Social Worker Master Student
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Social Worker Master Student by Title
Now showing 1 - 20 of 74
Results Per Page
Sort Options
Item Asesmen Partisipatif Motivasional pada Program Pemberdayaan Masyarakat di Yayasan Usaha Mulia Cianjur Jawa Barat.(Perpustakaan, 2024-10-15) Haitami. 22.01.005.; Aribowo; Harapan Lumban GaolHaitami. 22.01.005. Asesmen Partisipatif Motivasional pada Program Pemberdayaan Masyarakat di Yayasan Usaha Mulia Cianjur Jawa Barat. Pembimbing: Aribowo dan Harapan Lumban Gaol. Penelitian ini berfokus pada upaya rekayasa teknologi asesmen pekerjaan sosial dengan kemiskinan pada profil pengubahan komunitas. yaitu Methodology for Participatory Assessment (MPA) yang digunakan untuk menemukenali masalah, kebutuhan dan potensi masyarakat secara partisipatif. Keterbatsan teknologi yang menjadi latar belakang dari rekyasa teknologi ini adalah kegagalan MPA dalam menyentuh aspek motivasi partisipan sehingga berdampak pada tingkat keberhasilan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi desain awal teknologi asesmen partisipatif, menganilisa kebutuhan dan menyusun rencana pengembangan teknologi, dan mengimplementasikan hasil rekayasa teknologi kemudian melakukan evaluasi terhadap teknologi yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Penelitian ini melibatkan pekerja sosial, karyawan serta penerima manfaat Yayasan Usaha Mulia (YUM) dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, diskusi kelompok terfokus dan studi dokumentasi. Penelitian diawali dengan identifikasi terhadap model awal, kemudian merumuskan kebutuhan perbaikan model dan merancangan model sesuai dengan kebutuhan lokus penelitian. Setelah model terbentuk maka dilakukan implementasi rancangan model pada lokus penelitian dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi untuk mendapatkan rekomendasi model yang lebih baik. Penelitian ini mengkombinasikan metode MPA dengan motivasional interview (MI) menjadi asesmen partisipatif motivasional yang dapat dijadikan alternatif dalam melakukan asesmen pada program pemberdayaan masyarakat. Hasil implementasi model rekayasa teknologi ini mampu mengoptimalkan proses asemen melalui metode penggalian data yang digunakan untuk menemukenali masalah dan potensi serta mampu meningkatan motivasi penerima manfaat sehingga terbangun kesadaran menuju perubahan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Metode Asesmen Partisipatif, Wawancara Motivasional, Asesmen Partisipatif Motivasional ABSTRACT Haitami. 22.01.005. Motivational Participatory Assessment in the Community Empowerment Program at Yayasan Usaha Mulia, West Java. Supervisor: Aribowo and Harapan Lumban Gaol This research focuses on the development of a technology assessment for social work in poverty alleviation within community change profiles, specifically using the Methodology for Participatory Assessment (MPA). MPA is utilized to identify problems, needs, and potentials of communities participatively. The limitation addressed by this technological development is MPA’s failure to engage participant motivation, leading to low success rates. The objectives of this study are to identify the initial design of participatory assessment technology, analyze needs, develop a technology development plan, implementating the development technology, and evaluate the resulting technology. The research employs a qualitative method with a Participatory Action Research (PAR) approach. It involves social workers, employees, and beneficiaries of the Yayasan Usaha Mulia (YUM) using data collection techniques such as in-depth interviews, observations, focus group discussions, and document studies. The study begins with identifying the initial model, formulating the necessary improvements, and designing the model based on the research locus needs. After the model is established, it is implemented at the research site and concluded with an evaluation to obtain recommendations for a better model. This research combines MPA with Motivational Interviewing (MI) into a motivational participatory assessment, which can serve as an alternative for assessments in community empowerment programs. The results of the technological development model implementation successfully optimized the assessment process through the data extraction methods used to identify problems and potentials and increased beneficiary motivation, there by fostering awareness towards sustainable change. Keywords: Methodology for Participatory Assessment, Motivational Interviewing, Motivational Participatory AssessmentItem Brief Strategic Family Therapy-Working Memory Training Dalam Mengurangi Perilaku Menarik Diri Penyandang Skizofrenia di Sentra Phalamartha Sukabumi.(Perpustakaan, 2024-10-14) ANNISA CHYKA AULIA. 2201028.; R. Enkeu Agiati; Krisna Dewi SetianingsihABSTRAK ANNISA CHYKA AULIA. 2201028. Brief Strategic Family Therapy-Working Memory Training Dalam Mengurangi Perilaku Menarik Diri Penyandang Skizofrenia di Sentra Phalamartha Sukabumi. Dosen Pembimbing R. Enkeu Agiati dan Krisna Dewi Setianingsih. Perilaku menarik diri merujuk pada aktivitas subjek penelitian meliputi tidak dapat memulai interaksi dengan orang lain, menghindari kontak dengan orang, dan menunggu instruksi instruktur untuk berkegiatan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang BSFT-WMT dalam mengurangi perilaku menarik diri penyandang skizofrenia. Subjek penelitian yaitu tiga orang penerima manfaat yang memiliki permasalahan perilaku menarik diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan Single Subject Design (SSD) desain reversal A-B-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Alat ukur penelitian menggunakan rating scale. Uji validitas alat ukur menggunakan face validity, sedangkan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach dan percent agreement. Teknik analisa data menggunakan teknik analisa data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menarik diri subjek berkurang dengan menggunakan BSFT-WMT, dalam arti bahwa BSFT-WMT berpengaruh terhadap perilaku menarik diri subjek penelitian. Kata Kunci: Perilaku Menarik Diri, Brief Strategic Family Therapy, Working Memory Training, Penyandang Skizofrenia, Keluarga. ABSTRACT ANNISA CHYKA AULIA. 2201028. Brief Strategic Family Therapy-Working Memory Training in Reducing Withdrawal Behavior of People with Schizophrenia at Phalamartha Social Rehabilitation Center in Sukabumi. Supervisors R. Enkeu Agiati and Krisna Dewi Setianingsih. Withdrawal behavior refers to research subject activities including not able to initiate interactions with other people, avoiding contact with people, and must wait for the instructor's instructions to carry out the activity. The purpose of the research is to describe and analyze BSFT-WMT in handling the withdrawal behavior of people with schizophrenia. The research subjects were three beneficiaries who had problems with withdrawal behavior. The research method used is quantitative with Single Subject Design (SSD) with A-B-A reversal design. The data collection techniques used are observation, questionnaires, and documentation studies. The research gathered information from primary and secondary data sources. The research measuring tool is the rating scale. The validity test of measuring instrument use face validity, and the reliability test used Cronbach alpha and percent agreement. The data analysis technique uses quantitative data analysis techniques. The research results demonstrated that using BSFT-WMT reduced the subject's withdrawal behavior, indicating that BSFT-WMT influenced the subject's withdrawal behavior. Keywords: Withdrawal Behavior, Brief Strategic Family Therapy, Working Memory Training, People with Schizophrenia, FamilyItem Capacity Building dan Pendampingan Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-15) SORAYA LESSY. 22.01.006.; BAMBANG INDRAKENTJANA; YUTI SRI ISMUDIYATISORAYA LESSY. 22.01.006. Capacity Building and Assistance with Community Based Intervention Recovery Agent in Handling Drug Abuse in Jayagiri Village, Sindangbarang District, Cianjur Regency. Supervisor: BAMBANG INDRAKENTJANA and YUTI SRI ISMUDIYATI. The increasing abuse of narcotic drugs and psychotropic substances in Jayagiri Village, Sindangbarang District, Cianjur Regency, represents a significant issue that necessitates comprehensive intervention from the government and community elements. In addressing the issue of drug abuse in Jayagiri Village, in 2022, the National Narcotics Agency of Cianjur Regency, in collaboration with the village government, established a Community-Based Intervention (CBI) in Jayagiri Village as part of the Desa Bersinar program. Community participation is crucial in efforts to combat drug abuse. Therefore, the CBI recovery agent was established. Following its formation, this recovery agent received capacity-building to enhance knowledge and skills in implementing CBI activities/services. This study aims to develop technology engineering for capacity building and support for CBI recovery agents, focusing on the primary concept of assisting CBI recovery agents in implementing activities/services in the field, as well as community participation in program evaluation. This study employs a qualitative approach using the Participatory Action Research (PAR) method. Data collection involves documentation studies, observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Additionally, two tools or methods supporting FGD are utilized: Methodology Participatory Assessment (MPA) and Technology of Participation (ToP). The participants in the study were 14 CBI recovery agents. