekerja sosial which is expected in counseling build trust helping to exhume victim’s case information and victim’s administrative actions. For it to strengthen satuan bakti pekerja sosial in performing these abilities, there are programs for enhanced capacity training counseling, with social group work methods filled with individual counseling materials to supplement skill knowledge. Keywords: Role, Sakti Peksos, Child Abuse Of Physical Violence vi ABSTRAK HERWIN KURNIAWAN, 19.03.047. Peran Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Dalam Perlindungan Anak Korban Tindak Kekerasan Fisik Di Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu. Dibimbing oleh SURADI dan DEDE KUSWANDA. Penelitian ini mengenai Peran Sakti Peksos Dalam Perlindungan Anak Korban Tindak Kekerasan Fisik Di Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sakti peksos dalam perlindungan anak korban tindak kekerasan fisik di dinas sosial kabupaten indragiri hulu, khususnya mulai dari karakteristik informan berperan sebagai advokasi, penghubung (broker), pendamping (borderer), fasilitator, motivasi (motivator) dan pendidik (educator). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Untuk cara menentukan data dilakukan dengan teknik purposive sedangkan untuk teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, untuk pemeriksaan keabsahan data dengan cara uji kredibilitas data, uji keteralihan, uji ketergantungan dan uji kepastian, sedangkan untuk sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukan sakti peksos sosial menjalankan ke semua peran sesuai dengan petunjuk pedoman buku panduan sakti peksos baik bertindak sebagai advokasi, penghubung, pendamping, fasilitator, motivasi dan pendidik. Namun pada saat melaksanakan peran fasilitator kurang optimal, kemampuan satuan bakti pekerja sosial yang diharapkan dalam melakukan konseling membangun kepercayaan membantu penggalian informasi kasus korban dan tindakan asesmen korban. Untuk itu untuk memperkuat satuan bakti pekerja sosial dalam melakukan kemampuan tersebut diadakan program peningkatan kapasitas berupa pelatihan konseling, dengan metode social group work diisi dengan materi materi konseling individual untuk menambah wawasan pengetahuan keterampilan satuan bakti pekerja sosial. Kata Kunci: Peran, Sakti Peksos, Anak Korban Tindak Kekerasan Fisik
  • Item
    Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
    (Perpustakaan, 2024-01-19) BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023,; ADMIRAL NELSON ARITONANG; MILLY MILDAWATI
    ABSTRAK BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dosen pembimbing ADMIRAL NELSON ARITONANG dan MILLY MILDAWATI Penelitian tentang Dampak Program Keluarga Harapan Pada Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Dampak adalah pengaruh yang kuat dari seseorang atau kelompok orang di dalam menjalankan tugas dan kedudukannya sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, sehingga akan membawa akibat terhadap perubahan baik positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik dampak positif maupun dampak negatif di Kelurahan Cibeber, mencakup: 1) karakteristik responden, 2) aspek kesehatan, 3) aspek pendidikan, 4) aspek pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dari penelitian ini sebanyak 682 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan sampel sebanyak. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah angket menggunakan pengukuran reting scale dan uji validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) berada pada kategori tinggi. Meskipun begitu, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi demi peningkatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program ( Edukasi Tentang Pentingnya Pendidikan Terhadap Masa Depan Anak) di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kata Kunci: Dampak, Program Keluarga Harapan, Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ABSTRACT BENJAMIN FREDERICH TIMISELA, 1903023, The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Supervisor ADMIRAL NELSON ARITONANG and MILLY MILDAWATI Research on the Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Impact is the influence or effect in every decision making of every positive impact or negative impact which also concerns aspects of health, education, perception. This study aims to determine the impact of the Family Hope Program (PKH) on Beneficiary Families (KPM) both positive and negative impacts in Cibeber Village, including: 1) respondent characteristics, 2) health aspects, 3) education aspects, 4) aspects The research method used in this study is a quantitative research method. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The sampling technique in this study is a census. Data collection techniques used are questionnaires and documentation studies. Measuring tools used are questionnaires and documentation studies. Measuring tool used is a questionnaire using measurement scale reting and test the validity of the face (validity face). Furthermore, the results of the study were analyzed using quantitative analysis. The results of the study show that the impact of the Family Hope Program (PKH) is in the high category. Even so, there are still a number of things that need to be addressed in order to increase Beneficiary Families (KPM) through the program (Education About the Importance of Education for the Future of Children) in Cibeber Village, South Cimahi District, Cimahi City. Keywords: The Impact of the Family Hope Program on the Welfare of Beneficiary Families (KPM