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive method. The results indicated that the design of capacity building and mentoring for CBI recovery agents effectively enhanced their knowledge and skills. Furthermore, community participation in providing input or feedback on CBI activities/services was effective for the future development of the CBI program. The achieved outcome was that the implementation of CBI activities and services became more optimal and of higher quality. Keywords: Capacity Building; Mentoring: Recovery Agents; Community-Based Intervention; Community Participation. ABSTRAK SORAYA LESSY. 22.01.006. Capacity Building dan Pendampingan Agen Pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur. Pembimbing: BAMBANG INDRAKENTJANA dan YUTI SRI ISMUDIYATI. Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang semakin marak di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur merupakan permasalahan yang membutuhkan penanganan secara maksimal dari pemerintah dan unsur masyarakat. Dalam mengatasi permasalahan penyalahgunaan NAPZA di Desa Jayagiri, pada tahun 2022 BNN Kabupaten Cianjur bersama pemerintah desa membentuk IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) di Desa Jayagiri yang merupakan bagian dari program Desa Bersinar. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA, maka dibentuklah agen pemulihan IBM. Setelah dibentuk, agen pemulihan ini mendapatkan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan/layanan IBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rekayasa teknologi capacity building dan pendampingan agen pemulihan IBM dengan mengusung konsep utama yakni kegiatan pendampingan terhadap agen pemulihan IBM dalam melaksanakan kegiatan/layanan di lapangan, serta partisipasi masyarakat dalam evaluasi program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR). Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta menggunakan 2 alat atau metode yang mendukung FGD, yaitu Methodology Participatory Assessment (MPA) dan Technology of Participation (ToP). Partisipan penelitian yakni 14 orang agen pemulihan IBM. Analisis data menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain capacity building dan pendampingan agen pemulihan IBM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agen pemulihan IBM. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan atau feedback terhadap kegiatan/layanan IBM efektif untuk pengembangan program IBM ke depannya. Outcome yang dicapai adalah pelaksanaan kegiatan dan layanan IBM menjadi lebih optimal dan berkualitas. Kata Kunci: Capacity Building; Pendampingan; Agen Pemulihan; Intervensi Berbasis Masyarakat; Partisipasi Masyarakat.Item Desain Edukasi Kolaborasi Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Anak di Kelurahan Cibadak Kabupaten Sukabumi.(Perpustakaan, 2024-08-29) SHAFIRA RATNASARI HUMAIRA, 2201002.; Bambang Rustanto.; Pribowo.SHAFIRA RATNASARI HUMAIRA, 2201002. Desain Edukasi Kolaborasi Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Anak di Kelurahan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Dosen Pembimbing : Bambang Rustanto. Pribowo. Perkawinan anak merujuk pada ikatan pernikahan di mana minimal satu dari kedua pasangan masih berusia di bawah 19 tahun, atau dapat dikategorikan sebagai anak anak atau remaja. Tingginya angka perkawinan anak disebabkan oleh berbagai faktor maka dari itu diperlukannya upaya untuk mencegah perkawinan anak terutama berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan Desain Edukasi Kolaborasi Masyarakat sebagai upaya pencegahan perkawinan anak. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan kualitatif. Penentuan keabsahan data penelitian ini menggunakan uji credibility, uji transferability, uji depenability, dan uji confirmability. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Informan pada penelitian ini berjumlah 9 (Sembilan) orang yang merupakan perwakilan dari community leader di Kelurahan Cibadak. Hasil penelitian yakni masyarakat yang diwakili oleh community leader berkolaborasi untuk melakukan upaya pencegahan perkawinan anak dengan melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan. Implikasi teoritis dalam penelitian ini adalah mewujudkan pengembangan masyarakat lokal dan kolaborasi masyarakat dengan melalui Desain Edukasi Kolaborasi Masyarakat dalam mencegah perkawinan anak. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah melaksanakan kegiatan berupa identifikasi community leader, pembentukan Tim Kerja Masyarakat yang terdiri dari berbagai unsur yang ada di masyarakat, pelatihan kepada Tim Kerja mengenai perkawinan anak, edukasi perkawinan anak yang dilakukan oleh Tim Kerja kepada masyarakat, pelaksanaan evaluasi proses dan evaluasi hasil, serta tindak lanjut dari hasil evaluasi. Kata Kunci: Perkawinan Anak, Edukasi, Kolaborasi Masyarakat. ABSTRACT SHAFIRA RATNASARI HUMAIRA, 2201002. Community Collaborative Education Design in Preventing Child Marriage in Cibadak Village, Sukabumi Regency. Supervisor : Bambang Rustanto. Pribowo. Child marriage refers to a marriage bond where at least one of the two partners is still under 19 years old, or can be categorized as a child or teenager. The high rate of child marriage is caused by various factors, therefore efforts are needed to prevent child marriage, especially community-based ones. This study aims to compile and develop a Community Collaborative Education Design as an effort to prevent child marriage. This study uses the Participatory Action Research (PAR) method and a qualitative approach. Determination of the validity of the research data uses credibility tests, transferability tests, dependability tests, and confirmability tests. Data collection techniques use interviews, observations, Focus Group Discussions (FGD), and documentation studies. The informants in this study numbered 9 (nine) people who were representatives of community leaders in Cibadak Village. The results of the study were that the community represented by community leaders collaborated to make efforts to prevent child marriage by carrying out stages of activity. The theoretical implications of this study are to realize local community development and community collaboration through Community Collaborative Education Design in preventing child marriage. The practical implications of this research are to carry out activities in the form of identifying community leaders, forming a Community Work Team consisting of various elements in the community, training the Work Team on child marriage, child marriage education carried out by the Work Team to the community, implementing process evaluations and results evaluations, and follow-up to the evaluation results. Keywords: Child Marriage, Education, Community Collaboration.Item Desain Gerakan Peduli Stunting dalam Upaya Penanganan Stunting di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat.(Perpustakaan, 2024-10-15) Eneng Deti Nurbaeti, 22.01.026.; Dwi Yuliani, Ph.D; Suharma, Ph.DEneng Deti Nurbaeti, 22.01.026. Design of the Stunting Awareness Movement in Efforts to Handle Stunting in Mekarmukti Village, Cihampelas District, West Bandung Regency. Guided by :Dwi Yuliani, Ph.D and Suharma, Ph.D. Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years of age (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially during the first 1000 days of life. In 2022, the prevalence of stunting in Indonesia will still be at 21.6% and the target for reducing the stunting rate in 2024 is 14%. West Bandung Regency itself has a stunting prevalence of 8.15% in 2022 and the number still needs to be reduced. At the research location, namely Mekarmukti Village, Cihampelas District, West Bandung Regency, data was obtained on children who were at risk of stunting every month, the latest data was February 2024, there were 22 children who were at risk of stunting based on low body weight and height. The aim of this research is to create a stunting prevention design through the Stunting Care Community Movement (Gema Penting) which involves every element of society and stunting prevention activists. This research uses a qualitative descriptive method with a Participatory Action Research (PAR) approach using indepth interview techniques, Focus Group Discussion (FGD), documentation studies and observations. The need for developing this design is the involvement of representatives from every element of society and creating a team of peer educators for stunting prevention so that stunting prevention efforts run optimally. Implementation of this design produces a Community Work Team (TKM) and peer educators who will provide outreach and education on stunting prevention to every level of society. Keyword: Stunting, Stunting prevention, Gema Penting, Peer Educators ABSTRAK Eneng Deti Nurbaeti, 22.01.026. Desain Gerakan Peduli Stunting dalam Upaya Penanganan Stunting di Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Dosen Pembimbing Dwi Yuliani, Ph.D dan Suharma, Ph.D Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode100 Hari Pertama Kehidupan. Pada tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 21,6% dan target penurunan angka stunting di tahun 2024 adalah 14%. Kabupaten Bandung Barat sendiri memiliki jumlah prevalensi stunting 8,15% pada tahun 2022 dan masih harus diturunkan jumlahnya. Pada lokasi penelitian yaitu Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, diperoleh data anak yang beresiko stunting selalu ada setiap bulan, data terbaru Februari 2024 terdapat 22 anak yang beresiko stunting berdasarkan berat badan dan tinggi badan yang kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat desain pencegahan stunting melalui Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (GEMA PENTING) yang melibatkan setaip unsur masyarakat dan pegiat pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, Focus Group Disscussion (FGD), studi dokumentasi dan observasi. Kebutuhan dari pengembangan desain ini adalah pelibatan perwakilan setiap unsur masyarakat dan membuat tim pendidik sebaya untuk pencegahan stunting agar upaya pencegahan stunting berjalan dengan optimal. Implementasi desain ini menghasilkan Tim Kerja Masyarakat (TKM) dan pendidik sebaya yang akan melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada setiap lapisan masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Pencegahan Stunting, Gema Penting, Pendidik sebayaItem Desain Kemitraan Lingkungan Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Kota Bandung. Dosen Pembimbing(Perpustakaan, 2023-12-08) GERRY CATUR CANOVA (21.01.024)ABSTRACT GERRY CATUR CANOVA (21.01.024). Desain Design of School Partnerships with the Environment as an Effort to Strengthen Student Character Education at 8 Senior High School in Bandung City. Advisor: ARIBOWO, M.Sc., Ph.D. &Dr. PRIBOWO, M.Pd. This study aims to compile and describe how to design a Desain of school partnership with the environment as an effort to strengthen character education according to Presidential Regulation (Perpres) Number 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education. Character education is an issue that must always be implemented in schools, the main value in strengthening character must be reflected in the behavior of the school community through collaboration between various parties in the education unit. The approach used in this study is a qualitative research method. The research design used is Participatory Action Research (PAR). The data collected from this research was conducted through data collection techniques such as observation, interviews, documentation studies and group discussions. Based on the results of the initial assessment, the implementation of the collaboration program carried out by SMAN 8 Bandung involved multiple parties as an effort to obtain input on a policy. The process of cooperation that is carried out is usually called the Partnership Desain. The implementation of the Partnership Desain is considered to be effective in generating various inputs to schools. However, the implementation of the Partnership is considered less efficient in terms of managing the roles and involvement of parties. Therefore, it is necessary to develop a more efficient implementation of the Partnership Desain process through engineering processes. This technological Development is called the School Partnership Desain Design with the Environment as an Effort to Strengthen Student Character Education. This Development technology is the development of the Partnership Desain implementation system through the organization and division of roles and the involvement of multi-stakeholders. This technique is easy to use considering that the participants involved are already familiar with the partnership Desain. The existence of this engineering is expected to be a reference in streamlining the implementation of the School Partnership Desain with the Environment as an Effort to Strengthen Student Character Education through more organized institutions and contribute to the development of social work practice. Keywords: Partnership Desains, Schools Environment, Character Education ABSTRAK GERRY CATUR CANOVA (21.01.024). Desain Kemitraan Lingkungan Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Kota Bandung. Dosen Pembimbing: ARIBOWO, M.Si., Ph.D. & Dr. PRIBOWO, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mendeskripsikan bagaimana Desain Kemitraan Lingkungan Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter menjadi isu yang harus selalu diimplementasikan di sekolah, nilai utama dalam penguatan karakter haruslah tercermin dalam perilaku warga sekolah melalui kerjasama antara berbagai pihak dalam satuan pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Data yang dikumpulkan dari penelitian ini dilakukan melalui teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, studi dokumentasi dan diskusi kelompok. Berdasarkan hasil asesmen awal, pelaksanaan program kerjasama yang dilakukan oleh SMAN 8 Bandung telah melibatkan multipihak sebagai upaya mendapatkan masukan terhadap suatu kebijakan. Proses kerjsama yang dilakukan biasa disebut Desain Kemitraan. Pelaksanaan Desain Kemitraan dianggap efektif menghasilkan berbagai masukan terhadap sekolah. Namun, pelaksanaan Kemitraan dianggap kurang efisien dari sisi pengelolaan peran dan keterlibatan pihak. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan pelaksanaan proses Desain Kemitraan yang lebih efisien melalui proses rekayasa. Pengembangan teknologi ini bernama Desain Kemitraan Lingkungan Sekolah sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Siswa. Pengembangan Teknologi ini merupakan pengembangan sistem pelaksanaan Desain Kemitraan melalui pengorganisasian dan pembagian peran serta keterlibatan multipihak. Teknik ini mudah digunakan mengingat partisipan yang terlibat telah terbiasa dengan Desain kemitraan. Adanya rekayasa ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengefisiensikan pelaksanaan Desain Kemitraan Lingkungan Sekolah Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui kelembagaan yang lebih terorganisir serta memberikan kontribusi pengembangan dalam praktik pekerja sosial. Kata Kunci: Desain Kemitraan, Lingkungan Sekolah, Pendidikan KarakterItem Desain Kolaborasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dalam Mencegah Masalah Anak Putus Sekolah di Desa Cibadak Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-15) ANDRE SUKMA TENKU REZA. 20.01.005.; Dwi Yuliani; Tuti KartikaANDRE SUKMA TENKU REZA. 20.01.005. Desain Kolaborasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dalam Mencegah Masalah Anak Putus Sekolah di Desa Cibadak Kabupaten Cianjur. Dibimbing oleh Dwi Yuliani dan Tuti Kartika. Anak putus sekolah merupakan masalah yang sering terjadi di setiap wilayah di Indonesia. Faktor utama dari anak putus sekolah selain faktor ekonomi ialah kesadaran orang tua dan masyarakat. Pemerintah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sosial yang dibutuhkannya melalui Sistem Pelayanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di tingkat kabupaten/kota yang membawahi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang telah berupaya mencegah anak putus sekolah dengan berbagai program dan bantuan. Salah satu LKS yang bergerak untuk anak ialah Yayasan Usaha Mulia (YUM) yang merupakan LKS di kabupaten Cianjur yang memiliki program bernama program Sponsorship. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan Puskesos dengan LKS dalam pelaksanaan sosialisasi mencegah anak putus sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR) termasuk observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan Methodology Partisipatory Assesment (MPA). Temuan yang didapat, masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya pendidikan 12 tahun bagi anak. Kurangnya sosialisai yang dilakukan kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan 12 tahun. Masyarakat yang mayoritas muslim lebih memilih anak untuk pesantren yang tidak ada pendidikan formal. Dengan adanya alternatif Kolaborasi Puskesos dengan LKS dapat menjadi jalan untuk mencegah anak putus sekolah melalui sosialisasi kepada masyarakat terutama tokoh masyarakat sebagai pencegahan pertama dalam mengatasi anak putus sekolah. KataKunci : Anak Putus Sekolah, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Kolaborasi, Pusat Kesejahteraan Sosial ABSTRACT ANDRE SUKMA TENKU REZA. 20.01.005. Collaborative Design of Social Welfare Center (Puskesos) with Social Welfare Institution (LKS) in Preventing School Dropout Problems in Cibadak Village, Cianjur Regency. Supervised by : Dwi Yuliani,and Tuti Kartika. School dropouts are a common problem in every region in Indonesia. The main factor of school dropouts, besides economic factors, is the awareness of parents and the community. The government is trying to