  • Item
    Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) Sebagai Jaminan Sosial Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
    (perpustakaan, 2024-01-19) NOOR RAVITA SYAHRI, 19.03.046.; Decky Irianti; Helly Ocktilia
    ABSTRAK NOOR RAVITA SYAHRI, 19.03.046. Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) Sebagai Jaminan Sosial Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing: Decky Irianti dan Helly Ocktilia Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1) proses pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) mengacu pada mekanisme pelaksanaan program; 2) keberhasilan tujuan program Kartu Indonesia Sehat (KIS); 3) dampak program Kartu Indonesia Sehat (KIS); dan 4) tingkat perubahan yang terjadi setelah adanya program Kartu Indonesia Sehat (KIS) pada masyarakat Desa Cintaasih. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam aspek proses pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) perlu mengacu pada mekanisme pelaksanaan program sudah dilaksanakan dengan melibatkan pihak pemerintah Desa Cintaasih, Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan Kabupaten Garut. Pada aspek keberhasilan tujuan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah dilaksanakan dengan menyediakan pelayanan kesehatan. Pada aspek dampak program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan aspek tingkat perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Cintaasih telah dilaksanakan dengan menjadi kepesertaan program KIS dapat meringankan biaya pengobatan dan lebih mudah dalam mengakses layanan kesehatan. Hasil dari penelitian belum optimal sosialisasi tentang program Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat dan kurangnya kesadaran diri masyarakat Desa Cintaasih. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program Pemerataan Sosialisasi tentang Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Kata Kunci: Implementasi, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Masyarakat Miskin   ABSTRACT NOOR RAVITA SYAHRI, 19.03.046. Implementation of the Health Indonesia Card Program as Health Social Security for the Poor in Cintaasih Village Cisurupan District Garut Regency. Supervisors: Decky Irianti and Helly Ocktilia This study aims to obtain an empirical description: 1) the process of implementing the Healthy Indonesia Card program refers to the program implementation mechanism; 2) the success of the objectives of the Healthy Indonesia Card program; 3) the impact of the Healthy Indonesia Card program; and 4) the level of change that occurred after the Healthy Indonesia Card program for the people of Cintaasih Village. The method used in this research is qualitative with descriptive method. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation studies. The results of the study show that in terms of the process of implementing the Healthy Indonesia Card program, it is necessary to refer to the program implementation mechanism that has been implemented by involving the Cintaasih Village government, the Ministry of Social Affairs, the Social Service, BPJS Health Garut Regency. In terms of success, the objectives of the Healthy Indonesia Card program have been implemented by providing health services. In terms of the impact of the Healthy Indonesia Card program and the aspect of the level of change that has occurred in the implementation of the Healthy Indonesia Card program in Cintaasih Village, membership in the Healthy Indonesia Card program can reduce medical expenses and make it easier to access health services. The results of the study were not optimal in socializing the Healthy Indonesia Card program to the community andd the lack of self-awareness of the people of Cintaasih Village. Based on this, the researchers proposed a socialization program regarding the Healthy Indonesia Card program in Cintaasih Village Cisurupan District Garut Regency. Keywords: Implementation, Healthy Indonesia Card, Poor People
  • Item
    Pemberdayaan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Yangkuh Jaya di Kelurahan Argasoka Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara.