improve community access to the social services they need through the Integrated Service and Referral System (SLRT) atthedistrict/city level whichoversees the Social Welfare Center (Puskesos). Social Welfare Institutions (LKS) have tried to prevent children from dropping out of school with various programs and assistance. One oftheLKSthatworksforchildrenistheYayasanUsahaMulia(YUM)whichisan LKS in Cianjur district that has a program called the Sponsorship program. This study aims to connect Puskesos with LKS in implementing socializationto prevent children from droppingout of society. Thisstudy uses a qualitative approach with the Participatory Action Research (PAR) method including observation, interviews, documentation studies, and Methodology Participatory Assessment (MPA). The findings obtained, there are still many people who are not aware of theimportanceof12years ofeducation forchildren.Lack ofsocializationcarried out to the community regarding the importance of 12 years of education. The majorityof Muslimcommunities prefer children togo toIslamic boardingschools that do not have formal education. With the alternative of collaboration between Puskesos and LKS, it can be a way to prevent children from dropping out of school through socialization to the community, especially community leaders, as the first prevention indealing with children dropping out of school. Keywords: School Dropout Children, Social Welfare Institutions, Collaboration, SocialWelfareCenteItem Desain Pelibatan Implementing System dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-17) Aprilia Putri Milenia; Dwi Yuliani; Decky IriantiABSTRACT Aprilia Putri Milenia. Design of Implementing System for Involvement in Stunting Prevention in Cianjur Regency. Supervisor by: Dwi Yuliani and Decky Irianti Cianjur Regency has a target for reducing stunting, namely zero stunting. Reducing the numbers on this target requires cooperation and engagement with cross-sectors. This research involves involvement with the implementing system. Implementing system is the unit that implements changes. This research includes initial design, needs identification, development plans, design implementation, and final design evaluation. The implementing system in this research is the Mulia Enterprise Foundation (YUM), Community Leaders (CL), and posyandu cadres as design implementers. The aim of this research is to develop a technological engineering design through involving implementing systems in preventing stunting. In the final design there was involvement of all participants in compiling the handbook as part of capacity building. The research method uses a qualitative approach with the Participatory Action Research (PAR) method. Data collection techniques through interviews, observation, documentation studies, and Focus Group Discussions (FGD). The research results show that the design involving the implementing system is novelty in preventing stunting. The final design involving this implementing system is the preparation of a handbook as part of capacity building which contains pre-post-tests, material on stunting prevention, sharing sessions, group dynamics, social campaigns and practical simulations. Keywords: Implementing System, Capacity Building, Stunting Prevention ABSTRAK Aprilia Putri Milenia. Desain Pelibatan Implementing System dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Cianjur. Dibimbing oleh: Dwi Yuliani dan Decky Irianti Kabupaten Cianjur memiliki target dalam penurunan stunting yaitu zero stunting. Penurunan angka pada target tersebut perlu kerja sama dan pelibatan dengan lintas sektor. Penilitian ini melakukan pelibatan dengan implementing system. Implementing system yaitu unit yang melaksanakan perubahan. Pada penelitian ini mencakup desain awal, identifikasi kebutuhan, rencana pengembangan, pelaksanaan desain, dan evaluasi desain akhir. Implementing system dalam penelitian ini yaitu Yayasan Usaha Mulia (YUM), Community Leader (CL), dan kader posyandu sebagai pelaksana desain. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan desain rekayasa teknologi melalui pelibatan implementing system dalam pencegahan stunting. Pada desain akhir terdapat pelibatan dari seluruh partisipan dalam menyusun handbook sebagai bagian dari peningkatan kapasitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR). Teknik Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pelibatan implementing system merupakan kebaruan dalam pencegahan stunting. Desain akhir pelibatan implementing system ini adalah penyusunan handbook sebagai bagian dari peningkatan kapasitas yang memuat tentang pre-post-test, materi pencegahan stunting, sharing session, dinamika kelompok, kampanye sosial dan simulasi praktik. Kata kunci: Implementing System, Peningkatan Kapasitas, Pencegahan StuntingItem Desain Pengembangan Jaringan Sosial Pada Vocational Training Center Bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi Di Yayasan Usaha Mulia Cianjur.(Perpustakaan, 2025-08-27) ABIGAIL GITA VICTORIA. 23.01.009.; Dwi Yuliani; SusilawatiABSTRACT ABIGAIL GITA VICTORIA. 23.01.009. Social Network Development Design at Vocational Training Center for Socio-Economically Underprivileged Women at Yayasan Usaha Mulia Cianjur. Supervisors: Dwi Yuliani and Susilawati The limitation of social networks is one of the important factors in Vocational Training Center (VTC) programs including at YUM Cianjur which has an impact on the not optimal absorption of graduates into the world of work. This research aims to produce and test a social network development design at the Vocational Training Center (VTC) for Socio-Economically Underprivileged Women (PRSE) at YUM Cianjur. This design is expected to increase the effectiveness of the Vocational Training Center (VTC) program that supports increased absorption, the suitability of absorption with the World Business World Industry (DUDI), and the support component of the partnership. This research uses a qualitative method with a Participatory Action Research (PAR) approach that involves active participation from the VTC coordinator, VTC tutors, PRSE, and target systems in the development of social networks in the process of initial reflection, identification of needs and suggestions, design and planning, implementation to the final design. The results of this design implementation showed success in developing social networks at the YUM VTC through partnerships with the pentahelix model. This partnership was able to support skills development, facilitate access, and expand the network with DUDI. In addition, this research successfully strengthened the network between PRSE members at VTC YUM by fostering mutual trust and effective communication that significantly supported the development and implementation of the social network. Keywords: Social Network Development, Vocational Training Center, Socio Economically Underprivileged Women, Partnership, Stakeholders, Pentahelix ABSTRAK ABIGAIL GITA VICTORIA. 23.01.009. Desain Pengembangan Jaringan Sosial Pada Vocational Training Center Bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi Di Yayasan Usaha Mulia Cianjur. Dosen Pembimbing : Dwi Yuliani dan Susilawati Keterbatasan jaringan sosial merupakan salah satu faktor penting pada program program Vocational Training Center (VTC) termasuk di YUM Cianjur yang berdampak pada belum optimalnya penyerapan lulusan ke dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji desain pengembangan jaringan sosial pada Vocational Training Center (VTC) bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di YUM Cianjur. Desain ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program Vocational Training Center (VTC) yang mendukung peningkatan daya serap, kesesuaian daya serap dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), dan komponen dukungan dari kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif dari koordinator VTC, tutor VTC, PRSE, dan sistem sasaran dalam pengembangan jaringan sosial proses refleksi awal, identifikasi kebutuhan dan saran, perancangan dan perencanaan, implementasi hingga desain akhir. Hasil implementasi desain ini menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan jaringan sosial di VTC YUM melalui kemitraan dengan model pentahelix. Kemitraan ini mampu mendukung pengembangan keterampilan, mempermudah akses, dan memperluas jaringan dengan DUDI. Disamping itu juga, penelitian ini berhasil memperkuat jaringan antar anggota PRSE di VTC YUM dengan menumbuhkan rasa saling percaya dan komunikasi yang efektif sehingga secara signifikan mendukung pengembangan dan pelaksanaan jaringan sosial. Kata Kunci: Pengembangan Jaringan Sosial, Vocational Training Center, Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Kemitraan, Stakeholders, PentahelixItem Desain Pengembangan Kampung Siaga Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Penyusunan Rencana Partisipatif di Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2025-08-18) FENNY SRISEPTAYANA. 23.01.003.; DEDE KUSWANDA; MILLY MILDAWATIABSTRAK FENNY SRISEPTAYANA. 23.01.003. Desain Pengembangan Kampung Siaga Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Penyusunan Rencana Partisipatif di Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing: DEDE KUSWANDA, MILLY MILDAWATI. Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang bertujuan memberikan perlindungan dari risiko bencana melalui penguatan kesiapsiagaan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain KSB melalui peningkatan kapasitas penyusunan rencana partisipatif di Desa Cintaasih Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Partisipan terdiri dari Tim KSB Desa Cintaasih, perangkat desa, dan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur sebanyak 8 orang yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan focus group discussion (FGD), serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain awal pembentukan KSB masih bersifat top down dan belum memberdayakan masyarakat secara penuh. Tim KSB Desa Cintaasih belum memiliki kapasitas untuk menyusun rencana aksi secara mandiri karena keterbatasan dalam perencanaan berbasis kebutuhan lokal. Desain akhir yang dikembangkan menyempurnakan proses sebelumnya dengan mengintegrasikan komponen peningkatan kapasitas, di antaranya team building training, sharing session praktik baik respon bencana di tingkat masyarakat, edukasi pentingnya partisipasi masyarakat, simulasi dan edukasi tiga tahapan technology of participation (ToP), hingga penyerahan pedoman. Desain ini juga disempurnakan melalui penentuan teknis pelaporan kegiatan dan mekanisme monitoring dan evaluasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. Implementasi desain ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan inisiatif Tim KSB. Proses partisipatif mendorong kepemilikan bersama atas rencana aksi dan membangun mekanisme internal yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini agar dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kebermanfaatan dan replikasi desain secara lebih luas, sehingga desain yang telah disusun secara partisipatif dapat diuji, divalidasi, dan dikembangkan menjadi model adaptif atau model baku. Kata kunci: Kampung Siaga Bencana, Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat, Peningkatan Kapasitas, Rencana Partisipatif, Teknologi Partisipatif.Item Desain Pengembangan Program Intervensi Berbasis Masyarakat melalui Gerakan Bersama Cegah Kekambuhan Napza.(Perpustakaan, 2024-10-14) ANISA DEWI SETYOWATI, 2201023.; Didiet Widiowati; Helly OcktiliaABSTRAK ANISA DEWI SETYOWATI, 2201023. Desain Pengembangan Program Intervensi Berbasis Masyarakat melalui Gerakan Bersama Cegah Kekambuhan Napza. Dosen Pembimbing : Didiet Widiowati, Helly Ocktilia. Kekambuhan (relapse) merupakan kondisi penggunaan napza kembali pascarehabilitasi. Upaya pencegahan kekambuhan telah dilaksanakan IBM Desa Jayagiri Kabupaten Cianjur Selatan melalui edukasi pada perkumpulan keluarga eks klien. Namun pelaksanaan edukasi tersebut belum melibatkan seluruh keluarga eks klien dan masyarakat sehingga hasilnya belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi desain awal, kebutuhan pengembangan, perencanaan pengembangan, implementasi, dan desain akhir Gerakan Bersama Cegah Kekambuhan Napza (GEBRAKAN) guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemulihan eks klien pascarehabilitasi yang dilaksanakan berkelanjutan sehingga meminimalisir kekambuhan napza yang terjadi (Continuum Rehabilitation). Metode penelitian menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi 5 orang eks klien, 5 keluarga eks klien, 14 agen pemulihan IBM, 12 tokoh masyarakat, dan 1 staf BNNK Cianjur. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi GEBRAKAN melalui serangkaian proses partisipatif dinilai telah mampu menjadi gerakan pencegahan kekambuhan yang dilaksanakan IBM bukan hanya menyasar pada eks klien saja melainkan melibatkan keluarga-keluarga serta masyarakat di sekitar eks klien. Melalui GEBRAKAN, IBM memfokuskan gerakan pada peningkatan pemahaman dan peningkatan akses informasi akan pentingnya pencegahan kekambuhan, peningkatan pengawasan perkembangan pemulihan eks klien pascarehabilitasi, tersedianya media pelaporan jika terjadi indikasi kekambuhan, hingga pelibatan eks klien dalam aktivitas masyarakat. Kata Kunci: Intervensi Berbasis Masyarakat, Relapse, Napza, Rehabilitasi Berkelanjutan. ABSTRACT ANISA DEWI SETYOWATI, 2201023. Design of the Community-Based Intervention Development Program through the Joint Movement to Prevent Drug Relapse. Supervisor: Didiet Widiowati, Dr. Helly Ocktilia. Relapse is a condition of using drugs after rehabilitation. Relapse prevention efforts have been implemented by IBM Jayagiri Village, South Cianjur Regency, through education at ex-client family associations. However, the education has not involved all ex-client families and the community so the results have not been optimal. The purpose of this study is to identify the initial design, development needs, development planning, implementation, and final design of the Joint Movement to Prevent Drug Relapse to create an environment conducive to the recovery of ex-clients after rehabilitation which is carried out continuously to minimize relapse that occurs (Continuum Rehabilitation). The research method used Participatory Action Research (PAR) with a qualitative approach. Data collection was carried out through focus group discussions, interviews, observations, and documentation studies. Research participants included 5 ex-clients, 5 families of ex-clients, 14 IBM recovery agents, 12 community leaders, and 1 BNNK Cianjur staff. The results showed that the implementation of GEBRAKAN through a series of participatory processes was considered to have been able to become a relapse prevention movement carried out by IBM not only targeting ex-clients but involving families and communities around ex-clients. Through GEBRAKAN, IBM focuses on increasing understanding and improving access to information on the importance of relapse prevention, of the importance of relapse prevention, increasing supervision of the progress of ex-client recovery after rehabilitation, the availability of reporting media if there are indications of relapse, and involving ex-clients in community activities. Keywords: Community Based Intervention, Relapse, Drugs, Continuum Rehabilitation.Item Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending.(Perpustakaan, 2024-11-10) SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008.; Tuti Kartika; Hartono LarasABSTRACT SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008. Design for Organizing Poor Families Through Cooperatives Based on Integrated Peer To Peer Lending. Supervisor: Tuti Kartika and Hartono Laras. Koperasi are a form of organizing poor families that can be carried out in empowerment efforts. However, the current phenomenon is that koperasi have various obstacles and challenges, such as not being popular because the loan system is not accessible and familiar with low repayment rates. The aim of this research is to find out and perfect the Design for Organizing Poor Families through Integrated Peer To Peer Lending-Based Koperasi in responding to obstacles and challenges in Koperasi. This research uses a qualitative approach with the PAR (Participatory Action Research) method through FGD (Focus Group Discussion) techniques, in-depth interviews, observation and documentation studies. The primary data sources in this research are partisipants consisting of village government, community leaders, koperasi administrators, and poor families. The results of the research show that the Integrated Peer to Peer Lending-based Cooperative design can be implemented and is effective for cooperatives to organize poor families and as an ideal formal resource system by involving active participation of member groups by utilizing sub-sub systems in the cooperative effectively. integrated, including involving lenders as fund providers, organizing peer borrowers, and routine assistance in cooperative activities. Keywords: Organizing, Poor Family, Koperasi, Integrated, Peer to Peer Lending ABSTRAK SYIFA MAGHFIROTUL FIRDAUS. 2201008. Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending. Dibimbing: Tuti Kartika dan Hartono Laras. Koperasi menjadi salah satu bentuk pengorganisasian keluaga miskin yang dapat dilakukan dalam upaya pemberdayaan. Namun, fenomena saat ini, koperasi memiliki berbagai hambatan dan tantangan, seperti tidak diminati karena sistem pinjaman yang tidak aksesibel dan familiar dengan tingkat pengembalian yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyempurnakan Desain Pengorganisasian Keluarga Miskin Melalui Koperasi Berbasis Integrated Peer To Peer Lending dalam menjawab hambatan dan tantangan pada koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode PAR (Participatory Action Research) melalui teknik FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah partisipan yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, pendamping koperasi, dan keluarga miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Koperasi berbasis Integrated Peer to Peer Lending dapat diimplementasikan dan efektif bagi koperasi untuk mengorganisasikan keluarga miskin dan sebagai sebuah sistem sumber formal yang ideal dengan melibatkan partisipasi aktif kelompok anggota dengan memanfaatkan sub-sub sistem pada koperasi secara terintegrasi, diantaranya pelibatan lender sebagai penyedia dana, pengorganisasian peer borrower, dan pendampingan rutin pada kegiatan koperasi. Kata Kunci: Pengorganisasian, Keluarga Miskin, Koperasi, Integrated, Peer to Peer LendingItem Desain Perencanaan Terintegrasi Berkelanjutan dalam Program Pelayanan Kesejahteraan Lanjut Usia di Yayasan Usaha Mulia Cianjur.