    (perpustakaan, 2024-01-19) GEISSLER GEORGE ANES, 1903057; Suharma, MP,Ph.D; Rosilawati,S.Sos,MPS.Sp
    ABSTRAK GEISSLER GEORGE ANES, 1903057, Pemberdayaan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Yangkuh Jaya di Kelurahan Argasoka Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara. Dosen Pembimbing : Suharma, MP,Ph.D dan Rosilawati,S.Sos,MPS.Sp Pemberdayaan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) mempunyai pengaruh pada keberdayaan KUBE dalam pelaksanaan usaha KUBE. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemberdayaan sosial kelompok usaha bersama (KUBE). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif . Teknik penentuan informan menggunakan puposiv sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi. Uji keabsahan data menggunakan uji kredilitas, triaggulasi sumber, triagulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan sosial KUBE belum dilaksanakan dengan optimal. hal ini di tunjukan bahwa belum adanya memperkuat kemampuan,kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya peran,tugas pokok dan fungsi KUBE. Hasil penelitian juga menunjukan belum adanya kegiatan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota KUBE tentang potensi bahan baku produksi, potensi SDM, potensi peluang pasar, dan pengelolaan modal usaha. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa belum ada kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan tentang pemasaran hasil KUBE, pengelolaan modal usaha dan pengeloaan keuangan. Hasil Penelitian menujukan perlu ada upaya dalam meningktkan pemanfaatan potensi KUBE dalam pengembangan KUBE. Usulan program peningkatan kapasitas KUBE yang meliputi peningkatan pemahaman, kesadaran, pengetahuan, dan pemanfatan potensi dalam pengembangan KUBE dan pelatihan keterampilan tentang pemasaran, pengelolaan modal usaha dan pengelolaan keuangan layak untuk dilaksnakan dalam proses pemberdayaan sosial KUBE. Kata Kunci : Pemberdayaan Sosial, Pengelolaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Usaha Bersama (KUBE)   ABSTRACT GEISSLER GEORGE ANES, 1903057, Social Empowerment of Yangkuh Jaya Joint Business Group (KUBE) in Argasoka Village, Banjarnegara District, Banjarnegara Regency. Supervisor: Suharma,S.Sos, MP.Ph.D And Rosilawati,S,Sos,MPS.Sp Social Empowerment of Joint Business Groups (KUBE) has an influence on the empowerment of KUBE in the implementation of KUBE businesses. The research objective was to obtain an overview of the social empowerment of joint business groups (KUBE). This research method uses descriptive with a qualitative approach. The technique of determining informants using puposiv sampling. Data collection techniques using in-depth interviews, documentation studies, observation. Data validity test using credibility test, triaggulation of sources, triagulation of techniques. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the social empowerment of KUBE has not been carried out optimally. this is shown that there is no strengthening of abilities, awareness and knowledge about the importance of the role, main tasks and functions of KUBE. The results also show that there are no activities to improve the understanding and knowledge of KUBE members about the potential of production raw materials, potential human resources, potential market opportunities, and business capital management. The results also showed that there were no activities aimed at improving skills on marketing KUBE products, managing business capital and managing finances. Research results indicate that there needs to be an effort to increase the utilization of KUBE potential in KUBE development. The proposed KUBE capacity building program includes increasing understanding, awareness, knowledge, and utilization of the potential of KUBEs. Keywords: Social Empowerment, Joint Business Group (KUBE)
  • Item
    Partisipasi Masyarakat Di Dalam Penangganan Masalah Sampah Di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
    (perpustakaan, 2024-01-19) EFRYL SAPTYA NURACHMAN. 19.03.014.; Decky Irianti; Helly Ocktilia