(Perpustakaan, 2025-08-18) Helvina Fitria. W. NRP. 23.01.018.; Aribowo; Dede KuswandaABSTRAK Helvina Fitria. W. NRP. 23.01.018. Desain Perencanaan Terintegrasi Berkelanjutan dalam Program Pelayanan Kesejahteraan Lanjut Usia di Yayasan Usaha Mulia Cianjur. Pembimbing: Aribowo dan Dede Kuswanda. Penelitian ini berfokus pada upaya mengatasi kelemahan dan meningkatkan kualitas program pelayanan kesejahteraan lanjut usia di Yayasan Usaha Mulia (YUM) Cianjur, yaitu terkait teknik perencanaan yang digunakan masih bersifat konvensional atau pemimpin sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan, mengakibatkan kegiatan kurang matang, tidak berkelanjutan, tidak sistematis, tidak terstruktur dan tidak terorganisir dengan baik, serta kegiatan lebih cenderung hanya pada aspek kesehatan saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 8 partisipan secara Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Desain Perencanaan Terintegrasi Berkelanjutan merupakan sebuah inovasi didalam tahap merumuskan suatu kegiatan, sebelum program direalisasikan melalui teknik yang relevan dengan strategi pekerja sosial, diantaranya pemanfaatan komunitas lokal dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat untuk memberikan pendapat dan aspirasi, selanjutnya menjalin kerjasama atau kolaborasi bersama pihak eksternal untuk memberikan dukungan berkelanjutan dalam bentuk pendampingan, monitoring, dan alokasi sumber daya, serta adanya pembahasan mengenai kelima aspek (kesehatan, dukungan keluarga, sosial, ekonomi, spiritual) yang memiliki keterkaitan dengan kesejahteraan lansia. Desain ini terdiri dari delapan tahapan yaitu kolaborasi, konteks dengan pembahasan mengenai identifikasi masalah atau kebutuhan, menganalisis dampak, melakukan pengamatan, pengumpuan data, lingkaran sukses, curah ide, kondisi nyata, rincian kegiatan, dan diakhiri komitmen, yang dilengkapi dengan buku panduan untuk mendukung fasilitator dalam pelaksanaan. Hasil implementasi desain rekayasa teknologi ini menunjukan bahwa perencanaan terintegrasi berkelanjutan berjalan dengan efektif, efisien, komprehensif, dan mudah diterapkan, sehingga kualitas pelayanan menjadi lebih optimal dan kesejahteraan bagi kehidupan lanjut usia meningkat secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dalam kelima aspek. Kata Kunci: Perencanaan Integratif Berkelanjutan, Partisipasi Masyarakat, Program Kesejahteraan Lanjut Usia.Item Efektivitas Terapi Religious-Imaginal Exposure Terhadap Intensitas Post-Traumatic Stress Disorder Pada Anak Korban Kekerasan Seksual(Perpustakaan, 2023-12-08) JULI KRISWANTO JHONPRA VOLTA DUHA1ABSTRACT JULI KRISWANTO JHONPRA VOLTA DUHA, SUSILAWATI, MOCH. ZAENAL HAKIM, The effectiveness of religious-imaginal exposure therapy to the intensity of post-traumatic stress disorder in children's sexual abuse. Imaginal exposure practices with a Cognitive Behavior Therapy (CBT) base of theory often combined with a spiritual-religious approach can create ambiguity because of differences in perceived aspects, and lead to ineffective therapy. It is overcome by the engineering process of social work technology and helps provide the design religious-imaginal exposure (RIE). The study was made to test the design's effectiveness in reducing the intensity of posttraumatic stress disorder (PTSD) in children affected by sexual abuse. The study was conducted with quantitative. A quantitative approach with a single subject design is used to measure changes in the intensity of PTSD before and during the implementation of RIE. Data collected with interview techniques, questionnaires, and self-reports. The validity of RIE's design was tested through an expert validity test. Internal validity is guaranteed through the use of multiple baseline design; External validity is guaranteed through application of therapies on four subjects, and data reliability is guaranteed by remeasurement on the subject. An analysis of both conditions before (baseline) and during implementation (intervention) on all four subjects suggests that RIE therapy effectively lowers the intensity of PTSD in sexually abused children demonstrated with a change in positive levels on each subject (overlap 0%). The subject has a rational alternative of mind not to spook and avoid memories of traumatic events. The study suggests that RIE's design can be modified for use on the whole religion/trust and retested for further studies on a broader subject scale, as well as for an addition to the techniques in-vivo exposure and follow-up in the design of RIE therapy. Key words: religious, imaginal exposure, posttraumatic stress disorder, child of sexual abuse 2ABSTRAK JULI KRISWANTO JHONPRA VOLTA DUHA, SUSILAWATI, MOCH. ZAENAL HAKIM, Efektivitas Terapi Religious-Imaginal Exposure Terhadap Intensitas Post-Traumatic Stress Disorder Pada Anak Korban Kekerasan Seksual Praktik imaginal exposure dengan basis teori Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang sering digabungkan dengan pendekatan spiritual-religius dapat menimbulkan ambiguitas karena perbedaan aspek belief, dan menyebabkan terapi tidak efektif. Hal tersebut diatasi melalui proses rekayasa teknologi pekerjaan sosial dan menghasilkan desain Religious-Imaginal Exposure (RIE). Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas desain tersebut dalam mengurangi intensitas Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) pada anak korban kekerasan seksual. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dengan single subject design digunakan untuk mengukur perubahan tingkat intensitas PTSD sebelum dan selama implementasi teknik RIE, Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, kuisioner, dan self-report. Validitas desain RIE diuji melalui uji validitas ahli. Validitas internal dijamin melalui penggunaan desain multiple baseline; validitas eksternal dijamin melalui penerapan terapi pada empat subjek, dan reliabilitas data dijamin melalui pengukuran berulang terhadap subjek. Hasil analisis antar kondisi sebelum (baseline) dan selama implementasi (intervensi) pada keempat subjek menunjukkan bahwa terapi RIE efektif menurunkan intensitas PTSD pada anak korban kekerasan seksual yang ditunjukkan dengan perubahan level positif pada masing-masing subjek (overlap 0%). Subjek memiliki alternatif pikiran rasional untuk tidak menakuti dan menghindari ingatan peristiwa traumatis. Penelitian ini menyarankan agar desain RIE dapat dimodifikasi untuk digunakan pada seluruh agama/kepercayaan dan diuji kembali pada penelitian selanjutnya dalam skala subjek yang lebih luas, serta perlunya penambahan teknik in-vivo exposure dan follow-up di dalam desain terapi RIE. Kata Kunci: Religious, Imaginal Exposure, Posttraumatic Stress Disorder, Anak Korban Kekerasan SeksualItem Evaluasi Bantuan Sosial Melalui Program Beras Sejahtera Daerah Bagi Keluarga Miskin Kota Cimahi.(Perpustakaan, 2025-08-19) ALFIRA NUR KUSUMANINGRUM, NRP. 23.01.013.; Dwi Yuliani; Dede KuswandaABSTRAK ALFIRA NUR KUSUMANINGRUM, NRP. 23.01.013. Evaluasi Bantuan Sosial Melalui Program Beras Sejahtera Daerah Bagi Keluarga Miskin Kota Cimahi. Dosen Pembimbing: Dwi Yuliani dan Dede Kuswanda. Program Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) merupakan implementasi dari kebijakan lokal Pemerintah Kota Cimahi sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan berisiko sosial yang belum terakomodasi bantuan dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Rastrada melalui enam aspek kriteria evaluasi kebijakan menurut William Dunn, yaitu: 1) efektivitas, 2) efisiensi, 3) kecukupan, 4) kesetaraan, 5) responsivitas, dan 6) ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 100 responden dari populasi 2.250 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastrada di Kota Cimahi yang dipilih menggunakan area random sampling dari tiga kecamatan. Selain itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk memperkuat hasil evaluasi melalui studi dokumen, dilengkapi wawancara kepada pelaksana utama kebijakan dari Dinas Sosial, petugas distribusi, dan pemangku kepentingan lokal. Uji validitas penelitian ini berupa uji validitas isi, konstruk, dan statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Serta uji reliabilitas dengan hasil 0,903. Analisis data melalui proses: 1) penyuntingan data, 2) pengkodean data, 3) memasukkan data, 4) pembersihan data, dan 5) tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek efektivitas berada di tingkat efektif, aspek efisiensi berada di tingkat sangat efisien, aspek kecukupan berada di tingkat cukup, aspek kesetaraan berada di tingkat sangat setara, aspek responsivitas berada di tingkat responsif, dan aspek ketepatan berada di tingkat tepat. Setiap aspek menunjukkan hasil evaluasi yang positif, namun masih terdapat tantangan maupun hambatan yang terjadi dalam implementasi di lapangan. Sehingga melalui temuan ini peneliti melakukan advokasi kepada pemangku kebijakan melalui dengar pendapat dan penyusunan naskah kebijakan. Naskah kebijakan tersebut memberikan rekomendasi berupa revisi terhadap Peraturan Wali Kota Nomor 25 Tahun 2022 dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) program Rastrada. Dengan hasil evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan implementasi kebijakan Rastrada agar lebih adaptif, responsif, dan tepat sasaran dalam menjawab permasalahan kemiskinan di Kota Cimahi. Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan, Beras Sejahtera Daerah, Keluarga MiskinItem Implementasi Cognitive Behavior Therapy dengan Assertive Training (CBT-A) dalam Menurunkan Perilaku Narsistik Penyandang Disabilitas Fisik di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi.(Perpustakaan, 2024-10-14) NOVA TIFFANY SOFAYNDI, 2201027.; Rini Hartini Rinda Andayani; Ayi HaryaniABSTRAK NOVA TIFFANY SOFAYNDI, 2201027. Implementasi Cognitive Behavior Therapy dengan Assertive Training (CBT-A) dalam Menurunkan Perilaku Narsistik Penyandang Disabilitas Fisik di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Dosen Pembimbing : Rini Hartini Rinda Andayani dan Ayi Haryani. Penyandang disabilitas fisik menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan mobilitas, kesulitan mencari pekerjaan, ketergantungan pada orang lain, gangguan kesehatan dan tantangan psikososial, salah satunya memiliki perilaku narsistik. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan masalah sosial terutama dalam hubungan interpersonal. Selama ini, pekerja sosial di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi menggunakan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk menangani permasalahan klien. Namun, CBT yang diberikan belum mengikuti prosedur standar. Hal ini menyebabkan masalah klien tidak terselesaikan secara optimal. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu menerapkan CBT yang terstandar dan mengembangkan teknik CBT dengan Assertive Training yang menjadi sebuah teknologi rekayasa baru yang disebut CBT-A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah CBT-A berpengaruh dalam menurunkan perilaku narsistik pada penyandang disabilitas fisik di STPL Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode SSD dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah tiga orang penyandang disabilitas yang memiliki masalah perilaku narsistik. Perilaku narsistik yang diukur dalam penelitian ini meliputi perilaku menyombongkan diri, merendahkan orang lain, dan menuntut untuk diistimewakan. Hasil pelaksanaan CBT-A diukur melalui kuesioner Narcissistic Personality Inventory (NPI) sebelum dan sesudah pelaksanaan CBT-A, serta analisis data dalam kondisi dan antar kondisi yang menunjukkan adanya penurunan perilaku narsistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan CBT-A terbukti berpengaruh dalam menurunkan perilaku narsistik ketiga subjek penelitian. Kata Kunci : Penyandang Disabilitas Fisik, Narsistik, Cognitive Behavior Therapy dan Assertive Training. ABSTRACT NOVA TIFFANY SOFAYNDI, 2201027. Implementation of Cognitive Behavior Therapy with Assertive Training (CBT-A) in Reducing Narcissistic Behavior of Persons with Physical Disabilities at the Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi City. Supervisors: Rini Hartini Rinda Andayani dan Ayi Haryani. People with physical disabilities face a variety of challenges, including limited mobility, difficulty finding employment, dependence on others, health problems and psychosocial challenges, one of which is having narcissistic behavior. If not handled properly, this condition can lead to social problems, especially in interpersonal relationships. So far, social workers at the Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi have used Cognitive Behavior Therapy (CBT) to deal with client problems. However, the CBT provided has not followed standard procedures. This causes the client's problem to not be resolved optimally. Therefore, the researcher felt the need to apply standardized CBT and develop CBT techniques with Assertive Training which became a new engineering technology called CBTA. The purpose of this study is to determine whether CBT-A has an effect in reducing narcissistic behavior in people with physical disabilities at STPL Bekasi. The research method used is SSD method with A-B-A design. The research subjects were three people with disabilities who had narcissistic behavior problems. Narcissistic behaviors measured in this study include bragging behavior, putting others down, and demanding to be privileged. The results of the implementation of CBT-A were measured through the Narcissistic Personality Inventory (NPI) questionnaire before and after the implementation of CBT-A, as well as data analysis within conditions and between conditions which showed a decrease in narcissistic behavior. Thus, it can be concluded that the implementation of CBT-A proved to be influential in reducing the narcissistic behavior of the three research subjects. Keywords: People with Physical Disabilities, Narcissism, Cognitive Behavior Therapy, Assertive Training.Item IMPLEMENTASI COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RELAPSE PREVENTION TRAINING TERHADAP KECEMASAN PENYALAHGUNA NAPZA DI YAYASAN GRAHAPRIMA KARYA SEJAHTERA KABUPATEN BANDUNG(Perpustakaan, 2023-08-28) RADEN ARYAN NUGROHO NRP. 21.01.017; Raden Enkeu Agiati; Rini Hartini Rinda AndayaniABSTRACT RADEN ARYAN NUGROHO. 2101017. Implementation of Cognitive Behaviour Therapy and Relapse Prevention Training on Anxiety of Drug Abusers at Graha Prima Karya Sejahtera Foundation, Bandung Regency. Supervisors RADEN ENKEU AGIATI and RINI HARTINI RINDA ANDAYANI. Cognitive Behaviour Therapy and Relapse Prevention Training are therapies aimed at addressing drug abusers' anxiety. Anxiety refers to a psychological disorder where drug abusers experience feelings of restlessness, difficulty sleeping, night waking, sleeplessness, and frequent early morning awakenings. The purpose of this study was to obtain an empirical picture, and analyse the anxiety disorder of drug abusers. The research method used is quantitative method with Single Subject Design (SSD) ABA model. Researchers used primary and secondary data sources. The validity test of the measuring instrument used in this study is the face validity test while the measuring instrument reliability test uses percent agreement. The research subject was a client of the Graha Prima Karya Sejahtera Foundation, aged 24 years, had undergone rehabilitation for at least 6 months and experienced anxiety. The researcher used the HARS instrument in measuring respondents' anxiety. The data analysis technique used is visual analysis with descriptive statistics. The results showed that Cognitive Behaviour Therapy and Relapse Prevention Training had an effect on reducing subject anxiety. This is evidenced by a decrease in subject anxiety which includes feelings of restlessness, difficulty falling asleep, nighttime awakenings, sleeplessness, and frequent early morning awakenings. Keywords: Cognitive Behaviour Therapy, Relapse Prevention Training, Anxiety, Drug Abuse, and Single Subject Design i ABSTRAK RADEN ARYAN NUGROHO. 2101017. Implementasi Cognitive Behaviour Therapy dan Relapse Prevention Training Terhadap Kecemasan Penyalahguna NAPZA di Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera Kabupaten Bandung. Dosen Pembimbing RADEN ENKEU AGIATI dan RINI HARTINI RINDA ANDAYANI. Cognitive Behaviour Therapy dan Relapse Prevention Training adalah terapi bertujuan untuk mengatasi kecemasan penyalahguna NAPZA. Kecemasan merujuk pada gangguan psikologis penyalahguna NAPZA mengalami perasaan gelisah, kesulitan tidur, terbangun malam hari, tidak nyenyak, dan sering terbangun dini hari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris, dan menganalisis gangguan kecemasan penyalahguna NAPZA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain Single Subject Design (SSD) model ABA. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Uji validitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas face validity sedangkan uji realibilitas alat ukur menggunakan percent agreement. Subyek penelitian yaitu seorang klien Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera, berusia 24 tahun, sudah menjalani rehabilitasi selama minimal 6 bulan dan mengalami kecemasan. Peneliti menggunakan instrumen HARS dalam mengukur kecemacan responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis visual dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cognitive Behaviour Therapy dan Relapse Prevention Training berpengaruh mengurangi kecemasan subyek. Hal tersebut dibuktikan dengan penurunan kecemasan subyek yang mencakup perasaan gelisah, kesulitan tidur, terbangun malam hari, tidak nyenyak, dan sering terbangun dini hari. Kata Kunci: Cognitive Behaviour Therapy, Relapse Prevention Training, Kecemasan, Penyalahguna NAPZA, dan Single Subject DesignItem IMPLEMENTASI COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY DAN RELAPSE PREVENTION TRAINING TERHADAP KECEMASAN PENYALAHGUNA NAPZA DI YAYASAN GRAHAPRIMA KARYA SEJAHTERA KABUPATEN BANDUNG(2023-09-10) RADEN ARYAN NUGROHOCognitive Behaviour Therapy and Relapse Prevention Training are therapies aimed at addressing drug abusers' anxiety. Anxiety refers to a psychological disorder where drug abusers experience feelings of restlessness, difficulty sleeping, night waking, sleeplessness, and frequent early morning awakenings. The purpose of this study was to obtain an empirical picture, and analyse the anxiety disorder of drug abusers. The research method used is quantitative method with Single Subject Design (SSD) ABA model. Researchers used primary and secondary data sources. The validity test of the measuring instrument used in this study is the face validity test while the measuring instrument reliability test uses percent agreement. The research subject was a client of the Graha Prima Karya Sejahtera Foundation, aged 24 years, had undergone rehabilitation for at least 6 months and experienced anxiety. The researcher used the HARS instrument in measuring respondents' anxiety. The data analysis technique used is visual analysis with descriptive statistics. The results showed that Cognitive Behaviour Therapy and Relapse Prevention Training had an effect on reducing subject anxiety. This is evidenced by a decrease in subject anxiety which includes feelings of restlessness, difficulty falling asleep, nighttime awakenings, sleeplessness, and frequent early morning awakeningsItem Implementasi Desain Teknik Transek Kebencanaan dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Desa Gasol Kabupaten Cianjur.(Perpustakaan, 2024-10-10) BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001.; MILLY MILDAWATI; LINA FAVOURITA SUTIAPUTRIABSTRACT BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001. Implementation of Disaster Transect Technique Design in Community-Based Disaster Risk Reduction Efforts in Gasol Village, Cianjur Regency. Supervisors: MILLY MILDAWATI and LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI. On November 21, 2022, a tectonic earthquake shook Cianjur Regency with a magnitude of 5.6 which resulted in heavy losses felt by the community. The losses felt by disaster survivors occur due to the high level of vulnerability that exists in the community. To reduce vulnerability, capacity building is needed, known as disaster risk reduction. The research was conducted in Gasol Village, Cianjur Regency, which is one of the villages that suffered damage after the earthquake. This research implements the Disaster Transect Technique Design which is a development of the Transect Technique by conducting Social Work Technology Engineering. The Disaster Transect Technique Design is used to assess potential and resources and their utilization, disaster threats, vulnerability, and capacity. This research used the Participatory Action Research (PAR) method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, documentation studies, and Focus Group Discussion (FGD). The results showed that resources in Gasol Village include water, land, rice fields, and community organizations. The disaster threats found are earthquakes, volcanic eruptions, landslides, floods, droughts, and natural gas. The perceived vulnerabilities are human, physical and economic. The existing capacity is the formation of a Disaster Preparedness Team that focuses on disaster activities. The results of the transect technique were made into a disaster transect map and then the information obtained during the transect was used as a basis to make an action plan for disaster activities in Gasol Village. Keywords: Disaster Transect Technique, Social Work Technology Engineering ABSTRAK BAYED IZWAH HURIN IEN, 2201001. Implementasi Desain Teknik Transek Kebencanaan dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Desa Gasol Kabupaten Cianjur. Dosen Pembimbing: MILLY MILDAWATI dan LINA FAVOURITA SUTIAPUTRI. Pada tanggal 21 November 2022, gempa tektonik mengguncang Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitudo yang mengakibatkan kerugian besar yang dirasakan oleh masyarakat. Kerugian yang dirasakan oleh para penyintas bencana terjadi karena tingginya tingkat kerentanan yang ada di masyarakat. Untuk mengurangi kerentanan dibutuhkan peningkatan kapasitas yang dikenal dengan istilah pengurangan risiko bencana. Penelitian dilakukan di Desa Gasol Kabupaten Cianjur yang menjadi salah satu desa yang mengalami kerusakan paska gempa bumi. Penelitian ini mengimplementasikan Desain Teknik Transek Tebencanaan yang merupakan pengembangan dari Teknik Transek dengan melakukan Rekayasa Teknologi Pekerjaan Sosial. Desain Teknik Transek Kebencanaan digunakan untuk menilai potensi dan sumber daya serta pemanfaatannya, ancaman bencana, kerentanan, dan kapasitas. Penelitian ini menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR) dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang ada di Desa Gasol meliputi air, tanah, sawah, dan organisasi masyarakat. Ancaman bencana yang ditemukan adalah gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, kekeringan, dan gas alam. Kerentanan yang dirasakan adalah kerentanan manusia, fisik, dan ekonomi. Kapasitas yang ada adalah pembentukkan Tim Siaga Bencana yang berfokus pada kegiatan-kegiatan kebencanaan. Hasil dari penelusuran teknik transek tersebut dibuatkan peta transek kebencanaan dan kemudian informasi yang didapatkan selama penelusuran dijadakan landasan untuk membuat rencana tindak lanjut untuk kegiatan kebencanaan di Desa Gasol. Kata Kunci: Teknik Transek Kebencanaan, Rekayasa Teknologi Pekerjaan SosialItem Implementasi Konseling Time Out Conditioning dalam Mengurangi Perilaku Marah pada Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.(Perpustakaan, 2024-10-10) FIRDHA DEWI OKTAVIANI, 22.01.031.; Raden Enkeu Agiati; SakroniFIRDHA DEWI OKTAVIANI, 22.01.031. Implementation of Time Out Conditioning Counseling in Reducing Angry Behavior in People with Visual Sensory Disabilities at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center. Supervisor: Raden Enkeu Agiati and Sakroni. Angry behavior refers to the activities of research subjects which include angry shouting or raising the tone of speech, crying excessively, not wanting to attend class. The research subjects were three adults with visual sensory disabilities. This research aims to describe how time out conditioning counseling can reduce angry behavior in people with visual sensory disabilities, as well as to obtain an empirical picture and analyze the subject's angry behavior before implementing counseling with time out conditioning, angry behavior during the implementation of counseling with time out conditioning, and angry behavior after implementing counseling with time out conditioning. The research method uses quantitative methods with a single subject design model A-B-A, namely baseline A1, intervention B, and baseline A2 conditions. Data collection techniques use observation, questionnaires and documentation studies. The validity test of the measuring instrument used is a face validity test, while the reliability test uses percent agreement. The data analysis technique used is analysis within conditions and analysis between conditions. The research results showed that angry behavior was reduced by implementing counseling time out conditioning in subjects with visual sensory disabilities. Keywords: Counseling, Time-Out Conditioning, People with Visual Sensory Disabilities, Anger. ABSTRAK FIRDHA DEWI OKTAVIANI, 22.01.031. Implementasi Konseling Time Out Conditioning dalam Mengurangi Perilaku Marah pada Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Dosen Pembimbing: Raden Enkeu Agiati dan Sakroni. Perilaku marah merujuk pada aktivitas subjek penelitian yang meliputi marah yang berteriak atau meninggikan nada biacara, menangis berlebihan, tidak mau mengikuti kelas. Subjek penelitian adalah tiga penyandang disabilitas sensorik netra dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana konseling time out conditioning dapat mengurangi perilaku marah pada penyandang disabilitas sensorik netra, serta untuk memperoleh gambaran secara empiris dan menganalisis tentang perilaku marah subjek sebelum implementasi konseling dengan time out conditioning, perilaku marah selama implementasi konseling dengan time out conditioning, dan perilaku marah sesudah implementasi konseling dengan time out conditioning. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan single subject design model A-BA yaitu kondisi baseline A1, intervensi B, dan baseline A2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Uji validitas alat ukur yang digunakan adalah uji validitas muka, sedangkan uji reliabilitas menggunakan percent agreement. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku marah berkurang dengan implementasi konseling time out conditioning pada subjek penyandang disabilitas sensorik netra. Kata Kunci: Konseling, Time-Out Conditioning, Penyandang Disabilitas Sensorik Netra, Marah