    ABSTRAK EFRYL SAPTYA NURACHMAN. 19.03.014. Partisipasi Masyarakat Di Dalam Penangganan Masalah Sampah Di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Dosen Pembimbing Decky Irianti dan Helly Ocktilia Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang partisipasi masyarakat dalam bentuk harta benda, ide dan gagasan, dan tenaga masyarakat Desa Cintaasih. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan dalam aspek partisipasi harta dan benda telah dilaksanakan dengan menyediakan wadah untuk sampah, namun secara pelaksananya belum maksimal. Pada aspek partisipasi ide dan gagasan sedang dilakukan dengan musyawarah Desa. Selanjutnya, pada aspek partisipasi dalam bentuk tenaga telah dilaksanakan secara rutin dengan dilakukanya kegiatan gotong royong dan penyuluhan sosial. Hasil dari penelitian menunjukan belum optimalnya partisipasi harta dan benda dalam penangganan sampah dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di Desa Cintaasih. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengusulkan program Cintaasih Beberes Sampah. Bersih, Bebas, dan Resik dari sampah di Desa Cintaasih Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Penanganan Masalah Sampah   ABSTRACT EFRYL SAPTYA NURACHMAN. 19.03.014. Community Participation in Handling Waste Problems in Cintaasih Village, Cisurupan District, Garut Regency. Supervisor Decky Irianti and Helly Ocktilia This study aims to obtain an empirical picture of community participation in the form of property, ideas and ideas, and the people of Cintaasih Village. The method used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation studies. The results of the study show that in the aspect of participation in assets and objects it has been carried out by providing containers for waste, but the implementation has not been maximized. In the aspect of participation, ideas and ideas are being carried out with village meetings. Furthermore, the aspect of participation in the form of labor has been carried out routinely by carrying out mutual cooperation activities and social counseling. The results of the study showed that the participation of property and objects in handling waste was not optimal and the lack of public awareness in maintaining cleanliness in Cintaasih Village. Based on this, the researchers proposed the Cintaasih Beberes Garbage program. Clean, free, and clean from garbage in Cintaasih Village, Cisurupan District, Garut Regency. Keywords: Participation, Community, Handling of Waste Problems
  • Item
    . Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat.
    (perpustakaan, 2024-01-19) YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069; Admiral Nelson Aritonang; Milly Mildawati
    ABSTRAK YUNIDA HANDAYANI, 19.03.069. Dampak Sosial Pembangunna Kolam Retensi di Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Jawa Barat. Dosen Pembimbing Admiral Nelson Aritonang dan Milly Mildawati Adanya sebuah pembangunan akan beriringan dengan dampak-dampak yang akan ditimbulkan baik mengarah pada seusatu yang postif maupun negatif. Dampak tersebut tidak lepas dari kaitannya dengan masyarakat atau dapat disebut sebagai dampak sosial pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara empiris tentang karakteristik responden, cara hidup, budaya, dan komunitas masyarakat akibat pembangunan kolam retensi di Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan dalam penelitian menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun uji validitas yang digunakan dalam penelitina ini adalah uji kuisioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kolam retensi di Keluruahn Cimincrang telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan ruang terbuka untuk bermain dan berolahrahga. Sarana dan prasarana bidang religi, wisata dan perdagangannya juga mengalami peningkatan sehingga terdapat peluang usaha yang bervariatif. Akan tetapi, pembangunan ini juga berdampak terhadap menurunnya intensitas kegiatan bersama, hambatan dalam mengakses sumber makanan, tempat kerja, sekolah, dan pelayannan umum. Selain itu, pembangunan ini juga membuat stabiliatas keamanan masyarakat terganggu. Upaya dalam meminimalisisr dampak negetif yang ada, penelitian ini mengusulkan sebuah program Forum Diskusi Masyarakat (FDM) Kawasan Pembangunan Kolam Retensi Masjid Al-Jabbar di Kelurahan Cimincrang. Kata Kunci: Dampak Sosial, Pembangunan, Kolam Retensi